Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

5.30.2017

CHINA : Cara Internetan di CHINA Tanpa Diblokir (UPDATE 2026)

Great Firewall of CHINA (GFW)

Great Firewall of China (Sumber: DISINI)

Salah satu hal yang perlu diketahui sebelum traveling ke China adalah bahwa internet di China daratan tidak bekerja persis seperti internet yang biasa kita gunakan di Indonesia. Sejumlah website dan aplikasi yang mungkin kita gunakan setiap hari—mulai dari Google, Gmail, WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube hingga Wikipedia—tidak dapat diakses secara normal melalui jaringan internet di China daratan. Penyebabnya adalah sistem yang secara populer dikenal sebagai Great Firewall of China (GFW).

Great Firewall of China bukanlah sebuah firewall tunggal seperti aplikasi firewall yang terpasang di komputer. Istilah ini digunakan untuk menyebut sistem teknologi dan kebijakan yang digunakan pemerintah China untuk mengontrol serta menyaring lalu lintas internet antara China daratan dan internet global.

Secara teknis, pemblokiran tersebut dapat dilakukan melalui berbagai metode. Great Firewall dapat mengganggu proses penerjemahan nama domain melalui DNS poisoning, memblokir atau mengganggu koneksi ke server tertentu, melakukan connection reset, serta menggunakan berbagai mekanisme lain yang menyebabkan sebuah website atau layanan tidak dapat dimuat dari jaringan di China daratan. Akibatnya, sebuah website yang dapat kita buka dengan normal dari Indonesia tidak bisa dibuka setelah kita tiba di China.

Dan inilah yang perlu diperhatikan traveler. Masalahnya bukan sekadar kita nggak bisa scrolling Instagram atau nonton YouTube. Kalau selama traveling kita bergantung pada Gmail untuk membuka tiket pesawat, Google Drive untuk menyimpan dokumen perjalanan, Google Maps untuk mencari lokasi, WhatsApp untuk berkomunikasi, atau Google Translate untuk menerjemahkan sesuatu, pemblokiran tersebut bisa menjadi masalah yang cukup merepotkan.

Karena itu, sebelum berangkat ke China, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu aplikasi dan website apa saja yang tidak dapat digunakan secara normal serta menyiapkan alternatifnya sejak masih berada di Indonesia.Lantas, apa saja aplikasi/situs web terpilih yang akan diblokir sesampainya kita di China? Mengutip dari Greatfire, berikut ini daftarnya:

1. Media sosial dan komunikasi: WhatsApp, Instagram, Facebook, X/Twitter, Telegram, Signal, LINE, Facebook Messenger, Reddit, Discord, Threads, Pinterest, dan Tumblr.

2. Layanan Google: Google Search, Gmail, Google Maps, Google Drive, Google Docs, Google Sheets, Google Slides, Google Calendar, Google Photos, Google Translate, Google Meet, Google Scholar, Google Play Store, Blogger/Blogspot, serta berbagai layanan Google lainnya.

3. Video, musik, dan hiburan: YouTube, Twitch, Vimeo, Dailymotion, dan SoundCloud.

4. Berita dan media internasional: BBC, The New York Times, Bloomberg, The Wall Street Journal, Reuters, The Guardian, The Washington Post, serta sejumlah media internasional lainnya.

5. Mesin pencari dan sumber informasi: Google Search dan Wikipedia. Wikipedia sekarang diblokir secara luas di China daratan, berbeda dengan situasi ketika aku mengunjungi China pada 2017 ketika pemblokirannya masih lebih terbatas.

6. Cloud, penyimpanan, dan produktivitas: Google Drive, Google Docs, Dropbox, Google Calendar, Google Keep, serta sejumlah layanan penyimpanan dan produktivitas asing lainnya.

7. Blogging dan platform publikasi: Blogger/Blogspot, WordPress.com, Medium, dan Tumblr.

8. Layanan dan website lainnya: Internet Archive/Archive.org, Flickr, Change.org, serta berbagai situs internasional lainnya.

Sumber: GreatFire – Great Firewall of China monitoring database, diakses September 2026.


Lantas, Bagaimana Cara Tetap Mengakses Internet di China?

Tenang, diblokirnya berbagai website dan aplikasi tersebut bukan berarti kita sama sekali nggak bisa menggunakan Google, WhatsApp, Instagram, dan aplikasi lainnya selama traveling di China. Ada beberapa cara yang bisa digunakan, dan di bawah ini aku urutkan dari metode yang paling aku rekomendasikan sampai yang paling nggak aku rekomendasikan berdasarkan kepraktisan, kemudahan penggunaan, dan kemungkinan kita tetap bisa mengakses internet global selama perjalanan. Nomor 1 menurutku paling simpel untuk traveler biasa, sedangkan semakin ke bawah membutuhkan lebih banyak persiapan atau mempunyai lebih banyak ketidakpastian. Nomor 5 sebaiknya dianggap sebagai solusi darurat saja, bukan koneksi utama selama traveling di China.

