Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

Tampilkan postingan dengan label Geologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geologi. Tampilkan semua postingan

11.19.2016

Serangan Beruang (Bagaimana Untuk Menghindari Mereka dan Apa yang Harus Dilakukan Ketika Kita Diserang)

SUMBER MATERI : Artikel ini merupakan terjemahan Bahasa Indonesia dengan sedikit perubahan dan tambahan gambar. Baca artikel aslinya disini: BEAR ATTACKS: How to Avoid Them and What to do if Attacked

Peta persebaran geografis beruang di Amerika Utara (SUMBER)

Serangan beruang memang bukan hal umum terjadi pada manusia, namun faktanya akhir-akhir ini serangan beruang menjadi lebih banyak dibandingkan masa lalu. Alasan peningkatan serangan ini adalah karena perpindahan manusia ke area pedalaman dimana para beruang tersebut hidup. Alasan lainnya adalah semakin banyak manusia yang melakukan kegiatan alam seperti berkemah dan naik bukit/gunung di area beruang hidup.

Pengetahuan yang cukup adalah salah satu kunci untuk mengurangi kemungkinan anda akan diserang beruang, dan bisa membantu anda bertahan jika anda diserang. Hal-hal penting yang harus diketahui meliputi: persebaran geografis spesies beruang; bagaimana cara mengidentifikasi beruang; bagaimana cara menghindari pertemuan dengan beruang; apa yang harus dilakukan saat bertemu beruang dan apa yang harus dilakukan saat anda diserang. Dengan mengetahui informasi ini dan mempraktekkannya mungkin bisa menyelamatkan hidup anda.

Beruang dan Persebaran Geografisnya
Di Amerika Utara ada tiga tipe beruang yakni beruang hitam, beruang grizzly (juga disebut sebagai beruang coklat di daerah pesisir Alaska dan Kanada), serta beruang kutub. Beruang kutub dianggap merupakan jenis yang paling berbahaya intuk manusia, diikuti oleh beruang grizzly, kemudian beruang hitam. Beruang hitam mempunyai persebaran geografis paling luas, bisa ditemukan di sepanjang Kanada, Alaska, bagian barat dan timur Amerika Serikat dengan sebagian kecil dari habitatnya juga tersebar di bagian tengah dan selatan tengah Amerika Serikat. Beruang grizzly bisa ditemukan di Washington, Montana, Wyoming, Idaho, Alaska, dan bagian barat Kanada. Beruang Kutub, seperti namanya, hanya akan ditemukan di daerah kutub utara dari Kanada, Alaska, Rusia, dan semua Greenland.
Beruang Hitam (SUMBER)

Beruang Grizzly, perhatikan punuk otot pada bahu depannya untuk membedakan dengan beruang hitam (SUMBER)

Beruang Kutub (SUMBER)

Persebaran geografis ketiga jenis beruang tersebut terlihat memiliki tumpang tindih. Beruang hitam dan beruang grizzly keduanya bisa ditemukan di Montana, Alaska dan bagian barat Kanada. Terdapat beberapa area-area kecil di Alaska dan Kanada dimana ketiga jenis beruang dapat ditemukan.

Mengidentifikasi Beruang
Warna putih dari beruang kutub membuat mereka mudah untuk dikenali. Namun, diperlukan sedikit pengetahuan untuk membedakan beruang grizzly dengan beruang hitam. Mampu membedakan kedua jenis beruang tersebut sangat penting jika anda berada di area dimana kedua jenis beruang tersebut hidup.

Warna bulu tidak selalu 100% efektif untuk mengidentifikasi spesies beruang, seperti beruang hitam tidak selalu mempunyai bulu hitam. Kedua jenis beruang ini bisa memiliki warna coklat gelap yang sama sampai bulu coklat pirang untuk beruang grizzly.

Beruang hitam yang memiliki buku coklat gelap seperti beruang grizzly tetapi tidak mempunyai punuk (SUMBER)

Pada bagian punggung mereka diantara kedua bahu depan, beruang grizzly biasanya mempunyai semacam punuk otot (dimana beruang hitam tidak memilikinya). Karakteristik lain yang membedakan adalah ukuran. Seekor beruang grizzly umumnya satu setengah sampai dua kali lebih besar dari beruang hitam pada usia dan kelamin yang sama.
Jika anda mencari jejak beruang yang masih baru/segar, perhatikan tanda cakar untuk menentukan spesies. Beruang hitam memiliki cakar yang lebih pendek dan lebih melengkung dari beruang grizzly. Tidak peduli jenis spesies apa yang meninggalkan jejak, lanjutkan dengan hati-hati, seperti anda tahy, seekor beruang mungkin ada di dekat area itu.

Menghindari Pertemuan dengan Beruang
Cara satu-satunga untuk menjamin anda menghindar dari bertemu beruang adalah menjauh dari area-area dimana beruang hidup. Untuk beberapa orang hal ini tidak menjadi pilihan sebab mereka menyukai naik gunung, bersepeda di alam, berburu, berkemah, atau hanya berada di alam. Jika anda adalah geolog atau ilmuwan lingkungan, pekerjaan anda mungkin mengharuskan anda untuk berada di area tempat tinggal beruang. Jadi ketika anda harus berada di area tempat tinggal beruang, ini beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan pertemuan dengan beruang.

