Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

12.03.2019

3 Desember 2019 : Ringkasan 20 Hari di TURKI.

4 November 2019 - Day 1

Tak terasa, hari ini adalah keberangkatanku ke Jakarta. Kota dimana aku akan memulai perjalanan panjangku selama 20 hari ke depan di negara Turki dan Georgia. Kesibukan mengerjakan dokumen tambang membuatku tidak merasa bahwa waktu berjalan begitu cepat.

Pagi ini aku masih begitu ribet. Begitu banyak dokumen dan berkas-berkas yang harus kuserahkan, baik ke Dinas ESDM ataupun P2T. Padahal keberangkatan keretaku Jayakarta Premium dari Surabaya ke Jakarta adalah jam 15.00. 

Jam 07.00-13.00, aku masih berjibaku menyelesaikan berkas-berkas yang harus kumasukkan hari itu juga ke dinas. Jam 13.00, aku meluncur dengan cepat ke P2T untuk menyerahkan surat permintaan rekomendasi bupati salah satu penambang. Habis dari P2T, ngebut agak cepat tarik tunai 6 juta di ATM BRI dan 4 juta di ATM CIMB Niaga untuk kutukarkan Euro dan USD di Money Changer langgananku di area Gubeng. Di jalan sempat galau apa mau terus naik kereta atau beli tiket pesawat untuk malam itu. Galau banget. Udah kejar-kejaran.

Ngebuuuut. Jam 14.00 akhirnya sampai kos. Langsung mandi cepat, (terpaksa lagi) membawa berkas-berkas yang belum kuselesaikan ikut traveling lagi, dan bergegas naik gojek ke stasiun. Sampai Stasiun Gubeng jam 14.50, langsung bagi tugas sama travelmate. Dia cetak tiket ke mesin, aku langsung jajan kilat ke indomaret untuk bekal di kereta. Setelahnya lariii ke kereta. wkwkw. Keretanya udah standby 5 menit lagi berangkat. OMG......

Saat udah duduk di kursi kereta langsung menghempaskan diri dan menyeka keringat. Baru 20 menit duduk, perut langsung keroncongan dan sama travelmate segera pesan mie rebus sama mie goreng ke kantin kereta. Setelahnya aku benar-benar enjoy saja menikmati setiap momen di kereta. Untungnya malemnya aku bisa tidur. Gak terasa aja perjalanan udah sampai Jakarta.

PS: di Stasiun Solo Balapan sempat turun sebentar untuk nitipin surat tilang motor ke keluarga ane. Surat tilang motor itu rencana mau dikirimin ke temen di Surabaya. Apes pagi ini temen ane kena tilang pas bawa motor. 

5 November 2019 - Day 2

Sampai di Stasiun Jatinegara jam 05.30, aku langsung meluncur ke toilet untuk sikat gigi dan cuci muka, travelmate gak mau alasannya males. Kemudian aku cari-cari info transportasi ke bandara, ada Damri (dari Stasiun Gambir) dan kereta bandara (dari Stasiun Manggarai). Setelah memperhitungkan ini dan itu, akhirnya aku memutuskan naik kereta bandara dari Stasiun Manggarai, soalnya kebetulan lagi ada promo juga dari Website KAI tiketnya perorang sekitar Rp 55.000.  Dari Stasiun KRL Jatinegara, aku naik KRL ke Stasiun Manggarai. 2 tiket + kartu totalnya Rp 26.000. Perjalanan hanya sekitar 15 menit.

Sampai di Stasiun Manggarai, kita mutar-mutar cari sarapan di dalam stasiun namun nggak ada yang cocok. Akhirnya keluar dan sarapan lontong sayur di depan stasiun seharga Rp 12.000/porsi, selain itu bungkus nasi uduk juga di box makan kita untuk makan siang di bandara seharga Rp 15.000. Mantaaap. Jam 8 aku beli tiket kereta bandara dari APP KAI menuju Bandara Soekarno Hatta. Keretanya mantap, nyaman dan dingin. Sekitar 45 menit sampai ke Bandara.

Sampai bandara, segera ke Terminal 2 untuk mandi di Shower Room gratis. Setelahnya jajan siomay dan kopi di Indomaret dan nunggu di Ruang tunggu internasional T3 Bandara Soekarno Hatta. Nunggu berjam-jam kugunakan untuk ngerjain dokumen. Tak lupa nasi udukku kumakan hehe lumayan nggak harus beli makan siang di bandara kan mahal.