1. Travel eSIM

Ini mungkin menjadi cara paling simpel untuk traveler sekarang. Namun, jangan asal membeli eSIM. Pilih international/travel eSIM yang memang menyatakan dapat digunakan di China dan menggunakan international roaming atau routing melalui jaringan di luar China daratan. Pada jenis eSIM seperti ini, meskipun HP kita menangkap jaringan operator China, lalu lintas datanya diteruskan melalui jaringan operator di luar China sebelum masuk ke internet. Karena itulah Google, Gmail, WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube, dan berbagai layanan lain yang biasanya terkena Great Firewall dapat tetap diakses tanpa harus menggunakan VPN.

Sebelum membeli, hal pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan HP kita sudah mendukung eSIM. Cara paling gampang adalah masuk ke Settings/Pengaturan lalu cari kata “eSIM”. 

Pada iPhone biasanya bisa dicek melalui Settings → Cellular/Mobile Data → Add eSIM, sedangkan pada Samsung melalui Settings → Connections → SIM Manager → Add eSIM. Pada iPhone kita juga bisa membuka Settings → General → About dan mencari bagian EID. Kalau ada EID, perangkat tersebut mendukung eSIM. Untuk Android merek lain posisi menunya bisa berbeda, jadi paling aman cek spesifikasi nomor model HP secara persis di website resmi produsennya. Jangan cuma mengecek nama seri karena varian HP yang sama dari negara berbeda kadang memiliki dukungan eSIM yang berbeda. Pastikan juga HP tidak dalam kondisi carrier locked.

Kalau nggak mau ribet mencari provider satu per satu, salah satu cara yang cukup simpel adalah membeli travel eSIM China melalui Trip.com. Trip.com sendiri merupakan platform perjalanan asal China dan menyediakan berbagai pilihan paket eSIM untuk China daratan, mulai dari paket harian sampai total data package dengan masa berlaku yang berbeda-beda. Tinggal pilih paket sesuai lama perjalanan dan kebutuhan data kita. Tetapi tetap baca detail paket sebelum membeli, terutama mengenai akses ke layanan seperti Google dan WhatsApp, jaringan yang digunakan, batas kecepatan/FUP, layanan hotspot, kapan masa aktif mulai dihitung, serta apakah paket tersebut hanya menyediakan data atau juga nomor telepon.

Pengalaman Pribadi : Aku sendiri sudah mencoba cara ini ketika traveling keliling China daratan selama kurang lebih tiga minggu pada Maret 2025. Waktu itu rute perjalananku lumayan panjang, mulai dari Kunming – Lijiang – Shangri-La – Dali – Kunming, kemudian lanjut mengikuti tour Tibet selama 7 hari (Lhasa - Shigatse, Everest Base Camp), setelah itu ke Chengdu dan terakhir Jiuzhaigou. Jadi eSIM yang kupakai nggak cuma diuji di kota-kota besar, tetapi juga sampai ke Tibet dan beberapa daerah pegunungan.

Untuk perjalanan tersebut aku membeli China Mainland 5G eSIM melalui Trip.com. Untuk HP aku menggunakan iPhone 15. Paket yang kupilih kurang lebih seperti yang ada pada gambar di bawah ini:

Paket ESIM yang kubeli disini

Paket eSIM yang kupilih merupakan data-only eSIM, jadi hanya menyediakan internet tanpa nomor telepon, panggilan suara, maupun SMS. Buatku ini sudah cukup karena selama traveling aku memang nggak membutuhkan nomor China. Yang lebih penting, paket tersebut mendukung hotspot, menggunakan jaringan 5G, dan koneksinya bertipe roaming dengan IP melalui Hong Kong/Singapura, sehingga bisa digunakan untuk mengakses Google, WhatsApp, Instagram, dan layanan lainnya tanpa VPN.

Karena waktu itu aku berada di China total sekitar 21 hari dan aku nggak terlalu suka paket internet yang kuotanya dibatasi per hari, aku memilih paket dengan sistem total kuota yang bisa dipakai sesuka hati selama masa aktif. Sayangnya pilihan total kuota waktu itu hanya tersedia maksimal untuk 15 hari, jadi aku membeli paket 15 hari dengan total kuota 30 GB. Ternyata 30 GB sudah sangat cukup untuk segala kebutuhan selama traveling, mulai dari browsing, Google, WhatsApp, buka peta, sampai upload Instagram Story—termasuk kebiasaan nggak penting berkali-kali melihat IG Story sendiri setelah di-upload wkwk.

Ketika paket pertama habis di hari ke-14/15, aku tinggal membeli paket lagi, kali ini 10 hari dengan total kuota 20 GB. Jadi secara keseluruhan aku punya masa aktif paket 25 hari dengan total kuota 50 GB, meskipun perjalanan di China sendiri sekitar 21 hari. Total biaya yang kukeluarkan sekitar Rp400 ribuan. Menurutku ini cukup worth it dan hemat, apalagi internet menjadi salah satu hal paling penting selama perjalanan dan selama tiga minggu aku nggak perlu pusing mikirin Great Firewall, mencari Wi-Fi, atau menyalakan VPN setiap saat.

