Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

10.19.2017

[1] Kisah Perantauanku di Jakarta : Sasaran Kemarahan Emak

Pertengahan Maret 2015

Aku menaruh baju-bajuku di koper dengan kesal. Amarahku memuncak, ingin segera saja secepatnya merantau. Sudah lelah setiap hari menjadi sasaran kemarahan emak. Hmmmm begini ya nasib seorang pengangguran. Gini dikit salah, gitu dikit salah. Seakan-akan yang ane lakukan selalu salah di mata Emak. Ane memang orangnya sedikit males juga sih.

"Diseneni pisan wae wes meh ninggal omah (dimarahi sekali aja udah mau pergi dari rumah)," kata Emak ane dengan agak marah sewaktu melihat ane nata baju di koper, tapi terselip nada getir di dalamnya.

"Sopo toooo... Ini lo aku nata baju-bajuku nggo ning Jakarta (siapa siiiihhh...ini lo aku menata baju-bajuku buat ke Jakarta nanti)," kataku juga dengan agak kesal. Ane memang akan berangkat ke Jakarta akhir bulan Maret ini untuk memulai magang di salah satu pemberi beasiswa kuliah ane.

FYI ane emang biasa ngobrol sama emak dan bapak ane pakai Bahasa Jawa Ngoko. Bukan kasar atau apa, tapi emang udah biasa dari kecil, jadi susah dan aneh kalau harus pakai Bahasa Jawa Halus.

Ceritanya, pagi itu lagi-lagi ane kena marah dari Emak karena dari bangun tidur ane langsung nanyain Emak masak apa. Sejak wisuda di bulan Februari 2015, ane emang belum dapet kerjaan tetep gan. Saat itu yang ane lakukan cuma menjual barang-barang bekas di grup facebook "Jual beli barang bekas anak kos Yogyakarta". Barang yang ane jual kayak barang-barang bekas, syal tenun asal Atambua, barang-barang kerajinan, mebel, kucing, dan lain-lain. Entah kenapa kok grup ini rame banget dan ane bisa dapat penghasilan lumayan dari sini, setidaknya untuk bekal ke Jakarta nanti.

"Belum masak," jawab Emak ane singkat.

Setelahnya ane minum teh sambil duduk-duduk di depan, dan pas mau balik ke belakang ane denger samar-samar Emak ane bilang ke Bapak ane.

"Bangun tidur nggak ngapa-ngapain langsung nanya makan... bla..bla..bla..."

Padahal dari dulu ane emang biasa gitu gan, dan Emak ane sudah hafal banget dengan kebiasaan ane kalau bangun tidur pasti harus langsung makan. Entah kenapa kok dipermasalahkan.

Ane yang merasa agak panas diomongin gitu di belakang segera menimpali,
"Yowis to neg gak masak."

Ane agak lupa kronologinya setelah ini gimana yang jelas ane terlibat sedikit adu mulut sama Emak ane, sampai pada akhirnya dia bilang,
"Sejak temenan sama orang-orang dari *** kuwi emang kowe wani ya sama wongtuwo." (sejak berteman dengan orang-orang dari *** itu memang kamu berani ya sama orangtua)

WHAAT? ane merasa agak kurang terima. Ini sama sekali nggak berhubungan. Kok bisanya kekesalan Emak ane dilimpahkan ke teman-teman ane yang jauhnya ribuan kilometer dari rumah ane saat itu. FYI ane emang saat itu banyak berteman dengan orang-orang dari ***, dan mereka menurut ane asik banget. Gak ada sama sekali mengubah sifat ane.

Akhirnya karena kekesalan di hati sudah sangat memuncak ane diem aja. Dengan menahan laper ane akhirnya membawa barang dagangan ane (syal tenun) dan ane geber motor keluar. Ntah mau kemana, pokoknya males banget di rumah. Akhirnya ane berhenti di warung soto di pinggir jalan. Sambil menunggu pesanan, ane mulai merenungi kehidupan ane.

'Kenapa ya hidup ane sekarang terasa berat sejak wisuda?Kenapa mereka (orang tua ane) marah-marah sama ane terus dan mulai menyalahkan temen-temen ane dari *** sana. Apa karena ane pengangguran? Apa karena mereka kesal kerjaan ane sekarang hanya jualan barang bekas? Mereka malu?'

'Padahal ane bisa dibilang sangat jarang merepoti mereka secara finansial. Kuliahku dari semester pertama sampai akhir sudah dicover oleh Beasiswa, uang buat skripsi juga jarang banget minta (paling sekali dua kali doang, sisanya pakai tabungan sendiri atau ngutang temen). Beda sama kakak ane yang biaya kuliahnya tinggi banget, sampai Bapak ane harus utang-utang.'

'Katanya lulusan jurusanku itu gampang dapat kerjaan. Katanya perusahaan-perusahaan besar selalu kekurangan. Nyatanya apa?? Aku melamar di puluhan situs pekerjaan, tidak ada satupun yang memanggilku. Bahkan CV yang ku-upload di Jobstreet tidak ada yang membuka satupun.'

'F*ck lah!!' umpatku dalam hati.

Akhirnya soto datang. Dengan agak hati-hati ane makan dan menikmati gurihnya kuah yang mengalir di kerongkongan ane yang kering. Rasanya saat itu bisa sarapan di luar adalah sebuah kemewahan. Uang ane memang lagi mepet banget. Saat itu ane memegang sekitar 1,6 juta rupiah (uang hasil jualan barang bekas), dimana 600 ribunya akan ane gunain untuk bayar kos bulan pertama di Jakarta, sementara sisanya untuk biaya hidup selama satu bulan pertama di Jakarta.

Cukup? Ane nggak yakin. Tapi ya berpasrah saja. Semoga nanti bapak ane sudah bisa transfer nambahin di pertengahan bulan.

Selesai makan, akhirnya ane memacu motor ane ke rumah temen ane di daerah Kopasus. Disana ane curhat semua masalah ane. Temen ane cuma bisa bilang sabar aja menghadapi cobaan dan yah begitulah kehidupan dengan masalah tiada akhir.

Jakarta, beberapa hari lagi aku datang.

10.16.2017

Pengalaman Membuat VISA USA di Konsulat Jenderal Surabaya - UPDATE 2026


Aloha, my friends.... Kali ini aku mau berbagi pengalaman mengurus sendiri Visa Turis USA (kelas B1/B2) di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Tujuanku ke USA adalah traveling ke Hawai'i selama satu minggu, yakni tanggal 18 September sampai 23 September 2017. Oya, perlu aku kasih catatan dari awal bahwa pengajuan visa yang aku ceritakan dalam tulisan ini dilakukan pada September 2017. Jadi pengalaman wawancara, suasana di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, sampai proses yang aku alami merupakan pengalaman pribadiku pada saat itu.

Namun karena tulisan ini masih banyak dibaca sebagai referensi untuk mengurus Visa USA, informasi-informasi dasarnya akan aku update mengikuti ketentuan yang berlaku pada tahun 2026, terutama mengenai biaya visa, tahapan pengajuan, formulir DS-160, dokumen yang diperlukan dan beberapa ketentuan lainnya yang sudah berubah sejak tulisan ini pertama kali dibuat.

