Sunset di Pantai Pasir Panjang, Kota Kupang
Apakah yang ada di pikiran Anda saat ada seseorang mengajak Anda berlibur ke Provinsi Nusa Tenggara Timur? Bisa ditebak, nama Pulau Komodo, Danau Kelimutu, Desa Lamalera (desa perburuan paus di Pulau Lembata), dan Festival Pasola di Sumba merupakan tujuan-tujuan wisata utama yang terlintas. Pernahkah terlintas nama Pulau Timor sebagai tujuan wisata alternatif? Jika belum, Anda harus mulai berpikir ulang untuk memperpanjang waktu liburan dan menjelajahi salah satu pulau terluar Indonesia ini.
Pantai-pantai karangnya yang eksotis, pesona keindahan air terjun di lereng Gunung Mutis, padang savana kecoklatan yang menghampar luas membelah horizon, keelokan Lembah Bikomi, serta titik perbatasan Nusantara yang menjadi saksi bisu lahirnya suatu negara baru, mungkin terlalu singkat untuk menggambarkan keindahan Pulau Timor.
Pulau Timor merupakan salah satu gugusan pulau utama penyusun Provinsi Nusa Tenggara Timur. Terletak di bagian selatan Indonesia, secara administratif pulau ini terbagi menjadi dua wilayah: Timor Barat yang merupakan bagian dari Indonesia (NTT), dan Timor Leste (Republik Demokrasi Timor Leste). Di wilayah Indonesia, Timor Barat terbagi menjadi Kota Kupang serta 5 kabupaten: Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka.
Secara geografis, Pulau Timor merupakan pulau terbesar di NTT dengan total luas mencapai 30.777 m2 (termasuk wilayah Timor Leste). Bersama Flores, Sumba, Rote, Sabu, dan Alor, gugusan kepulauan ini populer dengan sebutan FLOBAMORATA.
Nama "Timor" berasal dari kata "timur" (Bahasa Melayu), dinamakan demikian karena posisinya di ujung timur kepulauan Sunda Kecil. Hal ini pula yang membuat istilah Bumi Lorosae melekat pada pulau ini, di mana lorosae dalam bahasa Tetun berarti "matahari terbit".
Pulau Timor merupakan salah satu gerbang utama menuju Nusa Tenggara Timur karena Kota Kupang—ibu kota Provinsi NTT—terletak di ujung barat pulau ini. Postingan ini akan mengulas berbagai potensi tempat wisata menarik di Kupang dan sekitarnya sebagai jembatan untuk menapaki keindahan Indonesia Timur. Untuk mempermudah rencana perjalanan (itinerary) Anda selama berada di Kota Kupang dan sekitarnya, seluruh destinasi menarik ini telah dikelompokkan berdasarkan kategori wilayah dan jarak dari pusat kota. Anda dapat menjelajahinya mulai dari jantung kota yang ramai, menyusuri garis pantai pemburu sunset, hingga berpetualang ke kawasan alam yang asri di Kabupaten Kupang.
KATEGORI 1 - IKON & RUANG PUBLIK KOTA KUPANG (PUSAT KOTA)
1. Bandara Internasional El Tari Kupang (Gerbang Utama Pulau Timor)

Bandara El Tari merupakan satu-satunya gerbang udara utama menuju Kota Kupang. Nama bandara diabadikan dari nama Gubernur NTT periode 1966–1978, Mayor Jenderal TNI (Purn.) El Tari. Terminal penumpang Bandara El Tari kini telah tampil modern dengan mengusung arsitektur rumah adat Lopo dan ornamen motif tenun ikat khas NTT. Fasilitas yang tersedia mencakup area komersial, kafe & restoran, gerai oleh-oleh, ATM center, ruang VIP, fasilitas penyandang disabilitas, mushola, serta layanan imigrasi dan karantina.
Lokasi: Penfui, Kupang, Nusa Tenggara Timur
Jam
buka: Bandara El Tari dapat melayani penerbangan dari pagi hingga malam (sekitar 05.00 – 23.00 WITA) menyesuaikan jadwal penerbangan terjadwal dan extra flight.
Maskapai yang Beroperasi : 1) Rute Nasional/Domestik Utama: Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Super Air Jet 2) Rute Inter-Pulau NTT: Wings Air, NAM Air, dan Susi Air (penerbangan perintis).
Akses Transportasi dari Bandara ke pusat Kota Kupang (Update Harga 2026):
Taksi Online / Transportasi Daring (Grab / Gojek): Titik jemput tersedia langsung di area parkir bandara (Kisaran tarif: Rp 60.000 – Rp 90.000 ke pusat kota).
Taksi Resmi Bandara: Melayani rute langsung ke berbagai sudut Kota Kupang dengan tarif flat berkisar Rp 100.000 – Rp 150.000.
Ojek (Online / Konvensional): Tarif berkisar Rp 30.000 – Rp 50.000 ke pusat kota.
Bemo (Angkutan Kota): Berjalan sekitar 300–500 meter ke bundaran luar gerbang bandara, lalu naik Bemo berwarna kuning menuju pusat kota dengan tarif hemat (sekitar Rp 5.000 – Rp 7.000).
Ikon & Spot Menarik di Perimeter Bandara:
1. Landmark dengan tulisan "Bandara El Tari Kupang" disertai sasando raksasa di bagian atasnya. Landmark ini akan kita jumpai sesaat setelah turun dari pesawat sebelum masuk ke area kedatangan.
2. Patung Kuda Putih - terletak di bagian luar bandara, setelah area ketibaan
3. Patung setengah badan El Tari (Gubernur NTT pertama periode 1966-1978)
4. Landmark dengan tulisan Bandara El Tari Kupang yang berbentuk lopo (rumah adat NTT)
5. Patung Komodo

2. Gedung Sasando (Kantor Gubernur NTT)
Menyusuri Jalan El Tari selepas keluar dari kawasan bandara, pandangan mata Anda akan langsung tertuju pada sebuah kemegahan arsitektural yang sangat unik. Gedung Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur—atau yang populer dikenal sebagai Gedung Sasando—merupakan landmark modern paling ikonik di Kota Kupang.
Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT (Sumber Gambar : Disini)
Fasad depan bangunan pusat pemerintahan ini dirancang menyerupai alat musik tradisional Rote, Sasando, lengkap dengan struktur lengkungan megah yang menggambarkan haik (wadah dari daun lontar). Konsep desain unik ini menjadikan Gedung Sasando sebagai simbol kebanggaan budaya masyarakat Flobamorata sekaligus spot foto wajib bagi wisatawan yang baru tiba di Pulau Timor. Di area pelataran luarnya yang luas dan tertata rapi, pengunjung sering memanfaatkan lanskap gedung ini sebagai latar belakang photospot favorit, terutama saat langit senja mulai berwarna keemasan atau pada malam hari ketika tata lampu gedung menyala indah.
Lokasi: Jl. El Tari No. 52, Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Jam Buka :
a) Area Pelataran & Luar Gedung = 24 Jam (Waktu terbaik untuk foto: 16.30 – 18.00 WITA untuk lanskap sunset atau 19.00 – 21.00 WITA untuk efek lampu hias);
b) Area Dalam / Pelayanan Kantor: Senin – Jumat (08.00 – 16.00 WITA).
HTM: Gratis (Pengunjung umum bebas berfoto di area pelataran/luar gedung)
Akses Transportasi :
a) Transportasi Umum: Naik Bemo Lampu 10, Lampu 7, atau Bemo Penfui dari area kota/terminal dan minta turun tepat di depan Kantor Gubernur Jalan El Tari.
b) Transportasi Daring / Kendaraan Pribadi: Berjarak sekitar 7–10 menit berkendara langsung dari Bandara El Tari menyusuri jalan protokol Jalan El Tari. Area parkir luar sangat luas dan aman.
Daya Tarik Wisata:
Spot foto lanskap arsitektur khas bentuk Sasando raksasa, Taman pelataran yang asri untuk bersantai sore, Titik awal yang dekat untuk melanjutkan ke objek wisata pusat kota lainnya seperti Taman Nostalgia dan Museum NTT.
3. Taman Nostalgia dan Gong Perdamaian Nusantara
Hanya berjarak sekitar 3 menit berkendara dari Gedung Sasando menyusuri Jalan Frans Seda, Anda akan menemukan ruang terbuka hijau paling populer dan hidup di Kota Kupang, yaitu Taman Nostalgia—atau yang akrab disapa warga lokal dengan sebutan Tamnos.