Jam 16.30, check in KLM ke Istanbul via Amsterdam dibuka. Sempet deg-degan takut gak bisa check in soalnya gak punya visa transit Schengen, tapi ternyata tidak ditanya sama sekali. Request tempat duduk sebelahan sama travelmate, Alhamdulillah dapat boarding pass sebelahan, akhirnya nunggu dengan santuy di Gate kemudian telfonan sama ortu. Sempet delay sebentar tapi akhirnya boarding sekitar jam 19.30. Transit Kuala Lumpur.

Kebodohan : charger HP lupa nyabut di colokan T3 Bandara Soeta hehe. Alhasil galau pas di KL karena baterai tinggal dikit dan ane jadi marah-marah :D


6 November 2019 - Day 3

Perjalanan selama kurang lebih 13 jam Kuala Lumpur-Amsterdam kugunakan untuk nonton film dan sesekali mencoba tidur meski akhirnya tetap gak bisa tidur. Travelmate terlihat sukses ngorok sepanjang jalan karena minum obat, ane cuma bisa lihat aja sambil iri kok mata ini gak bisa merem hehe. Dapat 2x makan berat dan minum non stop.

Sampai di Amsterdam jam 06.00, jalan ajaa terus mau foto di Welcome to Amsterdam, tapi ternyata gak ada. Mungkin karena memang ini hanya zona transit, jadi dianggapnya belum masuk Amsterdam kali ya hehe. Badan agak pegel lihat pijet di airport tapi 1,5 jam pijet tarifnya mencapai 2 jutaan haha. Lihat-lihat kabel USB harganya paling murah 500 rebuan haha. Alhasil hanya duduk aja lihat orang lalu lalang dan foto dekat pohon natal. Transit disini 6 jam.

Kelaparan cari restoran sana sini selain mahal juga nggak selera. Makanan didominasi roti, salad, kopi (cocok tapi mahalnya amit). Untungnya temen bawa POP MIE satu, alhasil beli air panas saja di stand kecil gitu, buset air panas aja 1,5 euro haha. Makan dengan rakus karena kelaparan. Akhirnya jam 11.00 boarding ke Istanbul, penerbangan selama 3 jam. Sampai di Istanbul jam 18.00.

Sampai Istanbul malam dengan kondisi baterai HP hampir mati dan paket internet yang nggak kunjung mau diaktifkan. Arrrgh sial dah frustasi aja ni datang haha. Hausss tapi gak ada air minum gratisan yang bisa diambil. Akhirnya naik bus kota 30 menit menuju pusat kota yang ada pasar-pasarnya. Disana ane beli kabel USB seharga 20 lira. Disana nanya kartu internet Turki tapi buset mahal banget 350ribuan untuk 8 giga. Gak jadi beli, tiba-tiba paket internet XL bisa tapi yang rencana awalnya mau beli 30 hari, jadi cuma bisa 7 hari aja seharga 250ribu. Dari situ kita naik metro ke terminal, dari terminal karena udah gak sanggup jalan kaki, naik uber ke tempat pertemuan kita dengan host AirBNB yakni di Hotel tempat doi kerja. Disana nunggu sejenak sambil foto2, trus kita lanjut jalan kaki 5 menit ke apartemen airbnb. Sebelum stay kita beli mie + telur di kios kecil dekat apartemen. Apartemennya kecil tapi cozy. Baru tau di Turki banyak banget kucing liar gemuk-gemuk. Kawaii. Setelah ngobrol sejenak langsung tidur karena udah 2 malam gak tidur lancar sampe mata hitam. Makan malam yang udah terlanjur dibikin travelmate ane minta izin makan besok karena udah gak kuat. Zzzzzz... 


7-10 November 2019 - Day 4 - Day 7
Keliling Istanbul, tempat yang dikunjungi:

7 November - Kawasan Sultanahmet
Lapangan Taksim, Blue Mosque, Taman depan Hagia Sophia, Basilica Cistern, Area bagian depan Topkapi Palace

8 November 
Tour Selat Bhosporus 1,5 jam seharga 25 lira, Masjid Sulaimaniah

9 November
Explore Kadikoy, patung kerbau

10 November
Di penginapan aja sampai Check Out, pindah ke Hotel Surucu. Jalan kaki ke Panorama 1453.

11 November 
Di pengianapn sd check out, terus OTW Esenlar Otogar beli tiket bus ke Goreme. trus nyantai di Stasiun Bus sambil kerja. Bus otw jam 20.30. 12 jam ke Goreme.