Meski begitu, aturan visa bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi jangan menjadikan tulisan ini sebagai satu-satunya patokan. Tetap cross-check informasi terbaru melalui website resmi Kedutaan/Konsulat Amerika Serikat dan U.S. Department of State sebelum mulai mengajukan visa. Anggap tulisan ini sebagai kombinasi antara pengalaman pribadiku mengurus Visa USA pada 2017 + panduan dasar yang sudah aku update ke ketentuan 2026.

****

Keterikatan Kuat dengan Negara Asal

Banyak yang merasa takut, jiper dan nggak percaya diri sebelum apply Visa USA. “Ditolak pas wawancara” mungkin menjadi salah satu ketakutan terbesar sebagian orang. Padahal menurut pengalamanku dulu, proses apply Visa USA sebenarnya cukup simpel karena dokumen utamanya nggak sebanyak yang mungkin kita bayangkan (contohnya jika dibandingkan dengan pengajuan Visa Schengen). Yang penting adalah kita bisa menjelaskan dengan jelas tujuan perjalanan ke Amerika Serikat, bagaimana perjalanan tersebut akan dibiayai, serta menunjukkan bahwa kunjungan kita memang bersifat sementara dan kita akan kembali setelah perjalanan selesai.

Poin penting yang menurutku perlu diperhatikan adalah:

1. Bisa menjelaskan pekerjaan, aktivitas atau sumber penghasilan kita di Indonesia

Punya pekerjaan tetap tentunya bisa menjadi salah satu hal yang menunjukkan bahwa kita mempunyai alasan untuk kembali ke Indonesia setelah traveling. Misalnya kita bekerja sebagai PNS, pegawai swasta, menjalankan usaha sendiri, atau mempunyai pekerjaan lain yang memang mengharuskan kita kembali.

Tapi bukan berarti kita wajib menjadi pegawai tetap supaya bisa mendapatkan Visa USA. Kalau kita bekerja sebagai freelancer, pekerja lepas, pemilik usaha kecil, ibu rumah tangga, mahasiswa, pensiunan atau tidak mempunyai pekerjaan formal, jelaskan saja kondisi sebenarnya dengan jujur. Jangan sampai karena merasa pekerjaan kita kurang meyakinkan, kita malah membuat pekerjaan atau jabatan yang sebenarnya tidak ada.

Kalau pekerjaan bukan merupakan strong ties utama kita dengan Indonesia, masih ada berbagai bentuk keterikatan lain yang bisa menjelaskan kenapa kita akan kembali setelah perjalanan selesai.

2. Bisa menunjukkan bahwa perjalanan kita memang sementara dan kita mempunyai keterikatan dengan Indonesia

Nah, ini cakupannya jauh lebih luas daripada sekadar pekerjaan. Keterikatan dengan Indonesia bisa berasal dari berbagai aspek kehidupan kita. Misalnya kita mempunyai keluarga yang tinggal di Indonesia, pasangan atau anak, sedang menempuh kuliah atau pendidikan, mempunyai usaha yang tetap berjalan di Indonesia, mempunyai pekerjaan atau proyek yang harus dilanjutkan setelah pulang, mempunyai tanggung jawab keluarga, atau berbagai kondisi kehidupan lain yang memang membuat kita mempunyai alasan untuk kembali.

Seorang freelancer, misalnya, mungkin nggak punya surat keterangan kerja dari perusahaan, tetapi mempunyai klien dan proyek yang rutin dikerjakan dari Indonesia. Seorang mahasiswa mungkin belum mempunyai penghasilan sendiri, tetapi masih aktif kuliah dan harus kembali melanjutkan semester berikutnya. Seorang ibu rumah tangga mungkin tidak mempunyai pekerjaan formal, tetapi mempunyai kehidupan keluarga dan rumah tangga di Indonesia.

Intinya, setiap orang bisa mempunyai bentuk keterikatan yang berbeda-beda. Nggak perlu memaksakan kondisi kita supaya terlihat seperti pemohon lain. Jelaskan saja keadaan kita yang sebenarnya dan, apabila diperlukan, siapkan bukti yang relevan.

Selain itu, kita juga harus bisa menjelaskan secara masuk akal tujuan perjalanan, berapa lama akan berada di Amerika Serikat, siapa yang membiayai perjalanan, dan bagaimana rencana perjalanan tersebut sesuai dengan kondisi kita.

3. Percaya diri dan memberikan jawaban yang jelas serta konsisten saat wawancara

Wawancara Visa USA biasanya berlangsung cukup singkat, jadi dengarkan pertanyaan petugas dengan baik dan jawab sesuai dengan apa yang ditanyakan. Nggak perlu memberikan cerita panjang lebar kalau memang tidak diminta. Yang jauh lebih penting adalah jawaban kita jujur dan konsisten dengan informasi yang sudah dituliskan di Formulir DS-160. Kalau di DS-160 kita menulis bekerja sebagai freelancer, ya jelaskan sebagai freelancer. Kalau perjalanan dibiayai sendiri, jangan tiba-tiba mengatakan dibiayai orang lain tanpa penjelasan yang sesuai.

Percaya diri di sini bukan berarti harus terlihat super yakin atau menghafalkan jawaban seperti sedang ujian. Maksudnya lebih ke mengetahui dengan jelas perjalanan kita sendiri dan mampu menjawab pertanyaan petugas dengan tenang, jujur dan to the point.


Membuka dan Membaca Sumber Resmi Pemerintah Amerika Serikat
Seperti kebanyakan traveler lainnya, sebelum mengajukan visa aku mencari informasi terlebih dahulu dari sumber resmi Pemerintah Amerika Serikat. Ini penting banget ya, guys, apalagi prosedur pengajuan visa bisa berubah dari waktu ke waktu. Informasi mengenai biaya visa, persyaratan, prosedur pengajuan, jadwal wawancara, lokasi Kedutaan/Konsulat, sampai ketentuan-ketentuan terbaru sebaiknya selalu kita cross-check melalui website resmi Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Indonesia serta U.S. Department of State.

Ketika membuka link US Travel Docs diatas akan muncul pilihan seperti ini. Jika tujuan ke Amerika Serikat adalah untuk liburan, maka yang dipilih adalah A Nonimmigrant Visa.


Setelah memilih A Nonimmigrant Visa, kita menuju ke tahapan selanjutnya yaitu tahapan umum mengajukan visa non imigran Amerika Serikat.


LANGKAH UMUM MENGAJUKAN VISA NON IMIGRAN USA:

Setelah memilih menu Nonimmigrant Visa, kita akan masuk ke halaman yang menjelaskan tahapan pengajuan visa. Pada dasarnya, proses pengajuan Visa Non-Imigran Amerika Serikat terdiri dari enam tahap utama, yaitu:

  1. Know Your Visa Type — menentukan jenis visa yang sesuai dengan tujuan perjalanan.
  2. Complete Your Application — mengisi formulir aplikasi visa DS-160 secara online.
  3. Pay Your Visa Fees — membayar biaya pengajuan visa sesuai kategori yang dipilih.
  4. Schedule Your Appointment — membuat jadwal wawancara atau appointment.
  5. Attend Your Interview — datang ke Kedutaan/Konsulat AS untuk mengikuti wawancara apabila diwajibkan.
  6. Track Your Passport — setelah proses selesai, kita bisa memantau status pengembalian paspor.