Daya tarik utama di tengah taman ini adalah berdiri anggunnya Gong Perdamaian Nusantara (GPN). Gong perunggu berukuran besar ini didatangkan langsung dari Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Permukaan gong memuat simbol-simbol pemersatu bangsa, mulai dari lambang kabupaten/kota di Indonesia hingga 6 simbol agama resmi (Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu).
Detail Elemen Desain GPN:
Lingkaran Luar: Menampilkan logo Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Lingkaran Tengah: Menampilkan logo Provinsi se-Indonesia.
Lingkaran Dalam: Memuat tulisan "Gong Perdamaian Nusantara", diapit sepasang bunga, serta tulisan "Sarana Persaudaraan" dan "Pemersatu Bangsa".
Lingkaran Isi: Memuat simbol 6 agama resmi di Indonesia.
Lingkaran Puncak: Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Logo Daerah: Logo Kota Kupang diletakkan di bagian tengah atas berdampingan dengan logo Kabupaten Jepara berlatar warna hitam.
Hak Cipta & Tokoh: Diprakarsai oleh Djuyoto Suntani (Presiden Komite Perdamaian Dunia) serta didukung oleh tokoh lokal dan nasional seperti Frans Lebu Raya dan Daniel Adoe.
Tips: Gong dikelilingi pagar pengaman. Jika ingin mengambil foto dari jarak dekat, Anda bisa meminta izin kepada petugas Satpol PP / pengelola taman yang sedang bertugas di sekitar area monumen.
Lokasi: Jl. Frans Seda / El Tari 2, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Jam Buka: 24 Jam (Waktu terbaik berkunjung: 16.00 – 21.00 WITA).
HTM: Gratis (hanya dikenakan tarif parkir kendaraan sekitar Rp 2.000 – Rp 5.000).
Akses Transportasi: Sangat mudah dijangkau menggunakan Bemo/Angkot Kupang (Lampu 7 dan Lampu 10) atau transportasi daring (Grab/Gojek).
Daya Tarik Wisata: Selain GPN, pengunjung dapat berswafoto di depan landmark tulisan TAMAN NOSTALGIA KOTA KUPANG. Setiap sore hingga malam hari, taman ini ramai dipadati warga untuk berolahraga (jogging, basket, atau sepatu roda) maupun bersantai bersama keluarga di area bermain anak.
Jangan lewatkan juga area Wisata Kuliner Malam di bagian belakang/samping taman. Kuliner paling wajib dicoba di sini adalah Jagung Bakar khas Kupang dengan beragam pilihan bumbu nikmat sembari menikmati suasana malam Kota Kupang.
4. Bundaran Tirosa (Monumen Tirosa)
Melanjutkan perjalanan beberapa ratus meter dari Taman Nostalgia ke arah persimpangan jalan protokol utama Kota Kupang, Anda akan menjumpai salah satu bundaran paling ikonik dan megah di Pulau Timor, yaitu Bundaran Tirosa (Monumen Tirosa).
Nama Tirosa merupakan singkatan dari tiga pulau/suku besar di Nusa Tenggara Timur, yakni Timor, Rote, dan Sabu. Di tengah bundaran ini berdiri kokoh monumen perunggu berukuran besar yang menampilkan patung tiga tokoh/pahlawan lokal yang merepresentasikan kebudayaan serta persatuan masyarakat di ketiga wilayah tersebut.
Bundaran Tirosa (Sumber : Disini) Kawasan bundaran ini telah direnovasi menjadi area taman perkotaan yang cantik, lengkap dengan kolam air mancur menari (dancing fountain) dan pencahayaan lampu tematik yang memukau di malam hari. Saat matahari terbenam, area di sekeliling Bundaran Tirosa dan sepanjang Jalan Veteran bertransformasi menjadi pujasera outdoor dan pusat kuliner malam favorit warga Kupang. Di sini Anda bisa menjumpai deretan pedagang kaki lima yang menjajakan aneka jajanan pasar, es kelapa muda, salome (pentol khas Kupang), pisang gepe, martabak, hingga warung makan seafood dan ayam bakar.
Lokasi: Persimpangan Jl. Frans Seda, Jl. Timor Raya, dan Jl. Veteran, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Jam Buka: 24 Jam (Waktu terbaik berkunjung: 17.00 – 21.00 WITA saat lampu hias dan air mancur menyala).
HTM: Gratis (Situs umum/ruang terbuka kota).
Akses Transportasi:
a) Transportasi Umum: Dapat diakses menggunakan Bemo Lampu 10, Lampu 7, Bemo Penfui, atau Bemo Pasir Panjang yang melintasi jalur utama persimpangan Tirosa.
b) Transportasi Daring / Kendaraan Pribadi: Terletak tepat di simpul utama lalu lintas Kota Kupang, sangat mudah ditemukan dalam alur perjalanan dari bandara menuju pusat kota/pesisir pantai.
Daya Tarik Wisata:
a) Patung Monumen Tirosa (simbol persatuan suku Timor, Rote, dan Sabu).
b) Pertunjukan air mancur menari dan instalasi lampu hias tematik di malam hari.
c) Sentra kuliner malam dan pedagang jajanan khas (salome, pisang gepe, aneka es, hingga makanan berat).
d) Spot foto lanskap perkotaan Kupang.
e) Akses sangat dekat menuju pusat perbelanjaan modern (Lippo Plaza Kupang) di Jalan Veteran.
5. Museum
Nusa Tenggara Timur
Setelah mengagumi arsitektur ikonik dan ruang publik di pusat kota, tempat terbaik untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah, etnografi, dan kebudayaan Pulau Timor serta kepulauan NTT adalah Museum Daerah Nusa Tenggara Timur. Museum yang berlokasi di Jalan El Tari II ini pertama kali didirikan pada tahun 1986. Berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 9 Januari 1991, tempat ini resmi menjadi Museum Negeri, sebelum akhirnya beralih status menjadi Museum Daerah yang bernaung di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
Museum ini menyimpan setidaknya 6.199 koleksi bernilai sejarah tinggi yang berasal dari berbagai kelompok etnis dari 14 kabupaten dan kota di wilayah NTT. Klasifikasi koleksinya sangat lengkap, meliputi koleksi ethnografika (3.973 buah), numismatika/heraldika (818 buah), keramologika (602 buah), historika (256 buah), arkeologika (204 buah), seni rupa (143 buah), teknologika (86 buah), biologika (76 buah), filologika/naskah kuno (26 buah), hingga geologika/geografika (13 buah).
Mengunjungi museum ini sangat mengedukasi dan menyenangkan. Anda dapat menyaksikan langsung berbagai benda unik dan bersejarah, seperti:
Saksi Bisu Sejarah Perbatasan: Bendera Merah Putih sepanjang 1 km yang pernah dibawa oleh Front Pembela Merah Putih saat peristiwa lepasnya Timor Leste dari Indonesia.
Koleksi Bahari: Fosil tulang ikan paus raksasa yang ditemukan di pesisir NTT serta miniatur/diorama tradisi penangkapan paus secara tradisional di Desa Lamalera, Pulau Lembata.
Koleksi Arkeologi & Adat: Benda-benda peninggalan Zaman Perunggu, replika rumah-rumah adat dari berbagai kabupaten di NTT, hingga koleksi kain tenun ikat tradisional yang sangat kaya motif dari berbagai suku Flobamorata.
Lokasi: Jl. El Tari II, Kelurahan Walikota, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Jam Buka:
a) Senin – Jumat: 08.00 – 17.00 WITA.
b) Sabtu: Melayani kunjungan kelompok/rombongan dengan reservasi terlebih dahulu.
c) Minggu & Hari Libur Nasional: Tutup.
HTM (Harga Tiket Masuk):
a) Pelajar / Anak-anak: Rp3.000 per orang
b) Dewasa / Umum: Rp5.000 per orang
c) Wisatawan Mancanegara: Rp25.000 per orang
(Sangat terjangkau dan ramah kantong sebagai sarana edukasi keluarga maupun pelajar)
Akses Transportasi:
a) Transportasi Umum: Dapat menggunakan Bemo Lampu 10, Lampu 7, atau Lampu 27 dan minta turun di kawasan kantor Walikota / Museum NTT Jalan El Tari II.
b) Transportasi Daring / Ojek: Sangat mudah dijangkau dengan ojek daring/konvensional karena berada di jalur utama kota.
