6. Siam & Ratchaprasong — Jantung Bangkok Modern
Kalau kalian ingin keluar dari pintu hotel dan langsung dikelilingi deretan mall megah, pusat kuliner serba ada, serta stasiun BTS Skytrain, Siam dan Ratchaprasong adalah lokasi paling ideal. Kawasan ini bisa dibilang merupakan pusat gravitasi dari Bangkok modern. Segala kenyamanan fasilitas perkotaan terkonsentrasi di sini, menjadikannya kawasan yang sangat dinamis, bersih, dan super praktis untuk mengeksplorasi seluruh penjuru kota.
a) Apa yang menarik di kawasan ini?
Daya tarik utama Siam tentu adalah kemudahan akses ke pusat perbelanjaan kelas dunia yang saling terhubung. Di sini kalian bisa melangkah langsung ke Siam Paragon (terkenal dengan akuarium raksasa SEA LIFE Bangkok Ocean World), Siam Center, Siam Discovery, MBK Center (surga oleh-oleh dan elektronik murah), hingga menyeberang sedikit ke CentralWorld.
Selain mall hopping, kawasan ini sangat ramah untuk pejalan kaki berkat adanya jaringan Ratchaprasong Skywalk—jembatan layang khusus pejalan kaki ber-AC dan terlindung dari hujan/panas yang menghubungkan mall-mall utama, stasiun BTS, hingga Kuil Erawan yang legendaris. Area ini juga dipenuhi pilihan tempat makan dari skala street food modern, kafe kekinian, hingga restoran fine dining.
b) Bagaimana Transportasinya?
Siam adalah pusat konektivitas terbaik di seluruh Bangkok karena menjadi titik temu utama moda transportasi kereta layang:
i. BTS Skytrain (Pusat Transit Utama)
BTS Siam: Merupakan interchange station (stasiun persimpangan) terbesar yang menghubungkan dua jalur utama BTS, yaitu Sukhumvit Line dan Silom Line. Dari stasiun ini, kalian bisa langsung naik kereta menuju Pasar Chatuchak, area Sukhumvit, kawasan finansial Silom, hingga dermaga sungai di Saphan Taksin tanpa perlu berganti moda transportasi.
BTS Chit Lom & BTS National Stadium: Stasiun pendukung di sisi timur dan barat kawasan Siam yang terhubung langsung via Skywalk.
ii. Kapal Terusan (Saen Saep Canal Express Boat)
iii. Bus Kota & Bus Bandara
Tersedia banyak rute bus kota yang melintasi Rama I Road dan Ratchadamri Road.
iv. Taksi, Grab, & Tuk-Tuk
Sangat melimpah di area lobi mall dan hotel, namun kemacetan lalu lintas di sekitar persimpangan Siam dan Ratchaprasong tergolong cukup padat pada jam sibuk.
c) Kelebihan:
Akses transportasi BTS Skytrain paling strategis dan efisien di seluruh Bangkok (titik interchange).
Lokasi sangat sentral, dikelilingi pusat perbelanjaan (mall) papan atas.
Sangat nyaman dan ramah pejalan kaki berkat adanya fasilitas Ratchaprasong Skywalk.
Pilihan tempat makan dan restoran sangat banyak, mulai dari food court terjangkau hingga restoran kelas atas.
Banyak pilihan hotel berkualitas tinggi dengan akses langsung (direct access) ke stasiun BTS dan mall.
d) Kekurangan:
Tarif penginapan dan hotel di kawasan ini relatif lebih mahal dibanding area lain.
Suasana sangat ramai, padat, dan sangat kental dengan nuansa komersial/modern.
Minim atmosfer budaya tradisional atau kesan Bangkok klasik/lama.
Lalu lintas jalan raya di sekitarnya kerap mengalami kemacetan parah.
Cocok Untuk:
First timer | Shopping | Family | Mall hopping | Traveler yang mengutamakan kemudahan transportasi | Short trip
7. Silom & Sathorn — Strategis tetapi Sedikit Lebih Tenang
Kalau kalian mencari kawasan di pusat kota yang punya akses transportasi serba lengkap seperti Siam, tetapi ingin suasana yang sedikit lebih tenang dan tidak melulu dikelilingi mall raksasa, Silom dan Sathorn adalah pilihan yang sangat tepat. Dua kawasan ini dikenal sebagai distrik finansial dan bisnis utama di Bangkok. Pada siang hari suasananya dipenuhi gedung-gedung pencakar langit dan ritme cepat para pekerja kantoran, namun ketika malam tiba, area ini bertransformasi menjadi pusat kuliner dan hiburan malam yang sangat dinamis.
a) Apa yang menarik di kawasan ini?