Nah, selanjutnya aku akan membahas keenam tahapan tersebut satu per satu berdasarkan prosedur yang berlaku pada tahun 2026.



Langkah 1
Tentukan Jenis Visa Anda (Know your visa type)

Langkah pertama adalah menentukan jenis visa yang sesuai dengan tujuan perjalanan kita ke Amerika Serikat. Ada berbagai kategori Visa Non-Imigran dengan fungsi yang berbeda-beda, misalnya untuk wisata, bisnis, belajar, bekerja sementara, pertukaran pelajar dan sebagainya. Jadi pastikan kita memilih kategori yang memang sesuai dengan tujuan perjalanan. Berikut ini merupakan jenis-jenis visa non imigran yang umum mengacu ke situs resmi Pemerintah Amerika Serikat:


Karena tujuan perjalananku waktu itu adalah traveling ke Hawai'i, visa yang aku ajukan adalah Visitor Visa B1/B2. B-1 pada dasarnya digunakan untuk kunjungan bisnis sementara, sedangkan B-2 untuk wisata dan kunjungan pribadi. Dalam praktiknya, keduanya sering diterbitkan sebagai visa kombinasi B1/B2. Ketentuan dari Visitor Visa B1/B2 mengacu ke situs USTravelDocs adalah sebagai berikut:

1) Visa Bisnis/Turis

Visa kunjungan B-1/B-2 diperuntukkan bagi orang yang melakukan perjalanan sementara ke Amerika Serikat untuk tujuan bisnis (B-1) atau wisata maupun perawatan medis (B-2). Secara umum, Visa B-1 diperuntukkan bagi pelaku perjalanan yang akan berkonsultasi dengan rekan bisnis, menghadiri konvensi atau konferensi ilmiah, pendidikan, profesional maupun bisnis, menyelesaikan urusan warisan (settling an estate), atau melakukan negosiasi kontrak.

Sementara itu, Visa B-2 diperuntukkan bagi perjalanan yang bersifat rekreasi, termasuk pariwisata, mengunjungi teman atau kerabat, mendapatkan perawatan medis, serta mengikuti kegiatan yang bersifat persaudaraan, sosial, atau pelayanan.

Dalam praktiknya, Visa B-1 dan B-2 sering kali digabungkan dan diterbitkan sebagai satu visa, yaitu Visa B-1/B-2.

2) Kualifikasi

Jika mengajukan Visa B-1/B-2, kita harus dapat menunjukkan kepada petugas konsuler bahwa kita memenuhi persyaratan untuk memperoleh Visa Amerika Serikat sesuai dengan U.S. Immigration and Nationality Act (INA).

Berdasarkan Section 214(b) INA, setiap pemohon Visa B-1/B-2 pada awalnya dianggap mempunyai niat untuk berimigrasi (intending immigrant). Pemohon harus mengatasi asumsi hukum tersebut dengan menunjukkan bahwa:

  • Tujuan perjalanan ke Amerika Serikat adalah untuk kunjungan sementara, misalnya untuk bisnis, wisata, atau perawatan medis.
  • Kita berencana berada di Amerika Serikat selama jangka waktu tertentu dan terbatas.
  • Terdapat bukti kemampuan finansial untuk membiayai pengeluaran selama berada di Amerika Serikat.
  • Kita mempunyai tempat tinggal di luar Amerika Serikat, serta keterikatan sosial atau ekonomi lainnya yang cukup kuat untuk memastikan bahwa kita akan kembali ke luar Amerika Serikat setelah kunjungan selesai.

Pekerja pribadi atau pekerja rumah tangga (personal or domestic employees) serta awak kapal (crew members) yang bekerja di atas kapal dalam wilayah Outer Continental Shelf dalam keadaan tertentu dapat memenuhi persyaratan untuk mendapatkan Visa B-1.

Beberapa warga negara asing mungkin tidak memenuhi syarat untuk memperoleh visa berdasarkan The Immigration and Nationality Act. Informasi lebih lanjut mengenai Immigration and Nationality Act dan alasan seseorang dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat memperoleh visa (visa ineligibility) dapat dibaca melalui informasi resmi Department of State.

3) Dokumen Pengajuan (Application Items)

Jika mengajukan Visa Bisnis/Turis, kita harus membayar biaya aplikasi visa dan menyerahkan dokumen berikut:

  • Formulir Nonimmigrant Visa Electronic Application (DS-160). Informasi lebih lanjut mengenai DS-160 tersedia pada halaman khusus DS-160.

  • Paspor yang masih berlaku untuk perjalanan ke Amerika Serikat, dengan masa berlaku setidaknya enam bulan lebih lama daripada periode tinggal yang direncanakan di Amerika Serikat, kecuali terdapat perjanjian khusus dengan negara tertentu yang memberikan pengecualian. Apabila lebih dari satu orang tercantum dalam satu paspor, setiap orang yang membutuhkan visa harus mengajukan aplikasinya masing-masing.

  • Satu lembar foto berukuran 2 × 2 inci (51 × 51 mm) yang diambil dalam enam bulan terakhir. Ketentuan mengenai format foto dapat dilihat pada halaman persyaratan foto.

  • Jika visa diterbitkan, mungkin terdapat biaya penerbitan visa tambahan berdasarkan asas resiprositas (visa issuance reciprocity fee), tergantung kewarganegaraan pemohon. Website Department of State dapat digunakan untuk mengetahui apakah kewarganegaraan kita dikenai biaya tersebut dan berapa jumlahnya.

Selain dokumen-dokumen tersebut, kita harus menunjukkan surat konfirmasi appointment wawancara yang membuktikan bahwa kita telah membuat jadwal melalui layanan resmi.

Kita juga dapat membawa berbagai dokumen pendukung (supporting documents) yang dianggap dapat mendukung informasi yang kita sampaikan kepada petugas konsuler.

4) Dokumen Pendukung (Supporting Documents)

Dokumen pendukung hanyalah salah satu dari banyak faktor yang akan dipertimbangkan oleh petugas konsuler ketika melakukan wawancara. Petugas konsuler akan menilai setiap aplikasi secara individual dan mempertimbangkan berbagai faktor profesional, sosial, budaya, dan faktor lainnya dalam proses pengambilan keputusan.

Petugas konsuler dapat mempertimbangkan tujuan spesifik perjalanan kita, kondisi keluarga, serta rencana dan prospek jangka panjang kita di negara tempat tinggal. Setiap kasus diperiksa secara individual dan mendapatkan pertimbangan sesuai dengan hukum yang berlaku.

