Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

1.29.2011

Semarang, 9-13 Februari 2010 : Pengalamanku dan Teman-Teman Mengikuti Lomba LCC UUD 1945 dan TAP MPR!

PENGALAMAN LCC UUD  NRI 1945 & KETETAPAN MPR

Sungguh pengalaman tak terlupakan mengikuti Lomba Cerdas Cermat UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan Ketetapan MPR di Semarang tanggal 9-13 Februari 2010 ini. Berangkat dengan 9 siswa-siswi dan seorang guru yang sangat hebat, amazing! Aku akan menceritakan pengalaman singkatku ini yang sangat menyentuh hatiku. Hehehe.

Berbekal juara II Tingkat Karesidenan Surakarta, kami team SMA N 3 Surakarta berhak maju ke tingkat provinsi Jawa Tengah. Meskipun nilai tes tertulis tingkat kota kami saat itu rendah, yakni hanya 58, peringkat 14 dari 18 sekolah yang akan bertanding di Tingkat Provinsi Jawa Tengah, tapi kami adalah laskar-laskar SMA N 3 Surakarta yang tak kenal menyerah. Kurang lebih 4 hari kami dibimbing oleh Ibu Guru Mulyanti mengenai aparat dan sistem pemerintahan di Indonesia. Sungguh perjuangan yang amat berat mengingat kami harus sering meninggalkan jam pelajaran disaat ulangan menumpuk dan menghafal materi ketatanegaraan yang begitu banyaknya dalam waktu yang singkat. Kami juga harus berfikir membuat yel-yel serta atributnya dan penampilan bebas dalam waktu bersamaan. Tidak hanya kami yang merasakannya,Ibu Mulyanti pun demikian hal nya. Sungguh besar jasa-jasanya dalam membimbing kami. Pulang sampai sore-sore dan jerit lelah tubuh tak kami hiraukan, karena fokus kami saat itu hanya satu yaitu berjuang yang terbaik untuk SMA N 3 Surakarta.

Senin, 9 Februari 2010
Setelah semua perjuangan kami dan Ibu Mulyanti, akhirnya tanggal 9 Februari pun tiba. Itulah keberangkatan kami ke Semarang. Meskipun lombanya baru dimulai tanggal 11 Februari, jantung kami telah berdegup-degup. Sedikit asa yang kami bawa, karena memang kami sadar, nilai tes tertulis masih sedikit kurang dibanding yang lain. Bu Mulyanti sendiri tidak pernah membebani kami dengan target yang terlalu tinggi. Beliau hanya berharap kami bisa memberikan yang terbaik dan tampil semaksimal mungkin membawa nama SMA N 3 Surakarta. Caranya tentu saja cuma satu yaitu belajar, belajar, dan terus belajar selama masih ada waktu. Tapi kami punya pikiran lain. Kami ingin melampaui target tersebut. Dan dimulailah perjuangan kami lagi di Semarang. Kami menginap di Badan Diklat Jawa Tengah. Setelah sampai, check in, menata barang dan beristirahat sebentar, dimulailah kami belajar secara intensif dan mandiri. Dengan buku-buku yang kami dapat dari Jakarta tentang UUD 1945 dan TAP MPR, kami pun mulai membaca-baca dengan tetap bertanya dengan Bu Mulyanti jika ada hal yang sulit.


Suasana kamar


Traktiran bakso

Malam hari di hari pertama kami di Semarang, diadakanlah breafing teknis tentang jalannya lomba. Aku masih teringat banyaknya teman satu teamku yang mengantuk waktu breafing tersebut. Tapi tiba-tiba diadakan free test sehingga kami langsung terjaga semua. Hehe. Memang breafing diadakan sampai larut malam, sampai sekitar pukul 10 malam. Setelah selesai acara breafing tersebut, kami pun segera beranjak ke kamar masing-masing dan belajar sampai sekitar pukul 1 dini hari.

Selasa, 10 Februari 2010
Keesokan harinya, pukul setengah 7 pagi, kami sudah bersiap untuk memulai kegiatan pada hari itu yakni Breafing materi. Bejam-jam kami lalui dengan mendengarkan materi tentang amandemen UUD 1945 dan TAP MPR dari Bapak Yana, Sekretariat Jendral MPR dan Mas Sammy, juga anggota Sekretariat Jendral MPR. Bapak Yana dan Mas Sammy sempat berkali-kali mengajukan pertanyaan seusai menjelaskan. Dan puji Tuhan, SMA N 3 Surakarta lah yang paling banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut meskipun ada sedikit yang salah. Tapi yang dibutuhkan saat itu memang bukan sekedar tahu dalam hati, tapi juga keberanian untuk mengungkapkan pendapat tanpa takut ada kesalahan. Karena dari kesalahan justru kita tahu dimana letaknya dan bisa memperbaikinya. Saat itu sempat diumumkan hasil free test yang kemarin malam kami kerjakan. Dan puji Tuhan, SMA N 3 Surakarta berada di urutan nomer III dengan nilai 8,5. Saat itu juga ada acara pertunjukan yel-yel dari semua peserta lomba. Dan itulah saat aku terbalik membawa huruf D dari kata UUD sehingga ditertawakan banyak orang. Hehehe. Dan parahnya, aku gak sadar kalau huruf yang kubawa terbalik sampai pertunjukkan yel2 SMAN 3 Surakarta berakhir..Parah.
            
Setelah pertunjukan yel-yel selesai, tibalah acara puncak pada hari kedua itu yakni pengundian grup. Hati kami berdebar-debar selama itu karena nama SMA N 3 Surakarta tak jua disebut namanya. Setelah disebut, puji Tuhan kami mendapatkan nomor 1 di Grup A (ada 2 grup yaitu grup A dan grup B, dimana masing2 grup berjumlah 9 sekolah. Grup A dibagi lagi menjadi 3 subgrup, jadi di grup A ada 3 pertandingan) . Jadi, kamilah pembuka pertama kali lomba esok hari. Lawan kami di babak penyisihan itu adalah SMA N 1 Banjarnegara dan SMA N 1 Kajen, Kota Pekalongan.Setelah sederet pengundian lainnya,selesailah acara pada hari itu. Kami pun segera kembali ke kamar dan bersiap-siap belajar untuk persiapan pertempuran esok hari.

Setelah makan malam, malam itu kami belajar dengan serius. Kebetulan, aku dipercaya Bu Mul untuk menghafal TAP MPR. Sulitnya karena berisi penuh angka-angka dan substansi yang panjang. Kami belajar sampai pukul setengah dua dini hari dan setelah berdoa, kami pun terlelap.



Belajar-Belajar-Belajar. That's what we do here.