Daya Tarik Wisata:
a) Ribuan koleksi etnografi (kain tenun, alat musik, senjata tradisional).
b) Replika rumah adat dan diorama tradisi berburu paus Lamalera.
c) Benda-benda arkeologi zaman prasejarah & perunggu.
d) Bendera Merah Putih sejarah perbatasan sepanjang 1 km.
e) dan koleksi-koleksi lainnya
5. Kawasan Kota Lama (Gereja Tua GMIT & Klenteng Lay Ulay)
Setelah menjelajahi Museum NTT, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan bersejarah pusat pertumbuhan Kota Kupang tempo dulu, yaitu Kawasan Kota Lama di sekitar pesisir Pantai Tedis dan Lahilai Bissi Kopan. Di area ini terdapat dua bangunan bersejarah yang menjadi ikon akulturasi dan kerukunan beragama masyarakat Timor:
Gereja Tua GMIT Kota Kupang (Benteng Concordia): Berdiri sejak abad ke-17 pada masa pendudukan Belanda (VOC), gereja ini merupakan tempat ibadah Kristen tertua di Kota Kupang. Bangunan berarsitektur kolonial ini bernilai sejarah tinggi dan berada di area bekas Benteng Concordia.
Klenteng Lay Ulay (Klenteng Ta Pek Kong): Berada tidak jauh dari gereja tua, klenteng tertua di Kupang ini dibangun oleh para pedagang Tionghoa yang tiba di Pulau Timor ratusan tahun lalu. Arsitektur klasiknya yang didominasi warna merah dan ornamen naga menjadi bukti nyata keberagaman serta jejak sejarah perdagangan antarbangsa di Kupang.
Kawasan ini sangat cocok bagi Anda pencinta street photography dan wisata sejarah perkotaan (heritage walk).
Lokasi: Jl. Siliwangi & Jl. Soekarno, Kelurahan LlBK (Lahilai Bissi Kopan), Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Jam Buka:
a) Area Kawasan Kota Lama & Luar Bangunan: 24 Jam.
b) Jam operasional kunjungan interior gereja/klenteng: 08.00 – 17.00 WITA (Harap menjaga kesopanan saat ada kegiatan ibadah).
HTM: Gratis.
Akses Transportasi :
a) Transportasi Umum: Naik Bemo Lampu 1, Lampu 2, atau Lampu 10 jurusan Kota Lama / Pantai Tedis.
b) Transportasi Daring / Kendaraan Pribadi: Hanya berjarak sekitar 10–15 menit berkendara dari kawasan perkantoran Jalan El Tari.
Daya Tarik Wisata:
a) Wisata arsitektur bangunan kolonial dan klenteng kuno.
b) Spot foto vintage di sepanjang jalan pertokoan lama.
c) Akses jalan kaki langsung menuju pesisir Pantai Tedis dan pusat kuliner malam Kampung Solor.
KATEGORI 2 - WISATA PANTAI & SUNSET PESISIR KOTA KUPANG
Kupang dijuluki sebagai "City of Corals" yang membentang tepat menghadap ke arah barat Teluk Kupang. Letak geografis ini menjadikannya salah satu kota terbaik di Indonesia untuk berburu sunset. Berikut 6 pantai pesisir kota paling populer yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda:
6. Pantai Lasiana
Membuka penelusuran pesisir di Kota Kupang, tujuan pertama yang wajib berada di urutan teratas adalah Pantai Lasiana. Jika Bali punya Kuta dan Lombok punya Senggigi, maka Kupang memiliki Lasiana sebagai pantai paling legendaris yang telah menjadi ikon pariwisata ibu kota NTT sejak puluhan tahun lalu.
Begitu melangkahkan kaki di sini, Anda akan disambut oleh pemandangan khas tropis Pulau Timor yang sangat unik yaitu hamparan ratusan pohon lontar (Borassus flabellifer) dan kelapa yang menjulang tinggi secara alami di sepanjang garis pantai. Perpaduan deretan pohon lontar yang melambai, angin laut yang sepoi-sepoi, serta hempasan ombak Teluk Kupang yang tenang menjadikan Pantai Lasiana sebagai seaside escape favorit warga lokal maupun wisatawan untuk melarikan diri sejenak dari riuk pikuk perkotaan.
Lokasi: Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang (sekitar 12 km dari pusat kota / arah utara menuju Kabupaten Timor Tengah Selatan).
Jam Buka: 06.00 – 18.30 WITA (Waktu terbaik: 16.00 – 18.00 WITA untuk menikmati sunset di antara siluet pohon lontar).
HTM: Rp3.000 (Anak-anak) | Rp5.000 (Dewasa) | Parkir motor Rp2.000, Mobil Rp5.000.
Akses Transportasi:
a) Transportasi Umum: Untuk pergi ke Pantai Lasiana menggunakan transportasi umum, Anda bisa menaiki bemo (angkot) jurusan Kupang–Tarus atau bemo yang menuju ke arah Terminal Oesapa/Noelbaki.
b) Transportasi Daring / Pribadi: Sekitar 15–20 menit berkendara dari pusat kota menyusuri Jalan Timor Raya.
Daya Tarik Wisata: Pantai paling legendaris di Kota Kupang yang terkenal dengan hamparan ribuan pohon kelapa dan pohon lontar yang menjulang tinggi di sepanjang pesisir. Ombaknya relatif tenang dengan pasir putih kecokelatan, sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga.
Selain itu ada lopo-lopo (pondok khas Timor) untuk bersantai, spot foto siluet pohon lontar, kuliner es kelapa muda, dan pisang gepe.
7. Pantai Pasir Panjang
Melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Timor Raya menuju arah pusat kota, Anda akan melintasi kawasan pesisir Pantai Pasir Panjang. Sesuai dengan namanya, pantai ini memiliki garis pantai terpanjang yang membentang sejajar dengan jalan protokol utama Kota Kupang.
Pantai Pasir Panjang merupakan pusat gaya hidup dan hangout pesisir paling modern di Kupang. Sepanjang tebing dan tepi pantainya dihiasi oleh deretan hotel berbintang (seperti Aston dan Sotis Hotel), restoran seafood, hingga kafe-kafe kekinian berkonsep outdoor rooftop. Bagi Anda yang ingin menikmati pemandangan laut Teluk Kupang sambil menyesap secangkir kopi berkualitas atau menikmati makan malam romantis saat senja, Pasir Panjang adalah tempat terbaiknya.
Lokasi: Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.
Jam Buka: 24 Jam (Operasional kafe/restoran sekitar 10.00 – 23.00 WITA).
HTM: Gratis untuk area publik (Cukup memesan makanan/minuman jika nongkrong di kafe/restoran).
Akses Transportasi:
a) Transportasi Umum: Naik Bemo Pasir Panjang, Bemo Lampu 10, atau Bemo Penfui.
b) Transportasi Daring / Pribadi: Sangat mudah dijangkau karena berada tepat di tepi jalan utama Jalan Timor Raya.
Daya Tarik Wisata: Garis pantai panjang dengan deretan kafe, beach club, dan hotel berbintang tepi laut. Pilihan utama untuk santai sore berkonsep modern seaside. Selain itu ada area nongkrong sore di kafe rooftop/outdoor, fasilitas live music, kulineran seafood, serta spot melihat panorama laut Teluk Kupang.
8. Pantai Warna Oesapa
Hanya berjarak beberapa menit dari koridor Pasir Panjang, Anda akan menemukan tempat nongkrong malam tepi pantai paling berwarna dan digemari anak muda Kupang, yaitu Pantai Warna Oesapa.
Pantai ini menyuguhkan konsep wisata pantai tropis yang santai dan ceria. Sepanjang garis pantainya dihiasi oleh deretan bean bag warna-warni, meja-meja kayu melingkar, dan payung pantaian khas Bali. Saat matahari mulai terbenam dan malam menjelang, suasana pantai bertransformasi menjadi sangat romantis dengan pendaran lampu-lampu gantung hias berwarna kuning hangat, diiringi alunan musik dari lapak-lapak kafe lokal di sekitarnya.
Lokasi: Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Jam Buka: 15.00 – 23.00 WITA (Suasana terbaik mulai pukul 17.00 WITA).
HTM: Gratis masuk pantai (Cukup membeli jajanan/minuman di lapak lokal).
Akses Transportasi:
a) Transportasi Umum: Naik Bemo Penfui atau Rute Oesapa/Tarus. Tandanya bisa dilihat langsung dari tulisan rute di bodi atau kaca mobil. Turun di Pasar Oesapa lalu jalan kaki/ojek sekitar 500 meter ke arah pantai.
b) Transportasi Daring / Pribadi: Akses jalan masuk gang sedikit sempit namun muat untuk mobil dan motor, area parkir luas tersedia.