PERHATIAN: Jangan memberikan dokumen palsu. Penipuan (fraud) atau pemberian informasi yang tidak benar (misrepresentation) dapat mengakibatkan seseorang secara permanen tidak memenuhi syarat untuk memperoleh visa.

Apabila khawatir mengenai kerahasiaan informasi, pemohon dapat membawa dokumen tersebut ke Kedutaan dalam amplop tertutup. Kedutaan tidak akan memberikan informasi tersebut kepada pihak lain dan akan menjaga kerahasiaannya.

Kita dianjurkan membawa dokumen-dokumen berikut ketika wawancara. Dokumen asli selalu lebih disarankan daripada fotokopi, dan dokumen tersebut harus dibawa sendiri ketika menghadiri wawancara. Jangan mengirimkan dokumen pendukung melalui fax, email ataupun pos kepada Kedutaan/Konsulat Jenderal.

Dokumen yang dianjurkan meliputi:

  • Bukti penghasilan terbaru, pembayaran pajak, kepemilikan properti atau usaha, maupun aset.
  • Itinerary perjalanan dan/atau penjelasan lainnya mengenai perjalanan yang direncanakan.
  • Surat dari pemberi kerja yang menjelaskan posisi/jabatan, gaji, berapa lama kita telah bekerja, izin cuti yang diberikan, serta tujuan bisnis perjalanan ke Amerika Serikat apabila memang melakukan perjalanan untuk keperluan bisnis.
  • Catatan kriminal/pengadilan berkaitan dengan penangkapan atau hukuman pidana di mana pun, termasuk apabila kita sudah selesai menjalani hukuman atau kemudian memperoleh pengampunan.

Selain dokumen tersebut, terdapat beberapa dokumen lain yang sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan tujuan perjalanan dan kondisi masing-masing pemohon.

*Pelajar/Mahasiswa (Students):

Bawalah hasil pendidikan terbaru, transkrip nilai serta ijazah/diploma.

Bawa juga bukti dukungan finansial, misalnya rekening koran bulanan (monthly bank statements), bukti deposito (fixed deposit slips), atau bukti finansial lainnya.

* Pekerja (Working Adults)

Bawalah surat keterangan kerja dari pemberi kerja serta slip gaji tiga bulan terakhir.

* Pelaku Perjalanan Bisnis dan Direktur Perusahaan (Business Visitors and Company Directors)

Bawalah bukti mengenai posisi/jabatan di perusahaan serta remunerasi/penghasilan yang diterima.

* Orang Tua yang Mengajukan Visa untuk Anak di Bawah Usia 14 Tahun

Bawalah akta kelahiran anak sebagai tambahan dari dokumen dasar pengajuan visa yang telah disebutkan sebelumnya.

* Mengunjungi Kerabat (Visiting a Relative)

Bawalah fotokopi bukti status kerabat di Amerika Serikat, misalnya:

  • Green Card;
  • sertifikat naturalisasi;
  • visa yang masih berlaku; atau
  • bukti status lainnya yang relevan.

* Pernah Mengunjungi Amerika Serikat Sebelumnya (Previous Visitors to the U.S.)

Jika sebelumnya pernah berada di Amerika Serikat, bawalah dokumen yang membuktikan status imigrasi atau status visa selama berada di Amerika Serikat.

* Dokumen Pendukung untuk Pemohon yang Mencari Perawatan Medis

Jika tujuan perjalanan ke Amerika Serikat adalah untuk mendapatkan perawatan medis, pemohon harus siap menunjukkan dokumen-dokumen berikut sebagai tambahan dari dokumen yang telah disebutkan sebelumnya dan dokumen lain yang mungkin diminta oleh petugas konsuler:

  • Diagnosis medis dari dokter di negara asal yang menjelaskan kondisi penyakit serta alasan mengapa pemohon membutuhkan perawatan di Amerika Serikat.

  • Surat dari dokter atau fasilitas medis di Amerika Serikat yang menyatakan kesediaan untuk menangani kondisi medis tersebut serta menjelaskan perkiraan lama perawatan dan biaya perawatan, termasuk biaya dokter, biaya rawat inap, dan seluruh biaya lain yang berhubungan dengan perawatan medis.

  • Pernyataan tanggung jawab finansial dari individu atau organisasi yang akan membayar biaya transportasi, perawatan medis dan biaya hidup pemohon. Individu yang menjamin pembayaran biaya-biaya tersebut harus memberikan bukti kemampuan finansial, biasanya berupa rekening bank atau bukti penghasilan/tabungan lainnya, maupun salinan resmi laporan pajak penghasilan.


Langkah 2
Mengisi Formulir DS-160

Setelah menentukan jenis visa yang akan diajukan, langkah berikutnya adalah mengisi Formulir DS-160 (Online Nonimmigrant Visa Application) secara online. Formulir ini merupakan formulir utama untuk pengajuan visa non-imigran Amerika Serikat, termasuk Visa B1/B2 untuk tujuan wisata/bisnis. Baca Panduan pengisian Formulir DS 1-60 dengan teliti dan hati-hati.

Halaman untuk mengisi Formulir DS-160

Panduan Pengisian Formulir DS-160 adalah seperti ini:

Lengkapi dan kirimkan Formulir DS-160 setelah membaca dan memahami proses pengajuan visa non-imigran. Kita harus mengirimkan aplikasi DS-160 secara online sebelum membuat jadwal wawancara di Kedutaan Besar atau Konsulat Amerika Serikat.

Lokasi wawancara (Jakarta atau Surabaya) yang kita pilih pada awal pengisian Formulir DS-160 harus sama dengan lokasi tempat kita menjadwalkan wawancara.

Semua pertanyaan harus dijawab dalam Bahasa Inggris dan hanya menggunakan karakter/huruf Bahasa Inggris, kecuali ketika kita diminta untuk menuliskan nama lengkap menggunakan alfabet asli (native alphabet).

Ketika mengisi kolom “sex” pada DS-160, pilih jenis kelamin saat lahir, yaitu male (laki-laki) atau female (perempuan). Secara umum, pilihan ini akan sama dengan jenis kelamin yang tercantum pada paspor. Namun, apabila paspor mencantumkan identitas gender, tidak mencantumkan jenis kelamin, atau mencantumkan “X”/unspecified pada kolom “sex”/“gender”, kita tetap harus memilih jenis kelamin saat lahir.

Apabila kita berhenti mengerjakan aplikasi selama lebih dari 20 menit, sesi pengisian akan berakhir (expire). Kita harus memulai kembali dari awal, kecuali sebelumnya sudah mencatat Application ID Number atau sudah menyimpan aplikasi ke dalam file di komputer. Karena itu, catat Application ID yang ditampilkan di sudut kanan atas halaman. Jika kita perlu menutup browser sebelum aplikasi dikirimkan (submit), Application ID tersebut akan diperlukan untuk melanjutkan kembali pengisian aplikasi.

Setelah Formulir DS-160 selesai diisi dan dikirimkan, sistem akan menghasilkan halaman konfirmasi yang dilengkapi barcode alfanumerik (alpha-numeric barcode confirmation page). Cetak halaman tersebut. Halaman konfirmasi yang sudah dicetak wajib dibawa saat wawancara di Kedutaan Besar/Konsulat Amerika Serikat.