Daya tarik utama Silom dan Sathorn terletak pada keseimbangan antara kenyamanan modern dan ruang terbuka hijau. Tepat di perbatasan kawasan ini terdapat Lumphini Park, taman kota terbesar di Bangkok di mana kalian bisa jalan-jalan pagi, joging, naik sepeda, atau sekadar melihat biawak air yang hidup bebas di danau.
Selain itu, kawasan ini adalah surga kuliner dengan pilihan yang sangat kontras: mulai dari jajanan pasar di street food Alley (seperti Silom Soi 20), kafe-kafe trendy, hingga deretan restoran fine dining dan rooftop bar kelas dunia di atas gedung pencakar langit (seperti King Power Mahanakhon dengan kaca skywalk-nya yang terkenal). Saat malam, area Silom Soi 2 dan Soi 4 juga menjadi pusat kehidupan malam (nightlife) yang sangat ramai dan inklusif.
b) Bagaimana Transportasinya?
Silom dan Sathorn memiliki keunggulan transportasi luar biasa karena menjadi salah satu titik temu utama jalur kereta melayang dan kereta bawah tanah:
i. BTS Skytrain & MRT (Pusat Transit Utama)
BTS Sala Daeng & MRT Silom: Dua stasiun yang terhubung langsung via jembatan layang pejalan kaki (skywalk). Sangat memudahkan kalian untuk berpindah antar-jalur kereta demi menuju area Siam, Sukhumvit, Chatuchak, hingga Chinatown.
BTS Chong Nonsi & BTS Saint Louis: Stasiun BTS di jalur Silom Line yang melayani area pusat bisnis Sathorn.
ii. Dermaga & Kapal (Transportasi Sungai)
Dermaga Sathorn (Taksin Bridge): Ujung barat kawasan Silom/Sathorn berbatasan langsung dengan Sungai Chao Phraya. Dari sini kalian bisa dengan mudah naik Chao Phraya Express Boat atau kapal penyeberangan menuju ICONSIAM, Asiatique, Wat Arun, dan kawasan Old Town.
iii. Bus Kota
Tersedia banyak rute bus kota yang melintasi Silom Road dan Sathorn Road untuk menghubungkan area bisnis ini dengan bagian kota lainnya.
iv. Taksi, Grab, & Tuk-Tuk
Sangat melimpah di sepanjang jalan utama dan lobi hotel. Namun, lalu lintas di persimpangan Silom dan Sathorn cukup padat pada jam berangkat dan pulang kerja kantor (pagi jam 07.30–09.00 dan sore jam 17.00–19.30).
c) Kelebihan:
Memiliki titik integrasi transportasi publik yang sangat bagus (BTS Sala Daeng & MRT Silom).
Lokasi sangat strategis, berada di tengah-tengah antara Bangkok modern (Siam) dan area sungai (Riverside).
Sangat dekat dengan Lumphini Park untuk menikmati ruang terbuka hijau.
Pilihan kuliner sangat kaya, mulai dari street food lokal terjangkau hingga rooftop bar mewah.
Pilihan penginapan sangat beragam, dari hostel boutique hingga hotel bintang lima internasional.
Suasana tidak terlalu padat dan heboh oleh turis sepanjang hari jika dibandingkan dengan Siam.
d) Kekurangan:
Beberapa ruas jalan di Sathorn terasa terlalu formal/kaku khas kawasan perkantoran.
Tarif hotel bintang empat dan lima di kawasan ini bisa cukup mahal.
Beberapa area bisnis/perkantoran menjadi sangat sepi setelah jam kerja usai.
Kurang ideal jika tujuan utama kalian adalah fokus menjelajahi kawasan wisata sejarah Old Town setiap hari.
