Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

3.08.2025

[2] Balada Eropa : Membuat Visa Schengen (via VFS Global Belanda)

Cerita ini merupakan pengalamanku menjelajah Islandia dan Eropa Barat dari 21 Juni 2017 - 3 Juli 2017. Bagian ini menceritakan prosesku mengajukan Visa Schengen Belanda via VFS Global Surabaya. Part selanjutnya dari setiap cerita aku beri linknya dibawah.

Part Sebelumnya : DISINI

Langsung Part Selanjutnya ketika perjalanan mulai : DISINI

Aku di VFS Global Surabaya

Pada kesempatan ini aku akan berbagi pengalamanku kembali mengurus Visa Schengen di VFS Global Belanda Surabaya. Sebelum mengajukan Visa Schengen ini, aku sering searching informasi di google dan mendapati postingan blogger yang menceritakan pengalamannya apply visa itu sangat-sangat membantu. Jadi lewat postingan ini aku ingin balas budi, supaya bisa membantu teman-teman lainnya yang mau mengajukan Visa Schengen juga.

Mendapatkan Visa Schengen mungkin adalah salah satu hal yang paling membahagiakan untukku. Karena inilah pertama kali aku akan ke Eropa dan bisa backpackeran di luar Asia. Meskipun sampai detik ini belum beli tiket (karena hampir semua harga tiket melambung tinggi dikarenakan waktu keberangkatanku mendekati waktu lebaran), belum booking bus, pesawat, selama disana, ditambah sedikit masalah terjadi sewaktu aku akan refund tiketku Kuala Lumpur - Moscow - Kuala Lumpur via Traveloka, tapi aku memandang semuanya dengan optimis.

Europe, wait me! (Sumber : Disini)

Aku mengajukan Visa Schengen via VFS Global Surabaya (perwakilan Belanda, Belgia dan Luksemburg) yang beralamat di Lantai 15 R.1506 Garaha Pena Surabaya. Lokasi Graha Pena sendiri berada di Jalan Ahmad Yani No 88, cukup dekat dari Terminal Bungurasih (naik gojek pakai Gopay cuma Rp 6000). Alasan klasik mengajukan di VFS Global Belanda Surabaya, selain karena aku memang mau mengunjungi Belanda, juga karena aku malas ke Jakarta. Karena domisiliku di Surabaya Pusat, aku cukup naik motor saja ke Gedung Graha Pena (daripada naik kereta atau pesawat ke Jakarta kan, mehooong hehehe).

Jadi langkah pertama yang harus teman lakukan untuk mencari update/informasi terbaru mengenai ketentuan visa, persyaratan lengkap visa, biaya pembuatan visa, hari kerja, hari libur, jam penyerahan aplikasi/pengambilan paspor, maka teman harus menuju ke situs resmi VFS Global Surabaya disini.


Jika teman sudah masuk ke website resmi VFS Global, maka tampilan diatas adalah tampilan yang akan muncul. Terdapat tiga langkah sederhana untuk pengajuan visa ke Belanda yakni 1) Mengetahui Tipe Visa Anda 2) Cara Mengajukan Aplikasi Visa dan 3) Setelah Pengajuan Aplikasi Visa.

1) Mengetahui Tipe Visa Anda
  • Jika Anda ingin mengunjungi Belanda untuk waktu yang singkat, Anda harus memperoleh visa untuk masuk jika Anda datang dari negara dengan persyaratan visa untuk datang ke Belanda.
  • Visa biasanya memberi Anda hak untuk tinggal di seluruh wilayah Schengen. Negara-negara Schengen adalah: Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Swiss. Visa dapat memberikan Anda hak untuk menghabiskan maksimal 90 hari per 6 bulan di wilayah Schengen.
  • Semua aplikasi visa harus ditandatangani oleh pemohon yang bersangkutan.
  • Semua bagan dalam formulir aplikasi harus diisi dengan benar, formulir yang tidak lengkap dapat membuat proses berjalan lebih lambat bahkan penolakan.
  • Kedutaan berhak untuk meminta dokumen serta informasi tambahan saat memproses aplikasi.
  • Warga negara Non-Indonesia harus tinggal secara legal di Indonesia, baik atas dasar visa untuk Indonesia atau ijin kerja / tinggal yang sah di Indonesia.
  • Paspor harus berlaku minimal 3 bulan setelah berakhirnya visa.
  • Huruf berwarna biru adalah ketentuan umum yang ada di website VFS Global Surabaya. Jadi tipe visa ke Belanda itu ada beberapa seperti:
  • Visa Turis (yang akan saya jabarkan di postingan ini), 
  • Visa Undangan (keluarga/teman)
  • Visa Pelaut
  • Visa Bisnis
  • Transit Bandara
  • Kerabat Uni Eropa
  • Visa Studi Jangka Pendek
  • serta Visa Kunjungan Resmi
2) Cara Mengajukan Aplikasi Visa

Langkah 1

Aplikasi-aplikasi visa untuk negara Belanda, Belgia dan Luxembourg diterima di Pusat Aplikasi Visa negeri Belanda. Mohon menjadwalkan perjanjian kepada pusat aplikasi visa sebelum melakukan penyerahan.

