Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

12.29.2015

[4] Istilah-Istilah Umum di Bidang Pertambangan (1)

Kegiatan penambangan harus dijalankan sesuai peraturan hukum di Indonesia

Mengutip Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, berikut adalah istilah-istilah umum yang sering muncul pada kegiatan pertambangan. Hendaknya istilah-istilah berikut dipahami dan dimengerti oleh setiap calon penambang untuk mendapatkan gambaran akan proses penambangan.

1.  Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.

2. Mineral adalah senyawa anorganik yang terbentuk di alam, yang memiliki sifat fisik dan kimia tertentu serta susunan kristal teratur atau gabungannya yang membentuk batuan, baik dalam bentuk lepas atau padu.

12.26.2015

[PART 1] Menggapai Himalaya : Persiapan !

Cerita ini merupakan bagian dari perjalananku backpacking ke India dan Nepal dari 29 Juni 2016 - 11 Juli 2016. Part selanjutnya dari setiap cerita akan aku beri link di bagian bawah.

Surabaya, suatu waktu di 2015

Confirmed. Your booking code is DBE***


Hatiku bergejolak. Dadaku berdesir. Tanganku dingin. Perutku sedikit mulas. Entah kapan terakhir kali aku merasakan semua perasaan ini, mungkin 3,5 tahun yang lalu. Hampir empat tahun sudah aku meninggalkan mimpiku untuk berkeliling dunia.

Kini... aku mempunyai rencana baru lagi. Jujur, aku masih ragu. Aku masih takut.

Sebuah perjalanan pastilah dimulai dari mimpi. Aku mempunyai mimpi untuk berkeliling dunia. Mengunjungi tempat baru dengan bahasa baru, budaya baru, melihat wajah manusia yang baru, mata uang baru, telah menjadi ambisiku sejak lama.

Semua mimpi terasa jauh 2,5 tahun belakangan karena entah kenapa, aku seperti kehilangan ambisiku untuk berkeliling dunia. Aku masih suka berpetualang, hanya kali ini mengelilingi nusantara. Peristiwa kecelakaan salah satu maskapai terbesar asal Malaysia pada akhir 2014 tentulah menjadi salah satu penyebabnya. Aku memang penakut, aku sadar.

***

Dua minggu sebelumnya.

"Mas, lebaran tahun depan ada acara kemana?" tanyaku kepada Fredo, salah satu sahabat travelingku.

"Nggak ada acara kemana-mana nih," jawab Fredo.

"Ke Nepal yuk?" tanyaku lagi.

"Boleeh. India sekalian dong. Berapa hari emangnya?"

"Boleh juga. Rencana pas libur lebaran aja, mungkin aku nanti bisa nambah izin kerja 2-3 hari," jawabku.

"Oke, siap. Nanti hunting tiket dulu aja," jawab Fredo.

Dari percakapan singkat inilah semuanya dimulai.

***

Sebelum mempunyai ide untuk mengajak Fredo, sebenarnya aku ingin solo traveling ke Nepal. Alasan simpel, aku malas harus bertanya-tanya kepada orang apakah mereka mau bergabung dengan perjalananku. Tetapi aku mencoba berpikir jernih, apakah mentalku sanggup? Nepal (yang kuasumsikan memiliki kesamaan dengan India karena lokasinya yang berdekatan) kurasa bukanlah negara yang ideal untuk solo backpacker perempuan. Apalagi dengan munculnya kasus-kasus pemerkosaan di India, membuatku bergidik ngeri. Meskipun aku sudah mempunyai pengalaman backpacker ke India di tahun 2012, kemungkinan aku akan jalan sendiri dan menjadi korban kejahatan tetap membuatku bergidik ngeri.

Alasan tersebut bukanlah alasan tunggal. Sejak melakukan solo backpacker pertama kali pada tahun 2013 di Singapura, Malaysia dan Filipina, entah mengapa aku merasa solo backpacker itu kurang asyik. Aku merasa kesepian, salah tingkah dan kurang percaya diri. Tetapi ketiga sifat ini langsung hilang ketika aku mempunyai teman perjalanan.