Daya Tarik Wisata: Konsep kafe bean bag warna-warni dan payung pantai hias di atas pasir. Sangat Instagramable dengan pendaran lampu gantung hias di malam hari. Selain itu ada spot foto warna-warni tepi laut, kuliner jajanan lokal (salome goreng, pisang gepe, jagung bakar), pertunjukan live music lokal, dan tempat berkumpul anak muda.
9. Pantai Tedis/Pantai Lahilai Bissi Kopan (LLBK)
Masuk ke jantung Kawasan Kota Lama Kupang, perjalanan membawa Anda ke Pantai Tedis (yang kini resmi dikembangkan sebagai kawasan Taman Lahilai Bissi Kopan / LLBK). Pantai ini menyimpan nilai sejarah tinggi karena berhadapan langsung dengan lokasi pelabuhan pertama Kota Kupang di era kolonial.
Pemerintah Kota Kupang telah menata area pesisir ini menjadi waterfront plaza pedestrian yang modern dan rapi. Dilengkapi dengan tanggul semen pelindung ombak, tempat duduk beton yang luas, jogging track, dan pencahayaan taman yang megah, Pantai Tedis menjadi titik kumpul publik paling ramai di tengah kota. Tepat di seberang jalannya berdiri sentra kuliner malam terbesar di Kupang, yaitu Pusat Seafood Kampung Solor.
Lokasi: Jl. Siliwangi, Kelurahan LLBK, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.
Jam Buka: 24 Jam (Sangat ramai pada jam 16.30 – 22.00 WITA).
HTM: Gratis.
Akses Transportasi:
a) Transportasi Umum: Naik Bemo Lampu 10, turun tepat di depan Taman LLBK / Kota Lama.
b) Transportasi Daring / Pribadi: Sangat mudah dijangkau dari arah mana saja di pusat kota.
Daya Tarik Wisata: Waterfront plaza pedestrian di jantung kota lama, Tugu Titik Nol Kupang, serta pemandangan langsung ke pelabuhan lama dan bentang Teluk Kupang. Selain itu ada sunset point tengah kota, area jalan-jalan sore di jogging track, landmark Tugu Titik Nol, serta akses langsung ke kuliner seafood Kampung Solor.
10. Pantai Ketapang Satu
Bergeser hanya beberapa ratus meter dari area Kota Lama dan kawasan Fontein, Anda akan menjumpai salah satu spot sunset paling unik dan ikonik di Kupang, yaitu Pantai Ketapang Satu.
Pantai ini memiliki cerita menarik di balik penamaannya. Nama "Ketapang Satu" berasal dari keberadaan sebatang pohon ketapang yang tumbuh kokoh sendirian di atas bongkahan batu karang tepi pantai. Pohon rindang ini berdiri tegak menantang ombak, menciptakan siluet yang sangat artistik dan menjadi ciri khas utama lokasi ini. Pesisirnya telah ditata dengan teras tebing semen dan bangku beton, menjadikannya tempat favorit warga lokal untuk bersantai sore sambil mendengarkan hempasan ombak yang menghantam karang.
Lokasi: Jl. Sumur Bor, Kelurahan Tode Kaseru, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.
Jam Buka: 24 Jam (Waktu paling ramai: 16.30 – 19.00 WITA).
HTM: Gratis (Hanya membayar parkir swadaya warga sekitar Rp2.000 – Rp5.000).
Akses Transportasi:
a) Transportasi Umum: Naik bemo lampu 6 karena jalurnya melintas langsung di Jalan Sumatera (jalan utama di depan Ketapang Satu Beach); Naik Bemo Lampu 1 atau Lampu 2, turun di persimpangan Tode Kaseru / Fontein lalu jalan kaki sekitar 200 meter.
b) Transportasi Daring / Pribadi: Akses sangat mudah di tengah kawasan pemukiman pesisir kota.
Daya Tarik Wisata: Pesisir tebing karang unik dengan ikon satu pohon ketapang rindang yang tumbuh di atas batu karang tepi laut. Pilihan favorit untuk menikmati sunset santai di pusat kota. Selain itu ada spot foto siluet pohon ketapang di atas karang, tempat duduk santai di atas tanggul karang, dan pedagang jajanan lokal (pisang gepe, salome, es kelapa).
11. Pantai Batu Kepala (Nununamat)
Menutupi perjalanan pesisir Kota Kupang di ujung barat, Anda akan menemukan pantai dengan karakter yang paling liar dan dramatis, yaitu Pantai Batu Kepala (masyarakat lokal sering menyebutnya Pantai Nununamat).
Jika pantai-pantai sebelumnya menyuguhkan kelembutan pasir atau fasilitas perkotaan, Batu Kepala menyajikan keindahan lanskap batu karang hitam alami berusia ratusan tahun yang mencuat gagah di tepi laut. Penamaan "Batu Kepala" lahir dari keberadaan salah satu formasi batu karang besar menonjol yang menyerupai bentuk kepala manusia dari sudut pandang tertentu. Terletak sangat dekat dengan jalur keluar-masuk kapal di Pelabuhan Tenau, pantai ini menyuguhkan pengalaman senja yang megah: menyaksikan detik-detik matahari terbenam membiaskan warna jingga di balik siluet kapal-kapal laut besar yang melintas tenang.
Lokasi: Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak, Kota Kupang (sisi barat kota).
Jam Buka: 24 Jam (Waktu terbaik: 16.30 – 18.15 WITA).
HTM: Gratis (Hanya membayar parkir swadaya warga sekitar Rp2.000 – Rp5.000).
Akses Transportasi:
a) Transportasi Umum: Carilah bemo yang memiliki tulisan cetak "TENAU" atau "ALAK" di kaca depan atau bodi mobilnya. Anda bisa menunggu bemo jurusan Tenau/Alak ini di area Terminal Kupang Lama (LLBK / dekat Pantai Tedis) atau di sekitar wilayah Kampung Solor.
b) Transportasi Daring / Ojek: Akses kendaraan roda dua sangat mudah hingga ke tepi pantai.
Daya Tarik Wisata: Hamparan batu karang hitam alami dengan formasi unik menyerupai kepala manusia, serta pemandangan lalu lintas kapal laut yang sangat estetik saat senja. Selain itu ada eksplorasi lanskap tebing karang hitam, foto siluet kapal laut, dan area bersantai menikmati sunset syahdu jauh dari kebisingan.
6. Pasar
Malam Kampung Solor
Berkunjung ke Kota Kupang, jangan lewatkan makanan super lezat yang jadi kebanggaan Kota Kupang, yakni ikan bakar dan seafood. Hmmmmttt. Pasar Malam Kampung Solor ini begitu terkenal akan kelezatan ikan bakar dan seafoodnya karena ikan maupun seafood yang dijual masih segar gan. Nelayan tangkap, langsung dijual malam harinya. Tak heran kalau rasanya begitu lezat. Harganya pun bisa dibilang cukup terjangkau gan, berdasarkan pengalaman ane 1 porsi ikan bakar dihargai Rp 30.000 sd lebih tergantung ukuran, 1 porsi kepiting asam manis Rp 50.000 sd lebih tergantung ukuran, 1 porsi cumi saos tiram dihargai Rp 24.000 sd lebih tergantung ukuran. Best moment kalau dinikmati bersama keluarga/teman-teman tercinta gan.
Lokasi: Jalan Siliwangi, Kota Kupang (300 meter sebelah timur Pantai tedis)
Jam buka: 17:00-24:00
HTM: free
Cara kesini: Bemo lampu 10,6,1, ojek
Apa saja disini?
-
Area wisata kuliner Seafood, ikan bakar, bakso,
nasi goreng, ayam goreng, dan lain-lain.
7. Pantai
Lasiana
Lasiana memiliki ombak yang tenang, air yang bening serta dasar pantai yang sepenuhnya pasir putih tanpa karang. Hal ini membuat pantai Lasiana sangat cocok untuk berenang, berjemur, atau sekedar dinikmati keindahannya. Di sepanjang pinggir pantai banyak terdapat pohon tinggi dan berfungsi untuk menaungi bibir pantai. Terdapat pohon-pohon kelapa dan pohon-pohon lontar tua yang hingga kini masih produktif yang berada di bibir pantai. Pada hari biasa, kawasan pantai ini sepi dari pengunjung.
Bila minggu atau hari liburan tiba, kawasan ini menjadi ramai. Anda bisa mencium aroma ikan bakar dimana-mana dan mendengar nyanyian yang diiringi gitar, karena pada hari-hari libur pantai ini berubah menjadi semacam arena berkumpul keluarga. Banyaknya pengunjung mengundang banyak pedagang datang dan menggelar berbagai makanan dan minuman dingin yang menyegarkan.