Rabu, 11 Februari 2010
Boleh dibilang, inilah hari penentuan kami. Apakah kami akan sukses dan maju ke babak selanjutnya atau hanya sebagai penonton saja sesudahnya. Pukul 8 tepat, dimulailah acara tersebut. Kami menempati panggung A, dan sudah bersiap menjawab semua pertanyaan. Akhirnya dimulailah acara tersebut dari mulai babak yel. Kami menampilkan yel dengan cukup baik walaupun pemenang babak yel saat itu adalah SMA N 1 Kajen, Pekalongan. Setelah babak yel, dimulailah babak tematik. Aku masih ingat saat itu SMA N 3 Surakarta mendapatkan pertanyaan ’mengapa Dewan Pertimbangan Agung dihapus dan apakah Presiden berhak membuat lagi suatu Dewan Pertimbangan yang bertugas memberi nasehat dan pertimbangan kepada Presiden?’. Kami sungguh beruntung mendapatkan soal tersebut karena kami sudah tahu jawabannya. Setelah dijawab panjang lebar oleh Dani dan ditambah dengan pasal oleh Hendika, kami pun mendapatkan nilai 20 ( nilai tertinggi 25) dan memimpin sementara di babak tematik karena SMA N 1 Banjarnegara hanya mendapatkan nilai 10 dan SMA N 1 Kajen mendapatkan nilai 15.

Setelah babak tematik yaitu babak pilihan benar salah. Saat itu kami bisa menjawab dengan tepat 4 pertanyaan sehingga nilai kami menjadi 60, sedangkan Grup B nilainya 30 dan Grup C 50. Setelah babak pilihan benar salah, setiap sekolah yang sedang tampil diberi kesempatan untuk menampilkan penampilan bebas mereka. Saat itu kami menampilkan nyanyian Berkibarlah Benderaku dan Pembacaan puisi oleh Anif.

Setelah semua sekolah selesai menampilkan penampilan bebas mereka, dimulailah babak penentuan yaitu babak rebutan. Inilah babak yang paling seru karena yang paling menentukan siapa team yang berhak maju ke semifinal. Hati kami berdebar selama itu. Aku ingat sempat menjawab 1 pertanyaan tentang jumlah batang tubuh UUD 1945 sebelum amandemen yakni 16 bab 37 pasal dan 49 ayat. Dan aku juga sempat mengebelkan Dani untuk menjawab pertanyaan tentang apa itu definisi keputusan MPR. Setelah kurang lebih 5 menit berlalu, selesailah babak rebutan dan memunculkan kami sebagai juara pertama di babak penyisihan pertama ini dengan nilai 75. Sungguh senang perasaan kami saat itu. Karena kami tahu bahwa kami tidak diunggulkan untuk menang. Jadi sungguh berkat Tuhan yang luar biasa. Seusai kami menang sempat ada sedikit insiden yaitu ’penjambakan rambut Dani oleh Putra karena terlalu senang’. Hehehe. Saat itulah Dani menjadi marah dan gugup, tapi untunglah semuanya bisa segera diakhiri.
Makan habis lolos babak pertama, hati senang dan tenang hehe

Ini format tempatnya untuk cerdas cermat

Penyerahan piala setelah jadi juara pertama

Pukul 8 malam, selesailah semua acara babak penyisihan pada hari pertama itu. Dari 9 sekolah di grup A, muncul 3 nama yang akan maju ke semifinal yaitu SMA N 3 Surakarta, SMA N 1 Surakarta, dan SMA N 1 Sukoharjo yang akan bertanding keesokan harinya. Sementara dari grub B (grub kloter kedua) muncul nama SMA N 1 Purbalingga, SMA Taruna Nusantara, dan SMA N 1 Pekalongan.
Itulah sepenggal pengalaman hari pertamaku di Semarang. Ibu Mulyanti begitu senang akan hal tersebut dan terus memberi motivasi bagi kami untuk berjuang terus di semifinal besok. Malamnya kami sempat berdoa dan belajar bersama sampai pukul setengah 2 dini hari.

Kamis 12 Februari 2010
Inilah hari kedua kami di Semarang dan juga merupakan babak penentuan apakah kami akan pulang membawa piala atau tidak untuk SMA N 3 Surakarta. Jika lolos semifinal, tentu saja kami akan pulang membawa satu piala karena di final akan ada 3 team yang bertemu dan ada 3 piala yang diperebutkan.
Semifinal, tim SMAN 3 surakarta berada di paling kiri

Kali ini adalah babak semifinal pertama yang mempertemukan SMA N 3 Surakarta, SMA N 1 Surakarta, dan SMA N 1 Sukoharjo. Seperti biasa dimulailah babak pertama yaitu babak yel. Saat itu memang penampilan yel kami belum maksimal karena baru latihan malam sebelumnya. Dan lucunya, awalnya kami menggunakan lagu Gundhul-gundhul pacul sebagai syairnya, tahu-tahu bisa berubah menjadi Cublak-Cublak Suweng. Hahaha. Akhirnya memang yang menjadi pemenang babak yel adalah SMA N 1 Sukoharjo.

Setelah itu dilanjutkan babak tematik. Kami mendapatkan pertanyaan ’sebutkan visi Indonesia sebagaimana yang terdapat dalam Tap MPR nomer VII / MPR / 2001’. Kebetulan kami sudah tahu jawabannya. Langsung saja Dani memulai menjawab, dan setelah itu langsung kusambung kekurangannya, dan puji Tuhan penguasa alam semesta. kami mendapatkan nilai sempurna yaitu 25. Tapi memang team yang maju ke semifinal saat itu adalah team yang hebat semua. Dan ternyata memang ketiga team sama-sama mendapatkan nilai 25 pada babak tematik.

Setelah babak tematik,dilanjutkan dengan babak benar salah. Aku masih ingat saat itu kami bisa menjawab dengan tepat 4 pertanyaan sehingga nilai kami menjadi 65. SMA N 1 Surakarta juga mendapatkan nilai 65, sementara SMA N 1 Sukoharjo mendapatkan nilai 55.

Seperti biasa,setelah babak benar salah selesai, dilanjutkan dengan penampilan bebas dari masing-masing regu. Saat itu team kami menampilkan Putra yang bernyanyi solo ’You Raise Me Up’. Sementara SMA N 1 Surakarta menampilkan pembacaan puisi, dan SMA N 1 Sukoharjo menampilkan koor.

Penampilan bebas

Inilah babak yang paling ditunggu setelah penampilan bebas selesai ditampilkan, yakni babak rebutan. Saat itu aku ingat, tanganku sudah siap menggenggam bel, dan pertanyaan pertama pun langsung kusikat, yakni rumusan alinea 1 pembukaan UUD 1945 dengan bantuan Dani saat aku merasa sangat bleng. Lalu seingatku aku juga sempat menjawab apa itu definisi ketetapan MPR. Saat itu skor sangat ketat bersaing, terutama dengan SMA N 1 Surakarta. Aku juga ingat sempat salah saat menjawab rumusan pasal 2 Substansi Tap MPR nomor I / MPR / 2003 dan bentuk negara Indonesia karena terlalu ceroboh kecepatan mengebel sebelum soal selesai dibacakan. Lalu tibalah saat pertanyaan terakhir sebelum babak semifinal selesai. Pertanyaannya yaitu ’Tap MPR nomer XXV /....’ TEEETTTT!!!! Saat mendengar nomernya, aku langsung saja mengebel dan menjawab dengan sangat cepat dan bersemangat. Tak terlontar keraguan saat aku menjawab. Bahkan aku sempat bleng saat sudah separuh menjawab, untunglah Dani dan Hendika segera membisikiku sehingga aku langsung ingat lagi. Lalu dewan juri pun menjawab, ’...tepat..nilai 10..’. Dan aku pun tidak langsung senang, tapi meminta kode kepada Ibu Mulyanti, menanyakan posisi skor kami. Karena pada saat itu posisi skor SMAN 3 Surakarta dan SMAN 1 Surakarta sangat ketat. SMAN 3 80, sementara SMAN 1 75. Jika aku njawab salah, maka akan di min 5, dan jika SMAN 1 menjawabnya dengan benar, kami akan kalah. Dan saat itulah kami tahu bahwa kami adalah yang peringkat pertama dan berhak maju ke final karena terlihat Ibu Mulyanti bersorak kegirangan. Kami mendapatkan nilai 90, SMA N 1 Surakarta 75, sementara aku kurang tahu untuk SMA N 1 Sukoharjo. Saat itulah saat paling membahagiakan dalam perjalanan kami!! Aku langsung mengucap syukur tiada henti kepada Tuhan, dan memeluk Dani sambil berkata bahwa aku sampai ingin menangis saking terharunya. Kami semua bersorak-sorak tiada henti mengucapkan senandung kemenangan...