Setelah mencetak barcode confirmation page, tekan tombol “Back” pada browser, kemudian kirimkan (email) salinan cadangan DS-160 kepada diri sendiri. File yang dikirim melalui email tersebut akan berbentuk PDF, sehingga memerlukan Adobe Acrobat untuk dibuka atau dicetak.

****

Pengisian DS-160 harus dilakukan dengan teliti, lengkap dan sesuai kondisi sebenarnya, karena informasi di dalam formulir inilah yang nantinya menjadi salah satu dasar petugas konsuler ketika memproses aplikasi dan melakukan wawancara. Di dalamnya kita akan diminta mengisi berbagai informasi seperti data pribadi, informasi paspor, tujuan dan rencana perjalanan ke Amerika Serikat, pekerjaan atau pendidikan, riwayat perjalanan, informasi keluarga, kontak di Amerika Serikat, beberapa pertanyaan keamanan, serta informasi lainnya yang berkaitan dengan pengajuan visa.

Luangkan waktu untuk mengisinya dan jangan asal cepat selesai. Pastikan semua informasi sudah benar sebelum melakukan submit. Sesuai petunjuk resmi yang berlaku saat ini, setelah DS-160 dikirim (submitted), kita tidak bisa begitu saja kembali ke formulir tersebut untuk mengubah jawabannya. Kalau ternyata ada kesalahan yang perlu diperbaiki, prosedurnya dapat mengharuskan kita membuat DS-160 baru dan memastikan nomor konfirmasinya sesuai dengan aplikasi/appointment kita.

Setelah selesai dan berhasil submit, kita akan mendapatkan DS-160 Confirmation Page yang dilengkapi nomor/barcode DS-160. Simpan halaman ini baik-baik karena nomor DS-160 tersebut akan dibutuhkan untuk membuat atau menjadwalkan appointment wawancara visa. Confirmation page ini juga perlu dipersiapkan sesuai instruksi untuk proses visa selanjutnya.

Jangan lupa simpan Application ID sejak awal mengisi DS-160, serta jawaban security question-nya. Ini penting karena pengisian DS-160 lumayan panjang dan kita nggak harus menyelesaikan semuanya dalam sekali duduk. Dengan informasi tersebut kita bisa kembali melanjutkan aplikasi yang sebelumnya sudah disimpan.

Kalau sebelumnya pernah mengajukan Visa USA dan ditolak, situs resmi saat ini juga memberikan catatan bahwa untuk mengajukan kembali kita perlu mengisi DS-160 baru.

Formulir DS-160 diisi melalui Consular Electronic Application Center (CEAC).

Tips dariku: jangan menghafalkan jawaban berbeda khusus untuk wawancara. Isi DS-160 sesuai keadaan sebenarnya, kemudian sebelum hari wawancara baca kembali informasi yang kita masukkan supaya jawaban kita jujur dan konsisten dengan DS-160.


Langkah 3
Membayar Biaya Visa Anda

Setelah menentukan jenis visa yang tepat dan menyelesaikan pengisian Formulir DS-160, langkah berikutnya adalah membayar biaya aplikasi visa. Besarnya biaya tergantung pada jenis visa yang kita ajukan dan ditampilkan dalam Dolar Amerika Serikat (USD) serta mata uang lokal.

Sebelum melakukan pembayaran, kita perlu membuat profil pada Applicant Portal menggunakan username dan alamat email aktif yang belum pernah digunakan sebelumnya dalam sistem. Dari akun inilah nantinya kita melanjutkan proses pembayaran sampai membuat jadwal wawancara.

Perlu diingat bahwa Consular Application Fee bersifat non-refundable dan non-transferable. Artinya, biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan dan tidak dapat dialihkan kepada orang lain, terlepas dari apakah visa kita nantinya diterbitkan atau ditolak.

Pada umumnya setiap pemohon visa, termasuk anak-anak, wajib membayar biaya aplikasi ini. Namun terdapat beberapa pengecualian. Misalnya, pemohon Visa A atau G untuk perjalanan resmi serta pemohon Visa J yang mengikuti program yang disponsori Pemerintah Amerika Serikat dalam kondisi tertentu tidak perlu membayar Consular Fee.

Ada pula orang-orang yang mungkin tidak perlu mengajukan visa sama sekali, misalnya sudah mempunyai Visa Amerika Serikat yang masih berlaku dan sesuai dengan tujuan perjalanannya, warga negara dari negara peserta Visa Waiver Program yang memenuhi persyaratan program tersebut, serta dalam kondisi tertentu warga negara Kanada atau Bermuda—dengan pengecualian kategori Visa A, E, G, K atau V sebagaimana dijelaskan dalam ketentuan resmi.

Untuk kita yang mengajukan Visa B1/B2 dengan paspor Indonesia, biaya aplikasi B1/B2 yang tercantum saat ini adalah US$185, yang dibayarkan dalam nilai Rupiah sesuai Consular Exchange Rate yang ditetapkan U.S. Department of State. Karena kurs konsuler dan ketentuan pembayaran dapat berubah, jangan menghitung sendiri US$185 menggunakan kurs Google atau kurs bank hari itu. Ikuti nominal Rupiah yang muncul pada sistem ketika melakukan pembayaran.


1) Biaya Visa Tidak Bisa Dikembalikan

Ini penting banget untuk dipahami sebelum membayar. Pembayaran biaya aplikasi bukan berarti visa kita pasti disetujui. Biaya tersebut adalah biaya untuk memproses aplikasi visa dan tidak akan dikembalikan apa pun hasil akhirnya. Kalau mengalami error ketika melakukan pembayaran atau merasa pembayaran gagal, jangan langsung melakukan pembayaran untuk kedua kalinya, karena pembayaran ganda tidak akan dikembalikan. Hubungi support center melalui alamat email yang tercantum pada website resmi agar pembayaran tersebut diperiksa terlebih dahulu.

Kita juga perlu membaca Terms and Conditions dan memahami bahwa ketersediaan jadwal wawancara bergantung pada slot yang tersedia dan mungkin terjadi keterlambatan. Melakukan dispute terhadap transaksi pembayaran juga dapat menyebabkan keterlambatan dalam kemampuan kita membuat jadwal wawancara.

Selain itu, terdapat batas berapa kali kita dapat melakukan reschedule appointment. Jadi tentukan jadwal dengan baik agar kita tidak sampai harus membayar biaya aplikasi baru.

Biaya konsuler yang telah dibayarkan dapat digunakan untuk membuat appointment dalam waktu satu tahun sejak tanggal pembayaran, atau mengikuti ketentuan perpanjangan masa berlaku biaya visa (Visa Fee Validity Extension) apabila terdapat kebijakan khusus akibat penghentian layanan visa rutin.

