Salah satu hal yang perlu diketahui sebelum traveling ke China adalah bahwa internet di China daratan tidak bekerja persis seperti internet yang biasa kita gunakan di Indonesia. Sejumlah website dan aplikasi yang mungkin kita gunakan setiap hari—mulai dari Google, Gmail, WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube hingga Wikipedia—tidak dapat diakses secara normal melalui jaringan internet di China daratan. Penyebabnya adalah sistem yang secara populer dikenal sebagai Great Firewall of China (GFW).
Great Firewall of China bukanlah sebuah firewall tunggal seperti aplikasi firewall yang terpasang di komputer. Istilah ini digunakan untuk menyebut sistem teknologi dan kebijakan yang digunakan pemerintah China untuk mengontrol serta menyaring lalu lintas internet antara China daratan dan internet global.
Secara teknis, pemblokiran tersebut dapat dilakukan melalui berbagai metode. Great Firewall dapat mengganggu proses penerjemahan nama domain melalui DNS poisoning, memblokir atau mengganggu koneksi ke server tertentu, melakukan connection reset, serta menggunakan berbagai mekanisme lain yang menyebabkan sebuah website atau layanan tidak dapat dimuat dari jaringan di China daratan. Akibatnya, sebuah website yang dapat kita buka dengan normal dari Indonesia tidak bisa dibuka setelah kita tiba di China.
Dan inilah yang perlu diperhatikan traveler. Masalahnya bukan sekadar kita nggak bisa scrolling Instagram atau nonton YouTube. Kalau selama traveling kita bergantung pada Gmail untuk membuka tiket pesawat, Google Drive untuk menyimpan dokumen perjalanan, Google Maps untuk mencari lokasi, WhatsApp untuk berkomunikasi, atau Google Translate untuk menerjemahkan sesuatu, pemblokiran tersebut bisa menjadi masalah yang cukup merepotkan.
Karena itu, sebelum berangkat ke China, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu aplikasi dan website apa saja yang tidak dapat digunakan secara normal serta menyiapkan alternatifnya sejak masih berada di Indonesia.Lantas, apa saja aplikasi/situs web terpilih yang akan diblokir sesampainya kita di China? Mengutip dari Greatfire, berikut ini daftarnya:
1. Media sosial dan komunikasi: WhatsApp, Instagram, Facebook, X/Twitter, Telegram, Signal, LINE, Facebook Messenger, Reddit, Discord, Threads, Pinterest, dan Tumblr.
2. Layanan Google: Google Search, Gmail, Google Maps, Google Drive, Google Docs, Google Sheets, Google Slides, Google Calendar, Google Photos, Google Translate, Google Meet, Google Scholar, Google Play Store, Blogger/Blogspot, serta berbagai layanan Google lainnya.
3. Video, musik, dan hiburan: YouTube, Twitch, Vimeo, Dailymotion, dan SoundCloud.
4. Berita dan media internasional: BBC, The New York Times, Bloomberg, The Wall Street Journal, Reuters, The Guardian, The Washington Post, serta sejumlah media internasional lainnya.
5. Mesin pencari dan sumber informasi: Google Search dan Wikipedia. Wikipedia sekarang diblokir secara luas di China daratan, berbeda dengan situasi ketika aku mengunjungi China pada 2017 ketika pemblokirannya masih lebih terbatas.
6. Cloud, penyimpanan, dan produktivitas: Google Drive, Google Docs, Dropbox, Google Calendar, Google Keep, serta sejumlah layanan penyimpanan dan produktivitas asing lainnya.
7. Blogging dan platform publikasi: Blogger/Blogspot, WordPress.com, Medium, dan Tumblr.
8. Layanan dan website lainnya: Internet Archive/Archive.org, Flickr, Change.org, serta berbagai situs internasional lainnya.
Sumber: GreatFire – Great Firewall of China monitoring database, diakses September 2026.
Lantas, Bagaimana Cara Tetap Mengakses Internet di China?
Tenang, diblokirnya berbagai website dan aplikasi tersebut bukan berarti kita sama sekali nggak bisa menggunakan Google, WhatsApp, Instagram, dan aplikasi lainnya selama traveling di China. Ada beberapa cara yang bisa digunakan.