”FINAL, WE’RE COMING!!!!!!”
Menang lagi, welcome final !!!

Babak Final
Ternyata, di semifinal II, menempatkan SMA N 1 Purbalingga sebagai juara grub yang berhak maju ke final. Tapi karena dalam lomba ini yang berhak maju dalam babak final adalah 3 team, maka team yang mendapat skor terbanyak pertama di semifinal setelah pemenangnya, berhak melaju ke final. Dan itu memunculkan nama SMA Taruna Nusantara sebagai lawan kami selain SMA N 1 Purbalingga.

Satu setengah jam setelah kedua lawan kami di final selesai bertanding, kami pun maju ke panggung untuk mengikuti babak final. Kami sempat mengganti yel-yel kami saat itu dengan yang pertama dengan hanya latihan sekali! Sungguh tak karuan perasaan kami saat itu, antara deg-deg an, keringat dingin, senang, dan tak sabar. Bagaimana tidak, pemenang dari LCC UUD 1945 ini akan mewakili team Jawa Tengah untuk seleksi tingkat nasional dan mempunyai kesempatan untuk bertemu dan bertatap muka langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono, pimpinan MPR & DPR, DPD, dan lain sebagainya.
Persiapan babak final

Tanpa berlama-lama,babak final pun dimulai. Yang pertama yaitu babak yel, kami sudah menampilkannya dengan kompak. Tapi memang keberuntungan juara babak yel bukan pada team kita. Pemenang babak yel saat itu dalah SMA N 1 Purbalingga.

Lalu tibalah babak tematik.. Kami mendapatkan soal ‘apa latar belakang dibentuknya Tap MPR nomer V / MPR / 2001 tentang pemantapan persatuan dan kesatuan nasional’. Kujawab sebisa dan dengan nalar yang ada setelah menyambung jawaban Dani, ternyata memang jawaban kami salah dan hanya mendapatkan nilai 5. Sementara soal untuk SMA N 1 Purbalingga adalah ‘sebutkan hak DPR!’ dan SMA Taruna Nusantara ‘sebutkan tata cara pemberhentian Presiden dan Wakil Presiden’. Saat itu Purbalingga dan Taruna sama-sama mendapatkan nilai sempurna, yaitu 25.

Kami tak menyerah. Tibalah babak benar salah. Kami bisa dengan tepat menjawab 5 soal yang diberikan oleh dewan juri sehingga nilai kami menjadi 55. Sementara Purbalingga menjawab tepat 4 pertanyaan sehingga nilainya menjadi 65, dan lagi-lagi Taruna bisa menjawab dengan sempurna 5 pertanyaan shg nilainya menjadi 75.

Datanglah saat penampilan bebas. Saat itu kami menampilkan Putra yang lagi-lagi ingin menyanyi solo. Saat itu dia menyanyikan lagu Tanah Airku. Sementara Purbalingga menampilkan koor dengan gerakan-gerakan, dan Taruna menampilkan senam khas mereka dengan lagu ’....pong sipong sipong pong pong...uk..uk’. Kami sungguh seperti tak terbebani saat itu karena di saat nilai kami tertinggal, kami justru yang paling banyak gojeg kan di atas panggung dan murah senyum. Hehehe.

Kami kembali menampilkan nyanyian solo di penampilan bebas

SMA taruna nusantara dengan senamnya yang khas

Tibalah saat penentuan, siapakah yang akan terbang ke Jakarta dan bertemu Pak SBY. Tangan-tangan sudah bersiap di atas bel. Saat itu aku ingat menjawab soal pertama meskipun aku lupa apa soalnya juga apa isi bab 1 UUD 1945. Aku juga berbuat kesalahan waktu mengebelkan Hendika tentang pasal, padahal dia tak tahu jawabannya. Pertarungan berlangsung dengan seru, setiap team silih berganti memimpin perolehan angka. Bahkan kami sempat memimpin sementara perolehan angka walau aku tak tahu kapan itu tepatnya. Kuakui, Taruna memang sangat cekatan dalam menjawab soal rebutan. Dan akhirnya pertarungan pun berakhir dan memunculkan Taruna sebagai Juara I yang berhak mewakili team Jawa Tengah ke Jakarta dengan nilai 105. Juara II ditempati SMA N 1 Purbalingga dengan nilai 85. Sementara kami, SMA N 3 Surakarta menempati juara ketiga dengan nilai 75.
Juara 1, 2 dan 3

Penyerahan piala ke perwakilan SMAN 3 Surakarta

Foto bersama

Sedikit rasa kecewa yang menghiasi wajah kami meskipun belum bisa maju mewakili Jawa Tengah ke Jakarta. Karena kami tahu, kami sudah berbuat yang terbaik, dan itulah merupakan jalan Tuhan yang terbaik bagi kami. Lupa akan rasa kecewa, kami segera berpesta menyambut trofi yang diberikan oleh Bapak-Bapak MPR. Kami juga sempat bersalam-salaman dengan Bapak-Bapak MPR. Kami mendapatkan 4 trofi, yaitu 1 dari Jawa Tengah, 1 dari MPR DPR Jakarta, dan 2 adalah piala tambahan sebagai souvenir peserta yang lolos babak penyisihan dan melaju ke babak final. Setelah sesi pemotretan para juara I, II, dan III selesai, kami langsung disambut dengan senyum ceria Ibu Mulyanti. Karena beliau tahu, kami sudah berbuat yang paling hebat dan melampaui target yang diberikannya. Kami pun segera berdiri berjajar di depan, dan mendapatkan ucapan selamat dari semua penonton, yakni mereka peserta lainnya yang belum lolos di penyisihan dan semifinal.

Setelah acara salam-salaman dan pemotretan selesai, segeralah kami duduk lemas karena aktivitas pada hari itu sungguh menyita tenaga dan pikiran kami. Kami juga sempat berfoto-foto seorang-seorang dengan piala yang kami bawa. Serta berfoto bersama di panggung untuk terakhir kalinya...