2) Pilihan Cara Pembayaran Visa di Indonesia:

Sesuai informasi yang tersedia pada sistem saat ini, pembayaran Consular Application Fee di Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa metode.

i) Electronic Funds Transfer (EFT)

Kita dapat membayar Consular Application Fee (biaya aplikasi visa) melalui transfer elektronik (EFT) menggunakan rekening bank dalam mata uang Rupiah Indonesia yang tersedia pada daftar di bawah. Bank yang kita gunakan mungkin akan mengenakan biaya tambahan untuk transaksi EFT. Jika kita mengajukan visa untuk beberapa anggota keluarga atau rombongan/grup, seluruh biaya aplikasi visa untuk para pemohon tersebut dapat dibayarkan sekaligus dalam satu kali transfer.

Proses pembayaran melalui sistem pada dasarnya sebagai berikut:

a) Buat profil pada Applicant Portal.
Masuk ke sistem aplikasi online dan buat profil terlebih dahulu. Pembayaran harus dilakukan melalui sistem aplikasi online tersebut agar nominal pembayaran yang benar dapat ditentukan dan pembayaran bisa diaktifkan dalam sistem secara tepat waktu.

b) Lanjutkan dan submit aplikasi pada sistem.
Baca setiap pertanyaan dengan teliti dan berikan jawaban yang sesuai.

c) Periksa jumlah pemohon dan biaya visa.
Ketika sampai pada pilihan pembayaran, pastikan jumlah dan nominal biaya visa sesuai dengan jumlah pemohon yang tercantum dalam profil serta kategori visa yang diajukan.

Nominal Rupiah didasarkan pada U.S. Consular Currency Exchange Rate yang ditentukan oleh U.S. Department of State. Jika membayar jumlah yang tidak sesuai dengan kategori visa, pemohon dapat mengalami pembatasan atau masalah ketika akan menjadwalkan wawancara.

d) Pilih metode pembayaran dan lakukan pembayaran.
Dengan melakukan pembayaran, kita menyetujui bahwa biaya tersebut tidak dapat dikembalikan dan merupakan bagian dari proses aplikasi. Pembayaran tidak menciptakan kontrak dengan pemohon dan tidak menjamin aplikasi visa akan berhasil. Tidak ada pengembalian dana terlepas dari hasil aplikasi.

e) Simpan Payment Reference/Receipt Number.
Setelah melakukan pembayaran, simpan nomor referensi pembayaran dengan baik. Menurut petunjuk pada halaman tersebut, jika nomor ini hilang, nomor tersebut tidak dapat diganti. Nomor referensi/receipt diperlukan untuk membuat appointment.

f) Tunggu sampai pembayaran aktif.
Setelah receipt number aktif, kita dapat kembali masuk ke akun dan melanjutkan proses penjadwalan appointment secara online.

ii) Pembayaran Tunai di Indomaret

Selain melalui EFT, biaya aplikasi Visa Non-Imigran di Indonesia saat ini juga dapat dibayar secara tunai di Indomaret. Untuk menggunakan metode ini, kita perlu mencetak deposit slip yang tersedia pada tahapan aplikasi, tepatnya pada bagian Instructions to Pay Your Visa Fee, kemudian membawa deposit slip tersebut ketika melakukan pembayaran di kasir Indomaret.

Perhatikan tanggal kedaluwarsa (expiration date) deposit slip. Kalau sudah mencetak deposit slip tetapi tidak sempat membayar sampai tanggal berlakunya habis, jangan menggunakan slip yang lama. Login kembali ke profil untuk mendapatkan deposit slip yang baru. Kasir Indomaret tidak akan menerima pembayaran menggunakan deposit slip yang sudah kedaluwarsa.

Pastikan juga petugas kasir memasukkan Payment Reference Number yang tercantum pada deposit kita.

iii) Pembayaran dengan Kartu Kredit/Debit Mastercard dalam Dolar AS

Sistem juga mencantumkan pilihan pembayaran menggunakan kartu kredit/debit Mastercard dalam Dolar Amerika Serikat (USD). Metode pembayaran ini dapat dikenai biaya tambahan (charges may apply).

3) Kapan Bisa Membuat Jadwal Wawancara?

Setelah pembayaran selesai, kita belum tentu bisa langsung membuat appointment pada detik itu juga. Kita baru dapat melanjutkan penjadwalan setelah receipt pembayaran diaktifkan dalam sistem.

Menurut petunjuk saat ini, proses tersebut dapat membutuhkan waktu hingga satu hari kerja setelah pembayaran dilakukan. Yang dimaksud hari kerja adalah Senin sampai Jumat, tidak termasuk hari libur Amerika Serikat maupun hari libur Indonesia yang berlaku.

Setelah receipt aktif, login kembali ke akun dan kita bisa melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu menjadwalkan wawancara.


Langkah 4
Menjadwalkan Wawancara (Schedule your Appointment)

Setelah pembayaran biaya visa berhasil dan receipt sudah aktif di dalam sistem, langkah selanjutnya adalah menjadwalkan wawancara visa. Pastikan menyimpan Payment Reference/Receipt Number yang diperoleh saat melakukan pembayaran karena nomor tersebut diperlukan untuk membuat appointment. Setelah pembayaran teraktivasi, kita dapat kembali masuk ke akun pada Applicant Portal untuk menjadwalkan wawancara.

Pemohon Visa Amerika Serikat pada umumnya diwajibkan hadir secara langsung untuk wawancara di Kedutaan Besar atau Konsulat Amerika Serikat, kecuali pemohon tertentu yang memenuhi ketentuan pengecualian wawancara (interview waiver). Appointment dapat dijadwalkan secara online melalui Applicant Portal. Sebelum mulai membuat jadwal, pastikan kita sudah menyiapkan beberapa informasi dan dokumen berikut:

  1. Paspor yang valid untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, dengan masa berlaku setidaknya enam bulan melebihi periode tinggal yang direncanakan di Amerika Serikat, kecuali terdapat pengecualian berdasarkan perjanjian khusus negara tertentu. Jika lebih dari satu orang tercantum dalam satu paspor, setiap orang yang membutuhkan visa tetap harus mengajukan aplikasi masing-masing.
  2. Bukti/receipt pembayaran Consular Application Fee yang sudah kita bayarkan pada langkah sebelumnya.
  3. DS-160 Confirmation Page, karena nomor konfirmasi DS-160 diperlukan dalam proses pembuatan appointment.
  4. Alamat email aktif.
  5. Dokumen tertentu sesuai dengan kategori visa yang diajukan, apabila memang diwajibkan untuk kategori visa tersebut.

Setelah seluruh informasi tersebut tersedia, kita bisa masuk ke akun pada Applicant Portal dan memilih tanggal serta waktu wawancara yang masih tersedia. Ikuti seluruh tahapan sampai appointment berhasil dikonfirmasi, kemudian simpan dan cetak Appointment Confirmation/Appointment Letter karena dokumen tersebut nantinya diperlukan dalam proses wawancara.

Jangan Lupa Siapkan Supporting Documents

Selain dokumen utama di atas, untuk menghadiri wawancara sebaiknya kita juga mulai menyiapkan dokumen-dokumen pendukung (supporting documents) yang sudah aku bahas pada Langkah 1.