Kalau ditanya bagaimana pengalamanku menggunakannya, menurutku praktis banget. Proses instalasi eSIM-nya gampang karena setelah membeli kita mendapatkan QR code untuk memasukkan profil eSIM ke HP. Aku menyarankan proses instalasi dilakukan ketika masih punya koneksi internet yang stabil dan eSIM sudah disiapkan sebelum pesawat mendarat di China (misal sewaktu di Indonesia/sewaktu transit, takutnya kalau diaktifkan di China kita nggak dapat internet stabil/kena Great Wall). Jadi begitu mendarat di China, kita tinggal memastikan eSIM tersebut aktif, dijadikan sebagai SIM untuk mobile data, dan data roaming dinyalakan apabila memang diwajibkan oleh providernya.

Yang paling bikin aku puas justru kualitas sinyalnya. Selama perjalanan tersebut sinyalnya kuat dan sebagian besar mendapatkan 5G. Bahkan ketika aku berada di Tibet, koneksi internetnya tetap berjalan dengan baik. Tentu kekuatan sinyal tetap tergantung jaringan seluler yang tersedia di lokasi kita berada, jadi jangan mengartikan eSIM sebagai jaminan 5G di setiap titik. Tetapi berdasarkan pengalamanku selama tiga minggu tersebut, koneksinya sangat bisa diandalkan untuk kebutuhan traveling.

Dan yang paling penting aku nggak mengalami pemblokiran Great Firewall seperti ketika menggunakan koneksi internet lokal China secara langsung. Google bisa dibuka, WhatsApp jalan, Instagram jalan, Gmail dan berbagai layanan yang biasanya diblokir juga bisa digunakan. Aku juga nggak perlu repot menyalakan VPN setiap kali ingin mengakses layanan tersebut. Buatku ini penting banget karena selama traveling HP bukan cuma dipakai buat scrolling media sosial, tetapi juga untuk membuka booking hotel, tiket, email, mencari informasi, menerjemahkan sesuatu sampai menghubungi orang di Indonesia.

Jadi kalau tujuan kita hanya traveling beberapa hari atau beberapa minggu di China dan HP sudah mendukung eSIM, menurutku travel eSIM semacam ini adalah salah satu solusi yang paling nggak ribet. Beli sebelum berangkat, pasang profilnya, lalu ketika tiba di China tinggal aktifkan. Namun jangan langsung membeli sebelum memastikan HP kita memang mendukung eSIM, karena tidak semua HP mempunyai fitur tersebut.


2. International roaming dari SIM Indonesia

Cara lain yang cukup praktis adalah tetap menggunakan kartu SIM Indonesia dan mengaktifkan paket international roaming untuk China dari operator yang kita gunakan. Pada banyak layanan international roaming, lalu lintas data diteruskan melalui jaringan operator asal atau gateway internasional sehingga layanan yang biasanya terkena Great Firewall dapat tetap diakses. Keuntungannya, kita nggak perlu membeli atau memasang eSIM baru, nomor Indonesia tetap aktif, dan kita masih bisa menerima SMS atau OTP. Cara ini juga bisa menjadi pilihan kalau HP kita belum mendukung eSIM.

Beberapa operator Indonesia seperti Telkomsel, XL, AXIS, IM3, Tri, dan Smartfren menyediakan paket international roaming yang mencakup China. Paketnya bermacam-macam, mulai dari paket harian sampai paket beberapa minggu, dengan kuota dan harga yang berbeda. Biasanya paket bisa dibeli langsung melalui aplikasi masing-masing operator, misalnya MyTelkomsel, myXL, AXISNet, myIM3, bima+, atau aplikasi/operator terkait. Untuk perjalanan singkat, roaming bahkan bisa lebih simpel karena setelah paket dibeli kita tinggal mengaktifkan Data Roaming ketika tiba di China.

Kekurangannya, harga paket roaming SIM Indonesia biasanya lebih mahal dibanding travel eSIM, terutama kalau traveling cukup lama atau membutuhkan kuota besar. Sebagai gambaran, paket roaming China dari operator Indonesia bisa mulai dari ratusan ribu rupiah untuk paket dengan masa aktif 1 hari. Karena harga, kuota, promo, dan negara cakupan bisa berubah sewaktu-waktu, sebaiknya cek langsung paket terbaru melalui website atau aplikasi resmi operator sebelum berangkat.