Ketika Naik Bukit/Gunung
Buat kehadiran anda diketahui ketika anda hiking. Jangan menjadi pejalan kaki yang terlalu diam dan menciptakan suasana sunyi. Jalanlah beramai-ramai, semakin banyak orang akan semakin meriah. Membuat kebisingan seperti berbicara atau menyanyi akan memberikan peringatan dini untuk beruang bahwa mereka tidak sendirian. Gangguan ini akan memungkinkan mereka ini berjalan menjauh dari kebisingan untuk menghindari pertemuan.
Waspadalah dengan tanda-tanda kehadiran beruang seperti cap jejak kaki ataupun bekas cakarang beruang. Jika mungkin, hindari daerah makan beruang seperti tempat tumbuhnya buah berry dan tepi sungai di mana beruang mungkin makan atau minum. Hiking pada tengah hari akan mengurangi kemungkinan bertemu dengan beruang, karena mereka kurang aktif pada saat itu.

Ketika Berkemah
Makanan adalah kemungkinan terbesar penyebab karena beruang memasuki area perkemahan anda. Asosiasi Konservasi Taman Nasional menyarankan anda untuk mengantongi ganda dan menggantung makanan Anda minimum pada jarak 14 kaki di atas tanah dan setidaknya 4 kaki dari batang pohon. Jika Anda tidak memiliki tempat untuk menggantung makanan Anda, Anda bisa menempatkannya di wadah plastik sealable. Jika Anda menggunakan kontainer, itu adalah ide yang baik untuk meletakkan makanan di dalam mobil anda.

Jangan letakkan tenda anda di dekat tempat gantungan makanan atau mobil dimana makanan disimpan. Bau makanan tersebut masih bisa menarik perhatian beruang, jika itu terjadi, anda harus memastikan bau makanan tersebut mempunyai jarak yang cukup aman dari tenda. Jarak yang disarankan adalah 100 yards (91,44 meter). Jika jarak tersebut tidak mungkin dibuat (karena area yang tidak mencapai 100 yards), buat jarak antara tenda dan tempat penyimpanan makanan anda, atau tempat anda makan, sejauh mungkin.  Makanan pembungkus, sisa makanan dan piring kotor juga dapat menyebabkan aroma makanan di udara. Jangan menyimpannya di dekat tenda.

Anda juga harus menempatkan tenda di area dimana anda akan memiliki visibilitas yang baik. Hindari menempatkan tenda di semak belukar,karena Anda tidak akan dapat melihat beruang mendekat.

Pertemuan Jarak Jauh dengan Beruang
Jika Anda melihat beruang di kejauhan segeralah kembali menjauh, setidaknya beberapa ratus yards (beberapa ratus meter) dan temukanlah rute lain. Jika rute lain tidak tersedia, tunggu 20 sampai 30 menit sebelum kembali menyusuri jalan setapak. Ketika kembali menyusuri jalan setapak, pastikan membuat kebisingan untuk peringatan dini kepada beruang tentang kehadiran anda.Hal ini akan memungkinkan beruang untuk tahu bahwa Anda datang dan tidak membuat mereka takut sehingga membuatnya bersiaga ke modus serangan. Hal ini juga akan memberinya cukup waktu untuk keluar dari jalan Anda.

Pertemuan Jarak Dekat dengan Beruang
Pertemuan jarak dekat adalah ketika Anda menemukan beruang cukup dekat sehingga mengakibatkan baik jantung anda maupun beruang berdetak dengan sangat cepat. Disini, kemampuan untuk mengidentifikasi beruang sangat berguna - karena diperlukan jenis tindakan yang berbeda pula untuk jenis beruang.

Jika anda bertemu dengan beruang hitam saat anda menyusuri rute pendakian, anda harus berhenti, tetap berdiri di atas tanah dan menilai situasi. Jika beruang tidak langsung datang ke arah Anda, langkah terbaik adalah perlahan-lahan mundur sementara mengawasi beruang untuk memastikan itu tidak mengikuti Anda. Jika beruang hitam mulai datang ke arah Anda, buat diri anda sebesar mungkin dan dengan suara keras suruh beruang pergi. Jika beruang terus datang pada Anda, gunakan semprotan beruang Anda ketika ia sudah berjarak sekitar 20-30 kaki (sekitar 6-9 meter) untuk mencegahnya semakin datang mendekat.

Video cara menggunakan semprotan beruang (SUMBER)

Dalam kasus terjadi pertemuan dekat di area perkemahan anda dan Anda tahu itu adalah beruang hitam, coba yakinkan beruang untuk pergi. Setelah Anda tahu beruang itu memiliki jalur pelarian yang jelas di mana ia tidak akan menemui manusia lainnya, berdiri tegak dan melihat beruang sambil berkata "Pergi dari sini beruang" dengan suara keras. Terus melakukan ini sampai beruang pergi. Jangan berteriak seperti orang panik, karena hal ini bisa menakut-nakuti beruang dan menyebabkan serangan. Ambil semprotan beruang atau tongkat yang kuat dalam kasus beruang sudah dalam jarak terlalu dekat dengan anda. Ini akan mencegah beruang dari serangan yang sebenarnya.

Jika Anda bertemu jarak dekat dengan beruang grizzly, ingat bahwa mereka jauh lebih agresif dari beruang hitam dan lebih sulit untuk mencegah. Berdiri diam, jaga mata anda tetap memandang beruang dan tunggu reaksinya. Jika grizzly datang terlalu dekat, Anda dapat mencoba semprotan beruang ntuk menghentikannya dari membuat kontak dengan Anda. Jika beruang tetap menjaga jarak, secara perlahan berjalanlah mundur darinya sementara mata anda tetap memandang beruang. Ingatlah untuk tidak pernah berpaling atau lari dari beruang.