Sudah lelah di seluruh badan, kami akhirnya memutuskan kembali ke kamar masing-masing. Kami segera mandi dan beristirahat sore itu. Malamnya, setelah makan malam, kami pun berkumpul kembali di kamar Ibu Mul. Malam itu Ibu Mulyanti menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kami, begitu juga kami pada beliau. Setelah membuka percakapan singkat, lalu Ibu Mul pun membagikan uang hadiah juara kepada kami. Malam itu total kami masing-masing mendapatkan Rp670.000,00. Puji Tuhan...Setelah pembagian selesai kami pun segera berdoa ucapan syukur kepada Tuhan atas semua kemudahanNya kami selama di sini serta hasil yang telah kami raih.

Selesai acara singkat di kamar Ibu Mul, itulah sesi terbebas kami. Kami segera ikut membaur dengan sebagian anak-anak peserta LCC yang masih menginap. Kami, terutama Dani, Alfi, dan Putra saling berbincang-bincang mengenai daerah-daerah kami masing-masing. Kalau aku sih...tidak pintar bersosialisasi. Hehehe. Setelah berbincang-bincang, kami pun memutuskan untuk kembali ke kamar. Setelah cerita-cerita, packing, dsb, kami pun terlelap menuju alam mimpi. ZzzzzZZZ.

Jumat, 13 Februari 2010
Team SMAN 3 Surakarta, thank you all guys :)))

Keesokan harinya, Jumat tanggal 13 februari 2009 tibalah saat kepulangan kami ke Solo, kota kami tercinta. Setelah berpamit-pamitan dengan peserta yang masih di Badan Diklat Jateng, kami pun memulai perjalanan panjang ke Solo. Kepulangan kami adalah menuju SMA N 3 Surakarta. Di tengah lelapnya tidur dalam perjalanan, hanya seruan kompak kami yang terdengar dengan sapuan gerimis yang ringan menghantam kaca jendela mobil....

”SMAGA,,.....WE’RE COMING!!!! WAIT US!! WE ARE THE CHAMPIONS!
           
The end…

Asosiasi Mineral dalam Batuan


ASOSIASI MINERAL DALAM BATUAN

1.   1. GRANIT
Batu granit adalah batuan beku asam yang bertekstur faneritik. Komposisi mineral utama dari batuan ini adalah kuarsa, orthoklas, plagioklas, biotite, hornblende, dan muskovit. Mineral-mineral tersebut dapat terbentuk pada batu granit karena syarat suhu dan tekanan yang diperlukan dalam proses pembentukannya sama dengan syarat pembentukan batuan granit. Yaitu dengan suhu sekitar 600 o C – 700 o C dan tekanannya juga hampir sama. Selain itu, keempat mineral tersebut (kuarsa, orthoklas, plagioklas, biotite) adalah mineral-mineral asam yang terbentuk dengan genesa yang hampir sama, sedangkan untuk mineral biotit dan hornblende termasuk mineral-mineral yang biasanya hanya sebagai aksesoris dan namanya diletakkan di belakang nama batuan utama.

a.    a. Kuarsa à warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan padabatuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik.(lebih umum pada batuan beku asam)

b.    b. Orthoklas à warna merah daging, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah KAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat. Mineral ini merupakan salah satu mineral utama dalam proses pembentukan batuan beku asam dan bias ditemukan di suhu di atas 600 o 

c.    c. Plagioklas à warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah NaAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.

d.    d. Biotit → Warna hitam, kilap mutiara, cerat putih, kekerasan 2,5, bentuk kristalin, struktur tabular, belahan 1 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam elastic, sifat khas lain ketembusan cahaya adalah opaque. Nama mineral biotit, rumus kimianya adalah K(Mg,Fe)3AlSi3O10(F,OH)2. Golongan nya adalah golongan mineral silikat. Biotit biasa ditemukan di batuan beku asam sebagai mineral aksesoris.


2.  2. PERIDOTITE
Peridotite adalah batuan beku basa bertekstur vulkanik yang banyak mengandung mineral olivine, piroksen, dan  plagioklas Ca. Peridotite adalah batuan beku ultramafic yang kandungan silikanya sedikit, hanya sekitar kurang dari 45 %.Mineral-mineral tersebut dapat berasosiasi dan membentuk batuan peridotite karena mempunyai proses pembentukan yang hamper sama. Yaitu pada suhu sekitar 1200 o C dan tekanan yang amat besar karena masih berada jauh di dalam perut bumi.

a.    a. Olivin à warna hijau, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6,5 – 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak punya, pecahan konkoidal sampai brittle, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparent-translucent, rumus kimianya adalah (Mg,Fe)2SiO4.Golongannya adalah golongan silikat. Olivin biasanya terdapat di batuan beku ultrabasa sebagai mineral primer yang utama.

b.    b. Piroksen à warna hitam, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 5-6,5 , bentuk kristalin, struktur prismatic pendek, belahan 2 arah, pecahan kolom, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya translucent – opaque,  rumus kimianya adalah (Ca,Na)(Mg,Fe,Al)(Si,Al)2O6.Golongannya adalah golongan silikat. Piroksen biasanya terdapat di batuan beku basa sebagai mineral primer yang utama.

c.    c. Plagioklas à warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah CaAl2Si2O8,, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.


3.  3. SYENIT
Syenit adalah batuan beku intrusive yang mempunyai komposisi seperti granit, tapi dengan kandungan kuarsa yang sangat sedikit (> 5%) atau bahkan tidak ada kandungan kuarsanya.Mineral feldspar yang banyak ada disini adalah mineral orthoklas, kehadiran palgioklas hanya kecil, yaitu kurang dari 10 %. Mineral ferromagnesian yang biasa juga hadir disini adalah hornblende, biotit. Mineral-mineral ini dapat berasosiasi membentuk batuan syenit karena terbentuk pada lingkungan yang hampir sama sebagai kristalisasi dari magma pada suhu sekitar > 600 o C. Mineral kuarsa hanya dijumpai di jumlah yang sedikit mungkin karena pada saat akan mengkristal, kandungan SiO2 nya sudah menipis sehngga hanya sedkit yang terbentuk.

a.    a. Orthoklas à warna merah daging, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah KAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat. Mineral ini merupakan salah satu mineral utama dalam proses pembentukan batuan beku asam dan bias ditemukan di suhu di atas 600 o c

b.    b. Plagioklas à warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah NaAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.

c.    c. Kuarsa (dapat ada aupun tidak) à warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan pada batuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik.(lebih umum pada batuan beku asam)

d.    d. Hornblenda à warna hitam, kilap kaca, cerat abu-abu sampai coklat, kekerasan 5-6, bentuk kristalin, struktur prismatic panjang, belahan 2 arah, pecahan kolom, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya adalah Ca2(Mg, Fe, Al)5 (Al, Si)8O22(OH)2. Golongannya adalah golongan mineral silikat. Mineral ini terbentuk sebagai hasil kristalisasi magma ketika magma bersuhu 900 o C. Biasa terdapat di batuan beku intermediet.