Buat janji temu untuk menyerahkan dokumen aplikasi di Pusat Aplikasi Visa (Wajib). Anda Wajib membuat janji temu terlebih dahulu sebelum melakukan aplikasi . Pelayanan ini tidak dikenakan biaya akan tetapi tergantung dari ketersediaan tempat. Untuk membuat perjanjian, silahkan klik di sini

Untuk informasi lebih lengkap mengenai pembuatan Janji Temu, mohon klik di sini.

Langkah 2

Sebelum aplikasi mohon memastikan anda sudah jelas sekali ‘maksud kunjungan’ anda – ingatlah kami ada untuk membantu dan menolong anda melalui proses aplikasi visa secara keseluruhan tetapi tidak diizinkan untuk memberi advis atau memandu anda mengenai pemilihan kategori visa. Karena pekerjaan utama kami adalah bersifat administratif kami tidak mempunyai hak apa pun apakah anda akan diberi visa dan berapa lama diperlukan untuk memproses aplikasi anda karena hal itu secara keseluruhan merupakan prerogatif Kedutaan atau Konsulat.

Langkah 3

Mohon ke link “Jenis-Jenis Visa” untuk mengerti rincian berbagai macam visa.

Langkah 4

Mohon pastikan anda telah membaca pemberitahuan-pemberitahuan peraturan keamanan sebelum anda mengunjungi Pusat Aplikasi Visa. Mohon dicatat: direkomendasikan untuk menyerahkan aplikasi jauh sebelum tanggal kepergian yang diperkirakan. Semua pemohon visa direkomendasikan untuk mengkonfirmasi rencana perjalanan mereka hanya setelah memperoleh visa.
Diperlukan secara rata-rata 15 hari kalender untuk memutuskan permohonan aplikasi-aplikasi visa. Mungkin akan ada penangguhan sesuai dengan musim dan jenis visa.
Mohon dicatat: Setelah aplikasi untuk Visa, pemohon tidak dapat meminjam paspor mereka dari Kedutaan.
Juga mohon merencanakan kepergian lain anda HANYA setelah menerima kembali paspor anda dari Kedutaan.
Huruf berwarna biru adalah ketentuan umum cara mengajukan aplikasi visa yang ada di website VFS Global Surabaya, sedangkan huruf hitam adalah apa yang saya lakukan dan siapkan berdasarkan syarat tersebut. Sekarang mari kita rincikan langkah demi langkah sesuai dengan yang saya lakukan pada Mei 2017 lalu.

A. Sebelum melakukan Langkah 1, membuat janji temu dengan VFS Global Belanda Surabaya, maka pemohon harus menyiapkan persyaratan-persyaratan Visa Schengen terlebih dahulu. Syarat lengkapnya bisa dilihat disini. Daftar syarat tersebut berbentuk PDF, dan daftar itu pula yang akan digunakan oleh petugas VFS untuk mengecek kelengkapan pemohon. Di bawah ini adalah dokumen-dokumen yang kupersiapkan sebelum membuat janji temu:


1. Formulir Pengajuan Visa Schengen yang sudah diisi lengkap dan ditandatangani. Formulir aplikasi Schengen bisa didownload disini.

2. Paspor asli dengan masa berlaku minimal 3 bulan, tapi untuk jaga-jaga sebaiknya masa berlaku paspor minimal 6 bulan. Hal itu dikarenakan penerbangan ke Eropa pasti akan transit (entah di Kuala Lumpur, Singapura, Doha, Abu Dhabi, Istanbul, dll), sehingga untuk menghindari penolakan penerbangan. Kemudian paspor anda harus setidaknya mempunyai 2 halaman kosong, 1 halaman untuk stiker visa, 1 halaman untuk cap ketibaan/kepergian.

Aturan untuk paspor menurut Kedutaan Belanda adalah sebagai berikut:
> Paspor atau dokumen travel anda harus valid setidaknya 3 bulan sejak tanggal anda meninggalkan Area Schengen.
> Paspor atau dokumen travel anda setidaknya harus mempunyai 2 halaman kosong.
> Paspor atau dokumen travel anda tidak boleh dikeluarkan lebih dari 10 tahun yang lalu.

Paspor asli tersebut harus dilengkapi dengan:
> Fotocopi halaman detail informasi pribadi (halaman depan paspor)
> Fotocopi Visa-visa sebelumnya yang pernah dipunyai dari semua cap masuk/cap keluar (saya fotocopi semua visa dan cap masuk di semua halaman paspor saya)
> Fotocopy Halaman detail informasi pribadi paspor yang pernah dimiliki sebelumnya beserta visa-visanya

3. Jika anda mengajukan Visa Schengen untuk anak anda yang akan traveling sendiri atau hanya ditemani dengan 1 orangtua, mohon untuk menambahkan dokumen berikut ini (saya langsung copi dari Bahasa Inggrisnya supaya tidak membuat perbedaan pemahaman.Jika anda akan traveling sendiri/traveling dengan teman/traveling dengan anak dan suami/istri anda, maka tahap ini dapat dilewati.
An extract of the minor’s birth certificate. 
An identity document bearing the parents’ signature (1document for each parent).