Cocok Untuk:
First timer | Business traveler | Couple | Kuliner | Pengguna BTS/MRT | Traveler yang ingin lokasi sentral tetapi sedikit lebih tenang
BANGKOK BAGIAN TIMUR
8. Sukhumvit — Transportasi, Kuliner, dan Nightlife
Sukhumvit bukanlah satu titik kecil, melainkan kawasan sangat panjang yang membentang mengikuti Sukhumvit Road dan jalur BTS Skytrain. Ini adalah pusat gaya hidup modern Bangkok yang sangat kosmopolitan, di mana deretan mall mewah, kafe kekinian, restoran dari berbagai belakangan dunia, hingga pusat hiburan malam berpadu jadi satu. Karena kawasannya sangat luas, karakter Sukhumvit terbagi-bagi berdasarkan stasiun BTS di sepanjang jalan utamanya:
Nana: Terkenal dengan nightlife yang sangat ramai dan beragam.
Asok: Titik paling strategis karena menjadi stasiun transit utama antara BTS dan MRT.
Phrom Phong: Kawasan kelas atas yang dipenuhi mall mewah (EmDistrict), taman kota, dan restoran premium.
Thong Lo & Ekkamai: Area trendy yang populer dengan kafe-kafe estetik, restoran kekinian, serta hiburan malam yang lebih elegan.
a) Apa yang menarik di kawasan ini?
Daya tarik utama Sukhumvit adalah pilihan hiburan dan kulinernya yang seolah tidak pernah tidur. Di sini kalian bisa menemukan segalanya: mulai dari mall kelas atas seperti EmQuartier, EmSphere, dan EmPorium, hingga pusat perbelanjaan bertema unik seperti Terminal 21 di Asok.
Kawasan ini juga merupakan surga kuliner internasional, tempat di mana kalian bisa dengan mudah menemukan restoran Jepang, Korea, Timur Tengah, Italia, hingga street food lokal Thailand dalam satu kawasan. Selain itu, untuk hiburan malam (nightlife), Sukhumvit menawarkan spektrum yang sangat luas—mulai dari rooftop bar mewah, speakeasy bar, klub malam populer, hingga area hiburan malam legendaris. Jika kalian suka suasana kota yang modern, berenergi, dan serba ada, Sukhumvit adalah pilihan penginapan yang sempurna.
b) Bagaimana Transportasinya?
Transportasi umum di Sukhumvit terbilang salah satu yang terbaik dan paling efisien di Bangkok karena ditopang langsung oleh jalur utama kereta melayang:
i. BTS Skytrain & MRT (Pusat Transit Utama)
BTS Asok & MRT Sukhumvit: Titik interchange utama yang menghubungkan BTS Sukhumvit Line dan MRT Blue Line. Ini adalah salah satu basecamp menginap terbaik di Bangkok karena memudahkan kalian berpindah kereta ke mana saja tanpa perlu kena macet.
Stasiun BTS Sepanjang Sukhumvit (Nana, Phrom Phong, Thong Lo, Ekkamai): Setiap stasiun memberi akses langsung ke area populer di sekitarnya.
ii. Bus Bandara & Bus Kota
Tersedia banyak rute bus kota yang melintasi Sukhumvit Road. Selain itu, kawasan ini punya akses tol langsung menuju Bandara Suvarnabhumi (BKK).
iii. Terminal Bus Antarkota (Ekkamai / Eastern Bus Terminal)
Terletak persis di dekat stasiun BTS Ekkamai, sangat praktis bagi kalian yang berencana melanjutkan perjalanan darat ke destinasi pesisir timur Thailand (seperti Pattaya, Rayong, atau Koh Chang).
iv. Taksi, Grab, & Ojek Motor
Sangat melimpah di setiap soi (gang/jalan kecil). Ojek motor (win) sangat populer di sini untuk menembus kemacetan atau menjangkau hotel yang posisinya agak masuk ke dalam gang. Namun perlu diingat, Sukhumvit Road adalah salah satu titik kemacetan lalu lintas terparah di Bangkok pada jam sibuk.
c) Kelebihan:
Jalur BTS Skytrain membentang tepat di sepanjang kawasan utama.
Punya titik transit transportasi super praktis di area Asok (interaksi BTS Asok & MRT Sukhumvit).
Pilihan penginapan dan hotel luar biasa melimpah, mulai dari hostel budget hingga hotel bintang lima internasional.
Pilihan kuliner internasional dan restoran dari berbagai negara paling lengkap di Bangkok.
Surga bagi pencinta belanja mall modern dan hiburan malam (nightlife).
Sangat dekat dengan Terminal Bus Ekkamai untuk akses menuju Pattaya/Pesisir Timur.
d) Kekurangan:
Sangat jauh dari kawasan wisata sejarah Old Town (Grand Palace, Wat Pho).
Kemacetan lalu lintas di jalan utama Sukhumvit Road sangat parah pada jam sibuk.