12-14 November -Day 8 - Day 11
Tempat yang dikunjungi:
Goreme Open Air Museum, Uchisar Castle, Pigeon Valley, Panorama Red Rose Valley, Selime Monastery, Ihlisar Valley, Derunkuyu Underround City, sunrise di Love Valley, Devrent Immagination Valley, Fairy Chimneys Valley. Stay : Blue Moon Cave Hotel (2 malam), Cappadocian House (1 malam)

15 November - Day 12
Perjalanan Goreme-Antalya 9 jam naik bis SUHA

16-21 November - Day 12- Day 18
ANTALYA
Tempat Dikunjungi:

16 November:
Gate of Hadrian, OLD TOWN Antalya, Hidirlik Tower, Karaalioglu Park, Clock Tower, Ahi Yusuf Mescidi (masjid tertua di Antalya), Kirk Merdiven (tangga), Cruise Laut Mediterania @50 lira. Stay Hotel Alyans 3 days 409.113k.

17 November
Seharian kerja.

18 November 
Belanja

19 November:
Tunektepe Cabble Car (@ 15 lira), Air Terjun Kursunlu (tiket masuk 8 lira). Stay Hotel Alyans 150.794.

20 November 2019
OTW Antalya - Denizli. Sampai Denizli malam sekitar jam 10.00. Stay di Altin Pension (210k/night)

21 November 2019
Bangun pagi, OTW Denizli OTOGAR (300 meter). Titip tas di Penitipan tas (2 tas 14 lira). Denizli - Pammukale naik minibus @ 4,5 lira. Pammukale seharian, tiket masuk @72 lira termasuk ke Museum. Tempat dikunjungi Hierapolis, Kolam Travertine, Museum.

Sorenya bus Denizli - Selcuk. Malam sampai selcuk, batal eksplore udah gak mood, langsung beli tiket ke Istanbul.

22 November 2019
Sampai Istanbul pagi, nunggu di OTOGAR sampai jam 10.00, terus ke Warung Makan Nusantara. Terus ke Planet Hotel Istanbul dan tidur sampai malam. 3 malam Planet Hotel 551.528 k

23 November - 
RUMELI HISARI tiket masuk @ 18 lira, Rendang Malaysia. Stay :Planet Hotel Istanbul.

24 November -
LAUNDRY COIN (capa sehremini), Rendang Malaysia.
Stay :Planet Hotel Istanbul.

25 November 
GRAND BAZAAR, pulang jam 18.10.

[1] Aloha Hawai'i : TIKET PROMO

Bisa ke Amerika, apalagi ke negara bagian impianku sejak sepuluh tahun lalu, HAWAI'I, dengan tiket pesawat pulang-pergi promo (kuperkirakan 4-5 juta PP)??! Aku rasa alam semesta telah mewujudkan mimpiku dengan begitu indahnya!

Kisah ini bermula dari 4 Februari 2017, ketika tiba-tiba aku menerima pesan whatsaap dari temanku, Fredo, tentang pembukaan rute baru Air Asia dari Kuala Lumpur ke Honolulu, Hawai'i. Sebuah rute yang sudah kutunggu-tunggu sejak bertahun-tahun yang lalu. Tanpa gembar-gembor ataupun promosi yang terlalu kencang, tiba-tiba ada link berita yang menyatakan bahwa seminggu lagi Air Asia akan membuka pembookingan penerbangan perdana mereka dari Kuala Lumpur ke Honolulu dengan harga dasar yang masih dirahasiakan. Periode terbangnya sendiri dimulai dari Juni 2017, dengan rencana transit di Jepang, entah di Bandara Internasional Kansai (Osaka), Bandara Internasional Narita (Tokyo) atau Bandara Internasional Haneda (Tokyo). Aku beransumsi, harga Kuala Lumpur - Honolulu PP di angka 4 sd 5 juta adalah angka paling fair yang akan ditetapkan oleh Air Asia. Aku siap.