Serangan: Kontak Fisik
National Park Service membagi serangan beruang menjadi dua kelompok yakni 1) serangan defensif dan 2)serangan predator. Belajar bagaimana mengenali jenis serangan apa yang terjadi akan memungkinkan Anda secara tepat menghadapi serangan ini. Jangan pernah lari ketika beruang sedang dalam modus serangan, karena mereka jauh lebih cepat dari anda. Selain itu, mereka melihat respon cepat dari anda sebagai hewan yang melarikan diri dan akan mengejar anda.

Kebanyakan serangan beruang adalah serangan defensif. Mereka disebut serangan defensif karena beruang umumnya tertangkap basah oleh kehadiran manusia. Dengan kejutan seperti itu, insting mereka bereaksi untuk melindungi diri mereka, anak-anak mereka dan makanan mereka. Serangan predator jarang dilakukan oleh beruang grizzly ataupun beruang hitam. Beruang kutub, pada sisi lain, telah dikenal bisa melacak dan menyerang manusia.

Melindungi Diri Anda dari Serangan Defensif
Serangan defensif adalah jenis serangan yang paling umum dari beruang. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika serangan beruang berupa serangan defensif. Beberapa tindakan beruang yang umum adalah serbuan lompatan, gerakan serbuan palsu menuju ke arah anda, melakukan gerakan tamparan pada tanah, mengeletakkan gigi dan menunjukkan ekspresi kemarahan. Ini adalah cara beruang mengatakan, "Saya tidak tahu anda atau apa yang Anda lakukan di sini tapi Anda tidak diterima." Kadang-kadang beruang akan berdiri di atas kaki belakangnya untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik dari anda dan bau yang lebih jelas untuk menentukan apakah anda ancaman bagi mereka. Jika beruang tidak menyerang setelah gerakan ini, perlahan-lahan mundur sambil menghadap beruang. Jangan mengubah posisi tubuh membelakangi beruang atau lari dari beruang yang ketakutan.

Jika beruang membuat kontak fisik dengan Anda dalam serangan defensif, yang terbaik adalah untuk bermain mati dalam upaya untuk meredakan situasi. Sementara di tanah berbaringlah telungkup sembari jari-jari anda saling bertautan di atas leher dan menyebar siku dan kaki sehingga lebih sulit bagi beruang untuk menggulung dan membanting anda lebih lanjut; atau meringkuk dengan posisi seperti janin dengan jari-jari anda saling bertautan di atas leher anda.

Dalam serangan defensif, beruang tidak berniat untuk memakan anda - dia hanya mencoba untuk menghilangkan ancaman tersebut. Umumnya, setelah beruang yakin bahwa ancaman tersebut telah dieliminasi, dia akan pergi. Terus berbaring di tanah selama setidaknya 20-30 menit untuk memastikan beruang tersebut tidak mengintai di sekitar anda. Jika serangan terus terjadi dan anda merasa beruang tidak akan pernah meninggalkan anda, melawan dengan senjata mungkin merupakan pilihan terakhir. Gunakan semprotan beruang jika anda belum menggunakannya untuk mencegah dari serangan. Biasanya batu dan tongkat adalah satu-satunya senjata yang tersedia, jadi pastikan untuk membidik wajah. Berkonsentrasilah membidik pada titik-titik sensitif seperti hidung dan mata.

Melindungi Diri Selama Serangan Predator
Dalam serangan predator beruang bermaksud untuk menjadikan anda sebagai makan malam. Lakukan hal apapun yang bisa diakukan untuk mencegah anda menjadi makanan beruang berikutnya. Jika anda memiliki pistol, gunakan itu. Jika anda memiliki semprotan beruang, gunakan itu. Jika anda hanya memiliki tongkat dan batu, tujuan pada daerah-daerah yang paling sensitif (biasanya di area wajah seperti hidung dan mata). Dalam serangan predator masalah hidup dan mati sangat dekat, sehingga lakukan segala kemungkinan untuk menyelamatkan hidup anda.

 Melakukan apapun yang diperlukan untuk tidak menjadi makan berikutnya. Jika Anda memiliki pistol, menggunakannya. Jika Anda memiliki menanggung semprot, menggunakannya. Jika Anda hanya memiliki tongkat dan batu, bertujuan untuk daerah yang paling sensitif. Daerah-daerah tersebut akan di wajah, fokus terutama pada hidung dan mata. Dalam serangan predator itu adalah masalah hidup dan mati, sehingga melakukan segala kemungkinan untuk menyelamatkan hidup Anda.

Lindungi Diri dengan Pengetahuan
Mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menghindari pertemuan dengan beruang dan apa yang harus dilakukan jika Anda bertemu tatap muka dengan beruang adalah cara terbaik untuk aman.

Lahirnya Ilmu Geologi Modern di Siccar Point, Skotlandia

Ketidakselarasan menyudut pada Siccar Point, Skotlandia (SUMBER)

Foto ini sangat terkenal karena ilmu Geologi modern lahir dari sini. Ya, ini adalah singkapan batuan yang terkenal dengan sebutan "Siccar Point" yang terletak di Skotlandia. Siccar point ini berupa batuan sedimen berlapis yang pada bagian bawah kemiringan batuannya (dipsudah hampir tegak (90 derajat), sedangkan batuan sedimen pada bagian atasnya meskipun secara fisik karakteristiknya hampir sama dengan bagian bawah, namun kemiringannya belum terlalu besar. Kedua batuan sedimen dengan kemiringan berbeda ini membentuk hubungan ketidakselarasan menyudut (angular unconformity).