Ada satu detail yang menurutku juga penting kalau kita traveling sambil membawa laptop atau beberapa gadget yaitu pastikan paket roaming tersebut mengizinkan hotspot/tethering. Jangan berasumsi semua paket data otomatis bisa dibagikan ke perangkat lain karena ada paket tertentu yang hanya diperuntukkan bagi penggunaan internet langsung di HP dan membatasi atau tidak mengizinkan hotspot. Jadi sebelum membeli, cek keterangan seperti hotspot/tethering supported atau tanyakan langsung ke operator. Ini penting banget kalau kita berencana menggunakan HP sebagai sumber internet untuk laptop, tablet, atau HP teman selama perjalanan.

Terakhir, jangan hanya memastikan bahwa paket tersebut bisa digunakan di China, tetapi cek juga apakah Google, WhatsApp, Instagram, YouTube, dan layanan internasional lainnya tetap dapat diakses. Mekanisme routing setiap operator bisa berbeda dan dapat berubah. Kalau akses layanan tersebut penting, konfirmasi terlebih dahulu kepada operator. Dan yang paling penting, jangan menyalakan data roaming tanpa membeli paket roaming terlebih dahulu, karena tarif roaming reguler bisa jauh lebih mahal daripada paket yang sudah disediakan.

Berikut beberapa yang menyediakan paket roaming untuk China:

a. Telkomsel

Paket roaming Telkomsel (simPATI / Telkomsel Prabayar) untuk negara tujuan China menggunakan paket RoaMAX China. Berikut rincian pilihan paket dan estimasi harganya (September 2026):


Cara Aktivasi & Catatan Penting:

  1. Aplikasi MyTelkomsel: Buka MyTelkomsel → Masuk menu Belanja / Shop → Pilih Roaming → Pilih negara China.

  2. Dial UMB: Tekan *266# lalu pilih paket roaming Asia/China.

  3. Bebas Firewall (VPN-free): Menggunakan paket roaming internasional dari operator Indonesia umumnya tetap memungkinkan Anda mengakses layanan yang diblokir di China (seperti WhatsApp, Google, Instagram, dan YouTube) tanpa perlu mengaktifkan VPN tambahan.

  4. Data Roaming HP: Pastikan fitur Data Roaming pada pengaturan jaringan ponsel sudah diaktifkan setelah Anda tiba di lokasi.

  5. Cek dukungan hotspot: Kalau berencana membagikan internet ke laptop atau perangkat lain, pastikan paket yang dipilih mendukung hotspot/tethering, karena ketentuan setiap paket bisa berbeda.

Catatan: Harga dan variasi kuota dapat berubah sewaktu-waktu sesuai ketentuan promo terbaru dari Telkomsel pada aplikasi MyTelkomsel.

Pengalaman pribadi: Aku sendiri pernah menggunakan paket roaming Telkomsel ketika traveling ke China pada 2017. Waktu itu aku hanya berada sekitar tiga hari di Beijing dan koneksinya lancar. Yang paling penting, internetnya tidak terkena pemblokiran Great Firewall. Google, WhatsApp, Instagram, dan berbagai layanan internet asing yang saat itu kubutuhkan tetap bisa dibuka tanpa VPN. Tapi perlu diingat, itu adalah pengalamanku pada 2017, jadi jangan dijadikan jaminan kondisi jaringan sekarang akan 100% sama. Untuk perjalanan berikutnya tetap cek ketentuan paket RoaMAX China terbaru sebelum membeli.

Catatan: Harga, kuota, masa aktif, dukungan hotspot, serta ketentuan akses internet dapat berubah sewaktu-waktu. Rincian paket pada gambar di atas merupakan harga yang dicek pada September 2026.

b. XL

Untuk menggunakan layanan internet XL di China, terdapat dua opsi utama dari XL Axiata: yaitu menggunakan XL Pass (membuka/menggunakan kuota lokal Indonesia Anda di China) atau membeli Paket Combo Roaming Khusus. Berikut penjelasan rincian dan harga terbarunya (September 2026):

Opsi 1: XL Pass

XL Pass adalah addon yang memungkinkan Anda menggunakan Kuota Utama Indonesia (seperti kuota dari paket Xtra Combo, Flex, dll.) saat berada di negara tujuan, termasuk China. Anda tidak perlu membeli kuota internet terpisah. Jadi istilahnya kita beli "roamingnya" saja, kuotanya tetap beli kuota seperti biasa di Indonesia.


Opsi 2: Paket Combo Roaming Internasional

Jika Anda tidak memiliki paket internet utama Indonesia yang mendukung XL Pass atau ingin paket mandiri terpisah yang sudah termasuk fasilitas Nelpon & SMS, XL menyediakan paket Combo Roaming:


Cara Aktivasi & Ketentuan Penting

  1. Aktivasi Paket:

    • Aplikasi myXL: Buka aplikasi myXL > Masuk menu Belanja / Beli Paket > Pilih International / Roaming > Pilih XL Pass atau paket roaming pilihan Anda.

    • Kode Dial UMB: Tekan *808*747# atau *123*747# dari HP Anda.

  2. Akses Bebas VPN: Sama seperti roaming Telkomsel, trafik data Anda akan dirutekan kembali ke Indonesia. Ini membuat Anda bisa langsung mengakses WhatsApp, Google, Instagram, & YouTube di China tanpa VPN.