A declaration of consent from both parents, stating that the minor can travel.
If relevant: a court judgement stating which parent has been allocated parental responsibility for the minor. 
If relevant: a declaration from the minor’s school consenting to his/her absence.


4. Bukti Tempat Tinggal Resmi
Evidence of legal residence in the country you are applying from, e.g. a passport, visa or residence permit and a copy. Residence permit should be valid for at least 3 months after departure from Schengen.
Work permit (if applicable).

Aku cukup bingung pada tahap ini, bagi WNI maksudnya KTP , KK dan Akta Lahir. Jadi aku memberikan fotocopi ketiganya dan translate Bahasa Inggrisnya yang kubuat sendiri (tidak perlu penerjemah tersumpah - Mei 2017). Contoh Translate KTP, KK dan Akta Lahir bisa didownload di bawah ini:



5. Foto 3,5 x 4,5 cm yang memenuhi persyaratan foto Kedutaan Belanda. Foto ini tidak boleh diambil lebih dari 6 bulan yang lalu dan harus jelas. Ketentuan foto lebih lanjut silahkan dilihat disini. Background foto putih. Saran saya, fotolah di studio foto yang mempunyai nama ternama. Dijamin foto tidak akan salah. Bilang saja untuk pengajuan Visa Schengen.


5. BUKTI PERJALANAN

Itinerary Travel (Reservasi perjalanan menuju dan meninggalkan Area Schengen atas nama anda, bukan tiket). Maksudnya adalah reservasi tiket pesawat menuju dan meninggalkan area Schengen. Reservasi tiket pesawat gratis bisa dilakukan sendiri via website Turkish Airline atau KLM. Reservasi ini sebaiknya jangan dibayar dahulu, tetapi menunggu keputusan visa keluar atau tidak. Hal yang menjadi perhatian, karena saya apply melalui Kedutaan Besar Belanda, maka supaya lebih meyakinkan saya buat reservasi tiket pesawat saya Jakarta - Amsterdam - Jakarta menggunakan Turkish Airline. Keuntungan membuat reservasi di Turkish Airline adalah, reservasi tersebut bisa bertahan selama seminggu. Jadi cukuplah waktunya sampai berkas kita diterima oleh Pejabat di Kedutaan Belanda. Tips lainnya, sebaiknya reservasi tersebut penerbangannya berasal dari Indonesia, jangan Malaysia atau Singapura.


>Itinerary/rencana perjalanan. Karena mengajukan visa di Kedutaan Belanda, maka Belanda haruslah negara yang pertama kali anda kunjungi atau paling lama anda kunjungi. Contoh itinerary yang kumasukkan ke dalam aplikasiku adalah sebagai berikut:


> Dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa kunjungan anda adalah untuk tujuan turisme. Selain reservasi tiket pesawat, itinerary perjalanan, reservasi hotel, asuransi kesehatan, saya juga menyertakan surat izin dari atasan saya yang menyatakan bahwa saya bepergian untuk traveling ke Eropa dari tanggal 23 Juni sd 4 Juli dan akan kembali bekerja setelah pulang dari Eropa.


> Reservasi penginapan/hotel selama durasi kunjungan. Ini sangat mudah, kunjungi saja booking.com dan booking saja hotel yang bisa dibatalkan gratis (free cancellation). Hal yang harus diperhatikan, bookingan tersebut jangan terburu-buru dibatalkan setelah aplikasi diserahkan ke VFS. Batalkan setelah keputusan visa anda keluar.

> Surat Pernyataan dari Bank tentang Transaksi Rekening 3 bulan terakhir (dalam Bahasa Inggris)
Karena status saya pegawai pemerintahan, maka saya menggunakan Rekening Bank Jatim. Sewaktu saya meminta pernyataan transaksi 3 bulan terakhir, mereka hanya memberikan surat pernyataan yang menyatakan bahwa rekening saya aktif, tidak ada kata-kata jumlah uang di debet terakhir. Akhirnya saya memberikan surat pernyataan tersebut ditambahkan fotocopi buku tabungan 3 bulan terakhir. Waktu itu itinerary saya 12 hari.

> Jika anda pekerja, surat pernyataan dari atasan anda yang menyatakan waktu absen anda. 
Ini mudah, anda hanya perlu meminta surat pernyataan bekerja dari kantor anda, ditandatangan oleh Manajer/HRD/Sekretaris Dinas (untuk yang bekerja di Kantor Pemerintahan). Jangan lupa diberi stempel.

> Dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa anda akan kembali ke negara anda setelah perjalanan selesai.

Contohnya (dari website VFS):

• A recent declaration from your employer, an employment contract or other information proving you are employed in your country of origin. 
• A document proving you are in education or training in your country of origin. 
• A document proving your children attend school in your country of origin. 
• A document proving you have a home or other immovable property in your country of origin. 
• A document proving you are a caregiver in your country of origin
.
Kalau saya, ini saya satu paketkan dengan surat pernyataan dari kantor. Karena di surat pernyataan kantor diatas sudah saya sebutkan bahwa saya adalah pegawai kantor saya dan akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan perjalanan saya.