1. Travel eSIM
Ini mungkin menjadi cara paling simpel untuk traveler sekarang. Namun, jangan asal membeli eSIM. Pilih international/travel eSIM yang memang menyatakan dapat digunakan di China dan menggunakan international roaming atau routing melalui jaringan di luar China daratan. Pada jenis eSIM seperti ini, meskipun HP kita menangkap jaringan operator China, lalu lintas datanya diteruskan melalui jaringan operator di luar China sebelum masuk ke internet. Karena itulah Google, Gmail, WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube, dan berbagai layanan lain yang biasanya terkena Great Firewall dapat tetap diakses tanpa harus menggunakan VPN.
Contohnya adalah beberapa paket China dari Airalo, Nomad, Holafly, dan provider travel eSIM lainnya. Sebaiknya beli, install, dan aktivasi eSIM sesuai petunjuk provider sebelum berangkat ke China, karena mengunduh aplikasi atau profil eSIM setelah berada di sana bisa menjadi lebih merepotkan. Perhatikan juga bahwa banyak travel eSIM hanya menyediakan data dan tidak memberikan nomor telepon China. (Sumber: China for Travelers, 2026; Kimchi Mobile, 2026)
2. International roaming dari SIM Indonesia
Cara lain yang cukup praktis adalah tetap menggunakan kartu SIM Indonesia dan mengaktifkan paket roaming China dari operator kita. Pada banyak layanan international roaming, lalu lintas data diteruskan melalui jaringan operator asal atau gateway internasional sehingga layanan yang diblokir GFW dapat tetap diakses. Keuntungannya, kita tetap menggunakan nomor Indonesia sendiri dan masih bisa menerima SMS/OTP. Kekurangannya biasanya adalah harga paket roaming yang lebih mahal dibanding travel eSIM. Karena mekanisme routing masing-masing operator dapat berbeda, cek dulu kepada operator apakah akses internet selama roaming di China tetap dapat digunakan untuk Google, WhatsApp, dan layanan internasional lainnya.
3. VPN
Cara yang sejak dulu paling terkenal adalah menggunakan VPN (Virtual Private Network). VPN membuat koneksi terenkripsi antara perangkat kita dan server VPN di luar China sehingga, apabila koneksinya berhasil, akses internet keluar melalui server tersebut. Masalahnya, Great Firewall juga secara aktif mengganggu banyak koneksi VPN sehingga VPN yang bekerja hari ini belum tentu bekerja dengan baik ketika kita tiba di China. Kalau tetap ingin menggunakannya sebagai backup, install aplikasi, login, dan lakukan konfigurasi sebelum masuk China, bukan setelah tiba di sana.
4. Local SIM China + VPN
Membeli SIM lokal dari operator seperti China Mobile, China Unicom, atau China Telecom memberikan keuntungan berupa paket data lokal yang relatif murah dan nomor telepon +86. Namun SIM lokal tetap menggunakan jaringan internet domestik China sehingga terkena Great Firewall. Artinya Google, WhatsApp, Instagram, YouTube, dan layanan yang diblokir tetap tidak dapat digunakan secara normal. Untuk mengaksesnya diperlukan metode tambahan seperti VPN yang bekerja. SIM lokal lebih menarik untuk traveler yang tinggal cukup lama atau membutuhkan nomor China untuk menggunakan berbagai layanan lokal.
5. Pocket Wi-Fi dengan international roaming
Alternatif lainnya adalah menyewa atau membawa pocket Wi-Fi yang menggunakan SIM atau layanan roaming internasional. Prinsipnya hampir sama seperti travel eSIM: jika penyedia pocket Wi-Fi meneruskan koneksi internet melalui gateway di luar China daratan, perangkat yang terhubung dengannya dapat mengakses berbagai layanan internasional tanpa terkena pemblokiran yang sama. Sebelum menyewa, pastikan provider secara jelas menyatakan bahwa layanannya dapat mengakses Google, WhatsApp, Instagram, dan layanan internasional dari China.
Untuk backpacker yang hanya traveling beberapa hari sampai beberapa minggu, travel eSIM dengan international routing menjadi salah satu pilihan yang paling praktis saat ini. Aku tetap menyarankan mempunyai lebih dari satu metode koneksi. Misalnya travel eSIM sebagai internet utama dan SIM Indonesia tetap aktif untuk menerima SMS/OTP. Dengan begitu kalau salah satunya bermasalah, kita masih mempunyai koneksi cadangan.