  3. Pengaturan di HP:

    • Aktifkan Data Roaming pada menu Pengaturan Jaringan Ponsel sesampainya di China.

    • Operator mitra XL di China umumnya akan terhubung otomatis ke China Mobile atau China Unicom.

c. AXIS

Untuk kartu AXIS, opsi internet roaming saat di China menggunakan paket AXIS Roaming (sering disebut RoamPass atau paket AXIS Combo Roaming). Karena AXIS berada di bawah naungan XL Axiata, jangkauan dan ketentuannya sangat mirip dengan XL. Berikut rincian pilihan paket roaming AXIS untuk negara China (September 2026):

Opsi 1: Paket AXIS RoamPass (Menggunakan Kuota Utama)

Mirip dengan XL Pass, RoamPass memungkinkan Anda menggunakan Kuota Utama Indonesia milik kartu AXIS Anda saat berada di China.


Persyaratan: Anda harus memiliki paket internet utama AXIS (seperti Bronet/Owsem) yang masih aktif sebelum atau saat mengaktifkan RoamPass.

Opsi 2: Paket AXIS Combo Roaming (Paket Mandiri)

Jika Anda tidak ingin memotong Kuota Utama Indonesia atau tidak memiliki paket data aktif, AXIS menyediakan paket kuota khusus roaming yang sudah termasuk bonus Nelpon & SMS:


Cara Aktivasi & Catatan Penting

  1. Aktivasi via AXISnet: Buka aplikasi AXISnet > Pilih menu Paket / Beli Paket > Pilih tab Roaming > Pilih negara China.

  2. Kode Dial UMB: Tekan *123*747# atau *808# dari menu panggil HP Anda.

  3. Bebas Akses (Tanpa VPN): Internet roaming AXIS di China otomatis menggunakan jalur lalu lintas Indonesia, sehingga aplikasi WhatsApp, Google, Instagram, dan YouTube bisa langsung diakses tanpa VPN.

  4. Aktifkan Data Roaming: Jangan lupa menyalakan fitur Data Roaming di menu Pengaturan Ponsel (Settings) begitu Anda tiba di China.

d. Indosat

Untuk kartu Indosat Ooredoo Hutchison (IM3), opsi internet roaming saat di China menggunakan paket IM3 Roam Unlimited atau Roam Combo. IM3 menyediakan paket harian hingga bulanan dengan opsi kuota unlimited (dengan FUP/batas penggunaan wajar) maupun paket kuota berbasis gigabyte. Berikut rincian pilihan paket roaming IM3 untuk negara China (September 2026):

Opsi 1: Paket IM3 Roam Unlimited (Paling Populer)

Paket ini memberikan akses internet unlimited selama berada di China.


Opsi 2: Paket IM3 Roam Combo (Termasuk Telpon & SMS)

Jika Anda juga membutuhkan kuota untuk melakukan panggil telepon dan kirim SMS ke nomor Indonesia atau lokal China:


Cara Aktivasi & Catatan Penting:

  1. Aplikasi myIM3: Buka aplikasi myIM3 > Pilih menu Beli / Shop > Pilih Roaming > Cari negara China dan pilih paket yang sesuai.

  2. Kode Dial UMB: Tekan *123*747# dari menu panggil HP Anda.

  3. Bebas Akses (Tanpa VPN): Seperti operator Indonesia lainnya, trafik roaming IM3 dirutekan kembali ke jaringan Indonesia. Anda bisa langsung mengakses WhatsApp, Google, Instagram, dan YouTube di China tanpa VPN.

  4. Aktifkan Data Roaming: Setibanya di China, pastikan fitur Data Roaming di menu Pengaturan Ponsel (Settings) sudah dinyalakan dan HP Anda terhubung ke operator mitra IM3 (seperti China Mobile / China Unicom).

d. Tri (3)

Untuk kartu Tri (3) yang kini berada di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison, opsi internet roaming saat berada di China menggunakan paket Tri Roaming (dikenal juga dengan nama paket RoamTri). Paket ini menyediakan opsi kuota harian hingga mingguan dengan pilihan kuota berbasis Gigabyte (GB) maupun paket Unlimited. Berikut rincian pilihan paket roaming Tri untuk negara China (September 2026):

Opsi 1: Paket RoamTri Asia / China (Kuota Berbasis GB)

Paket kuota berbasis batas volume ini cocok untuk pemakaian standar dan umumnya ditawarkan dengan harga lebih terjangkau.


Opsi 2: Paket RoamTri Unlimited (Tanpa Batas Kuota Utama)

Jika Anda membutuhkan koneksi internet yang lebih fleksibel tanpa khawatir kuota habis, Tri menyediakan varian unlimited (berlaku batas penggunaan wajar / FUP):


Cara Aktivasi & Catatan Penting

  1. Aplikasi bima+: Buka aplikasi bima+ > Masuk ke menu Beli / Shop > Pilih kategori Roaming > Cari dan pilih negara tujuan China.