Namun. Aku tidak serta merta langsung percaya bahwa berita itu benar. Karena sejujurnya, berita ini sudah sering aku dengar sejak beberapa bulan yang lalu, dan nyatanya kenyataannya selalu tertunda terus. Berdasarkan berita yang kubaca, keterlambatan itu disebabkan karena Air Asia X belum mendapatkan izin mendarat di Bandara Amerika Serikat. Namun aku menjaga asa ini tetap menyala sembari menunggu tanggal 10 Februari 2017 datang.

Surabaya, 4-9 Februari 2017
Belum Ada Kabar....

Tanggal 4-9 Februari 2017, aku menanti dengan penuh pengharapan bahwa berita itu benar adanya. Nihil, karena beritanya seperti tertelan badai, tidak ada kabar lagi. Aku beransumsi, pembukaan rute ini akan mundur lagi seperti sebelum-sebelumnya. Karena setauku, jika akan membuka rute baru, Air Asia selalu mempromosikan hal itu secara jor-joran, atau minimalnya memberi kode. Tapi ini sama sekali tidak ada kode dari Air Asia.

Pagi harinya, 10 Februari 2017, masih sama saja tidak ada kabar. Aku sudah sepenuhnya yakin bahwa berita itu hanya lagi-lagi berita PHP. Sedih sekali rasanya... Tetapi kesedihanku tidak berlangsung lama karena tiba-tiba jam 12 siang Fredo sudah mengirimiku 'gambar resmi dari situs Air Asia' yang menyatakan bahwa pembookingan Kuala Lumpur-Honolulu akan dimulai MALAM INI!

Harga dasar yang ditawarkan Air Asia bahkan sangat murah,Kuala Lumpur - Honolulu 400-san RM sekali berangkat! Bayangkan, 400-san RM atau seharga kurang lebih hanya 1,2 juta rupiah!! Padahal bertahun-tahun aku cek pesawat full service ke Honolulu, harganya pasti berkisar di 7-10 juta PP! That's freaking cheap man! Maksudku, jarak dari Kuala Lumpur Ke Honolulu itu hampir 11.000 km!

Ada perasaan bergelora dalam hatiku. Aku seperti tidak percaya, mimpi yang sudah kupendam dari puluhan tahun yang lalu kini mendapat peluang untuk menjadi nyata malam ini. Rasanya seperti percaya tidak percaya. Mimpi yang entah sejak kapan mulai kukubur seiring dilantiknya Presiden terbaru Amerika Serikat (yang katanya akan mempersulit pembuatan visa), serta keraguan dalam diriku sendiri, aku takut aku kecewa ketika ke Hawai'i. Kecewa karena ternyata keindahannya tidak sesuai ekspetasiku. Ekspetasi keindahan dari situs pencari 'google' yang sudah terpatri di otakku.

Ohh...sebegini baikkah Tuhan dan alam semesta dalam mendukungku mencapai mimpiku?

Aku mengiyakan ajakan Fredo. Kita saling berjanji akan hunting tiket ke Honolulu malam ini. Kabarnya dimulai tanggal 10 Februari 2017 pukul 00.00 (Waktu Malaysia), dimana itu berarti pukul 23.00 Waktu Indonesia Barat. Aku sudah tidak sabar.....

Surabaya,10 Februari 2017
Malam harinya... 

Malam itu aku benar-benar sudah mempersiapkan segalanya. Laptop dengan wifi kos yang kencang, alat pembayaran (aku menggunakan kartu kredit virtual CIMB Niaga) serta cadangan kredit kakakku. Pokoknya aku bertekad, harus dapat tiket promo ini! Aku akan berjuang, walau aku yakin, ribuan orang secara bersamaan juga sedang hunting tiket promo ini. Walau aku sendiri belum tau akan pergi kapan, karena sepanjang tahun 2017 ini aku sudah cukup banyak bolos/izin. Pekiraanku, untuk ke Hawai'i dibutuhkan paling tidak seminggu (karena perjalanan yang terlalu jauh dan perbedaan zona waktu yang cukup signifikan). Mana pula aku ada waktu libur seminggu?? Haha. Pokoknya targetku adalah, hunting dulu. Hunting dulu. Entah dapat tanggal berapa, biarkan alam semesta bekerja menurut caranya untuk membantuku mewujudkan mimpiku.

Akhirnya waktu datang juga..... 23.00 WIB.