Singkapan ini awalnya belum terkenal sampai ditemukan James Hutton tahun 1798. Pada masa itu,vsekitar abad 17, kepercayaannya adalah bumi berumur 6000 tahun (kepercayaan genealogi bibliografi). Tetapi setelah menemukan "Siccar Point", Hutton merasa tidak mungkin waktu 6000 tahun bisa menyebabkan suatu batuan mengalami deformasi sampai menyudut satu dengan yang lain seperti ini. Saat itu Hutton mengatakan hal ini membutuhkan ratusan juta tahun untuk terbentuk, sebuah ide radikal. Hutton menemukan singkapan ini setelah melakukan ekspedisi di Skotlandia.

He is the father of modern geology

Prinsip Peluruhan Radioaktif untuk Mencari Umur Absolut Bumi

Keadaan bumi 4,5 miliar tahun yang lalu (SUMBER)

Sumber Materi : Melihat dan Mendengar Video Historical Geology. Video aslinya bisa dilihat disini : Historical Geology Part 1 of 10.

Ya seperti inilah wajah bumi kita 4,5 milyar tahun yang lalu. Bumi adalah sebuah lautan magma yang sangat panas dengan suhu 8000 derajat fahrenheit (mirip dengan suhu pada permukaan matahari). Setiap hari Bumi dihantam oleh beribu-ribu meteor yang saat itu merupakan penyusun luar angkasa pada masa pembentukan tata surya. Bumi dihantam meteor dengan begitu kerasnya setiap hari karena belum adanya atmosfer yang bisa menahannya.

Seorang ilmuwan yang pertama kali mengungkapkan bahwa Bumi awalnya berupa lautan magma ada seorang ilmuwan Inggris termodinamika terkenal bernama Lord Calvin. Dengan melihat adanya lava yang keluar saat gunung api meletus, Calvin percaya bahwa suatu saat pada zaman dahulu Bumi pernah benar-benar berupa lautan magma. Dengan menggunakan metode termodinamika, Calvin mencoba menghitung umur absolut bumi, yakni dibutuhkan 20 juta tahun bagi Bumi untuk mendingin seperti sekarang. Calvin benar tentang Bumi pernah menjadi lautan magma, tapi bukan umurnya.

Kebanyakan ilmuwan pada abad 19 tidak menyadari suatu hal, suatu kunci yang membuat Bumi sangat panas dalam waktu yang lama. Radioaktif. Kandungan radioaktif seperti Uranium, Thorium, dan Pottasium pada awal pembentukan bumi sangat melimpah. Mineral radioaktif adalah mineral yang tidak stabil, sehingga mereka akan terubah/meluruh (decay) menjadi mineral lain yang lebih stabil dalam waktu tertentu. Proses peluruhan ini menghasilkan panas yang membuat bumi sangat panas dalam waktu yang sangat lama.

Ilmuwan yang pertama menyadari prinsip peluruhan bisa untuk mencari umur Bumi yang benar adalah geolog 21 tahun bernama Artur Holmes. Artur menggunakan prinsip radiasi sebagai sebuah revolusi untuk memahami umur Bumi. Dengan menggunakan perbandingan Uranium dan Timbal pada kristal batuan purba, didapatkan bahwa umur bumi adalah 4,5 milyar tahun. Half time dari Uranium ke Timbal (206) adalah 4,6 milyar tahun. Hal ini berarti kandungan Uranium vs Timbal adalah hampir seimbang. Prinsip peluruhan radioaktif banyak digunakan dan dipercaya akurat karena waktu yang dibutuhkan untuk meluruh dari satu unsur ke unsur lain adalah konstan.

4.27.2016

Endapan SKARN

ENDAPAN SKARN

a.      Evolusi endapan skarn
Pembentukan deposit skarn adalah proses dinamis. Pada deposit skarn paling besar yang dijumpai, terdapat transisi dari metamorfosis awal yang menghasilkan hornfels, skarn reaksi, dan skarnoid. Kemudian terjadi metasomatisme proksimal yang menghasilkan bijih skarn berbutir kasar. Karena gradien suhu yang besar serta  sirkulasi sel fluida yang disebabkan oleh intrusi magma (Norton, 1982; Salemink dan Schuiling, 1987;. Bowers et al, 1990), metamorfosis kontak dapat menjadi jauh lebih rumit daripada model sederhana rekristalisasi isokimia yang biasanya melibatkan metamorfisme regional.
Pada fluida metasomatik yang lebih kompleks, dengan penambahan komponen magmatik seperti Fe, Si, Cu, dll, menghasilkan sebuah kesatuan antara proses murni metamorfisme dan murni metasomatik. Metamorfisme awal dan lanjutan pada suhu yang relatif tinggi (Wallmach dan Hatton, 1989, menggambarkan suhu> 1200C) ini diikuti oleh alterasi retrograde saat temperatur mulai menurun.
Salah satu kontrol yang mendasar pada ukuran butir skarn, geometri, dan tingkat alterasi adalah kedalaman formasi. Studi geobarometric kuantitatif biasanya menggunakan mineral kesetimbangan (Anovitz dan Essene, 1990), inklusi fluida (Guy et al., 1989) atau kombinasi dari metode tersebut (Hames et al., 1989) untuk memperkirakan kedalaman metamorfosis. Metode kualitatif meliputi stratigrafi atau rekonstruksi geologi lainnya serta interpretasi tekstur batuan beku. Pengamatan sederhana ukuran butir massa dasar porfiri, morfologi pluton, dan kehadiran breksiasi memungkinkan membedakan antara lingkungan dangkal dan dalam.
Dengan demikian, skarn yang terbentuk pada kedalaman yang lebih besar dapat dilihat kulit sempit ukuran kecil dibandingkan dengan pluton yang berasosiasi dengannya serta dan aureole metamorf nya. Sebaliknya, skarn pada kedalaman yang dangkal akan cenderung terdeformasi oleh patahan. Masuknya air meteorik dan penghancuran mineral skarn selama proses retrograde adalah salah satu penciri pembentukan skarn di lingkungan dangkal.