  2. Kode Dial UMB: Tekan *899# atau *123*8# dari menu panggilan telepon HP Anda.

  3. Bebas Akses (Tanpa VPN): Menggunakan internet roaming Tri di China membuat trafik data Anda tetap dirutekan melalui Indonesia. Hasilnya, aplikasi seperti WhatsApp, Google, Instagram, YouTube, dan TikTok bisa diakses langsung tanpa perlu aplikasi VPN.

  4. Pengaturan Ponsel: Setelah mendarat di China, buka menu Settings / Pengaturan di HP Anda dan pastikan opsi Data Roaming sudah diaktifkan. Ponsel biasanya akan otomatis terhubung ke mitra operator lokal Tri di sana (seperti China Unicom atau China Mobile).

e. Smartfren

Untuk kartu Smartfren, paket internet roaming saat berada di China menggunakan layanan Smartfren International Roaming (sering disebut paket Roam Asia/Global). Perlu dicatat bahwa jaringan Smartfren di Indonesia berbasis VoLTE/4G-5G, sehingga saat di luar negeri layanan ini akan menumpang penuh (roaming) pada jaringan mitra lokal di China (seperti China Unicom atau China Mobile). Berikut rincian pilihan paket dan estimasi harga roaming Smartfren untuk negara China:

Opsi 1: Paket Smartfren Roam Data Unlimited

Paket ini memberikan akses internet unlimited dengan batas penggunaan wajar (Fair Usage Policy / FUP per hari) yang direset setiap harinya.


Opsi 2: Paket Smartfren Roam Asia (Kuota Volume/GB)

Jika Anda hanya membutuhkan kuota untuk kebutuhan dasar seperti perpesanan (chatting) dan navigasi peta:

Cara Aktivasi & Catatan Penting

  1. Aplikasi MySmartfren: Buka aplikasi MySmartfren > Masuk ke menu Beli / Shop > Pilih menu International Roaming / Roaming > Pilih negara China.

  2. Kode Dial UMB: Tekan *123# atau *888# dari ponsel Anda lalu cari menu Roaming Internasional.

  3. Bebas Akses (Tanpa VPN): Sama seperti operator seluler Indonesia lainnya, jalur koneksi paket roaming Smartfren akan dirutekan kembali melalui server Indonesia. Anda dapat langsung membuka Google, WhatsApp, Instagram, dan YouTube di China tanpa menggunakan VPN.

  4. Pengaturan Ponsel:

    • Pastikan fitur Data Roaming di Pengaturan Ponsel Anda sudah dalam kondisi ON / Aktif.

    • Pastikan perangkat dan SIM card Anda sudah mendukung layanan VoLTE/Roam internasional.


3. Pocket Wi-Fi dengan international roaming

Alternatif lainnya adalah menyewa pocket Wi-Fi khusus untuk traveling ke China. Cara ini cocok terutama kalau kita traveling berdua, bersama keluarga atau rombongan karena satu modem bisa digunakan oleh beberapa perangkat sekaligus. Kita juga nggak perlu memikirkan apakah HP mendukung eSIM atau tidak. Namun sebelum menyewa, pastikan dengan operator penyedia apakah pocket Wi-Fi tersebut memang bisa digunakan untuk mengakses Google, WhatsApp, Instagram, YouTube dan layanan internasional lainnya dari China, karena kalau koneksinya menggunakan internet domestik China biasa, kita tetap akan terkena Great Firewall.

a. JavaMifi

Salah satu yang paling gampang dipesan dari Indonesia adalah JavaMifi. Pocket Wi-Fi JavaMifi bisa digunakan hingga 5 perangkat sekaligus, mempunyai baterai sekitar 15–20 jam, menggunakan teknologi Cloud SIM/multi-operator, dan tersedia paket khusus China yang dipasarkan sebagai paket internet anti-blokir. Perangkatnya bisa dikirim sebelum keberangkatan sehingga ketika sampai di China tinggal dinyalakan dan digunakan. 

Estimasi harga Pocket Wifi melalui JavaMifi adalah sebagai berikut:

  • Harga Rental: Berkisar Rp70.000 – Rp90.000 / hari (tergantung promo & varian paket kuota).

  • Fasilitas & Spesifikasi:

    • Kuota: Opsi Unlimited FUP (1 GB/hari, 2 GB/hari, atau Unlimited Tanpa FUP tergantung pilihan paket).

    • Kapasitas: Bisa terhubung hingga 5 perangkat sekaligus.

    • Baterai: Bertahan ±15–20 jam.

    • Akses Anti-Blokir: Menggunakan teknologi Cloud SIM anti-blokir (akses layanan internasional lancar tanpa perlu VPN tambahan).