6. BUKTI ASURANSI KESEHATAN
Bukti asuransi kesehatan ini mencakup dokumen resmi dari penjamin asuransi anda yang membuktikan bahwa:
a. Ketentuan tentang asuransi kesehatan tertulis atas nama anda.
b. Asuransi ada valid digunakan di Area Schengen selama durasi kunjungan anda.
c. Tanggungan uang kesehatan yang bisa diklaim setidaknya 30.000 euro, termasuk perawatan rumah sakit, penanganan keadaan darurat dan termasuk pemulangan (termasuk kematian).

Untuk asuransi kesehatan, kemarin aku memakai asuransi AXA Gold dengan tanggungan maksimal Rp 3.000.000.000. Kebetulan dapat pas promo cuma Rp 130.000 untuk setahun. Satu tips untuk asuransi, jika membeli online dan mendapatkan konfirmasi dan asuransinya via email, yang diprint dan dibawa ke VFS Global jangan hanya halaman iktisar polis dan konfirmasi polis saja ya, tapi termasuk rincian tabel biaya santunan dan yang halaman yang menyatakan jumlah maksimal tanggungan.

7. VISA
Visa, Izin tinggal atau paspor yang memberi anda izin masuk ke tujuan akhir anda setelah mengunjungi Area Schengen.

Karena tujuan akhirku adalah negara tercinta, Indonesia, maka ya cuma butuh paspor itu sendiri. 

8. PEMBAYARAN
Pembayaran biaya visa pada saat mengajukan aplikasi.

Sewaktu aku mengajukan Mei 2017 kemarin, biayanya sebesar Rp 1.200.000, meliputi 60 euro untuk biaya visa itu sendiri dan sisanya untuk biaya pemrosesan VFS. Jika menambah pemberitahuan sms, menambah Rp 20.000.

B. Setelah mempersiapkan persyaratan seperti diatas dan membuat janji temu disini, saya datang pada waktu perjanjian yang telah ditentukan (17 Mei 2017) dengan membawa syarat-syarat ke VFS Global Belanda Surabaya. VFS Global Belanda Surabaya di Lantai 15 R.1506 Garaha Pena Surabaya. Lokasi Graha Pena sendiri berada di Jalan Ahmad Yani No 88. Untuk parkir motor berada di sebelah barat KFC.

C. Begitu masuk Gedung Graha Pena, saya langsung naik ke Lantai 15 dan menuju kantor VFS Global. Saat masuk ke dalam, seorang satpam wanita yang sangat ramah langsung menyapa saya dan menanyakan lembar konfirmasi janji temu saya. Setelahnya dilakukan pemeriksaan badan singkat dan isi tas. Dari sini, HP harus dinonaktifkan dan dilarang memotret di dalam.

D. Masuk ke dalam ruangan VFS, di dalam sudah menunggu beberapa orang yang akan mengajukan Visa Schengen juga. Berdebar rasanya hati ini, sekaligus senang. Waah, akhirnya ane bisa juga mengajukan visa ini setelah sekian lama hanya bermimpi hehe. Akhirnya satpam yang lain, yang tidak kalah ramah juga, memanggil saya kemudian meminta lembar konfirmasi janji temu saya untuk digantikan dengan nomor urut dan secarik kertas.

E. Setelah menunggu sejenak, akhirnya nama saya dipanggil oleh Mbak VFS. Saya langsung menyerahkan berkas-berkas persyaratan yang sudah saya siapkan. Mbak VFS dengan sigap memeriksa berkas saya dengan sangat ramah.

Mbak VFS : "Ini asuransinya asli ya?"

Saya : " Iya asli mbak. Saya beli online dan dapat soft copinya."

Mbak VFS : " Pergi sendiri atau sama teman?"

Saya : "Sama teman mbak, ini sebelah saya." (dan akhirnya teman saya ini membatalkan perjalanan sehingga saya terpaksa solo traveling huhu)

Sembari bertanya, Mbak VFS terus menegtik-ngetik informasi di PCnya. Dan ane lega setengah mati saat dia mencetak lembar konfirmasi permohonan. Berarti lengkap sudah syarat ane, nggak perlu bolak-balik untuk melengkapi syarat. Setelah membayar Rp 1.220.000, saya menunggu kembali di bangku untuk menunggu pengumpulan data biometrik.

F. Menunggu beberapa saat. akhirnya saya dipanggil oleh seorang Bapak untuk pengumpulan data biometrik (foto dan cap jari). Saat masuk ke ruangannya tiba-tiba tegang juga ya hehehe, takutnya ane diwawancara macam-macam dan kalau jawabnya gugup maka aplikasi bisa ditolak. Tapi ternyata disini ane cuma ditanya tanggal lahir aja, kemudian foto dan cap jari. Selesai. Gitu doank.

G. Tahap F merupakan tahapan terakhir dalam pengajuan Visa Schengen di VFS Global Surabaya. Setelah ini tinggal tahap penantian, apakah Visa Schengenku diterima atau ditolak? Hanya Kedutaan Belanda yang tahu... Hehehehe...Waktu pemrosesan sekitar 2 minggu, cukup lama karena paspor dan aplikasi kita akan dikirimkan ke Kuala Lumpur dahulu.