Beberapa soi (gang) jalurnya sangat panjang; hotel dengan label "Sukhumvit" belum tentu dekat dengan stasiun BTS.
Beberapa area (khususnya sekitar Nana) memiliki pusat kehidupan malam dewasa yang mungkin kurang cocok untuk liburan keluarga.
Cocok Untuk:
First timer | Nightlife | Kuliner | Shopping | Couple | Pengguna BTS/MRT | Traveler pencinta Bangkok modern
BANGKOK BAGIAN UTARA
9. Ari — Bangkok yang Lebih Lokal dan Santai
Kalau kalian sudah pernah berkunjung ke Bangkok dan mulai bosan dengan hiruk-pikuk mall besar atau kawasan wisata yang terlalu mainstream, Ari adalah pilihan alternatif yang sangat menarik. Berada di sisi utara Bangkok, Ari merupakan kawasan pemukiman tenang (residential area) yang bertransformasi menjadi salah satu distrik paling hip, estetik, dan populer untuk kuliner lokal. Suasananya jauh lebih ramah, santai, dan tidak terburu-buru jika dibandingkan dengan kawasan Siam atau Sukhumvit.
a) Apa yang menarik di kawasan ini?
Daya tarik utama Ari terletak pada budaya café hopping dan deretan tempat nongkrong yang tersembunyi di dalam soi (gang-gang)-nya yang teduh. Di sini, kalian bisa menyusuri jalanan yang dipenuhi coffee shop independen berdesain estetik, bakery lokal, kedai mi legendaris, restoran berkonsep bistro, hingga galeri seni skala kecil.
Kawasan ini menyajikan perpaduan yang sangat pas antara kehidupan lokal warga Bangkok dengan gaya hidup modern yang trendi. Karena atmosfernya yang tenang, tidak bising, dan ramah pejalan kaki, Ari sangat nyaman untuk dijadikan tempat beristirahat, bersantai, membaca buku, hingga bekerja dengan laptop (work from café).
b) Bagaimana Transportasinya?
Meskipun terasa lebih lokal dan jauh dari pusat turistik, akses transportasi dari Ari ke kawasan lain di Bangkok terbilang sangat praktis dan bebas macet:
i. BTS Skytrain
ii. Bus Kota
Tersedia berbagai rute bus kota yang melintasi jalan utama Phahonyothin Road untuk menuju ke area Bangkok Utara lainnya maupun ke arah pusat kota.
iii. Taksi, Grab, & Ojek Motor
Sangat mudah ditemukan di sekitar stasiun BTS dan persimpangan gang. Ojek motor (win) menjadi transportasi yang sangat berguna untuk menyusuri gang-gang dalam di kawasan Ari yang lumayan panjang.
c) Kelebihan:
Suasana kawasan jauh lebih tenang, asri, dan tidak terlalu padat oleh rombongan turis (less touristy).
Surganya pencinta café hopping, specialty coffee, dan kuliner lokal yang variatif.
Memiliki stasiun BTS Ari di jalur utama Sukhumvit Line, sehingga akses ke pusat kota tetap sangat gampang.
Punya atmosfer perkotaan yang autentik dan sangat nyaman untuk pejalan kaki (walkable).
Lingkungan yang sangat ideal untuk long stay, slow travel, maupun para digital nomad.
d) Kekurangan:
Tidak memiliki landmark wisata sejarah besar atau kuil-kuil utama di sekitar kawasan.
Pilihan penginapan/hotel tidak sebanyak di kawasan Sukhumvit atau Siam.
Tetap harus naik BTS atau transportasi umum setiap kali ingin melakukan sightseeing ke destinasi utama Bangkok.
Kurang ideal untuk wisatawan yang baru pertama kali ke Bangkok (first timer) dengan waktu kunjungan yang sangat singkat.
Cocok Untuk:
Repeat visitor | Café hopping | Slow traveler | Digital nomad | Long stay | Wisata kuliner lokal
10. Chatuchak / Mo Chit — Surga Belanja Akhir Pekan
Kalau rencana liburan kalian ke Bangkok jatuh di akhir pekan dan fokus utamanya adalah berburu barang-barang unik, kawasan Chatuchak yang berada di utara kota ini bisa jadi pilihan menginap yang pas. Terkenal sebagai rumah bagi salah satu pasar akhir pekan terbesar di dunia, Chatuchak menawarkan atmosfer yang sedikit lebih lega dibanding pusat kota Bangkok, lengkap dengan ruang terbuka hijau yang luas serta akses transportasi yang sangat efisien.
a) Apa yang menarik di kawasan ini?