  • Estimasi Biaya Total Perjalanan (Contoh 7 Hari):

    • Rental (Paket standar): 7 × Rp75.000 = Rp525.000

*Estimasi harga diatas bisa berubah, cek langsung di website JavaMifi

b. Passpod

Alternatif lainnya adalah Passpod. Mereka juga menyediakan rental pocket Wi-Fi khusus China yang dapat digunakan hingga 5 perangkat sekaligus. Salah satu paket China yang tersedia saat artikel ini ditulis mempunyai FUP 3 GB per hari, baterai sekitar 12 jam, serta sudah dilengkapi akses VPN. 

Estimasi harga Pocket Wifi melalui Passpod adalah sebagai berikut:

  • Harga Rental: ~Rp70.000 / hari

  • Deposit Perangkat: Rp250.000 ( refundable / dikembalikan penuh setelah modem dikembalikan)

  • Fasilitas & Spesifikasi:

    • Kuota: FUP 3 GB per hari (setelah FUP kecepatan menyesuaikan).

    • Kapasitas: Bisa terhubung hingga 5 perangkat sekaligus.

    • Baterai: Bertahan ±12 jam.

    • Akses Anti-Blokir: Sudah built-in VPN/Bypass Great Firewall (Google, WA, IG, YT aman).

  • Estimasi Biaya Total Perjalanan (Contoh 7 Hari):

    • Rental: 7 × Rp70.000 = Rp490.000

    • Total bayar awal: Rp490.000 + Rp250.000 (deposit) = Rp740.000 (Rp250.000 kembali).

*Estimasi harga diatas bisa berubah, cek langsung di website Passpod

Pocket Wi-Fi menurutku paling masuk akal kalau traveling bersama beberapa orang atau membawa banyak gadget, karena satu koneksi bisa dipakai bersama-sama. Kekurangannya, kita harus membawa satu perangkat tambahan, mengecasnya setiap hari, dan seluruh rombongan akan bergantung pada modem tersebut. Kalau orang yang membawa pocket Wi-Fi pergi sendiri ke toilet sementara yang lain masih duduk manis di restoran, ya internetnya ikut pergi juga wkwk. Untuk solo backpacker seperti aku, aku pribadi tetap lebih memilih travel eSIM karena jauh lebih simpel..


4. Local SIM China + VPN

Pilihan lainnya adalah membeli SIM lokal China dari operator seperti China Mobile, China Unicom, atau China Telecom. Keuntungan utamanya bukan cuma mendapatkan paket data lokal yang biasanya relatif murah, tetapi kita juga memperoleh nomor telepon China (+86) yang bisa menerima SMS dan telepon lokal. Nomor lokal ini cukup berguna kalau tinggal agak lama di China karena beberapa layanan lokal masih lebih mudah digunakan dengan nomor +86, misalnya untuk verifikasi SMS, pesan makanan melalui Meituan, menerima telepon dari kurir makanan atau paket, beberapa sistem reservasi restoran dan tiket tempat wisata, serta Wi-Fi publik tertentu yang meminta verifikasi melalui SMS (Sumber: China Travel Decoded). Meituan sendiri menggunakan nomor telepon untuk pembuatan akun dan informasi kontak dalam pemesanan serta pengantaran, sehingga nomor lokal bisa membuat prosesnya lebih praktis (Sumber: Rules Center). Meski begitu, jangan menganggap semua aplikasi China wajib menggunakan nomor lokal. Alipay, WeChat dan DiDi saat ini sudah dapat digunakan oleh traveler dengan nomor internasional dalam banyak skenario, sehingga untuk perjalanan singkat nomor +86 sebenarnya bukan kebutuhan mutlak (Sumber: China Travel Prep).

Kekurangannya, karena SIM tersebut menggunakan jaringan domestik China, koneksi internetnya tetap berada di balik Great Firewall. Artinya Google, Gmail, WhatsApp, Instagram, YouTube dan berbagai layanan yang diblokir tidak bisa diakses secara normal hanya karena kita sudah mempunyai SIM lokal. Kalau memilih opsi ini, kita perlu mengombinasikannya dengan VPN yang benar-benar bekerja di China. VPN membuat koneksi terenkripsi antara perangkat kita dan server VPN di luar China sehingga, apabila koneksinya berhasil, akses internet akan keluar melalui server tersebut dan kita bisa membuka Google, Gmail, WhatsApp, Instagram, YouTube, dan berbagai layanan lain yang terkena Great Firewall. Masalahnya, Great Firewall juga aktif mendeteksi dan mengganggu trafik VPN, sehingga jangan berasumsi semua VPN pasti bisa digunakan di China. Bahkan VPN yang lancar sekarang bisa saja bermasalah beberapa minggu atau bulan kemudian. Pengujian dari dalam China pada 2026 pun menunjukkan hasil yang berbeda-beda antarprovider dan waktu pengujian (Sumber: Top10VPN).