UPDATE:
18 Mei 2017
Email dari VFS Global


31 Mei 2017
Email dari VFS Global


2 Juni 2017

Yeaaaaahhhh... Visa Schengeku granted. Thank you GOD.....! Dikasih 45 hari.... rencana perjalanan yang kutulis di aplikasi 24 Juni 2017 sd 4 Juli 2017, diberi visa dari 22 Juni 2017 sd 6 Agustus 2017. Lumayanlah!



PART Selanjutnya : DISINI

[2] Ambon - Ora : Pantai ORA, Primadona Pulau Seram!

Part Sebelumnya : Disini

Making memories together di Resort Ora..

Desa Mata Air Belanda, Pulau Seram, 31 Desember 2017

Aku terbangun perlahan saat jam di ponselku menunjukkan pukul tujuh pagi. Udara sejuk menyelusup ke dalam penginapan, membawa aroma asin laut yang samar. Aku menarik selimut sebentar, menikmati kehangatan sisa tidur sebelum akhirnya bangkit dan berjalan menuju luar kamar.

Matahari sudah naik, tapi sinarnya masih lembut, hanya memberi semburat keemasan di ujung cakrawala. Angin pagi bertiup pelan, membelai wajahku dengan kesejukan yang sedikit dingin. Di kejauhan, suara air laut berulang kali menghempas pasir putih dengan ritme yang tenang. Aku menghirup udara dalam-dalam. Suara burung-burung kecil dari pepohonan di belakang penginapan menambah ketenangan pagi itu. Tak ada hiruk-pikuk, hanya suara alam yang berpadu sempurna—hembusan angin, ombak yang malas menyapa daratan. Penginapanku berbentuk penginapan yg selalu kuidam-idamkan tentang rumah di pinggir pantai, di depannya langsung pantai dangkal yang luas dan pemandangannya? Tidak perlu kata-kata untuk menggambarkannya, setiap sudutnya seperti lukisan hidup yang memanjakan mata. 

Suasana pagi hari di Desa Mata Air Belanda yang penuh ketenangan. Tiada suara lain selain deburan ringan ombak yang penuh irama dan siulan burung.

Pantai bersih, dangkal dan arusnya tenang di depan Desa Mata Air Belanda

Pandanganku tertuju pada Arin, travelmate-ku, yang sudah lebih dulu duduk di gubuk kecil depan penginapan. Ia tampak asyik membaca buku, sesekali membalik halaman dengan tenang. Aku berjalan ke arahnya, membiarkan kaki menyentuh pasir pantai yang masih dingin sisa embun malam. Teksturnya lembut di bawah telapak kakiku, sedikit lembap, seperti belum sepenuhnya tersentuh hangatnya matahari pagi.

Tanpa banyak bicara, aku duduk di sebelahnya, menikmati suasana. Setelah beberapa saat, Fredo dan Mbak Hayu terlihat keluar dari kamar juga. Agenda kami hari ini adalah akan mengunjungi pantai dan resort Ora, sebagai salah satu tujuan primadona disini. Namun kemarin sore bapak pemilik kapal bilang bahwa akan datang menjemput kami jam 10 pagi. 

"Ada yang mau ngopi nggak?" Tanyaku riang. Karena suasana pagi ini akan lebih sempurna dengan sesapan kopi.

"Mau dong," jawab Arin.

"Mau juga," jawab Fredo.

Aku bangkit dan berjalan ke rumah pemilik penginapan, melihat pemiliknya yang sedang sibuk di dapur kecil. Sepertinya menyiapkan sarapan pagi untuk kami. Kami memang mengambil paket sarapan karena disini agak susah untuk mencari makan sendiri.

"Permisi mama, boleh minta air panas? Untuk buat kopi mama" tanyaku. 

"Oh iya ada kak. Tunggu sebentar ya. Nanti kami antarin," jawab mama dengan sopan.

Tidak butuh waktu lama mama kembali datang membawa seteko air panas. Beberapa gelas kopi segera kami buat. Pagi itu suasana terasa menyenangkan dan kegiatan kami isi dengan ngobrol banyak topik . Menurutku memang traveling nggak wajib diisi dengan jalan-jalan terus. Banyak hal yang bisa kita lakukan selama traveling, bahkan hal tersebut sebenarnya mirip dengan aktivitas kita sehari-hari sewaktu tidak traveling. Seperti memasak, minum kopi, baca buku, mainan air, ejek-ejekan. Yang membedakan adalah... Suasananya... Ritmenya... Atmosfernya...


Tidak menunggu lama, mama pemilik penginapan membawakan kami sarapan pagi. Menunya cukup sederhana namun terasa sangat nikmat, nasi sayur, sambal dan ikan goreng. Setelah ngopi dan sarapan, aku, Fredo, Arin, dan Mbak Hayu mendapat informasi menarik dari pemilik penginapan. Katanya, setiap pagi, mata air Belanda akan meninggi hingga airnya meluap ke pasir pantai. 