TO BE CONTINUED.... PART 2

3.02.2019

Solo, 18 Februari 2019: ALL NEW KIA RIO 2012

Tidak terasa sudah beberapa saat aku memiliki mobilku, Si Kuda Mitsubishi Hitam GLX tahun 2003. Sebuah mobil kenangan yang kubeli dari hasil kerja kerasku pada di Show Room SS Mobil 21 di Giant Diponegoro, Surabaya. Mobil yang sebenarnya jarang aku pakai juga karena semingguan sejak beli, aku sudah bawa pulang mobilnya ke Solo dan setelahnya jarang memakainya. Mobil yang menyimpan banyak kenangan. Karena sekitar 2 bulanan aku bisa nyetir, langsung kubawa ke lokasi tambang di Magetan dan sukses nyerempet batas jembatan di pintu kirinya. 

My New RIO

Tepat 18 Februari 2019 lalu, sekitar jam 12.30 siang, aku mengucapkan perpisahan untuk Si Kuda Hitamku. Well, aku akhirnya melakukan tukar tambah untuk mobilku. 😁😁 Aku merasa aku sudah bekerja keras dan ini saatnya aku sedikit menukarnya dengan barang yang bisa membuat keluargaku dan aku senang. Aku menukarkan Si Kuda Hitamku dengan Si Putih Mulus All New KIA Rio keluaran tahun 2012. 


Aku pertama kali lihat Si Putih Mulus di Show Room SRIWEDARI, Solo..sejak pertama kali lihat kok rasanya seneeeng aja gitu sama bodi luarnya yang sangat sporty dan menurutku kayak mini HRV. Tanpa pikir panjang aku menukarkan Si Kuda yang hanya dihargai 47.5 sama sellernya 😭😭. Hikzz.. Padahal belinya Si Kuda tahun di Surabaya aja 76 juta..

Karena hanya laku 47.5 juta, aku harus menambah 72 juta kepada si empunya Si Putih Mulus.  Gpp yang penting sekarang aku merasa senang. Setidaknya kerja kerasku telah ada bukti. Setelah sah melakukan pembayaran via transfer ke Seller di Bank BRI Pusat di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Akhirnya aku sah memiliki Si KIA RIO. 

Thank you God. 

2.27.2019

Solo, 27 Februari 2019 : Menghitung Hari ke Los Angeles


Tak terasa sebulan lagi, tepatnya 26 Maret 2019, aku akan pergi ke Los Angeles. Mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan setelah Hawai'i pada 18-23 September 2017 lalu.
Can't be more grateful to God.

Aku akan kesana menaiki pesawat CHINA SOUTHERN airlines dengan transit di Guangzhou. Dapat harga promo dari Jakarta 7.4 juta PP.

Untuk itinerarynya, tempat yang akan kukunjungi antara lain:
1. Los Angeles
2. San Francisco
3. Las Vegas
4. Meksiko City

Untuk persiapan aktivitas yang sudah kulakukan:
1. Tiket PP Jakarta-Los Angeles 
2. GO Los Angeles Card 
3. Booking Hostel Los Angeles 3 malam 
4. Tiket Bus Los Angeles-San Francisco
5. Booking one day trip Yosemite National Park
6. Booking one day trip Antelope Canyon dan Horsehoe
7. Booking hostel las vegas 2 malam 
8. Booking one day trip grand canyon national park south rim dan Hoover DAM
9. Booking hostel San Francisco 1 malam
10. Tiket pesawat San Francisco - Las Vegas 

Pengalaman Cabut Gigi Geraham Bawah di Drg. Erwin Djuarsa SURABAYA

Ilustrasi Drg
Sumber : DISINI

Jadi ceritanya udah 6 bulan terakhir ini aku menahan sakit gigi yang sering datang dan pergi (lebih sering datangnya). Tentu saja ini dipicu oleh gigi geraham bawah ane yang emang udah rusak parah. Kerusakannya itu bisa ane gambarkan, mahkota giginya tinggal separo pinggir-pinggirnya saja, bagian tengah giginya udah hilang sehingga berwarna coklat tua. Sisa mahkota yang tinggal pinggir-pinggirnya saja itu kalau tiba-tiba patah, sering meninggalkan bekas tajam yang siap membuat lidahku sariawan kapan aja. Dan tambahan yang membuat parah, sering muncul benjolan dan akhirnya pecah menjadi nanah pada bagian gusi luar, serta 1 bulan terakhir mulai tumbuh polip pulpa di bagian tengah gigi yang sudah terkikis habis.