Untuk pemohon B1/B2, dokumen tersebut dapat berupa bukti penghasilan, pembayaran pajak, kepemilikan usaha/properti atau aset, travel itinerary, surat keterangan kerja, slip gaji, maupun dokumen lain yang relevan dengan kondisi masing-masing pemohon. Pelajar/mahasiswa, pemilik usaha, pekerja, orang yang akan mengunjungi kerabat, maupun pemohon yang pernah berkunjung ke Amerika Serikat sebelumnya dapat mempunyai dokumen pendukung yang berbeda-beda.

Perlu diingat, supporting documents bukan jaminan visa akan disetujui. Petugas konsuler menilai setiap aplikasi secara individual dan dokumen hanyalah salah satu faktor yang dipertimbangkan. Jangan pernah membuat atau membawa dokumen palsu hanya agar aplikasi terlihat lebih meyakinkan.

Jangan Terlalu Sering Mengubah Jadwal

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan: jumlah perubahan atau reschedule appointment dibatasi. Karena itu, pilih tanggal wawancara yang memang kemungkinan besar bisa kita hadiri.

Jangan asal mengambil tanggal kemudian berkali-kali menggantinya, karena jika melewati batas perubahan appointment yang diperbolehkan, kita dapat diwajibkan membayar biaya aplikasi visa lagi untuk membuat appointment baru.

Setelah appointment berhasil dibuat, tahap berikutnya tinggal mempersiapkan diri dan datang sesuai jadwal untuk Langkah 5 — Menghadiri Wawancara Visa (Attend Your Interview).

Langkah 5

Menghadiri Wawancara

Pada tanggal yang sudah dijadwalkan, datanglah ke Kedutaan Besar atau Konsulat Amerika Serikat sesuai lokasi, tanggal dan jam yang tercantum pada Appointment Confirmation. Jangan sampai salah lokasi, terutama karena saat mengisi DS-160 kita juga sudah menentukan lokasi wawancara, misalnya Jakarta atau Surabaya.

Lokasi US Embassy di Indonesia

Sebelum berangkat, cek kembali instruksi yang tercantum pada appointment dan siapkan seluruh dokumen yang diperlukan. Bawa paspor asli, DS-160 Confirmation Page, Appointment Confirmation/Appointment Letter, serta dokumen lain yang dipersyaratkan untuk kategori visa kita. Sebaiknya semua dokumen sudah dicetak dan ditata rapi supaya gampang dicari ketika dibutuhkan.

Jangan lupa membawa juga supporting documents yang sudah kita persiapkan sebelumnya, misalnya bukti pekerjaan atau usaha, bukti penghasilan dan finansial, travel itinerary, serta dokumen pendukung lainnya yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Belum tentu semuanya akan diminta—bahkan dalam pengalamanku dulu hampir nggak ada dokumen tambahan yang dilihat—tetapi lebih baik dibawa untuk berjaga-jaga apabila petugas konsuler memerlukannya.

Perhatikan juga ketentuan keamanan dan barang yang boleh maupun tidak boleh dibawa masuk ke Kedutaan/Konsulat, karena peraturannya dapat berubah. Sebelum hari wawancara, cek kembali petunjuk terbaru yang diberikan pada appointment atau website resmi.

Saat wawancara, jawab pertanyaan petugas dengan jujur, jelas, singkat dan konsisten dengan informasi yang sudah kita tuliskan pada DS-160. Nggak perlu menghafalkan jawaban atau memberikan penjelasan panjang kalau tidak ditanya. Intinya, pahami perjalanan kita sendiri: mau ke mana, untuk apa, berapa lama, siapa yang membiayai, serta kondisi pekerjaan dan kehidupan kita di Indonesia.

Setelah proses wawancara selesai, petugas konsuler akan memberikan informasi mengenai status atau langkah selanjutnya dari aplikasi visa kita.


Langkah 6

Melacak Paspor (Track Your Passport)

Tahap terakhir adalah memantau status aplikasi visa dan paspor kita. Jika aplikasi visa disetujui, paspor akan diproses untuk penempelan/penerbitan visa dan setelah selesai dapat diambil di lokasi pengambilan (pickup location) yang sebelumnya kita pilih ketika membuat appointment.

Ketika paspor sudah tersedia di lokasi tersebut, kita akan menerima email dan SMS yang memberitahukan bahwa status paspor sudah “Ready for Pick Up”. Jadi nggak perlu bolak-balik datang ke tempat pengambilan untuk mengecek apakah paspor sudah selesai atau belum.

Sambil menunggu, status aplikasi Visa Non-Imigran juga dapat dicek secara online. Untuk melakukan pengecekan, kita perlu memasukkan lokasi wawancara serta nomor barcode DS-160. Dari sini kita bisa memantau perkembangan status aplikasi visa.


Kalau diperlukan, berdasarkan informasi yang tercantum pada halaman resmi saat ini, kita juga dapat melakukan pengecekan atau meminta informasi mengenai paspor melalui layanan telepon yang disediakan.

Jangan langsung datang mengambil paspor sebelum menerima pemberitahuan bahwa paspor sudah “Ready for Pick Up”. Waktu pemrosesan setiap aplikasi bisa berbeda-beda, sehingga pengalaman orang lain yang paspornya selesai dalam beberapa hari belum tentu sama dengan aplikasi kita.

Setelah paspor diterima, langsung periksa visa yang tertempel di dalamnya. Pastikan nama, nomor paspor, tanggal lahir, jenis visa dan informasi lainnya sudah benar. Untuk Visa B1/B2 pemegang paspor Indonesia, perhatikan juga bagian Entries dan Expiration Date pada visa.

Dan satu hal yang penting: visa yang sudah terbit belum otomatis menjamin kita pasti diizinkan masuk ke Amerika Serikat. Visa memungkinkan kita melakukan perjalanan ke port of entry AS dan meminta izin masuk; keputusan mengenai penerimaan serta lama masa tinggal ditentukan oleh petugas U.S. Customs and Border Protection ketika kita tiba di Amerika Serikat.

****

Pengalaman Pribadiku

Sampai tahap ini, selesai sudah enam tahapan umum pengajuan Visa Non-Imigran USA. Selanjutnya aku akan masuk ke bagian yang menurutku paling menarik yaitu pengalaman pribadiku menghadapi wawancara Visa USA di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya pada September 2017. Setelah selesai mengisi formulir DS-160, membayar biaya pengajuan visa dan menjadwalkan wawancara, aku menyiapkan syarat wajib dan tambahan yang kubawa ke Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya sebagai berikut:

Syarat wajib yang kusiapkan:
1. Konfirmasi jadwal wawancara visa
2. Halaman konfirmasi DS 160 dengan barcode yg terbaca jelas
3. Paspor yang masih berlaku setidaknya 6 bulan
4. Bukti pembayaran dari CIMB Niaga
5. 1 lembar foto background putih ukuran 5*5 cm
Syarat tambahan:
1. Reservasi tiket pesawat PP jakarta-honolulu (dari Korean Airlines). Reservasi ini bisa bertahan 3-4 hari dan otomatis akan batal jika tidak dibayar.
2. Booking hostel selama di Hawai'i (via booking.com)
3. Itinerary singkat perjalanan beserta tempat yang dikunjungi
4. Fotocopy paspor dan KTP
5. Surat pernyataan bank tentang status rekening yang masih aktif
6. Buku rekening asli dengan saldo secukupnya
7. Surat keterangan kerja beserta slip gaji 3 bulan terakhir
8. Surat keterangan kerja di laundry (kebetulan pnya usaha laundry, tp disini aku buat aku sebagai manajernya temenku yang direktur utama) + slip gaji 3 bulan terakhir. Bingung kalau nulis pemilik soalnya baru laundry kecil gak ada buktinya selain foto.