4.  4. APLIT
Aplit adalah nama salah satu batuan beku intrusive dimana kandungan mineral kuarsa dan feldspar (orthoklas) adalah 2 mineral utama. Aplites biasanya berbutir sangat halus, berwarna putih, abu-abu atau merah muda, dan konstituen mereka hanya terlihat dengan bantuan lensa pembesar.Kedua mineral tersebut dapat berasosiasi membentuk batuan aplit karena syarat kondisi untuk proses pembentukannya yang hampir mirip. Waktu proses pembentukan kemungkinan terdapat banyak kandungan Si, O dan unsure-unsur K, Al.

a.    a. Kuarsa à warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan pada batuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik. (lebih umum pada batuan beku asam)

b.    b. Orthoklas à warna merah daging, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah KAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat. Mineral ini merupakan salah satu mineral utama dalam proses pembentukan batuan beku asam dan bias ditemukan di suhu di atas 600 o c


5.LHERZOLIT
Lherzolit adalah tipe batuan beku ultrabasa Batuan ini mengandung mineral olivine antara 40 % sampai 90 %, juga terdapat piroksen. Dalam sejumlah kecil bagian, juga ditemukan spinel dan garnet. Spinel dapat terbentuk dari hasil metamorfisme olivin. Plagioklas dapat terjadi di lherzolites dan peridotites lain yang mengkristal pada kedalaman yang relatif dangkal (20 - 30 km). Pada plagioklas pada kedalaman lebih, menjadi tidak stabil dan digantikan oleh spinel.Mineral – mineral ini dapat berasosiasi dan membentuk batuan lherzolit karena syarat kondisi proses pembentukannya yang hampirsama, yaitu pada suhu sekitar 1200 o C dan tekanan yang sangat tinggi.

a. Olivine à warna hijau, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6,5 – 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak punya, pecahan konkoidal sampai brittle, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparent-translucent, rumus kimianya adalah (Mg,Fe)2SiO4.Golongannya adalah golongan silikat. Olivin biasanya terdapat di batuan beku ultrabasa sebagai mineral primer yang utama.
b. Piroksen à  warna hitam, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 5-6,5 , bentuk kristalin, struktur prismatic pendek, belahan 2 arah, pecahan kolom, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya translucent – opaque,  rumus kimianya adalah (Ca,Na)(Mg,Fe,Al)(Si,Al)2O6.Golongannya adalah golongan silikat. Piroksen biasanya terdapat di batuan beku basa sebagai mineral primer yang utama.
c. Spinel à warna merah, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7,5 – 8, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak jelas, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparent sampai translucent, rumus kimianya adalah MgAl2O4.Golongannya adalah golongan oksida.
d. Garnet à warna coklat, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6,5 – 7,5, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah X3Y2(SiO4)3. Termasuk dalam golongan mineral silikat.


6.  6. KIMBERLIT
Kimberlit adalah adalah jenis batu vulkanik potasik terkenal karena kadang-kadang mengandung berlian. Nama kimberlit berasal dari kota Kimberley di Afrika selatan, dimana penemuan 156,7 gram berlian pada tahun 1871, menyebabkan banyak orang menambang kesana, menciptakan black hole. Kimberlite terjadi di kerak bumi dalam struktur vertikal dikenal sebagai pipa kimberlite. pipa Kimberlite adalah sumber paling penting dari berlian ditambang saat ini. Konsensus pada kimberlites adalah bahwa mereka terbentuk jauh di dalam mantel bumi. Formasi terjadi pada kedalaman antara 150 dan 450 kilometer (93 dan 280 mi). Mineral-mineral yang umum terdapat di batuan ini adalah olivine, ilmenit, pirop, piroksen, intan
a.    Olivine à warna hijau, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6,5 – 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak punya, pecahan konkoidal sampai brittle, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparent-translucent, rumus kimianya adalah (Mg,Fe)2SiO4.Golongannya adalah golongan silikat. Olivin biasanya terdapat di batuan beku ultrabasa sebagai mineral primer yang utama.
b.    Ilmenit à warna hitam, kilap logam, cerat cokat kehitaman, kekerasan 5-6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan runcing, kemagnetan paramagnetik, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya FeTiO3 .golongan oksida
c.    Pirop à warna merah, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7 -7,5, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagnetik. Sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya translucent, rumus kimianya adalah Mg3Al2(SiO4)3 . Golongan mineral silikat. Asalnya dari batuan beku ultrabasa, terutama peridotit.
d.    Piroksen à warna hitam, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 5-6,5 , bentuk kristalin, struktur prismatic pendek, belahan 2 arah, pecahan kolom, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya translucent – opaque,  rumus kimianya adalah (Ca,Na)(Mg,Fe,Al)(Si,Al)2O6.Golongannya adalah golongan silikat. Piroksen biasanya terdapat di batuan beku basa sebagai mineral primer yang utama.
e.    Intan à warna colorless, kilap intan, cerat putih, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 4 arah, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam britlle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparent, rumus kimianya adalah C. golonganya adalah sebagai native element


7.  7. Granodiorite
Adalah batuan beku intrusive yang mirip dengan granit, tetapi kandungan plagioklasnya lebih banyak daripada potassium feldsparnya. Secara resmi, itu didefinisikan sebagai batuan beku phaneritic dengan lebih dari 20 kuarsa% volume di mana setidaknya 65% dari felspar adalah plagioklas. Biasanya berisi mika biotit melimpah dan hornblenda, memberikan penampilan yang lebih gelap dari granit yang sebenarnya.Mika bisa muncul di bentuk Kristal heksagonal yang sempurna, dan hornblende juga seperti Kristal-kristal yang enjarum. Dapat berasosiasi membentuk batuan granodiorite karena mineral-mineral tersebut mempunyai syarat kondisi yang sama untuk pembentuan batuan granodiorite. Kandungan Plagioklasnya lebih banyak mungkin karena saat pembentukan nya, unsur2 yang membentuk mineral2 plagioklas lebih banyak terdapat.
a.    Plagioklas à warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah NaAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.
b.    Kuarsa à warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan pada batuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik. (lebih umum pada batuan beku asam)
c.    Orthoklas à warna merah daging, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah KAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat. Mineral ini merupakan salah satu mineral utama dalam proses pembentukan batuan beku asam dan bias ditemukan di suhu di atas 600 o c
d.    Biotit à Warna hitam, kilap mutiara, cerat putih, kekerasan 2,5, bentuk kristalin, struktur tabular, belahan 1 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam elastic, sifat khas lain ketembusan cahaya adalah opaque. Nama mineral biotit, rumus kimianya adalah K(Mg,Fe)3AlSi3O10(F,OH)2. Golongan nya adalah golongan mineral silikat. Biotit biasa ditemukan di batuan beku asam sebagai mineral aksesoris.
e.    Hornblenda à warna hitam, kilap kaca, cerat abu-abu sampai coklat, kekerasan 5-6, bentuk kristalin, struktur prismatic panjang, belahan 2 arah, pecahan kolom, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya adalah Ca2(Mg, Fe, Al)5 (Al, Si)8O22(OH)2. Golongannya adalah golongan mineral silikat. Mineral ini terbentuk sebagai hasil kristalisasi magma ketika magma bersuhu 900 o C. Biasa terdapat di batuan beku intermediet.