Kalau ABSES ini udah menyebabkan kumat sakit gigi? Naudzubilaah.... Sakitttnya! Lebih sakit dari sakit gigi biasa karena kambuhnya biasanya tengah malam (kasusku), menimbulkan nyut-nyutan yang terpusat pada satu gigi itu, dimana nyut-nyutannya konstan, tajam, dengan sela waktu setiap nyut-nyutannya itu 1 detik. Rasanya kepala? Nggak usah ditanya. Udah kayak mau pecah. Sampe leher dan pundak ikutan pegel.

DIAGNOSISku sendiri dari baca-baca artikel kedokteran: GIGIku ini mengalami INFEKSI. Dimana terdapat ABSES gigi pada bagian akar gigi. Aku baca lebih jauh, ABSES yang menyebabkan infeksi ini kalau tidak ditangani bisa menyebabkan hal yang lebih serius (INFEKSI bisa menyebar sampai ke otak atau bagian vital yang lain).

Gigi yang bolong sejak aku SMP. hmm seandainya saat itu aku sadar untuk merawat, mungkin akibatnya gak akan sefatal ini. Mungkin masih bisa aku pertahanin. Ya teman, kesadaran emang selalu datang terlambat. Tapi aku berniat mau mencoba hidup sehat, yang kumulai dari mencabut gigi sialan yang selalu membuatku kesakitan ini.

Seperti kebanyakan orang lain, ane takuuut. Takut banget kalau harus duduk di kursi pesakitan gigi itu dan bayangin gigiku dicabut pakai tang. Padahal ane sebelumnya udah 4x juga bolak balik dokter gigi untuk tambal gigi, tapi untuk cabut, ini pengalaman pertama. Saking takutnya, aku sampai baca semua pengalaman orang di blog maupun melihat video-video pencabutan gigi di Youtube. Hampir 80% mengatakan tidak sakit, sementara sisanya 20 % mengatakan sakit sedikit/sakit. Semakin survei, ane malah semakin takut dan enggan ke dokter gigi hehehe..

Tapi ane mempunyai teman yang terus memotivasi ane untuk ke Drg secepatnya. Dia ngomong, "Kamu mau gigimu busuk kayak gitu? Mau infeksinya nyebar kemana-mana? Ayo dah aku anterin ke Drg hari ini."

Tapi ane selaluuuu aja ada alesan buat nunda ke Drg. Mulai dari sakit perut, belum siap, banyak kerjaan, dan lain-lain. Dan akibatnya ane harus menahan sakit gigi yang selalu datang semau dia, kadang nggak tau aturan. Dan ini membuat ane seriiiing banget liatin gigi ane lewat kaca. Ane lihat kira-kira ini sakit nggak kalau dicabut, dan setiap melihat gigi ane lewat kaca, ane pasti udah merasa siap dan fix mau cabut ini gigi. Tapi kalau udah hari H siap mau ke Drg, nyaliku ciut lagi. Begitu berkali-kali sampai akhirnya aku benar-benar ke Drg pada Hari Kamis, tanggal 13 September 2018 (setelah dipaksa berat oleh temanku wkwkwk). Aku datang ke Drg. Erwin Djuarsa yang alamat prakteknya berada di Jalan Tidar.

Kamis, 13 September 2018
Waktu ane datang udah ada 2 pasien yang menunggu dengan muka cemas. Sepertinya mereka juga sama seperti ane, ketakutan wkwkwk. Melihat adanya 'temen sakit gigi' yang lain, ane jadi lebih berani dan percaya diri.

"Ckreek" pintu praktek dibuka. "DEG DEG DEG" jantung ane langsung berdebar, satu pasien yang datang lebih dahulu masuk, namun hanya 10 menit langsung keluar bawa resep, sepertinya dia masih belum boleh dirawat giginya, mungkin masih bengkak/infeksi. Pasien kedua yang bersamaku gantian masuk ke ruang praktek.

"Kita pulang udah ee, aku takut." rengekku ke temenku.

" Ah, udah. Diem aja, gak sakit kok. Tenang. Gak Sakitt", (kebetulan teman ane emang udah pernah 2x dicabut giginya.

"Ckreeekk", pintu ruang praktek dibuka, pasien sebelum ane udah dipersilahkan keluar. DEG DEG DEG...mati ane...Ini artinya giliran ane. Ane segera masuk dan menjelaskan keluhan ane ke Drg. Irwan dengan jantung yang gedar-gedor.