Sebenarnya aku juga punya kerjaan freelance lain, cuma gak aku masukkan karena terlalu banyak dan ribet takutnya malah dicurigai. Padahal ini justru penghasilan utamaku. Total gaji di kerjaan kantor sama di laundry aku buat 6.5 juta/bulan.

Jadi ceritanya aku apply visa ini benar-benar nothing to lose. Pasrah. Berserah pada yang diatas. Bermodal tiket promo airasia Kuala lumpur-Honolulu PP senilai 2.7 juta yang sudah issued, mimpi yang sudah diangan-angan, perjalananku dimulai.

****

Aku mendapat jadwal wawancara hari Senin, 11 September 2017 jam 09.15. Pagi itu aku berangkat agak mepet karena jam 8 masih harus mengambil surat pernyataan dari bank yang dijanjikan selesai hari itu. Setelah urusan bank beres, aku langsung naik Gojek menuju Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Sambikerep. Karena waktunya udah mepet, abang Gojeknya sampai aku suruh ngebut, wkwkwk. FYI, waktu itu Konjen nggak menyediakan tempat parkir. Jadi kalau bawa motor sendiri, terpaksa parkir di pinggir jalan depan Konjen dan nggak ada yang jaga. Urutannya begini:

1) Sebelum masuk ada proses screening dulu oleh seorang polisi. Aku diminta menunjukkan paspor dan KTP. Waktu itu nggak ada antrean sama sekali.

2) Setelahnya aku disuruh menunggu sebentar di luar pintu yang luar biasa tebal dan berat. Sekitar lima menit kemudian baru dipersilakan masuk dan melewati screening barang bawaan. Di sini KTP dan HP wajib dititipkan, kemudian ditukar dengan kartu visitor. Berkas-berkas untuk pengajuan visa tetap boleh dibawa masuk.

3) Setelah itu aku menunggu lagi di sebuah ruangan outdoor sampai mendapat giliran masuk ke ruangan berikutnya untuk verifikasi berkas, pengambilan sidik jari dan wawancara. Setiap pintu dijaga polisi yang ramah tapi tegas.

4) Begitu masuk, pertama aku maju ke loket untuk verifikasi halaman konfirmasi DS-160 sekaligus menyerahkan paspor. Setelah itu pindah ke loket sebelah untuk pengambilan sidik jari 10 jari.

5) Selesai urusan sidik jari, tinggal menunggu bagian paling mendebarkan: wawancara. Penentuan nasib, wkwkwk. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya tibalah giliranku. Aku memilih wawancara menggunakan Bahasa Indonesia.

B = petugas konsuler US (bule lelaki)

A= Aku

B: ke amerika mau apa?
A: traveling ke hawaii, ke oahu sm kauai island
B: owh ke hawaii, kamu udah sering ke luar negeri ya (sambil bolak balik pasporku)
Fyi di pasporku udh ada visa nepal, china, schengen, turkey, etv india, vietnam, malaysia, singapur
A: ya lumayan
B: ni ke eropa kemana aja?
A: ke xx, yy,zz
B: oke kamu pergi sama teman ya (sambil lihat Ds 160 ku d komputer). Dia sudah pnya visa?
A: belum punya
B: kamu ada teman orang amrik?
A: tidak ada.
B: jadi temanmu ini (nyebut nama) orang Indonesia?
Fyi kebetulan nama temanku emang agak kebule2an
A: betul sekali
B: kamu kerja dimana?
A: xxxx. Di xxyyzz.
B: udah berapa taun?
A: 3 tahun
B: sebagai apa?
A: staf xxyyzz
B: tidak ad yg spesifik? Hanya staf xxyyzz?
A: hmm saya bertanggung jawab atas wilayah aa dan bb
B: ok. Kamu hanya mau ke hawaii?
A: iya
B: dari kapan sampai kapan?
A: 18-23 September.
B: oke selamat visamu disetujui bisa diambil dlm 5hari kerja
A: terimaksih bapak, eh.... mister. Bisakah sy ambil besok? Sy akan ambil disini visanya (soalnya ndengerin orang yg diwawancara sblm aku, dy bs lgs ambil visanya besoknya)
B: bisa tp jam 14.00 ya. Sambil memberi kartu kuning dan catatan kecil.

Gak ditanya syarat tambahan sama sekali. Semua dokumen yang udah aku persiapkan dan bawa kemana-mana itu akhirnya nggak dikeluarin sama sekali. Dan setahuku, yang wawancara hari itu granted semua. Aku bisa tau karena kita berjajar mengantri di belakang. Entah memang aplikasinya pada meyakinkan atau Pak Konsularnya lagi baik mood-nya, hehehe.

Begitu dengar kalimat “Selamat, visa kamu disetujui”, rasanya lega luar biasa. Kayak beban yang dari tadi dibawa langsung plong seketika. Seneng, terharu, rasanya pengen nyengir lebar-lebar karena akhirnya mimpi ke Hawai'i tinggal selangkah lagi. Tapi ya masa jingkrak-jingkrak di depan loket, jadi harus tetap stay cool. Cuma bilang terima kasih sambil dalam hati: YESSSS!!! HAWAI'I, I'M COMING!!! Wkwkwk.

Tapi sebelum pergi, aku sempat memberanikan diri bertanya ke Bapak Konsular apakah paspor dan visaku bisa diambil besok. Soalnya aku dengar cewek yang wawancara tepat di depanku tadi juga meminta hal yang sama dan ternyata dibolehkan.

FYI, aku memang agak kepepet. Keberangkatanku ke Hawai'i tanggal 18 September, which is... TINGGAL SEMINGGU LAGI! Kalau mengikuti prosedur biasa, paspor dan visa akan dikirimkan lewat pos. Jujur aku takut banget kalau pengirimannya telat, nyangkut atau malah ketlingsut entah ke mana. Tiket pesawat udah issued, visa udah granted, jangan sampai malah gagal berangkat gara-gara paspornya belum sampai. Huaahhh...

“Bisa, besok setelah jam 2 ya,” kata Bapak Konsular sambil menyerahkan catatan kecil di kertas kuning.

Huaaaahhh... LEGA KEDUA. 😭😂

Udah, urusan visa selesai. Visa granted, tiket promo udah di tangan, tinggal satu perjuangan terakhir: gimana caranya dapat izin dari kantor. Atau... resign aja sekalian? Wkwkwk.

We'll see.......