Di Pantai Lasiana ini terdapat 14 unit bangunan Lopo-lopo atau bangunan menyerupai rumah tradisional. Lopo-lopo adalah sebutan lokal untuk pondok berbentuk menyerupai kanopi,bertiang batang pohon kelapa atau kayu dan beratapkan ijuk, daun kelapa, daun lontar, dan alang-alang. Bisa juga beratapkan seng yang bagian luar dilapisi ijuk, pelepah kelapa atau lontar, dan alang-alang. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat berteduh dan beristirahat bagi pengunjung yang tidak ingin tersengat panas matahari ketika menikmati pemandangan pantai. Terdapat beberapa kios komersial, kios cendera mata, dan sebuah panggung hiburan rakyat. Juga terdapat kolam renang.
Di Pantai Lasiana, terdapat jajanan tradisional khas Kupang yaitu Pisang Gepe yang bisa dinikmati dengan segarnya kelapa muda. Pisang gepe adalah pisang bakar yang disiram air gula aren dan kacang tanah tumbuk.
Tambahan: menurut ane pariwisata Pantai Lasiana ini masih banyak yang harus dibenahi gan ke depannya, terutama masalah kebersihan. Terakhir ane kesana Januari 2014, terlihat banyak sekali sampah bertebaran di sepanjang pesisirnya. Selain itu jika bukan hari libur, pantai ini sangat sepi sekali hampir tidak ada pengunjung.
Lokasi: Oesapa, Kota Kupang
Jam buka: 24 jam, best time
16:00-18:00
HTM: 2000 (motor Rp 1000)
Cara kesini: Bemo Oesapa, Bemo
Noelbaki atau Bemo Tarus
Apa saja disini?
a. Sunset yang menawan
b. Pantai biru dengan garis pantai yang membentang luas
c. Jajanan pisang gepe
d. Jajaran pohon lontar
8. Pantai
Manikin
Letaknya sangat strategis karena berdekatan dengan pantai Lasiana yang merupakan tempat rekreasi bagi masyarakat Kota Kupang, sehingga pantai ini juga ramai dikunjungi orang. Pantai ini memiliki pemandangan yang sangat indah dengan hamparan pasir putih yang sangat luas.
Menikmati panorama indah pantai Manikin, berjemur dan berenang merupakan aktivitas yang dapat anda lakukan disini. Selain itu juga terdapat kuliner Pisang Epe’, jagung bakar, jagung rebus, kelapa muda dan lain-lain yang dijajakan penjual kaki lima setempat.
Dengan jarak sekitar 20 Km dari pusat Kota Kupang dapat ditempuh dengan kendaraan umum seperti Bemo dan Bis antar Kota, serta kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. (sumber: disini).
Pada hari biasa, pantai ini sangat sepi dan mungkin jarang dijumpai pedagang makanan gan. Dan menurut ane, pantai ini relatif lebih bersih dibanding tetangganya, Pantai Lasiana.
Lokasi: Oesapa, Kota Kupang (sekitar
500 meter sebelah timur Pantai Lasiana)
Jam buka: 24 jam, best time
16:00-18:00
HTM: 3000
Cara kesini: Bemo Oesapa, Bemo
Noelbaki atau Bemo Tarus
Apa saja disini?
a. Sunset yang menawan
b. Pantai biru dengan garis pantai yang membentang luas
c. Jajanan pisang gepe , jagung bakar, jagung rebus
9. Pantai
Nunsui
Nunsui adalah sebuah Pantai yang lokasinya berdekatan dengan dua obyek wisata pantai lainnya yaitu Pantai Laisana dan Pantai Manikin yang ada di Kupang, Nusa tenggara timur. Pantai Nunsui terletak di timur kota Kupang. Pantai ini membentang di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Tidaklah sulit menemukan pantai Nunsui ini, karena dari pusat kota Kupang dengan kendaraan bermotor hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit .

Sumber: photos.travelblog.org
Pantai Nunsui oleh masyarakat sekitar disebut juga dengan Pantai Batu Nona. Karena di pantai ini ada sebuah batu karang yang berbentuk seperti perempuan. Menurut ceritanya, ada seorang perempuan yang bunuh diri dengan menerjunkan dirinya dari sebuah tebing yang tingginya kurang lebih 15 meter ke laut. Tetapi kemudian jasadnya berubah menjadi batu yang kemudian disebut dengan batu nona. Lokasi batu karang yang menyerupai perempuan ini letaknya dekat dengan tepi pantai, sehingga membuat pengunjung mudah dan tidak perlu berenang untuk mendekatinya. Dan yang membuat batu nona ini terkenal adalah, apabila pengunjung memanjat naik ke atas batu nona, maka pengunjung selain bisa melihat pemandangan teluk Kupang yang indah yang berada di kejauhan juga bisa melihat sunset yang begitu indah.
Pada waktu menunggu sunset, para pengunjung bisa menikmati sejuknya udara di pantai sambil duduk-duduk di tanggul batu yang memang disediakan untuk memanjakan wisatawan. Sedangkan bagi yang hobi memancing, tanggul ini sering dijadikan sebagai tempat untuk memancing. Panjang batu ini seperti ingin memisahkan antara Pantai Batu Nona dan Pantai Lasiana.
Di sepanjang Batu Nona pengunjung juga bisa melihat aktivitas penduduk kota Kupang yang sedang menikmati pantai ini. Ada yang sedang bermain bola, mencari ikan pada waktu air laut surut atau pun datang ke pantai ini hanya untuk bermain. Sore hari adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke Pantai Batu Nona ini. Karena pada saat itu laut sedang surut, sehingga kita bisa menjelajahi pantai dengan leluasa. Pantai Batu Nona ini walaupun tidak mempunyai pasir putih, tetapi struktur pantainya terbilang unik karena memiliki hamparan batu yang tidak beraturan. Apabila anda sudah lelah bermain, berenang dan menikmati keindahan Pantai Nunsui atau pantai Batu Nona, anda bisa sambil berjemur menikmati jajanan yang ditawarkan oleh pedagang yang berada di sekitar pantai seperti jagung bakar, pisang epe ataupun menikmati segarnya es kelapa muda. (sumber: disini)
Lokasi: Oesapa, Kota Kupang (sekitar
500 meter sebelah timur Pantai Lasiana)
Jam buka: 24 jam, best time
16:00-18:00
HTM: 3000
Cara kesini: Bemo Oesapa, Bemo
Noelbaki atau Bemo Tarus
Apa saja disini?
a. Sunset yang menawan
b. Pantai biru dengan garis pantai yang membentang luas
c. Jajanan pisang gepe , jagung bakar, jagung rebus
10. Pura
Oebananta
Pura Oebanantha terletak di Jl. Sabu kelurahan Fatubesi Kupang, Pura Oebanantha dibangun tahun 1979 merupakan Pura tertua di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak tahun 1962 tempat ini sudah dipergunakan untuk beribadat umat Hindu, namun baru pada tahun 1979 lah dibangun dalam wujud Pura. Pura Oebanantha terletak di pinggir laut yang indah, dan pemerintah daerah sangat memberikan perhatian dengan pembangunan tembok pengaman pantai.
Pura Oebanantha sebagai tempat Suci Umat Hindu untuk wilayah Kupang dan sekitarnya, persembahyangan Purnama-Tilem selalu dilaksanakan oleh umat. Demikian juga saat-saat hari besar keagamaan , seperti Hari Raya Nyepi, umat mempersiapkan segala upacara Yadnya di lingkungan Pura Oebanantha, pelaksanaan Tawur Agung dan Brata Penyempian juga dilaksanakan di lingkungan Pura Oebanantha. Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan hari raya Kemenangan Dharma atas Adharma selalu dirayakan oleh Umat Hindu Kupang di Pura Oebanantha ini.
Selain kegiatan keagamaan yang berhubungan dengan Yadnya, Pura Oebanantha juga tempat bertemunya para umat dalam Lokasabha, pesamuan, sangkepan, mebanjar menyama braya atau pertemuan-pertemuan PHDI Kupang. Stata segalak segilik selunglung sebayanta paras paros sarpanaya menyama braya.
Kerukunan umat di Kupang sangat bagus, baik dalam kegiatan keagamaan maupun dalam bergotong-royong membangun daerah. Tempat Suci umat Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur diantaranya; Pura Giri Satrianantha; Komplek Bataliyon Infantri 744, Satya Yudha Bhakti Tobir, Atambua, Pura Atambuanantha Kutamba di Komplek Kodim 1605 Belu, Pura Wakikah, Pura Webananta dan Pura Agung Giri Kertabhuana
Lokasi: Pasar Oeba, Jl. Sabu kelurahan Fatubesi Kupang
Jam buka: 09:00-17:00
HTM: FREE
Cara kesini: Bemo Lampu 10,1,2
Apa saja disini?