"Mari kita periksa dulu," kata Dr. Irwan dengan lembut. Mati ane, inilah saatnya pembantaian gigi ane.

Ane didudukkan di kursi pesakitan gigi dan mulai dikorek-korek gigi yang sakit.

"Wah udah parah ini. Dicabut aja ya." kata Drg Irwan dengan tenang. "Woeee dok, ini gigikuuu. enak banget ngomong dicabut, emang gak sakit apa???" deruku dalam hati wkwk.

"Eh maaf, masih bengkak ya ini di gusi samping. Masih keluar nanahnya juga. Belum bisa dicabut ini. Saya kasih antibiotik dulu ya, hari senin atau selasa balik lagi baru dicabut." Tambah Drg. Irwan lagi.

HUAAAAHHHH ada perasaan lega di hati ane. Wkwkwk. Ada perasaan menggerutu juga, padahal udah siap mental dan udah berani datang ke Drg gini, malah ditunda cabutnya. yaudahlah, akhirnya ane membayar 100ribu dan menukarkan resep ke apotek, waktu itu ane dikasih Antiobiotik Amoxan 500 gr dan Eflagen untuk menyebuhkan infeksi ane dulu. Fiuuuh, ane pulang dengan tenang, tapi masih membawa 'gigi yang penuh sampah' ini di mulut ane wkwkwk

Akhirnya hari Rabu (mundur satu hari dari yang diperintahkan dokter), ane pun akhirnya dateng ke dokter gigi siap-siap untuk dieksekusi. Itupun atas desakan teman ane yang menjamin bahwa CABUT GIGI ITU NGGAK SAKIT! Sebelumnya mental ane ciut lagi hehe.

Akhirnya jam 4 kurang aku sudah duduk dengan begitu manisnya di ruang tunggu Drg. Erwin Djuarsa. Di plakat depan ruang praktek Drg. Tertulis pelayanan akan dibuka jam 4. Dan tampaknya aku pasien kedua. Pasien pertama adalah seorang nenek-nenek yang sepertinya ingin pasang gigi palsu.

Akhirnya datang juga waktuku dieksekusi. Setelah memeriksa gigiku beberapa saat, Drg. Ivan Djuarsa (Anak Drg. Erwin Djuarsa yang sedang menggantikan ayahnya) mulai menyuntikkan obat bius ke sekeliling gigiku. Aku udah meringis siap nahan sakit, eeeh....ternyata gak sakit sama sekali hanya cekit-cekit doank sumpah hehe...Beberapa saat kemudian gigi dan sekeliling gusiku sudah panas dan mati rasa.

Setelah disuntik mulailah Drg Ivan mengeluarkan senjata pamungkas Drg yakni tang buat nyabut gigiku. Dengan segenap kekuatan gigiku dicungkil. Aku tidak merasakan sakit sama sekali hanya pas ditarik akar giginya itu kerasa banget boo....kayak separuh hidup ikut terangkat gitu wkwk lebay...

"Udah satu akar keluar ya.. kurang satu lagi..." Drg. Ivan ngomong dengan tenangnya..

'Weladalah...tak kira udah kecabut semua...' kataku dalam hati. 'Oke siap dok', batinku. Yang penting cabut semua dok sisa gigi-gigi yang sudah menyiksaku berbulan-bulan ini.

"Silahkan meludah dulu ya..habis ini gak boleh meludah lagi," kata Drg. Ivan dengan tegas.

Aku meludah dan melihat darah merah kental mengalir dari mulutku. Agak ngeri juga. Setelah berkumur Drg Ivan kembali menggeluti sisa akar gigiku.

Tang dan alat lainnya masuk lagi, dan delllll...akhirnya ketarik juga gigi satunya... Rasanya....oh tak bisa digambarkan....bahagia bangeeeeeettttt...Ya ampun...siksaaan ini akhirnya berakhir...

Setelahnya Drg. Ivan memberikan kapas lumayan tebal untuk membersihkan darah yg masih ada di mulutku.. Dan setelahnya menyuruhku menekan bekas cabutan dengan kain kasa yang lumayan tebal.

"Ditekan selama 2 jam ya..Jangan disentuh-sentuh pakai lidah.. Ini saya buatkan resep..."