Karena itu, kalau memang berniat mengandalkan VPN, install, login, update aplikasi, dan lakukan konfigurasi sebelum berangkat ke China. Jangan baru mencari dan mengunduh VPN setelah sampai karena website provider VPN dan akses ke aplikasinya sendiri bisa ikut diblokir. Aku juga menyarankan jangan cuma menyiapkan satu VPN. Kalau internet benar-benar penting selama perjalanan, siapkan minimal dua provider berbeda sebagai cadangan. Misalnya VPN A tiba-tiba nggak bisa terhubung, kita masih punya VPN B. Berdasarkan pengujian independen terbaru 2026, nama yang cukup sering dilaporkan berhasil antara lain Astrill, ExpressVPN, Proton VPN, Mullvad, sementara hasil untuk NordVPN dan Surfshark lebih bervariasi tergantung pengujian, server, dan konfigurasi. Astrill mempunyai mode StealthVPN yang memang dirancang untuk jaringan dengan pembatasan ketat (Sumber: Top10VPN). 

Jadi, cek kembali laporan terbaru menjelang keberangkatan, jangan hanya mengandalkan artikel atau rekomendasi yang ditulis beberapa tahun sebelumnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah hotspot. Misalnya kita membeli SIM lokal China, memasangnya di HP, mengaktifkan VPN di HP tersebut, lalu membuat hotspot untuk laptop. Jangan langsung berasumsi koneksi laptop otomatis ikut melewati VPN. Pada beberapa HP/aplikasi VPN, trafik perangkat yang terhubung melalui hotspot tidak selalu ikut masuk ke tunnel VPN HP. Cara yang lebih aman adalah install VPN juga di laptop, lalu laptop terhubung ke hotspot HP dan menjalankan VPN-nya sendiri. Jadi SIM lokal menyediakan koneksi internetnya, sedangkan VPN di masing-masing perangkat yang digunakan untuk melewati pembatasan.

Kalau membawa beberapa perangkat, cek juga berapa banyak perangkat yang boleh terhubung secara bersamaan dalam satu akun VPN. Ini penting kalau kita ingin memakai VPN sekaligus di HP, laptop, dan tablet. Untuk traveler biasa, skenario paling simpel adalah SIM China/hotel Wi-Fi → koneksi internet → aktifkan VPN pada perangkat yang sedang digunakan → baru buka Google, WhatsApp, Instagram, dan sebagainya.

Terakhir, aku pribadi akan menganggap VPN sebagai opsi utama hanya kalau memang ingin menggunakan SIM lokal atau Wi-Fi China, atau sebagai backup kalau menggunakan travel eSIM/international roaming. Kalau travel eSIM yang kita gunakan sudah mempunyai international routing dan Google dkk. sudah bisa dibuka secara normal, biasanya nggak perlu menyalakan VPN lagi. Dan kalau memilih VPN sebagai solusi utama, siapkan lebih dari satu karena kondisi Great Firewall sangat dinamis—yang penting bukan VPN mana yang katanya nomor satu, tetapi apakah VPN tersebut masih benar-benar bekerja saat kita berangkat. 

Jadi menurutku Local SIM China + VPN lebih masuk akal untuk traveler yang tinggal cukup lama atau memang membutuhkan nomor +86 untuk aktivitas sehari-hari. Kalau cuma traveling satu atau dua minggu dan kebutuhan utamanya hanya internet, Google, WhatsApp, Instagram, navigasi dan aplikasi-aplikasi umum, travel eSIM atau international roaming biasanya jauh lebih simpel karena kita nggak perlu mengurus SIM lokal sekaligus VPN.


5. Wi-Fi/Hotspot Lokal + VPN

Prinsip yang sama berlaku kalau kita mendapatkan internet dari Wi-Fi hotel, hostel, bandara, kafe, restoran atau hotspot publik lainnya yang menggunakan jaringan domestik China. Internetnya memang tersedia, tetapi koneksinya tetap berada di balik Great Firewall. Jadi untuk membuka Google, WhatsApp, Instagram, YouTube dan layanan lain yang diblokir, kita tetap membutuhkan VPN. Untuk pemilihan, instalasi dan pengaturan VPN, silakan mengacu pada poin 4 di atas, termasuk saran untuk menyiapkan lebih dari satu VPN sebagai cadangan.

Aku sendiri kurang merekomendasikan metode ini sebagai koneksi internet utama karena terlalu banyak ketidakpastian. Belum tentu VPN yang kita siapkan berhasil terhubung, kualitas Wi-Fi bisa berbeda-beda, dan yang paling jelas kita hanya mempunyai internet ketika berada di titik yang menyediakan Wi-Fi. Begitu keluar dari hotel atau kafe, ya putus lagi. Jadi menurutku Wi-Fi lokal + VPN lebih cocok dijadikan solusi super darurat ketika koneksi utama kita bermasalah. Kalau memang ingin menjadikannya sebagai backup, siapkan minimal dua VPN berbeda sejak sebelum berangkat ke China supaya kalau VPN pertama gagal, masih ada VPN kedua yang bisa dicoba.