- Pura untuk tempat beribadah Umat Hindu
- Pemandangan pantai dan sunset yang menawan dari sudut pura
11. Masjid
Raya Nurussa'adah
Merupakan masjid terbesar dan termegah di Kota Kupang gan. Masjid Raya Nurussa’adah dan Islamic Center beralamat tepat di Jl. Soekarno No 24 Fontein, Kota Kupang NTT.
Masjid Raya dan Islamic Center selesai dibangun pada akhir 2013 dimana pembangunannya mencerminkan kerukunan umat beragama disini gan. Meski Islam tidak mayoritas, tahap demi tahap pembangunan Masjid Raya dan Islamic Center berjalan tanpa kendala apapun. Itu terbukti ketika peletakan batu pertama hadir turut andil memberi sumbangan Bapak Gubernur NTT (yang beragama katolik) dan Walikota Kota Kupang NTT. Pembangunan masjid ini sendiri menghabiskan biaya sekitar 8 milyar.
Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Islamic Center, Ir. H. Moh Anshor, pusat kegiatan Islam baik pendidikan dan dakwah akan diadakan di Masjida Raya Nurussa’adah dan Islamic Center. (sumber: disini)
Lokasi:Jl. Soekarno No 24 Fontein, Kota Kupang NTT
Jam buka: 24 jam
HTM: FREE
Cara kesini: Bemo lampu 10
Apa saja disini?
- Masjid untuk tempat ibadah Umat Muslim
12. Gua
Monyet
Gua ini berada di dekat pantai dan disekitar pelabuhan laut. Diobjek ini banyak terdapat monyet-monyet yang hidup berkelompok. Binatang-binatang ini hidup dialam goa yang berada dalam taman ini. Objek wisata ini juga dijadikan sebagai taman hiburan bagi masyarakat sekitarnya karena dilengkapi dengan Lopo sebagai tempat untuk berteduh.
Pada hari sabtu dan minggu serta hari libur lainnya, tempat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat kota kupang khususnya muda-mudi untuk menikmati keindahannya serta mandi di laut yang berada tidak jauh dari objek ini. Kalau tidak hari libur biasanya sepi sekali tapi gan. Bahkan waktu ane kesana saat weekdays, tempat ini malah tutup dan tidak terlihat penjaga sama sekali.


Para mengunjung yang datang biasanya datang membawa makanan kecil seperti kacang, ubi-ubian dll untuk diberikan kepada monyet yang ada. Jika agan tidak sempat membawa makanan, tenang saja karena disekitar lokasi wisata ada penjual snak yang bisa dibeli dengan harga mulai Rp 8000 untuk diberikan monyet.
Di dalam lokasi gua monyet juga terdapat lubang yang di buat oleh Jepang pada jaman perang dahulu kala. Lubang berbentuk gua ini diberi nama Gua Jepang Panarbibi dengan tinggi ± 2,5 meter, lebar ± 4 meter. Terletak di sebelah barat gua dengan jarak ± 50 meter, panjang atau kedalaman gua mencapai ± 20 meter.
Anda dapat berkunjung ketempat ini setiap harinya mulai pukul 07.00 - 18.00 Wita dengan biaya masuk Rp. 1.000 untuk setiap pengunjungnya. Terdapat beberapa fasilitas untuk pengunjung seperti lopo dan taman bermain. Lokasi Gua Monyet Sasando terletak di pusat kota Kupang, dan untuk menjangkau tempat ini dapat dengan menggunakan jasa Taxi, Angkutan Kota atau Ojek. (sumber:
disini)
Lokasi: Kelapa Satu, Kelurahan Alak, Kota Kupang (dekat Pelabuhan Tenau)
Jam buka:-
HTM: 1000
Cara kesini: Ojek (Rp 10.000 dari Masjid Raya Nurussa’adah)
Bemo yang mengarah ke Alak
Kendaraan pribadi
Apa saja disini?
- Refreshing dengan melihat tingkah lucu monyet
- Memberi makan dan bermain dengan monyet
- Berenang di laut yang tidak jauh dari Gua
- Gua Jepang di dalam lokasi
- Taman bermain, lopo-lopo dan pepohonan rindang
13. Air
Terjun Oenesu 4 tingkat
Lokasi yang terletak di perbukitan dan dikelilingi oleh rindangnya pepohonan yang beragam jenisnya membuat susana hati setiap pengunjung yang melihatnya merasa tenang dan sejuk. Yang menarik dari air terjun ini adalah air terjun bertingkat-tingkat mencapai empat lapisan. Disela-sela air terjun juga terdapat kolam-kolam yang terbentuk secara alamiah sehingga dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berenang maupun berendam. Air terjun ini memiliki ketinggian 10 meter dengan 4 tingkatan.
Debit air selalu melimpah walaupun dimusim kemarau sekalipun, sehingga anda tidak perlu kecewa untuk menikmati air terjun yang dapat tersaji setiap saat. air jernis, rindangnya pepohonan dan suara air yang menderu membuat kita dapat merasakan dekatnya hidup berdampingan dengan alam.
Ar terjun ini berjarak kurang lebih 20 km arah barat Kota Kupang dan dapat di tempuh dalam waktu 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Jalan yang baik juga menunjang kelancaran transportasi untuk menjangkau tempat ini. Selain parkir yang luas juga terdapat lopo-lopo yang digunakan sebagai tempat berteduh. (sumber: disini)
Lokasi: Oenesu
Jam buka: 08.00 sd 17.00
HTM: 3000
Cara kesini: Ojek, Kendaraan Pribadi
Apa saja disini?
- Berenang di curahan Air Terjun
- Berfoto-foto dengan latar pepohonan rindang dan 4 tingkat air terjun
14. Gua
Kristal
Gua Kristal ini merupakan salah satu destinasi wisata paling terkenal di Kupang gan. Lokasinya berada sekitar 200 meter dari Polisi Air di dekat Pelabuhan Bolok. Kalau naik kendaraan pribadi, motor bisa dititipkan ke Kantor Polisi Air, kemudian melanjutkan berjalan kaki ke Gua Kristal. Tidak ada petunjuk apapun
gan untuk kesini, jadi nanti ikuti aja bekas tapak kaki dari rerumputan di
sekitarnya.
Jalan masuk ke Gua Kristal ini sempit, gelap, licin, bau eek kelelawar
dan terjal gan. Jadi harus super hati-hati supaya tangan jangan sampai pegang
eek kelelawar pas pegangan, atau kaki jangan sampai terpeleset. Lebih baik
menggunakan senter karena cukup gelap ketika sudah sampai di bawah. Airnya pun
benar-benar bening dan biru seperti kristal gan, itulah mengapa gua ini disebut
Gua kristal. Bukan karena ada kristal besar-besar, ada intan, ada emas, tapi
karena airnya bening seperti kristal terutama jika terkena sinar matahari yang
masuk melalui celah bebatuan. Berenang disini aman gan. Airnya sendiri sangat segar dan berasa payau, yang
menandakan di suatu tempat di bawah, ada lubang yang tembus ke laut (jadi
teringat Film Sanctum hahahaha).
Lokasi:200 meter dari Polisi Air Pelabuhan Bolok
Jam buka: 24 jam, best time
09:00-14:00
HTM: FREE
Cara kesini: Ojek, Kendaraan Pribadi
Cara murah: Naik bemo arah Bolok, dari situ baru naik ojek ke Gua Kristal/Air Terjun Oenesu
Apa saja disini?
- Berenang di air sebening kristal
15. Pantai
Tablolong

Pantai yang terletak di Kecamatan Kupang Barat ini memiliki pasir putih yang indah dan berjarak kurang lebih 30 Km dari Kota Kupang. Di sekitar pantai terdapat perkampungan nelayan. Selain nelayan, sebagian penduduk yang bermukim di pesisir Tablolong juga bekerja mengolah rumput laut. Pantai ini merupakan salah satu basis arena bagi olahraga pancing baik berskala tradisonal maupun internasional di Kabupaten Kupang. Turnamen pancing sangat digemari dan dilaksanakan setiap tahun dengan peserta yang datang dari berbagai daerah. Di lokasi ini juga dibangun fasilitas-fasilitas pendukung seperti lopo-lopo, warung dan sarana permainan anak. Tapi jika sedang hari libur, biasanya sangat sepi gan. Jadi usahakan membawa bekal makanan /minuman sendiri. (sumber: disini)
Ane sarankan untuk mengunjungi pantai ini di pagi/sore hari gan. Karena kalau siang hari jangan ditanya ya, puanasnya pol. Hal itu akan membuat trip agan jadi nggak nyaman. Karena terletak di sebelah barat, disini bisa menyaksikan sunset.