"Itu bisa langsung diminum kok kak, bersih airnya. Kakak bisa lihat disana, nanti sebentar lagi muncul dari pasir airnya. Tapi dia cuma muncul sebentar aja kak, satu jam-an" tambah mama pemilik penginapan.

Tanpa pikir panjang, kami langsung bergegas menuju pesisir pantai. Sesampainya di sana dan menunggu sejenak, kami melihat sendiri bagaimana pusaran kecil air jernih itu perlahan-lahan mulai muncul dari dalam pasir, mengalir lembut menuju laut. Lima menit menunggu, sepuluh menit menunggu, dua puluh menit menunggu, kami semakin antusias karena volume mata air yang keluar dari pasir semakin banyak. Fredo segera mengambil botol air minum Club yang kosong, mengisinya dengan mata air segar itu, lalu kami bergantian meneguknya. Dingin, segar, dan benar-benar tidak ada rasa seperti air mineral kemasan! 

Sesuai penuturan Mama pemilik penginapan, mendekati jam 10, debit mata air itu mulai berkurang... berkurang... dan berkurang. Lama kelamaan, sudah tidak ada lagi air bersih yang keluar. Yaa... pertunjukan pun akhirnya berakhir, hehehe. Untungnya, tidak butuh waktu lama, bapak kapal sudah datang menjemput kami. Tepat pukul 10, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Hari ini, kami akan menuju Pantai Ora. Benar-benar nggak sabar untuk segera sampai dan menikmati keindahannya.

Perjalanan ke Pantai Ora hanya memakan waktu sekitar 15 menit, tapi rasanya seperti melayang di atas lautan biru kehijauan yang begitu bening. Sesampainya di sana, aku langsung dibuat takjub. Pantai Ora ini benar-benar seperti Maldives-nya Indonesia! Resort apung, salah satu ikon terkenal, tampak jelas di depan mata dengan warna coklat yang kontras dengan keindahan warna laut di sekitarnya. Air laut yang berwarna biru kehijauan begitu jernih, sehingga dasar laut yang penuh dengan karang berwarna gelap bisa terlihat jelas dari atas perahu. Resort dan lautan ini dikelilingi oleh perbukitan yang meliuk-liuk indah dan berwarna hijau tosca.

Sambutan pemandangan di Resort Ora...

Sambutan pemandangan di Resort Ora...Tidak bisa berkata-kata...

Wow.. Just Wow...

Bapak kapal akhirnya menurunkan kami di dermaga kecil milik Resort Ora. Dermaga itu bercabang menjadi dua, masing-masing dihubungkan ke bungalow yang sengaja dibangun untuk para pengunjung yang ingin berfoto-foto.

Dermaga Resort Ora..

"Registrasi dulu disana ya kak. Nanti bayar dulu untuk tiket masuk dan berenang. Bisa sewa alat snorkeling dan pelampung juga," pesan bapak kapal.

Resort Ora ini sendiri terletak tepat di tepi pantai, menawarkan pilihan akomodasi baik yang berada di pesisir pantai maupun hotel apung yang mengapung di atas laut. Hotel apung tersebut terlihat dihubungkan oleh jembatan kayu yang tembus ke pesisir pantai, memberikan kesan fotogenik yang selama ini dicari traveler ketika berkunjung kesini. Untuk para pengunjung yang hendak berenang dan berfoto-foto, kami masih diizinkan untuk berfoto dengan hotel yang ada di pesisir, namun tidak diperkenankan untuk memasuki hotel apung via jembatan kayu karena itu khusus untuk tamu hotel apung saja.

'Tenang dan damai banget pasti ya nginap di hotel apung itu', kataku dalam hati. Hihihi.. next time lah..

Kami berjalan menuju bagian registrasi resort yang terletak di ujung dermaga. Kami membayar Rp 25.000 per-orang untuk tiket berenang dan foto-foto. Selain itu aku juga sewa alat snorkel dan pelampung seharga Rp 50.000. Cukup terjangkau sih menurutku.

"Sebelum renang kita foto-foto dulu yuk, biar ga keliatan basah," usulku ke Fredo, Arin, dan Mbak Hayu.

"Setujuu, ayoo!" Jawab Fredo.

Kami berjalan kembali ke bungalow dekat kami diturunkan bapak kapal tadi. Disitu terdapat sebuah kursi yang menjadi spot foto dengan background yang sempurna, yaitu laut biru kehijauan, hotel apung, dan perbukitan hijau yang puncaknya tertutup kabut. Benar-benar pemandangan yang sempurna. Kami tidak bosan berfoto dengan berbagai macam gaya disini, karena ini akan menjadi kenangan abadi yang sangat indah.

Foto bareng...

Foto sendiri.. hehehe..

Puas berfoto, kami mulai turun ke laut perlahan untuk memulai snorkeling. Begitu wajahku menyentuh air, aku langsung disambut oleh segarnya air laut dan dunia bawah laut yang seakan-akan menarikku ke dunia yang sama sekali beda dengan diatas air. Terumbu karang warna-warni terbentang, dihiasi ikan-ikan kecil yang berenang riang. Ada ikan berwarna kuning cerah, biru kehijauan, hingga ikan kecil bergaris-garis hitam-putih yang bergerombol seakan penasaran dengan kehadiran kami. Selain itu aku juga menjumpai ikan nemo berwarna oranye yang berenang lincah kesana kemari. Meski kuakui, pemandangan bawah laut ini bukan ter-thebest yang pernah aku lihat, tapi aku cukup menikmatinya.