b.        Perbedaan skarn klastik & magnesian
Magnesian skarn : skarn yang terbentuk oleh protolith berupa dolomit
Calsic skarn : skarn yang berasosiasi dengan kandungan mineral-mineral metal seperti tembaga, beso, tungsten, dll

c.     Endapan skarn
Gambar model penampang endapan skarn

Pembentukan skarn terbentuk dalam tiga tahap, yaitu tahap rekristalisasi pada batuan disekitar intrusi yang disebabkan oleh oleh kontak intrusi dengan batuan yang menghasilkan marmer dari batugamping, batuan hornfels dari batuserpih, kuarsit, dan batupasir. Reaksi skarn dapat terjadi disepanjang kontak litologi. Dapat dijumpai adanya mineral-mineral talk dan wollastonite pada batu marmer. Proses yang bekerja adalah reaksi isokimia akibat difusi elemen-elemen mineral akibat reaksi dengan larutan metamorfik. Selain itu, juga terjadi infiltrasi fluida ke dalam tubuh batuan.
Tahap yang kedua yaitu infiltrasi fluida hidrotermal-magmatik merubah komposisi asli mineral mineral penyusun litologi marmer dan batuan lainya menjadi batuan-batuan pembawa endapan skarn serta memodofikasi mineral-mineral kalk silikat yang terbentuk pertama kali. Proses ini terjadi pada temperatur 400°C-800°C dan disebut sebagai metamorfik prograde dan metasomatik prograde. Proses ini terjadi selama mineral-mineral pembawa endapan bijih mengalami pengendapan dan batuan plutonik mengalami pendinginan. Mineral baru terbentuk sebagai mineral anhydrous dan terbentuk mineral-mineral oksida besi seperti magnetit, kasiterit, dan sulfida lainnya mulai terbentuk.
Tahap ketiga merupakan tahap retrograde yang berasosiasi dengan proses pendinginan magma dan pembentukan alterasi hydrous terhadap mineral-mineral skarn. Pada tahap ini, kandungan kalsium cenderung akan mengalami peluruhan dan volatile-volatile akan mulai membentuk mineral epidote yang rendah kandungan besi, klorit, aktinolit, dan mineral lainnya. Pendinginan suhu pada tahap ini akan menghasilkan mineral-mineral sulfida. Alterasi pada umumnya mengubah mineral-mineral skarn yang terbentuk pertama kali dan mengendapkan sulfida.

d.      Endapan skarn di Indonesia
Salah satu contoh endapan skarn di Indonesia yaitu Endapan Skarn di Eartsberg, Irian Jaya, Indonesia. Batuannya kuarsit dan batupasir serta sebagian kecil batuan metamorf. Mineral bijih utamanya ialah mineral-mineral sulfida seperti kalkopirit dan bornit yang berasosiasi dengan galena, bismutit,kovelit,digenit, sfalerit, tembaga alami, perak alami, linnacit, dan tetrahedrit

DAFTAR PUSTAKA
Dosen dan Staf Asisten Geologi Sumber Daya Mineral. 2013. Geologi Sumber Daya       Mineral. Yogyakarta : Laboratorium Sumber Daya Mineral, Jurusan Teknik                 Geologi-UGM

Cekungan Pase 'A' North Sumatera Utara

1.      PENDAHULUAN
Cekungan Sumatera Bagian Utara /North Sumatera Basin telah lama dikenali sebagai salah satu cekungan yang banyak menghasilkan  hidrokarbon di Indonesia. Penemuan hidrokarbon onshore pertama kali di cekungan ini terjadi pada tahun 1885 (Clifton) dan selanjutnya eksplorasi onshore maupun offshore dilakukan setelahnya sampai sekarang (Fitriandi, 2006). Secara regional, Subcekungan Pase ‘A’ North di Sumatera Utara termasuk dalam bagian Cekungan Sumatera Bagian Utara.

Secara geologi, Cekungan Sumatera Bagian Utara dibatasi oleh Dataran Malaka pada sebelah timur, Busur Asahan pada sebelah selatan, Perbukitan Barisan pada sebelah barat dan Kepulauan Andaman di sebelah utara. (Fitriandi, 2006).

Gambar 1. Lokasi dan lingkup Cekungan Sumatera Bagian Utara pada bagian yang dibatasi garis merah (Ryder, 1999)

2.      GEOLOGI REGIONAL
2.1  Setting Tektonik
Setting tektonik pada Cekungan Sumatera Bagian Utara secara garis besar dapat dibagi menjadi dua yaitu aktivitas tektonik selama Pre-Tersier dan Tersier. (Fitriandi, 2006) Pada Pre-Tersier, aktivitas tektonik ditandai oleh munculnya vulkanisme dengan bukti keterdapatan intrusi. Intrusi tersebut bersifat asam dengan produk batuan granodiorit dan granit. (Fitriandi, 2006)
Selama Kala Tersier, aktivitas tektonik dapat dibedakan menjadi 3 kelompok besar yaitu Pre-Miosen, Miosen dan Post-Miosen. Aktivitas tektonik pada Pre-Miosen secara garis besar menghasilkan  pola struktural berarah  N-S (utara-selatan). Zona sesar dominan sering disebut “98 fault zone” dikarenakan letaknya yang pada garis bujur 980dan berarah N-S (utara-selatan). Pola struktural pada Miosen dan Post Miosen secara garis besar berarah NW-SE yang relevan dengan memanjangnya pengangkatan Bukit Barisan (Fitriandi, 2006).
Gambar 2. Elemen tektonik regional dari Cekungan Sumatera Bagian Utara dengan kelurusan dominan berarah U-S dan BL-T (Anonim)

Selama Tersier, terjadi proses penurunan  (subsidence) pada Cekungan Sumatera Bagian Utara sehingga menyebabkan pengendapan setebal lebih dari 5500 meter sedimen pada bagian tengah cekungan. Orogenesa saat itu terjadi sangat aktif yang ditunjukkan oleh gradien temperatur yang tinggi yaitu sebesar 2,70F / 100 ft, cukup besar dibandingkan dengan rata-rata nilai gradien temperatur dunia yang sebesar 10-1,50F/100ft (Fitriandi, 2006).