Lokasi: Tablolong
Jam buka: 24 jam, best time
16:00-18:00
HTM: FREE
Cara kesini: Ojek, Kendaraan Pribadi
Apa saja disini?
a. Sunset yang menawan
b. Pantai biru bersih dengan garis pantai yang membentang luas
c. Bisa melihat Pulau Rote di kejauhan
d. Melihat proses pengolahan rumput laut
16. Baumata
Berjarak sekitar 16 km dari Kota Kupang terdapat sebuah desa wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dari Kupang sendiri maupun luar daerah. Desa tersebut bernama Baumata. Lokasinya berada di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Kolam Renang Baumata
Baumata menjadi salah satu tujuan obyek wisata di Kupang karena keindahan dan kekayaan alamnya. Terdapat beberapa jenis wisata yang bisa kamu kunjungi di Baumata, diantaranya:
- Hutan ala: berupa obyek wisata alam (eco tourist) yang merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan daratan sedang dengan berbagai flora: asam, kesambi, jati, johar, bambu dan beringin; dan fauna: kera ekor panjang, biawak timor, kakatua putih kecil jambul kuning, elang, ular sanca timor, parkit kupang, perkici dada kuning dan sri gunting di dalamnya.
- Goa Jepang: merupakan goa peninggalan tentara Jepang yang digunakan sebagai tempat persembunyian selama Perang Dunia II. Terdapat keindahan stalaktit dan stalakmit di dalamnya.
sumber: http://balitour.net/
- Kolam renang Baumata: kolam renang ini menjadi obyek wisata terfavorit, namun hanya dibuka pada hari Jum'at, Sabtu, Minggu dan hari-hari libur lainnya. Lokasinya hanya berjarak sekitar 250 m dari Goa Jepang. Untuk dapat masuk ke kolam renang ini kamu dikenakan tiket seharga Rp. 5.000/orang untuk dewasa dan Rp. 3.500/orang untuk anak-anak. Terdapat pula penyewaan ban pelampung seharga Rp. 5.000 untuk ban kecil dan Rp. 10.000 untuk ban besar.
- Kolam alam : kolam yang dihiasi bunga teratai sebagai tempat perlindungan sejumlah habitat air tawar seperti ikan dan udang. Juga sebagai tempat budidaya ikan yang potensial untuk dikonsumsi seperti ikan bandeng, tawes dan ikan mas.
Selain obyek wisata dengan keindahan dan kesejukannya, Baumata juga terkenal dengan sumber mata air alaminya yang besar dan segar. Mata air tersebut digunakan untuk mengaliri air di kolam renang Baumata, sumber air untuk industri air minum dalam kemasan dan PDAM Kupang yang dapat mensuplai kebutuhan Kota Kupang.(sumber: disini)
Lokasi: Desa Baumata
Jam buka: Kolam Renang setiap Jumat-Minggu dan hari libur
HTM:Rp 5000 sd Rp 10.000
Cara kesini:
Dari Kota Kupang kamu bisa menggunakan angkutan umum nomor 15 dan 16 yang melayani rute Kupang-Penfui-Baumata. Atau kamu juga bisa menggunakan kendaraan pribadi dari Kupang ke Baumata dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. (sumber: disini)
Apa saja disini?
17. Taman Wisata Alam Camplong
Taman Wisata Alam (TWA) Camplong adalah objek wisata alam yang bisa ditemui di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lokasi taman wisata ini tepatnya berada di pinggir jalan menuju ke kota Soe. Dari pusat kota Kupang, lokasi hutan wisata ini berjarak 46 km. Ada transportasi umum yang bisa digunakan untuk menuju ke hutan wisata, berupa minibus.
Dari kota Kupang bisa menumpang minibus jurusan kota Soe dan tanyakan ke supirnya untuk diturunkan di TWA Camplong. Selain menggunakan minibus, di pusat kota Kupang juga terdapat taksi yang bisa mengantarkan hingga ke TWA Camplong. Tentu saja biayanya akan berbeda ketimbang naik minibus.
Kawasan hutan yang pertama kali ditetapkan sebagai taman wisata pada tahun 1929 ini mempunyai luas lanskap lebih dari 2000 hektar. Lanskap ini dibagi dalam dua kawasan yang berbeda, yaitu kawasan taman wisata yang membentang seluas lebih dari 600 hektar dan kawanan bukan hutan seluas lebih dari 1700 hektar.
sumber: http://jalan2.com/
Pada waktu pertama kali ditetapkan pada tahun 1929 sebagai hutan wisata, luas TWA Camplong hanya mencapai sekitar 475 hektar saja. Namun pada tahun 1989, hutan Camplong kemudian digabungkan oleh pemerintah setempat ke dalam hutan Sisimeni Sanam. Luas gabungan 2 hutan inilah yang pada tahun 1982 ditetapkan sebagai taman wisata yang saat ini dikenal dengan nama Taman Wisata Alam Camplong.
Kawasan TWA Camplong menyimpan beberapa kekayaan alam. Kawasan ini misalnya, mempunyai sumber mata air alami. Status taman wisata yang dimiliki oleh hutan Camplong dapat menjaga salah satu sumber mata air yang dimiliki oleh Kupang. Karena pepohonan yang memenuhi hutan Camplong akan memastikan kualitas air yang berasal sumber mata air tetap dalam kondisi yang baik hingga di masa yang akan datang.
sumber: http://www.tatapedia.com/
Meskipun sedang berada di hutan pengunjung tidak harus menuju ke lokasi mata air untuk memperoleh air bersih. Karena pihak pengelola juga menambahkan beberapa fasilitas air bersih untuk membuat pengunjung lebih nyaman ketika sedang berekreasi di TWA Camplong. Selain mata air alami dan kolamnya, pihak pengelola TWA Camplong juga sudah memasang kran air yang bisa ditemukan di jalan setapak yang menembus hutan wisata. Selain kran air ini masih ada lagi kolam air bersih. Lokasinya juga berada tidak jauh dari jalan setapak.
TWA Camplong juga merupakan lokasi dimana gua alam berada. Gua yang berupa lubang alami pada permukaan tanah dengan ruang yang cukup besar dan dalam bisa menjadi daya tarik tambahan bagi TWA Camplong. Karena gua alam bisa dimanfaatkan sebagai tempat dilakukannya kegiatan susur gua. Tidak semua orang bisa secara aman menelusuri gua alam yang dalam. Namun pengunjung biasa tetap bisa berkunjung ke gua alam, terutama pada kawasan yang tidak jauh dari mulut gua.
Selain gua alam ada juga gua buatan yang dimiliki oleh TWA Camplong. Ada cerita menarik mengenai gua buatan tersebut. Dulu pada masa penjajahan, Jepang sempat membangun gua di hutan yang sekarang menjadi bagian TWA Camplong. Gua ini digunakan sebagai tempat persembunyian ketika mereka diserbu oleh masyarakat setempat.
Pengelola TWA Camplong tidak hanya bergantung pada hutan alami yang dimiliki oleh Camplong. Mereka juga melakukan penangkaran beberapa satwa. Beberapa hewan yang ditangkarkan di Camplong, seperti buaya, rusa, dan ular. Penangkaran satwa ini bisa menjadi atraksi tambahan yang bisa ditemui pengunjung ketika sedang berada di TWA Camplong.
Tentu saja selain satwa yang ditangkarkan, TWA Camplong merupakan habitat alami bagi hewan. Beberapa dari hewan ini merupakan satwa endemik pulau Timor. Satwa endemik yang tinggal di hutan Camplong, seperti rusa Timor, burung kakaktua berbahu hijau kekuningan, dan juga merapati berpunggung hitam.
TWA Camplong mempunyai flora endemik pulau Timor yang tumbuh di hutan Camplong adalah pohon cendana. Pohon cendana sering dimanfaatkan untuk diambil kayu dan minyaknya. Bahan tersebut digunakan sebagai rempah-rempah, dupa, aromaterapi, parfum, dan bahkan sebagai bahan baku sangkur keris.
Selain satwa dan flora endemik pulau Timor, TWA Camplong juga merupakan tempat tinggal bagi satwa dan flora lainnya. Beberapa satwa liar yang bisa ditemui di TWA Camplong antara lain adalah kera ekor panjang, biawak, kuskus, srigunting, raja udang, kupu-kupu, burung nuri, kucing hutan, koakiu, burung perkutut, dan masih banyak lagi.