Sebelum turun snorkeling..

Mulai snorkeling..

Cukup lama aku melakukan snorkeling, salah satu aktivitas laut yang paling kusukai ini. Aku berenang berputar kesana kemari berusaha merekam sebanyak mungkin pemandangan bawah laut yang bisa kulihat. Fredo, Arin, Mbak Hayu kulihat juga sama, masing-masing asyik dengan dunia bawah laut mereka sendiri. 

Puas melihat dunia bawah laut, aku putar tubuhku menghadap keatas. Ke langit biru yang cerah. Aku memejamkan mata dan membiarkan gelombang air laut membawaku kesana kemari. Aku seperti.. melepaskan beban. Dalam hati aku mengucapkan syukur. Bahwa sepanjang tahun 2017 ini aku diberi kesempatan dan kemampuan untuk mengunjungi beberapa tempat, termasuk tempat impianku. Bahkan di penghujung 2017 ini aku lagi-lagi diizinkan mengunjungi tempat seindah ini.

Feel thankfull for 2017...

Sekitar 1,5 jam berada di air, aku merasa lelah dan segera naik ke atas. Arin dan Mbak Hayu sudah lebih dulu keluar dari air, sementara Fredo masih asyik berenang di kejauhan.

"Eh, tadi aku liat ular laut lo," kata Arin tiba-tiba, dengan wajah serius.

"Hah, masak Rin? Dimana?" Tanyaku, merasa terkejut dan penasaran.

"Itu disana, nggak jauh kok. Warnanya belang-belang putih hitam," kata Arin sambil menunjuk ke spot yang berjarak sekitar 3 meter dari tempat kami duduk di jembatan kayu.

"Wah, ngeri juga ya. Aku nggak lihat tadi," ujarku, sedikit terkejut membayangkan ular laut yang ada di dekat kami. Meskipun aku merasa lega karena tidak melihatnya, tetap saja ada rasa was-was yang tiba-tiba muncul.

Btw ular laut  sebenarnya bukan hewan yang agresif terhadap manusia. Mereka cenderung menjauh jika merasa terganggu atau melihat kehadiran manusia. Meskipun begitu, sebagian besar spesies ular laut memiliki bisa yang sangat kuat, bahkan lebih beracun dibandingkan ular darat seperti kobra.

Namun, ular laut biasanya tidak menggigit manusia kecuali merasa terancam atau terpojok. Gigitan mereka juga sering kali tidak terasa sakit karena taringnya kecil dan sering kali tidak menembus kulit tebal. Meski begitu, jika seseorang tergigit dan bisanya masuk ke dalam tubuh, racunnya bisa menyebabkan kelumpuhan otot, gangguan pernapasan, hingga kematian jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, meskipun ular laut tampak jinak, tetap disarankan untuk tidak mengganggu atau mencoba menyentuhnya.

Beberapa saat kemudian, Fredo akhirnya bergabung dengan kami, dan lagi-lagi kami membahas soal ular laut yang dilihat Arin tadi. Mungkin karena itu, kami akhirnya memutuskan untuk menyudahi snorkeling.

"Foto-foto di resortnya yuk, yang di pesisir," ajak Arin.

"Yukk," jawab kami kompak.

Kami berjalan ke arah daratan, menuju Resort Ora dan pantai di sekitarnya. Kuakui, resort ini benar-benar punya konsep yang keren banget, pasti bakal nyaman dan damai banget kalau bisa menginap di sini.

Resort Ora yang di pesisir...

Namun, aku tak bisa menahan diri untuk kembali masuk ke dalam air melalui pantai di sekitar resort. Air laut yang begitu memikat, dengan gradasi warna yang sempurna, membuatku tergoda. Dari biru kehijauan muda, biru kehijauan yang sedikit lebih tua, hingga biru kehijauan yang dalam, dengan latar perbukitan yang meliuk-liuk dan tertutup kabut di bagian atasnya, benar-benar menciptakan pemandangan yang luar biasa. Hasil fotonya bahkan terlihat sangat fotogenik

Foto dari pantai di depan Resort Ora

Kami menghabiskan waktu hampir 3 jam di Resort Ora. Sekitar jam 1 siang, karena perut sudah mulai keroncongan, kami memutuskan kembali ke penginapan di Desa Mata Air Belanda, dimana disana kami sudah akan ditunggu makan siang lezat yang disiapkan oleh mama pemilik penginapan. Namun apakah kami rela? Oh tentu saja tidaaak... Dari foto-foto diatas bisa terlihat kan... Sangat tidak mudah menggerakkan kaki untuk meninggalkan tempat seindah itu huhuhu....