2.2  Stratigrafi
2.2.1        Basement (Batuan Dasar)
Batuan dasar/batuan induk pada Cekungan Sumatera Bagian Utara terdiri dari batupasir, batugamping dan batudolomit. Ciri khasnya adalah tebal, padat dan mempunyai banyak rekahan tetapi belum terubah menjadi batuan metamorf. Pada beberapa contoh core yang diambil (yang tidak dilakukan dating), pada awalnya sangat sulit menentukan  bahwa batuan-batuan sedimen tersebut adalah basement. Pemahaman tentang basement ini diperjelas dengan bukti data geofisika yaitu dengan adanya resistivitas dan kecepatan gelombang yang tinggi pada batuan sedimen ini dibanding dengan batuan di sekitarnya. Sementara, pada bagian atas dari section ini, diidentifikasikan  dengan batas seismik yang menerus dan dalam, yang sering disebut Beicip (1977) sebagai “economic basement”.

2.2.2        Formasi Tampur
Formasi ini merupakan formasi tertua yang terendapkan setelah kelompok batuan sedimen pada basement. Litologi penyusun satuan ini berupa kalkarenit dan kalsilutit yang masif maupun bioklastik. Selain batugamping klastik, formasi ini juga tersusun oleh konglomerat basaltik dan batugamping dolomit. Formasi ini diendapkan pada kondisi sub litoral  sampai open marineselama Eosen Akhir sd Awal Oligosen, terbentuk sebagai formasi transgresif yang kemudian ditumpuki oleh Formasi Bampo dan Bruksah. Batugamping Tampur Eosen secara umum hanya terbentuk pada Paparan Malaka (Ryacudu & Sjahbuddin, 1994). Selanjutnya, sejarah perkembangan Cekungan Sumatera Bagian Utara pada Tersier dapat dibagi menjadi 3 fase utama yaitu:
-          Syn Rift
-          Transisional (sag phase)
-          Compressional
Selanjutnya, stratigrafi yang berkembang sangat dipengaruhi oleh ketiga fase evolusi tektonik tersebut (Fitriandi, 2006).

2.2.3        Fase Syn Rift Awal: Formasi Bampo dan Bruksah
Fase syn rift awal terjadi pada Paleogen Tengah (Eosen?) dan terus berlanjut sampai Miosen Awal, waktu dimana pola struktural seperti horsts, graben dan half-grabens berarah N-S dan NE-SW berkembang. Pada kala itu juga merupakan waktu terjadinya transgresi laut besar (yang didefinisikan sebagai kenaikan relatif dari muka air laut pada cekungan, yang kemungkinan disebabkan oleh back arc subsidence. Pada graben-fill  terdiri dari batupasir asal darat dan konglomerat. Ketika transgresi semakin berkembang, area pengendapan batupasir berkurang dan saat itu deposisi shale mendominasi. Endapan pasir yang terakhir secara luas terakumulasi pada coastal plain. Ciri khas shale-nya adalah berwarna abu-abu gelap sampai hitam dan terendapkan pada lingkungan laut dalam (bathyal) (Fitriandi, 2006).
            Batupasir dan konglomerat yang terendapkan pada fase ini terdiri dari Formasi Bruksah, yang ditetapkan oleh Cameron et al (1083) dari pemetaan lapangan pada Perbukitan Barisan. Litologi yang berkembang terdiri dari konglomerat batugamping dan breksi, batupasir kuarsa dengan kandungan mika dan batulumpur lanauan. Formasi Bruksah ini ditumpuki oleh Formasi Bampo, sekuen marine black shale, silt stone dan muddily fibre grainedyang mempunyai ketebalan 500-2400 m. Korelasi stratigrafi mengindikasikan bahwa bagian atas dari Formasi Bruksah ekuivalen dengan umur Formasi Bampo (Fitriandi, 2006).

2.2.4        Fase Transisi Late syn-rift dan transisi :  Formasi Belumai dan Peutu
Fase transisi dari evolusi cekungan terjadi selama early miocene hingga early mid miecene dan memperlihatkan aktivitas tektonik yang relatif lambat. Pergerakan ke arah N-S yang menyebabkan patahan, walaupun back arc mengalami subsidence secara perlahan kembali. Hal ini merupakan karakteristik dari regresi (muka air laut turun tetapi suplai sedimen sedikit) dan pengisian cekungan. Sebagai bagian tengah graben terisi dan menjadi dangkal, calcareous marine sand, dan batulanau dengan argiliaceous dan sady limestone terakumulasi didalam. Deposit isi cekungan inilah yang menekan Formasi Belumai.
Pada Formasi Belumai batupasir dan batulanau secara umum tersusun oleh kuarsa dan sangat calcareous (diatas 40-50% karbonat). Kandungan kuarsa menurun ke arah baratdaya hanya menjadi 10-30%, diperkirakan sebagai akibat dari semakin jauhnya jarak dari sumber pasir pada Malaca platform.
Pada late early miocene terjadi transgresi, diperkirakan hasil dari keberlanjutan subsidence dengan muka air laut naik. Pasir pada bagian tengah horst Malaca platform tergenang dan menjadi tempat batugamping laut dangkal terdeposisi, termasuk reef yang menekan Formasi Peutu (Kamili et al,1976) dan ketebalan yang signifikan dari shale melapisi Formasi Boang.
Proses sedimentasi pada cekungan Belumai berlangsung kembali selama akumulasi skeletal  limestone Peutu dan reef pada platform. Sehingga secara umur Formasi Peutu dan bagian atas dari Formasi Belumai ekuivalen.
Dibagian terdalam dari cekungan Sumatra Utara, deposit Belumai berupa mundstone dan calcareous shale yang sulit untuk dibedakan dari lapisan Baong. Bagian tengah dan atas shale Baong berwarna abu-abu kehijauan hingga coklat, tetapi bagian bawah Baong berwarna abu-abu gelap hingga hitam. Kontak antara Peutu dan Belumai dengan dilapisi Baong menunjukan penurunan jumlah kalsium karbonat.