8.  8. Andesit
Andesit adalah batuan beku intermediet bertektur porfiroafanitik, dimana ,massa dasarnya adalah Kristal-kristal yang sangat halus dan tidak dapat dilihat dengan ata telanjang. Mineral –mineral yang terdapat dalam kelompok batuan ini biasanya adalah plagioklas, hornblende, biotite, dan mungkin sedkit piroksen. Ada juga banyak mineral aksesorinya seperti magnetit, zircon, apatite, dll.
a.    Hornblende  à warna hitam, kilap kaca, cerat abu-abu sampai coklat, kekerasan 5-6, bentuk kristalin, struktur prismatic panjang, belahan 2 arah, pecahan kolom, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya adalah Ca2(Mg, Fe, Al)5 (Al, Si)8O22(OH)2. Golongannya adalah golongan mineral silikat. Mineral ini terbentuk sebagai hasil kristalisasi magma ketika magma bersuhu 900 o C. Biasa terdapat di batuan beku intermediet.
b.    Plagioklas à warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah NaAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.
c.    Biotit à Warna hitam, kilap mutiara, cerat putih, kekerasan 2,5, bentuk kristalin, struktur tabular, belahan 1 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam elastic, sifat khas lain ketembusan cahaya adalah opaque. Nama mineral biotit, rumus kimianya adalah K(Mg,Fe)3AlSi3O10(F,OH)2. Golongan nya adalah golongan mineral silikat. Biotit biasa ditemukan di batuan beku asam sebagai mineral aksesoris.
d.    Magnetite à Warna hitam, kilap logam, cerat hitam, kekerasan 5-6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan runcing, kemagnetan feromagnetik, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya adalah Fe3O4 Golongannya adalah golongan mineral oksida.
e.    Zirconà Warna coklat, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7,5 , bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak jelas, pecahan konkoidal sampai tidak rata, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparant sampai translucent, rumus kimianya adalah ZrSiO4 , mineral ini termasuk golongan silikat.Mineral ini terbentuk di batuan beku sebagai hasil kristalisasi primer.
f.     Apatite à warna biru, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 5, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak jelas, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya translucent, rumus kimianya adalah Ca5(PO4)3(F,Cl,OH) . Mineral ini termasuk golongan phospat. Biasanya terbentuk di batuan beku sebagai aksesoris.

9. 9. Trachite
Trachyte adalah batu, beku vulkanik dengan tekstur aphanitic sampai tekstur porfiritik. Kumpulan mineralnya  terdiri dari felspar alkali penting; plagioklas relatif kecil dan kuarsa atau feldspathoid seperti nepheline juga dapat hadir.  Biotit, clinopyroxene dan olivin merupakan mineral aksesori umum.Mineral-mineral ini dapat terbentuk bersama di batuan trachit karena proses pembentukannya memerlukan kondisi yang hampir sama.

a.    Plagioklas → warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah NaAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.
b.    Kuarsa → warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan pada batuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik. (lebih umum pada batuan beku asam)
c.    Nefelin → warna putih, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan subkonkoidal, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent, rumus kimianya adalah (Na,K)AlSiO4 . Termasuk golongan mineral silikat. Biasa terbentuk di batuan beku plutonik maupun vulkanik dengan kandungan silika yang sedikit (miskin silika)
d.    Biotit → Warna hitam, kilap mutiara, cerat putih, kekerasan 2,5, bentuk kristalin, struktur tabular, belahan 1 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam elastic, sifat khas lain ketembusan cahaya adalah opaque. Nama mineral biotit, rumus kimianya adalah K(Mg,Fe)3AlSi3O10(F,OH)2. Golongan nya adalah golongan mineral silikat. Biotit biasa ditemukan di batuan beku asam sebagai mineral aksesoris.
e.    Olivin → warna hijau, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6,5 – 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak punya, pecahan konkoidal sampai brittle, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparent-translucent, rumus kimianya adalah (Mg,Fe)2SiO4.Golongannya adalah golongan silikat. Olivin biasanya terdapat di batuan beku ultrabasa sebagai mineral primer yang utama.


     10.  Batupasir kuarsa
Adalah batupasir yang komposisi mineral utamanya (hampir 90 %) adalah kuarsa. Batuan ini jika termetamorfosekan akan menjadi kuarsit.

a.    Kuarsa à warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan pada batuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik. (lebih umum pada batuan beku asam)
b.    Plagioclase à warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah NaAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.

    11.  Batupasir kuarsa glaukonitan
Adalah batupasir yang komposisi utamanya (hampir 90 %) adalah kuarsa, tetapi juga terdapat mineral glaukonit dalam jumlah sedikit yang tersebar di permukaan batuannya.

a.    Kuarsa à  warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan pada batuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik. (lebih umum pada batuan beku asam)
b.    Plagioklas à warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah NaAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.
c.    Glaukonit à warna hijau, kilap tanah, cerat hijau cerah, kekerasan 2, bentuk amorf, struktur granular, belahan 1 arah, pecahan rata, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya adalah (K,Na,Ca)1.2-2.0(Fe+3,Al,Fe+2,Mg)4 (Si7-7.6Al1-0.4O20)(OH)4·7nH20. Golongan mineral hidroksida. Mineral ini merupakan ciri khusus batuan sedimen, yakni berupa mineral autigenik.


    12.  Graywacke
Greywacke atau graywacke adalah salah satu varietas dari batupasir, yaitu merupakan batuan sedimen klastik. Biasanya dicirikhaskan dengan kekerasannya, warnanya yang gelap, dan butiran-butiran menyudut dari kuarsa, feldspar (orthoklas maupun plagioklas), dan juga pecahan-pecahan batuan yang lain, juga mineral-mineral lempung. Atau dengan kata lain pengertiannya adalah Graywacke adalah salah satu tipe dari batu pasir yang 15% atau lebih komposisinya adalah matrix yang terbuat dari lempung, sehingga menghasilkan sortasi yang jelek dan batuan menjadi berwarna abu-abu gelap atau kehijauan. Mineral-mineral tersebut dapat berasosiasi karena telah mengalami proses transportasi sebelum akhirnya diendapkan. Khusus untuk kuarsa dan felspar, karena mereka mempunyai kekerasan yang cukup tinggi, sehingga tahan terhadap proses pelapukan. Untuk mineral-mineral lempung, karena ukurannya yang sangat kecil, sehingga bisa tertransport sampai jauh.

a. Kuarsa à  warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan pada batuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik. (lebih umum pada batuan beku asam), dan bisa juga di batuan sedimen setelah mengal;ami proses transportasi dan terendapkan
b. Plagioklas à warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah NaAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.
c.Orthoklas à warna merah daging, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah KAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat. Mineral ini merupakan salah satu mineral utama dalam proses pembentukan batuan beku asam dan bias ditemukan di suhu di atas 600 o c
d. mineral-mineral lempung → warna abu-abu, cerat putih, kilap tanah, kekerasan 1-2, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 1 arah, pecahan even / rata, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam brittle, ketembusan cahaya opque, golongan silikat