Daya tarik utama kawasan ini tentu saja adalah Chatuchak Weekend Market (Jatujak / JJ Market). Pasar raksasa yang hanya buka penuh pada hari Sabtu dan Minggu ini menjual hampir segalanya: mulai dari pakaian, kerajinan tangan lokal, dekorasi rumah, souvenir, barang vintage, koleksi seni, tanaman, hingga deretan jajanan street food yang tak ada habisnya.
Selain pasar akhir pekan, kawasan ini juga menarik karena dikelilingi taman-taman kota yang luas dan asri seperti Chatuchak Park, Wachirabenchathat Park (Rot Fai Park), dan Queen Sirikit Park—sangat cocok untuk bersantai, jalan-jalan pagi, atau naik sepeda. Di sekitarnya juga terdapat Mixt Chatuchak (mall ber-AC persis di samping pasar) dan Bang Sue Grand Station (Krung Thep Aphiwat Central Terminal) yang merupakan pusat stasiun kereta api antarkota terbesar di Thailand.
b) Bagaimana Transportasinya?
Chatuchak memiliki salah satu titik transit transportasi umum terbaik di Bangkok karena menghubungkan dua moda kereta kota utama:
i. BTS Skytrain & MRT (Pusat Transit Utama)
BTS Mo Chit: Stasiun BTS ujung utara yang sangat praktis untuk naik kereta langsung menuju kawasan Siam, Sukhumvit, hingga kawasan perbelanjaan lainnya.
MRT Chatuchak Park & MRT Kamphaeng Phet: Stasiun kereta bawah tanah yang berada persis di area taman dan pasar. Stasiun Kamphaeng Phet bahkan memiliki pintu keluar yang terhubung langsung ke dalam area Chatuchak Weekend Market dan Or Tor Kor Market (pasar bahan segar premium).
ii. Bus Bandara (Akses Don Mueang)
iii. Terminal Bus Antarkota (Mo Chit 2 / Bangkok Bus Terminal)
Terletak tidak jauh dari kawasan Chatuchak, sangat praktis bagi kalian yang berencana melanjutkan perjalanan darat ke kota lain di Thailand bagian utara atau timur laut (seperti Chiang Mai, Ayutthaya, atau Pattaya).
iv. Taksi, Grab, & Tuk-Tuk
Tersedia sangat melimpah di sekitar stasiun dan pasar, sangat membantu jika kalian membawa banyak kantong belanjaan.
c) Kelebihan:
Berada persis di lokasi Chatuchak Weekend Market dan dikelilingi taman-taman kota yang luas.
Punya titik transit transportasi yang luar biasa nyaman (terhubung langsung BTS Mo Chit & MRT Chatuchak Park).
Lokasi paling dekat dan praktis menuju Bandara Don Mueang (DMK) dibanding kawasan pusat kota lainnya.
Sangat dekat dengan stasiun kereta api utama antarkota (Krung Thep Aphiwat) dan Terminal Bus Mo Chit 2.
Pilihan tempat menginap relatif lebih ramah kantong dibanding kawasan Siam atau Riverside.
d) Kekurangan:
Cukup jauh dari kawasan wisata sejarah Old Town (Grand Palace, Wat Pho).
Pilihan atraksi wisata malam hari tidak sebanyak di kawasan Siam, Silom, atau Sukhumvit.
Suasana di sekitar pasar sangat sepi pada hari kerja (Senin–Kamis), kecuali area taman dan mall di sekitarnya.
Kurang menarik jika kalian tidak memiliki agenda berbelanja di Chatuchak atau tidak transit via Don Mueang.
Cocok Untuk:
Shopping | Weekend trip | Transit DMK | Budget traveler | Traveler dengan penerbangan pagi/malam di Don Mueang
Jadi, Sebaiknya Menginap di Mana?
Kalau masih bingung harus pilih kawasan yang mana, coba sederhanakan pilihan kalian berdasarkan fokus utama liburan kali ini:
Khao San / Banglamphu: Pilihan pas buat backpacker, pencinta hostel, dan berburu nightlife yang meriah.
Rattanakosin / Old Town: Terbaik kalau itinerary kalian dipenuhi agenda ke kuil, museum, dan Grand Palace.