2.2.5        Transgresi Mayor  : Formasi Baong
Transgresi mayor terjadi pada interval sedimentasi Peutu/bagian atas Belumai. Onset meningkat pada muka air laut realtif dengan muka air laut naik hingga 15,5m (N8-N9), perubahan dari lingkungan paralik ke batial . perubahan dalam tektonik rezim adalah bukti dari reaktivasi dan inversi dari horst graben tua sistem patahan.
Regional subsidence menyebabkan perubahan kedalaman, menjadi ekstensif foreland basin. Cekungan pada Formasi Baong terisi dengan ketebalan sekitar 750-2500m dengan didominasi oleh mudrock monotonous abu-abu dan coklat.
Distribusi dari bagian bawah shale Baong mengindikasikan kondisi batial. Dominasi mudrock terdapat pada bagian bawah Baong, tetapi turbidite sand juga terjadi di area sepanjang tepian cekungan.

2.2.6        Syn-Inversion Regime: Formasi Keutapang dan Younger
Fase Foreland akhir mengakhiri pengisian pada cekungan. Setelah itu, tektonik transpresional berlanjut, tetapi influk material sedimen  bergantung kepada penurunan cekungan. Sedimentasi terjadi dengan model delta, yang dikendalikan oleh perubahan muka air laut relatif dan supply sedimen (Fitriandi, 2006).
Formasi Keutapang menandai sedimentasi besar fasies delta untuk pertama kalinya. Ketebalan formasi ini bervariasi antara 700-1500 m pada Aceh Timur. Berdasarkan data fosil foraminifera planktonik, umur formasi ini berkisar antara N15-N19 atau Miosen Akhir sampai Pliosen Awal. Litologi penyusunnya terdiri dari batupasir abu-abu kebiruan atau batupasir abu-abu kecoklatan yang berselang-seling dengan shale  dan batugamping (jarrang dan tipis). Ukuran butir batupasir bervariasi dari sangat halus sampai kerakal konglomerat, hal ini menunjukkan proses perubahan eneergi yang berlangsung sangat efektif. Batupasir yang berkembang umumnya mengandung glaukonit dan/atau berfosil. Fragmen-fragmen batubara umum ditemukan, berselang-seling dengan shale  (Fitriandi, 2006).
Kontak bagian atas Formasi Keutapang merupakan kontak gradasional karena susah dicari baik berdasarkan data singkapan ataupun data bawah permukaan. Perubahan gradasional itu diketahui dari Formasi Seurela yang lebih banyak mengandung shale sehingga membentuk topografi yang rendah dan berupa bukit-bukit melingkar. Umur Formasi Seurela adalah N18-N19 dan mempunyai ketebalan yang bervariasi antara 700-900 m (Fitriandi, 2006)
Formasi Seurela terdiri dari shale abu-abu kebiruan. Shale abu-abu kebiruan ini ditumpuki oleh batupasir medium sd kasar dan batupasir konglomeratik. Baik shale maupun pasir yang  mempunyai kandungan fosil dan terdapat fragmen batubara. Klastika vulkanik melimpah pada batupasir (Bennett et al., 1981).
Setelah Formasi Seurela, diendapkan Formasi Julu Rayeu yang terdiri dari dari material sedimen klastika berbutir kasar. Lignit banyak muncul pada shale dan berselang-seling dengan batupasir, dimana lingkungan purbanya bervariasi dari alluvial sampai parallic (Fitriandi, 2006) Di atas Formasi Julu Rayeu, diendapapkan Formasi Idi, yang didekripsikan oleh Bennett et al., (1981) terdiri dari semi consolidated gravels, sand & mudstones.
Gambar 3. Stratigrafi regional dari Cekungan Sumatera Bagian Utara (Fitriandi, 2006)

Gambar 4. Stratigrafi regional dari sebagian Cekungan Sumatera Bagian Utara (Cameron, et al., 1982)

Gambar 5. Legenda Stratigrafi (Cameron, et al., 1982)

2.3  Petroleum System
2.3.1        Source Rock
Terdapat dua formasi yang menjadi source rock potensial pada Cekungan Sumatera Bagian Utara, yaitu Formasi Baong yang berumur Miosen dan Formasi Bampo yang berumur Oligosen sampai Miosen Akhir.
Pada Formasi Baong, interval source rock terbaik ada pada bagian bawah dimana mudstone terendapkan pada lingkungan neritik luar sd batial. Batuan-batuan itu, kemungkinan dibatasi oleh graben yang berarah utara-selatan (Mulhadiono, et all., 1977; Kingstone, 1978). Meskipun Baong Mudstone tidak melimpah  kandungan organiknya, namun karena memiliki kandungan karbon melebihi 1,5 % maka memungkikan untuk membentuk volume hidrokarbon yang esensial (Fitriandi, 2006).
Pada Formasi Bampo yang berumur Oligosen sampai Miosen Akhir, , interval source rock terbaik ada pada batuan mudstones yang diendapkan pada lingkungan  laut dangkal selama fase rifting (Kamili, et al., 1976).