Kondisi alam yang dipenuhi oleh pepohonan alami di TWA Camplong, membuatnya menjadi lokasi yang sangat baik untuk kegiatan berkemah. Kegiatan rekreasi luar ruang ini bisa menjauhkan pengunjung dari suasana perkotaan untuk menikmati keindahan alam. Tentu saja kegiatan perkemahan akan menjadi lebih menarik lagi bila digabungkan dengan aktifitas luar ruang lainnya yang bisa dilakukan di TWA Camplong.
Kegiatan luar ruang lain yang mungkin ingin dilakukan oleh pengunjung di TWA Camplong adalah lintas alam. Tidak perlu khawatir tersesat bila ingin melakukan kegiatan lintas alam. Karena disini sudah ada jalan setapak menembus hutan wisata.
Jalan setapak ini sengaja dibuat untuk memudahkan pengunjung dalam kegiatan lintas alam. Jadi tidak perlu lagi untuk membuka jalan baru di hutan. Apalagi sampai membutuhkan keahlian navigasi yang baik dalam membaca peta dan kompas. Pengunjung umum pun dapat melakukan kegiatan lintas alam dengan mudah di TWA Camplong tanpa memerlukan peralatan yang rumit. (sumber: disini)
Lokasi: Camplong (Ruas jalan utama
Kupang-Soe)
Jam buka: belum ada informasi (normal 08.00 sd 16.00)
HTM:Rp 5000 (dewasa), Rp 3000 (anak2)
Cara kesini: Bus Kupang-Atambua, Bus
Kupang-Kefa, Bus Kupang-Soe, minta diturunkan di Kawasan Wisata Camplong (Rp 10.000)
Apa saja disini?
- Hutan Wisata
- Kawasan Mata Air Alami
- Flora dan fauna endemik
- Goa
18. Air Terjun Tesbatan
sumber: http://cdn02.tiket.photos/
Air Terjun ini terletak di desa Tesbatan Kecamatan Amarasi kurang lebih 25 Km dari Oelamasi atau 45 Km dari Kota Kupang. Lokasi ini dapat ditepuh dengan kendaraan roda empat atau roda 2 dengan akses jalan yang cukup baik. Air Terjun Tesbatan ini dengan spesifikasi daya tariknya mempunyai 5 tingkat air terjun.
Obyek ini memiliki pemandangan yang cukup indah dengan dikelilingi oleh pepohonan yang rindang, sehingga membuat pengunjung igin berlama-lama baik mandi maupun yang sekedar duduk-duduk karena suasananya yang sejuk dan nyaman. Disamping itu juga tempat untuk rekreasi mandi dan kemping, tempat itu banyak menghasilkan sayur-sayuran untuk kebutuhan Kota Kupang.
Lokasi: Desa Tesbatan, sekitar 2,5 km dari Tugu Tesbatan
Jam buka: 24 jam
HTM: FREE
Cara kesini: Dari Kupang ambil jalan ke arah Soe/Kefamenanu melalui Jalan Timor Raya. Selanjutnya di pertigaan Pasar Oesao, belok kanan ke arah Oekabikiti. Dari situ lurus sampai menemukan Desa Tesbatan, Air Terjun Tesbatan terletak sekitar 2,5 km dari Tugu Tesbatan.
Apa saja disini?
- Air terjun 5 tingkat
- Air jernih dan pemandangan mempesona
19. Mall
Flobamora
Flobamora Mall (FLOres sumBA tiMOR Alor) adalah satu-satunya mall di kota Kupang, bahkan di wilayah Timor. Tempat ini terletak di Jalan L.J. Lalamentik, 6 kilometer arah selatan pusat kota, sehingga mall ini cukup jauh untuk dicapai.
sumber: kupangntt.files.wordpress.com
Dahulunya, lahan bekas mall ini adalah persawahan. Sekarang, mall dengan ruko-ruko di kanan kirinya telah berdiri di bekas lahan tersebut. Di kanan dan kiri jalan LJ Lalamentik, terdapat sejumlah gedung pemerintahan, lapangan bola, Bank NTT dan apotik serta rumah makan.
Mall Flobamora memiliki tenant besar dan utama yakni Ramayana Departement Store. Mall setinggi dua lantai ini hampir seluruh bagiannya ditempati oleh Ramayana. Di lantai satu terdapat supermarket Ramayana yang menjual kebutuhan pangan dan produk rumah tangga serta sejumlah sandang, sementara di lantai dua, Ramayana menjual produk sandang untuk pria dan wanita secara total. Selain supermarket, Ramayana juga memiliki anak cabang toko di seberang supermarket yakni toko serba 5000 yakni toko yang menjual barang-barang konsumtif dan rumah tangga seharga Rp. 5.000 dan kelipatannya. Produk yang dijual beraneka ragam mulai dari gantungan handphone sampai kendi air.
Tenant lain yang cukup besar berada di dalam mall adalah Optik Melawai yang menjual berbagai kebutuhan kacamata dan softlens. Restoran fastfood Kentucky Fried Chickenterletak di area luar mall (di area parkir). Sisanya, adalah penyewa personal yang mengembangkan usahanya dengan menjual produk-produk rumah tangga, kesehatan, kecantikan, video game, majalah dan mainan anak-anak. Gerai handphone terletak di ruko-ruko di sekitar mall.
Lokasi: Jalan L.J. Lalamentik
Jam buka: 09.00-21.00
HTM: FREE
Cara kesini: Bemo lampu 6
Apa saja disini?
- Pusat perbelanjaan RAMAYANA
- KFC
- Game Zone
20. Taman Doa
Oebelo
Taman ziarah yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektar bernama Taman Ziarah Oebelo di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu diresmikan oleh kardinal dari Vatikan, Mgr. Stanislaw Rylko pada Senin (25/11/2013). Mgr. Stanislaw Rylko menyebutnya "Taman ziarah Timor untuk dunia". Taman Doa Oebelo ini berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Kupang.
Pada saat peresmiannya, Taman Doa Oebelo dihadiri oleh ribuan warga, terutama umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang. Hal ini mengakibatkan Jalan Timor Raya menuju ke perbatasan Indonesia – Timor Leste macet total. Selain itu, hadir pula Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang.
Menurut Mgr Petrus Turang, lahan ini merupakan hibah dari seorang umat, Yoseph Soleman kepada Keuskupan Agung Kupang. Melihat potensi lokasi itu, maka keuskupan berinisiatif membangun tempat ziarah dengan bantuan dari para dermawan. Sejak 1 Oktober 2009, tempat itu didirikan dengan 20 titik tempat berdoa dan satu kapel yang dinamai St Yohanes Paulus II.
Setelah diresmikan, kata Uskup Petrus, lokasi ini akan terbuka untuk umum dan tak akan dipungut biaya. "Untuk pemeliharaan kami akan siapkan kotak kolekte. Dan saya rasa itu cukup," ujarnya. Bagi yang memerlukan ketenangan, sekedar refreshing, ingin melihat bagaimana taman ziarah ini, tentu sekarang sudah bisa melakukannya. Dimanapun kita berdoa, kita tahu Tuhan mendengar. Namun, tidak ada salahnya berdoa dan setelahnya bisa menikmati pemandangan di tempat ini.
Lokasi: Oebelo
Jam buka: 24 jam
HTM:FREE
Cara kesini: Bemo Oebelo
Apa saja disini?
- Tempat berdoa bagi umat Katholik
- Tempat refreshing dengan pemandangan indah (berada di tinggian)
21. Sasando
Jeremiah Pah
Lokasi: Oebelo
Jam buka: -
HTM: FREE
Cara kesini: Bemo Oebelo
Apa saja disini?
- Mempelajari proses pembuatan sasando
- Mendengarkan petikan sasando Jeremiah Pah
- Membeli souvenir sasando
22. Terminal
Oebobo
Lokasi: Oebobo
Jam buka: 24 jam, semakin malam
frekuensi bus semakin jarang
HTM: FREE
Cara kesini: Bemo lampu 10, 7,27,
Apa saja disini?
- Terminal Bus di Kupang bagi yang ingin melanjutkan perjalanan ke Soe/Kefamenanu/Atambua
Lokasi: Sepanjang Jalan Timor Raya
Jam buka: 24 jam, best time 17.00 sd 18.00
HTM: FREE
Cara kesini: Bemo 10, Bemo Penfui
a. Menikmati sunset yang menawan
b. Pantai yang menyegarkan, sembari menikmati segelas es