13.  Arkose
Arkose adalah batu pasir yang memiliki 25% atau lebih kandungan feldspar. Sedimen yang menjadi asal mula dari Arkose ini biasanya hanya mengalami sedikit perubahan secara kimia. Sebagian arkose juga memiliki sedikit butiran-butiran yang  bersifat coarse karena jarak pengangkutan yang relatif pendek. Mineral lainnya yang terdapat di batuan ini juga ada beberapa, tetapi yang dominan biasanya adalah kuarsa, dan beberapa mineral mika terkadang juga hadir (muskovit). Arkose bisanya juga mengandung sedikit semen dari kalsit. Mineral-mineral tersebut dapat berasosiasi karena terendapkan bersama di suatu lingkungan pengendapan setelah melalui serangkaian proses transportasi yang panjang.

a. orthoklas → warna merah daging, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah KAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat. Mineral ini merupakan salah satu mineral utama dalam proses pembentukan batuan beku asam dan bias ditemukan di suhu di atas 600 o c
b. plagioklas →  warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah NaAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.
c.     Kuarsa → warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan pada batuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik. (lebih umum pada batuan beku asam), dan bisa juga di batuan sedimen setelah mengal;ami proses transportasi dan terendapkan
d. muskovit → warna colorless, kilap mutiara, cerat putih, kekerasan 2,5, bentuk kristalin, atruktur tabular, belahan 1 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam elastis, sifat khas lain ketembusan cahaya transparant, rumus kimianya adalah Kal2(AlSi3O10)(F,OH)2,. Golongan mineral silikat.
e. kalsit → warna putih, kilap kaca, kekerasan 3, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 3 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparat-translucent, rumus kimianya adalah CaCO3. Golongan mineral karbonat. Terbentuk dari pelapukan terumbu atau chalk (kapur), yang kemudian terendapkan di bawahnya.


14.  Batugamping kristalin
Batugamping kristalin adalah salah satu jenis batuan sedimen. Batuan ini terbentuk dari kristalisasi mineral-mineral karbonat seperti kalsit, dolomit, aragonit. Biasanya berbentuk masif.Mineral-mineral tersebut dapat berasosiasi karena proses pembentukannya yang hampir mirip. Contoh aragoit merupakan mineral yang sangat tidak stail, mudah terubah menjadi kalsit.
a. kalsit →  warna putih, kilap kaca, kekerasan 3, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 3 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparat-translucent, rumus kimianya adalah CaCO3. Golongan mineral karbonat. Terbentuk dari pelapukan terumbu atau chalk (kapur), yang kemudian terendapkan di bawahnya.atau dapat juga kristalisasi langsung dari larutan-larutan karbonat.
b. dolomit → warna putih, kilap kaca, kekerasan 3,5 – 4, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 3 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam britlle, sifat khas lain ketembusan cahaya translucent, rumus kimianya adalah CaMg(CO3)2 . Golongan mineral karbonat.Magnesium bisa bersal dari larutan yang ikut tercampur saat proses pembetukan.
c. aragonit → warna putih, kilap kaca, kekerasan 3,5 -4, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusa cahaya translucent, rumus kimianya sama dengan kalsit yanit Ca CO3.Golongan mineral karbonat, mineral ini sangat tidak stabil, mudah terubah menjadi kalsit.

15.Sekis mika
sekis mika adalah salah satu jenis batuan metamorf foliasi yang paling terkenal. Dinamakan sekis mika karena mineral mika (terutama muskovit) sangat banyak dijumpai dalam batuan ini. Mineral-mineral lainnya yang terdapat di batuan ini biasanya adalah klorit, grafit  dan biotit. Mineral-mineral tersebut dapat berasosiasi karena mempunyai syarat pembentukan yang hampir sama yakni memerlukan suhu dan tekanan yang tinggi sehingga menyebabkannya berbentuk pipih sebagai hasil adri proses metamorfisme.
a. muskovit → warna colorless, kilap mutiara, cerat putih, kekerasan 2,5, bentuk kristalin, atruktur tabular, belahan 1 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam elastis, sifat khas lain ketembusan cahaya transparant, rumus kimianya adalah Kal2(AlSi3O10)(F,OH)2,. Golongan mineral silikat. Bisa ditemukan di batuan metamorf atau sebagai mineral sekunder ubahan topaz, feldspar, dan kyanit.
b. klorit → warna hijau, kilap lemak, cerat putih, kekerasan 2-3, bentuk kristalin, struktur lamellar,belahan 1 arah, pecahan fibrous, kemagnetan paramagnetik, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya adalah (Fe, Mg, Al)6(Si, Al)4O10(OH)8 . Golongan mineral silikat. Merupakan hasil alterasi mineral-mineral yang mengandung besi dan magnesium.
c. grafit → warna hitam, kilap logam, cerat abu-abu, kekerasan 1-2, bentuk kristalin, struktur lamellar, belahan 1 arah, pecahan fibrous, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam sectile, sifat khas lai ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya C.Golongan mineral native element. Biasa ditemukan di batuan metamorf.
d. biotit → Warna hitam, kilap mutiara, cerat putih, kekerasan 2,5, bentuk kristalin, struktur tabular, belahan 1 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam elastic, sifat khas lain ketembusan cahaya adalah opaque. Nama mineral biotit, rumus kimianya adalah K(Mg,Fe)3AlSi3O10(F,OH)2. Golongan nya adalah golongan mineral silikat. Biotit biasa ditemukan di batuan beku asam sebagai mineral aksesoris.


  1. Gneiss hornblende
Gneiss adalah salah satu jenis batuan metamorf foliasi yang merupakanmetamorfosa dari batu granit. Karena bernama gneiss hornblende, berarti batuan asal batu ini (batu granit) sudah terlebih dahulu mengandung banyak mineral hornblende sebagai mineral akesories. Mineral lainnya yang juga umum dijumpai adalah muskovit, biotit, klorit, kuarsa, plagioklas. Mineral-mineral ini dapat berasosiasi karena pada awalnya sudah terdapat dahulu di batu granit, sedangkan untuk mineral-mineral yang pipih seperti klorit, biotit, muskovit dll, jika memang tidak ada di batu granit sebelumnya, berarti terbentuk saat proses metamorfisme.
a. hornblende → warna hitam, kilap kaca, cerat abu-abu sampai coklat, kekerasan 5-6, bentuk kristalin, struktur prismatic panjang, belahan 2 arah, pecahan kolom, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya adalah Ca2(Mg, Fe, Al)5 (Al, Si)8O22(OH)2. Golongannya adalah golongan mineral silikat. Mineral ini terbentuk sebagai hasil kristalisasi magma ketika magma bersuhu 900 o C. Biasa terdapat di batuan beku intermediet.
b. kuarsa → warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan pada batuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik. (lebih umum pada batuan beku asam), dan bisa juga di batuan sedimen setelah mengal;ami proses transportasi dan terendapkan, dan juga bisa di batuan metamorf.
c. plagioklas → warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah NaAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.
d. muskovit → warna colorless, kilap mutiara, cerat putih, kekerasan 2,5, bentuk kristalin, atruktur tabular, belahan 1 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetik, sifat dalam elastis, sifat khas lain ketembusan cahaya transparant, rumus kimianya adalah Kal2(AlSi3O10)(F,OH)2,. Golongan mineral silikat. Bisa ditemukan di batuan metamorf atau sebagai mineral sekunder ubahan topaz, feldspar, dan kyanit.
e. klorit → warna hijau, kilap lemak, cerat putih, kekerasan 2-3, bentuk kristalin, struktur lamellar,belahan 1 arah, pecahan fibrous, kemagnetan paramagnetik, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya adalah (Fe, Mg, Al)6(Si, Al)4O10(OH)8 . Golongan mineral silikat. Merupakan hasil alterasi mineral-mineral yang mengandung besi dan magnesium.
f. biotit → Warna hitam, kilap mutiara, cerat putih, kekerasan 2,5, bentuk kristalin, struktur tabular, belahan 1 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam elastic, sifat khas lain ketembusan cahaya adalah opaque. Nama mineral biotit, rumus kimianya adalah K(Mg,Fe)3AlSi3O10(F,OH)2. Golongan nya adalah golongan mineral silikat. Biotit biasa ditemukan di batuan beku asam sebagai mineral aksesoris.