"Iya dok...." Huaaaaa terharu banget hari paling bahagia di hidupku.....Aku membayar Rp 300.000 dan keluar dari tempat praktek dengan hati bangga. Kebetulan di dekatnya ada warkop. Beberapa orang memperhatikanku karena mulutku sedikit terbuka dan seperti menahan sesuatu.

"Hehehehe...bangga nih habis cabut gigi!" kataku dalam hari..

Akhirnya setelah itu aku segera pulang, membeli obat sesuai resep..

Pertanyaanya, 'sakit nggak setelah biusnya habis?'

ane bilang sih nggak sakit ya.. Tapi besoknya sd 3 hari ke depan ane masih merasakan sakit yg lumayan (tapi lebih sakit pas giginya masih ada)... Baru benar-benar sembuh total di H+5 pencabutan..

Jadi saranku buat teman2 yg giginya bolong dan mulai sakit, infeksi, dll, jangan takut cabut gigi ya! Kalahkan ketakutan kalian. Cabut gigi itu nggak sampai setengah jam, tapi rasa bahagianya, terharunya setelah itu bakal ngalahin ketakutan kalian..

1.21.2019

Prosedur Penyusunan RKAB Tahunan Bagi Pemilik Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi

Pemilik IUP Operasi Produksi wajib menyampaikan laporan RKAB Tahunan dan mematuhi semua petunjuk dari Inspektur Tambang demi keamanan dan keselamatan kegiatan penambangan

Surat Pengantar Penyerahan Laporan RKAB Tahunan

Akhir-akhir ini, Inspektur Tambang selaku kepanjangan tangan dari Kementerian ESDM dalam bidang pengawasan tambang mulai rajin melaksanan inspeksi ke sejumlah pemilik Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi di Provinsi Jawa Timur. Inspeksi tersebut bertujuan untuk menertibkan kegiatan penambangan berizin, dan tentu saja memberikan arahan mengenai kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh penambang. Jika kewajiban itu tidak dipenuhi dalam jangka waktu tertentu, siap-siap pemilik IUP Operasi Produksi akan dikenai peringatan.

Surat Peringatan 1.

Surat Peringatan 2. 

Surat Peringatan 3, izin tambang bisa dibekukan sampai pemohon melalukan/melengkapi kewajiban yang dituliskan dalam buku tambang oleh Inspektur Tambang.

Contoh berita acara hasil peninjauan IUP Operasi Produksi oleh Inspektur Tambang (Halaman 1)

Contoh berita acara hasil peninjauan IUP Operasi Produksi oleh Inspektur Tambang (Halaman 2)


Salah satu kewajiban pemilik IUP Operasi Produksi yang terutama adalah Penyerahan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya Tahunan (Laporan RKAB Tahunan) yang harus disampaikan ke Dinas ESDM (dengan tembusan Inspektur Tambang) setiap setahun sekali, maksimal pengumpulan H-45 sebelum tahun berjalan terakhir yakni 16 November.

Lantas bagaimanakah format penyusunan laporan RKAB Tahunan tersebut? Bisakah pemilik IUP Operasi Produksi menyusunnya sendiri?

Format penyusunan laporan RKAB Tahunan kegiatan penambangan bisa dilihat di Kepmen ESDM Nomor 1806K/MEM/30/2018. Note: Di Kepmen 1806K ini terdapat format RKAB Tahunan untuk kegiatan eksplorasi dan kegiatan operasi produksi. Format yang dipakai untuk pemilik IUP Operasi Produksi adalah Format RKAB Tahunan untuk kegiatan operasi produksi.

Lantas, apakah pemilik IUP Operasi Produksi bisa menyusunnya sendiri?
Hal ini tentu saja tergantung dari kompetensi pemilik IUP Operasi Produksi. Jika mereka mempunyai kompetensi di bidang geologi/pertambangan, bisa menguasai beberapa software klasik untuk penambangan seperti ArcGIS, Global Mapper, Corel Draw, Ms. Word/XPS, maka sangat mungkin bahwa pemilik IUP Operasi Produksi bisa menyusunnya sendiri.

Substansi dari laporan RKAB Tahunan ini pada dasarnya meliputi pelaporan kegiatan pertambangan secara umum dan menyeluruh, serta membandingkan antara rencana dan realisasi.

Untuk informasi lebih lanjut dan bantuan tentang Laporan RKAB Tahunan kegiatan penambangan bisa hubungi email :

galuh.konsultan@gmail.com