2.3.2        Reservoir
Target utama reservoir dalam eksplorasi pada cekungan Sumatera Utara adalah Formasi Balumai yang dominan tersusun atas batupasir,serta beberapa batugamping secarasetempat-setempat.Selain batupasir, juga terdapat batugamping terumbu pada Formasi Peutu dengan umur MiosenAwal – Tengah yang banyak dijadikan target eksplorasi yang banyak disebut sebagai Batugamping Arun (Soepardjadi, 1983), Malacca Carbonates (Mundt, 1982), atau Malaca Member (McArthur and Helm, 1983).
Minyak yang belum matang banyak terdapat pada batupasir Formasi Keutapang dan Seurula. Formasi Keutapang terbentuk sebagai prograding delta yang disebabkan oleh adanya pengangkatan Bukit Barisan secara perlahan (Mulhadiono, 1976). Sedangkan Formasi Seurula terbentuk akibat debris volkaniklastik dengan ukuran yang lebih kasar (Keats, 1979).
Kebanyakan reservoir pada cekungan Sumatera Utara memiliki lapisan shale yang impermeable, seperti pada bagian bawah Formasi Belumai, Formasi Baong dan Formasi Keutupang. Lapisan shale inidapat berperan sebagai seal pada petroleum system di Cekungan Sumatera Utara. Banyaknyastruktur geologi dan trap stratigrafi yang terbentuk ketika terjadi deformasi pada Sunda Microplate juga turut berperan dalam pembentukan cebakan hidrokarbon pada Cekungan Sumatera Utara (Fitriandi, 2006)
Prospek hidrokarbon pada cekungan Sumatera Utara yang paling besar berasal dari batupasir Formasi Belumai. Batupasir Formasi Belumai hanya pernah diuji dengan pendekatan struktur geologi.Diduga reservoir utama pada formasi ini terletak dalam suatu trap stratigrafi, dimana dalam trap tersebut batupasir Formasi Belumai akan mendapatkan source langsung dari shale Formasi Belumai/ Baong pada bagian bawah. (Fitriandi, 2006)


DAFTAR PUSTAKA
N.R.Cameron, et al., dkk, 1982, Peta Geologi Lembar Medan, Sumatera Utara, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi

Fitriani, Primandita, 2006, Basin Summaries-Indonesia, Jakarta: Patra Nusa Data

Pertamina BPPKA, ed., 1996, Petroleum geology of Indonesian basin principles, methods and application:  Volume I North Sumatra Basin: Pertamina BPPKA, Jakarta, Indonesia, 85 p.


1.10.2015

Latihan Intepretasi Citra Radar (Pegunungan Quachita, OKLAHOMA)

CITRA RADAR DAERAH PEGUNUNGAN QUACHITA, OKLAHOMA


Satuan A = Satuan perbukitan terlipatkan
Satuan B = Satuan dataran aluvial



INTERPRETASI SATUAN GEOMORFOLOGI
Satuan Perbukitan Terlipatkan
                Satuan ini memiliki rona banded, memiliki tekstur yang kasar,  terdapat pola kelurusan  yang berarah SE-NW dan SW-NE  serta terdapat pola berupa punggungan bukit dan perlapisan batuan yang melengkung, memiliki bentuk antiklin dan sinklin yang menunjam dan membentuk lengkungan. Satuan ini memiliki pelamparan yang lebih luas dari satuan B, kurang lebih 60%. Satuan ini terletak pada bagian kiri atas dan bagian bawah foto udara. Satuan ini terletak pada bagian kiri atas dan bagian bawah foto udara. Satuan ini berasosiasi dengan pola penyaluran annular  dan juga lipatan. Terdapat bayangan pola satuan ini. Satuan ini memiliki relief yang tinggi, memiliki pola penyaluran annular.

Satuan Dataran Aluvial
                Satuan ini memiliki rona scrabble, memiliki tekstur sedang. Satuan ini memiliki pola berbentuk kotak (persawahan), dan memiliki bentuk menyerupai kotak. Satuan B memiliki pelamparan 40%, terletak pada bagian kanan citra radar, berasosiasi dengan persawahan dan sungai utama, tidak terdapat bayangan pada citra ini. Satuan ini memiliki relief yang rendah. Memiliki pola penyaluran sub dendritik dan terdapat bentang lahan budaya berupa pemukiman.

            Gambar citra yang disediakan merupakan citra yang dihasilkan dari dua jenis polarisasi yang berbeda, yaitu polarisasi Horisontal-Horisontal dan polarisasi Horisontal-Vertikal. Kedua jenis tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangan dan kelebihan tersebut tergantung pada 4 faktor yang saling mempengaruhi. Keempat faktor itu antara lain.
1.      Orientasi lereng
2.      Tanah dan kandungan air dalam vegetasi
3.      Kekasaran permukaan
4.      Vegetasi penutup
            Pada citra SLAR Quachita Mountains yang sedang di interpretasi ini, batuan beserta ronanya terlihat lebih jelas dan lebih mudah diamati pada jenis citra radar yang mempunyai polarisasi Horisontal-Horisontal. Kemudian, teksturnya juga terlihat lebih kasar pada polarisasi HH.