Bagaimanapun, kami harus tetap melangkah maju kan. Segera kami kembali ke arah dermaga untuk mencari bapak kapal. Tidak sulit bagi kami menemukannya. Dengan berat hati kami naik keatas kapal dan mesin kapal yang meraung menandakan kami mulai berjalan perlahan meninggalkan Resort dan Pantai Ora, salah satu tempat terindah yang pernah kukunjungi. Bye Ora.... 🥰🥰

Perjalanan menempuh waktu 20 menit, dan sesaat setelah sampai penginapan, seperti dugaan kami mama pemilik penginapan langsung mengatur makan siang kami di meja makan. Hari ini menunya sayur kangkung bunga pepaya, ikan laut goreng dan sambal. Kami makan dengan sedikit rakus karena seharian berenang membuat perut benar-benar kelaparan hehehe..Bahkan kami makan siang dengan kondisi baju masih basah.

Makan siang sangat nikmat..

"Renang dulu yuk di mata air, sekalian bilas," kata Fredo setelah kita semua selesai makan. Kebetulan tubuh memang berasa lengket semua karena air laut.

"Yukkk..," kata kami berbarengan.

Seperti yang sudah kuceritakan sebelumnya, tempat kami menginap yang bernama Desa Mata Air Belanda mendapatkan namanya dari aliran mata air yang berasal dari perbukitan tinggi di belakangnya. Konon, mata air ini pertama kali ditemukan oleh orang Belanda, sehingga dinamakan Mata Air Belanda.

Sungai ini terbentuk saking besarnya debit mata air

Saking besarnya debit air, alirannya bahkan membentuk sungai kecil yang mengalir hingga ke laut. Kedalaman sungainya sekitar 30–50 cm, cukup dangkal untuk berenang, tetapi tetap memberikan sensasi segar saat masuk dan merebahkan badan. Berbeda dengan air laut yang hangat dan asin, air dari mata air ini terasa dingin dan segar. Maklum, karena keluar langsung dari bebatuan di bawah permukaan. Kami pun tak bisa menahan diri untuk berenang kesana kemari dan menikmati kesejukannya. Fredo bahkan menggunakan snorkel, padahal sungainya dangkal dan bawahnya pasir putih.. hahahaha..

Di sekitar sungai, suasana juga terasa begitu damai. Pepohonan hijau menjulang di tepiannya, memberikan keteduhan alami. Beberapa burung kecil terlihat terbang rendah di antara ranting-ranting, seolah menikmati sejuknya udara siang ini. Angin berembus pelan, membawa aroma air tawar yang bercampur dengan hembusan laut dari kejauhan.

"Eh, aku mau naik ayunan dong," kata Arin tiba-tiba, matanya berbinar saat melihat sebuah ayunan kayu yang tergantung di bawah pohon besar di tepi sungai.

"Ayoo, Rin! Tak dorong!" sahut Fredo semangat.

Bermain ayunan..

Arin langsung berjalan menuju ayunan dan duduk di sana, kakinya menggantung di atas permukaan air yang jernih. Fredo mendorongnya perlahan, membuat ayunan bergerak maju mundur dengan lembut. Tawa Arin pecah saat aku dan Fredo memercik-merciknya dengan air dingin.

Kami benar-benar menikmati momen ini—suasana yang tenang, air yang jernih, dan kebersamaan yang terasa begitu hangat. Rasanya ingin waktu berhenti sejenak, melupakan semua masalah yang ada di kehidupan nyata sehari-hari. 

Bagaimanapun, ini adalah malam terakhir kami di sini. Besok pagi-pagi sekali, bapak kapal akan menjemput kami untuk kembali ke Desa Saleman, dan setelahny memulai perjalanan panjang kembali ke Ambon. Rasanya waktu berlalu begitu cepat, seakan-akan kami baru saja tiba, namun kini harus bersiap meninggalkan tempat indah ini.

Karena itu, kami bertekad untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada sebaik mungkin—menciptakan kenangan yang tak terlupakan. 

Di bawah langit yang mulai gelap, kami duduk bersama di tepi sungai kecil, merendam kaki sambil berbincang santai. Cahaya lampu dari penginapan mulai menyala, menciptakan suasana yang tenang dan hangat. Suara jangkrik dan gemericik air menjadi latar belakang yang sempurna.

"Besok kita udah pulang, ya?" kataku.

"Iya... Rasanya masih pengen tinggal lebih lama," sahut Fredo.

Kami semua terdiam sejenak, menikmati keheningan yang penuh makna. Malam ini adalah kesempatan terakhir kami untuk benar-benar menyatu dengan keindahan tempat ini, menghirup udara segarnya, merasakan ketenangannya, dan menyimpan semua itu dalam ingatan.

Tak ingin membuang waktu, kami pun memutuskan segera mandi dan bersih-bersih. Setelahnya sembari menunggu mama pemilik penginapan menyiapkan makan malam, kami duduk-duduk di gubuk menikmati angin malam yang sejuk ditemani obrolan ringan. Bintang satu persatu mulai muncul di langit seakan ikut menemani obrolan kami. Malam ini bukan sekadar malam terakhir di 2017, tapi juga malam perpisahan yang manis dengan tempat yang telah memberi kami begitu banyak cerita dan kebahagiaan.

Part Selanjutnya : Disini