17.  Kuarsit
kuarsit adalah salah satu jenis batuan metamorf non foliasi yang terbentuk dari batupasir yang sangat kaya kuarsa. Batuan ini dibentuk oleh kebanyakan mineral kuarsa. Dapat berasosiasi karena mineral-mineral kuarsa sudah ada sebelumnya, tetapi karena kuarsa adalah mineral yang resisten dan tahan terhadap metamorfisme, maka mereka berubah menjadi batuan kuarsit.
a. kuarsa → warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan pada batuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik. (lebih umum pada batuan beku asam), dan bisa juga di batuan sedimen setelah mengal;ami proses transportasi dan terendapkan, dan juga bisa di batuan metamorf.


18.  Serpentinit
Serpentinit adalah salah satu jenis batuan metamorf non foliasi yang terbentuk ketika batuan beku ultrabasa yang mengandung sedikit silika teroksidasi dan terhidrolisis dengan air sampai menjadi serpentinit. Sesuai dengan namanya, maka mineral dominan yang ada di batuan ini adalah serpentin. Mineral yang ada dapat berasosiasi karena telah ada mineral sebelumnya yaitu olivin yang mengalami proses oksidasi dan hidrolisis dan setelah itu termetamorforsekan.
a. serpentin → warna hijau olivin, kilap lemak, cerat putih, kekerasan 3-4,5 , bentuk kristalin, struktur fibrous, belahan 1 arah, pecahan fibrous, kemagnetan paramagnetik, sifat dalam sectile, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya adalah (Mg,Fe)3Si2O5(OH)4 . Golongan silikat. Terbentuk dari olivin yang terhidrolisis dengan air.


19. eklogit
eklogit adalah salah satu jenis batuan metamorf nonfoliasi . Batuan ini mempunyai komposisi mineral yang basaltik dan terbentuk pada suhu dan tekanan yang sangat besar jauh di bawah permukaan bumi. Mineral- mineral yang umum dijumpai adalah garnet, piroksen. Mineral aksesorisnya antara lain adalah hornblende, korundum, dan terkadang intan. Mineral2 tersebut dapat berasosiasi karena mempunyai syarat dan proses pembentukan yang hampir mirip, yaitu di kedalaman dan tekanan yang sangat besar.
a. garnet → warna coklat, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6,5 – 7,5, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah X3Y2(SiO4)3. Termasuk dalam golongan mineral silikat.
b. Piroksen →  warna hitam, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 5-6,5 , bentuk kristalin, struktur prismatic pendek, belahan 2 arah, pecahan kolom, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain ketembusan cahaya translucent – opaque,  rumus kimianya adalah (Ca,Na)(Mg,Fe,Al)(Si,Al)2O6.Golongannya adalah golongan silikat. Piroksen biasanya terdapat di batuan beku basa sebagai mineral primer yang utama.
c. hornblende → warna hitam, kilap kaca, cerat abu-abu sampai coklat, kekerasan 5-6, bentuk kristalin, struktur prismatic panjang, belahan 2 arah, pecahan kolom, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya adalah Ca2(Mg, Fe, Al)5 (Al, Si)8O22(OH)2. Golongannya adalah golongan mineral silikat. Mineral ini terbentuk sebagai hasil kristalisasi magma ketika magma bersuhu 900 o C. Biasa terdapat di batuan beku intermediet.
d. korundum → warna bervariasi, bisa merah, kilap intan, cerat putih, kekerasan 9, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam britlle, sifat khas lain adalah ketembusan cahya opaque, rumus kimianya adalah Al2O3. Golongannya adalah oksida.
e. intan → warna colorless, kilap intan, cerat putih, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 4 arah, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam britlle, sifat khas lain ketembusan cahaya transparent, rumus kimianya adalah C. golonganya adalah sebagai native element


20. amfibolit
amfibolit adalah salah satu jenis batuan metamorf nonfoliasi. Sesuai dengan namanya mineral ini didominasi oleh mineral-mineral dari kelompok ampfibole teriutama hornblende.Mineral ini berasal dari metamorfisme batuan beku yang mengandung hornblende hampir 90 % yaitu hornblendit. Mineral-mineralnya dapat berasosiasi karena sudah terdapat sebelumnya di batuan beku, tetapi karena termasuk jenis mineral yang tahan terhadap proses metamorfisme, masih bernebtuk seperti asalnya. Batuan ini bisa sedikit mengandung plagioklas feldspar, dan bisa sedikti atau tidak kuarsa.
a. hornblende → warna hitam, kilap kaca, cerat abu-abu sampai coklat, kekerasan 5-6, bentuk kristalin, struktur prismatic panjang, belahan 2 arah, pecahan kolom, kemagnetan paramagnetic, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya opaque, rumus kimianya adalah Ca2(Mg, Fe, Al)5 (Al, Si)8O22(OH)2. Golongannya adalah golongan mineral silikat. Mineral ini terbentuk sebagai hasil kristalisasi magma ketika magma bersuhu 900 o C. Biasa terdapat di batuan beku intermediet.
b. plagioklas → warna putih susu, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 6, bentuk kristalin, struktur granular, belahan 2 arah, pecahan tidak rata, kemagnetan diamagnetic, sifat dalam bittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya translucent sampai opaque, rumus kimianya adalah NaAlSi3O8, golongannya adalah golongan silikat.Mineral ini terdapat di hampir semua batuan beku, juga terdapat di batuan sedimen klastik sebagaipecahan / detrital.
c. kuarsa → warna colorless, kilap kaca, cerat putih, kekerasan 7, bentuk kristalin, struktur granular, belahan tidak ada, pecahan konkoidal, kemagnetan diamagentik, sifat dalam brittle, sifat khas lain adalah ketembusan cahaya transparent – translucent, rumus kimianya adalah SiO2, golongannya adalah kelompok silikat. Mineral ini terbentuk pada suhu sekitar 600 o C dan merupakan mineral yang paling resisten.Biasa ditemukan pada batuan beku asam dan intermediet baik plutonik maupun vulkanik. (lebih umum pada batuan beku asam), dan bisa juga di batuan sedimen setelah mengal;ami proses transportasi dan terendapkan, dan juga bisa di batuan metamorf.