Chinatown / Yaowarat: Surganya pencinta street food dan kulineran malam yang legendaris.
Riverside: Cocok buat yang nyari pemandangan sungai romantis, liburan santai, atau staycation mewah.
Pratunam: Habitat wajib buat para pemburu fashion dan barang grosiran murah.
Siam / Ratchaprasong: Paling strategis buat yang hobi mall hopping dan pengin akses transportasi serba gampang.
Silom / Sathorn: Pilihan ideal kalau mau lokasi sentral dan dekat BTS/MRT, tapi suasananya sedikit lebih tenang.
Sukhumvit: Pas banget buat menikmati sisi Bangkok modern dengan akses BTS super praktis, kuliner melimpah, dan nightlife.
Ari: Tempat terbaik buat pencinta café hopping yang pengin ngerasain suasana lokal yang santai dan aesthetic.
Chatuchak / Mo Chit: Paling pas buat borong belanjaan di Chatuchak Weekend Market atau yang punya penerbangan dari Bandara Don Mueang (DMK).
Satu Tips:
Jangan cuma tergiur sama nama kawasan pas nyari hotel. Pastikan kalian buka Google Maps buat cek posisi pasti hotelnya dan jaraknya dari stasiun BTS atau MRT terdekat.
Hotel yang sama-sama beralamat di kawasan "Sukhumvit", misalnya, kepraktisannya bisa beda jauh. Hotel A mungkin cuma 200 meter dari stasiun BTS, sementara Hotel B malah berjarak lebih dari satu kilometer masuk ke dalam soi (gang).
Kelihatannya memang masalah sepele. Tapi percaya deh, setelah seharian muter-muter Bangkok di tengah cuaca panas, kaki udah pegal, lalu masih harus jalan kaki jauh masuk gang cuma buat sampai hotel... di situ baru terasa seberapa krusialnya milih lokasi yang pas (wkwk).
Saran untuk First Timer yang mau traveling/backpacking ke Kota Bangkok:
1. Pilih Basecamp yang Akses Transportasinya Gampang
Buat kunjungan pertama, sangat disarankan menginap di area Siam, Silom/Sathorn, atau Asok (Sukhumvit). Keunggulan utamanya adalah akses langsung ke stasiun BTS Skytrain atau MRT. Biar hemat energi dan waktu, usahakan cari hotel yang jaraknya maksimal 300–500 meter dari pintu stasiun kereta.
2. Kelompokkan Destinasi Berdasarkan Area
Jangan bolak-balik menyeberangi kota karena lalu lintas jalan raya Bangkok cukup padat pada jam sibuk.
Area Budaya & Sejarah (Old Town): Gabungkan Grand Palace, Wat Phra Kaew, Wat Pho, dan menyeberang ke Wat Arun dalam satu hari/setengah hari yang sama.
Area Belanja & Modern: Satukan agenda ke Siam Paragon, CentralWorld, Pratunam, atau ICONSIAM.
Area Kuliner Malam: Jelajahi Yaowarat Road (Chinatown) atau kumpul di area Riverside/Asiatique pada sore menuju malam.
3. Datang ke Kuil Lebih Pagi
Tempat wisata ikonik seperti Grand Palace dan Wat Phra Kaew mulai buka sekitar jam 08.30 pagi. Usahakan sampai di lokasi begitu baru buka untuk menghindari rombongan tur besar, antrean panjang, dan terik matahari siang.
4. Perhatikan Pakaian Saat Masuk Kuil
Kuil-kuil di Bangkok memberlakukan aturan busana yang cukup ketat. Pastikan memakai pakaian yang menutup bahu dan lutut (hindari celana pendek di atas lutut, kaus kutang, atau pakaian transparan). Bawa pakaian ganti atau kain penutup jika perlu.
5. Manfaatkan Moda Transportasi Umum
BTS Skytrain & MRT: Pilihan terbaik untuk menembus kemacetan kota.
Kapal Sungai (Chao Phraya Express Boat): Moda paling praktis dan berpanorama indah untuk menuju area Old Town, Wat Arun, dan ICONSIAM.
Taksi/Grab/Tuk-Tuk: Gunakan Grab/Bolt untuk kepastian harga, atau pastikan taksi lokal menggunakan meteran (use meter). Kalau mau naik tuk-tuk, sepakati harganya terlebih dahulu sebelum naik.
LAST, Happy Traveling in BANGKOK! Good Luck!