***


Rute 'menggapai Himalaya' dari selatan ke utara anak Benua India. Garis kuning adalah rute perjalananku backpacking di India tahun 2012 dari Jaisalmer di Barat sampai Kolkata di Timur (Perjalanan tersebut sudah selesai kutulis dengan judul "Tinta Hindustan")

'Menggapai Himalaya' akan menjadi tema untuk perjalananku selanjutnya bulan Juni sampai Juli 2016 besok. Setelah absen backpacking ke luar negeri selama 2014-2015, tahun 2016 adalah permulaan baru lagi untuk perjalananku ke luar negeri yang lebih menantang. Aku mendambakan sebuah perjalanan yang penuh hal-hal yang tak terlupakan. Sesuatu yang mungkin belum aku dapatkan atau terapkan di perjalanan sebelumnya, dan India serta Nepal adalah tujuan yang pas!

Aku akan traveling di 2 negara tersebut bersama sahabat travelingku, Fredo. Untuk rutenya sendiri, akan terbagi menjadi 2 negara yaitu India dan Nepal. Untuk India sementara perencanaannya adalah Kochi (tempat kami mendarat) - Mumbai - Jaipur - New Delhi - Agra - Gorakhpur. Transportasi antar kota akan kami tekan menggunakan kereta api ekonomi sleeper yang harganya sangat murah.

Sementara untuk di Nepal ada Phokara - Jomsom - Kathmandu - Nagarkot - Kodari. Kenapa tema perjalanan ini 'menggapai Himalaya?' Memang kami ada rencana naik Himalaya-kah? Tentu saja tidak. Bagiku yang bukan pendaki gunung, hal tersebut nyaris mustahil untuk dilakukan jika aku harus mendaki salah satu gunung di Himalaya yang ketinggiannya 8000-an meter. Aku hanya akan mendaki beberapa bukit kecil, dan pedesaan di lereng Himalaya. Bagiku, melihat jajaran gunung es di Pegunungan Himalaya dari jauh / kaki gunung sudah cukup.

Sementara ini kami sudah membeli tiket Jogja - Kuala Lumpur PP, serta Kuala Lumpur - Kochi. Untuk tiket kembali Kathmandu - Kuala Lumpur, kami belum membeli karena harganya masih sangat mahal. Lebih baik menunggu promo dahulu yang bisa sewaktu-waktu datang. Aku berencana akan mempelajari sejarah masing-masing kota, tempat wisata beserta sejarahnya, macam-macam penipuan di kota dan metode transportasi yang bisa digunakan di dalam kota.

Aku begitu excited menunggu waktu trip ini datang. Bagaimanapun, merupakan salah satu mimpiku untuk bisa melihat Pegunungan Himalaya secara langsung di depan mataku. Aku ingin mimpiku terwujud, walaupun aku harus mengalahkan ketakutan-ketakutan yang terus memberontak di dalam diriku. Karena hanya satu prinsipku, "...your fear got you nowhere..".

Aku orang yang sangat percaya kekuatan sebuah mimpi! Ketika kita bermimpi, entah kenapa alam semesta ini, Tuhan, semuanya akan membantu kita untuk mewujudkan mimpi tersebut. Suatu saat aku bermimpi untuk bisa melihat Gunung Everest, kali ini saya sudah mempunyai tiket untuk kesana. Jangan takut bermimpi, fellas!!

India-Nepal, see you at June-July 2016!!

------------------------------

UPDATE
16 Maret 2016
Kehilangan Paspor
Masalah datang. Sejak memutuskan akan pergi ke India, sekitar pertengahan Maret aku menyadari satu hal yang tidak ada. Pasporku. Aku sudah mencari di hampir semua tempat, kosanku di Surabaya, rumahku di Solo, semua sudah kubuka bahkan di tempat paling nyelip-nyelip sekalipun. Nihil... Tidak ada..

Akhirnya di hari kesekian pencarian, karena tidak ada titik terang, aku putuskan mengurus kehilangan paspor saja ke Kantor Imigrasi Waru. Setelah browsing prosedurnya ane simpulkan bahwa hal ini tidak akan mudah, yaitu harus diawali dengan melaporkan kehilangan dulu ke kantor polisi. Dari situ aku harus membawa perlengkapan berkas dan akan diwawancara kronologi kehilangan dulu oleh Kantor Imigrasi. Dari hasil wawancara itulah nanti baru akan disimpulkan apakah aku layak mendapatkan paspor baru atau tidak, karena bagaimanapun aku dianggap sudah menghilangkan dokumen milik negara. 

Ceritaku mengurus kehilangan paspor sudah kutulis disini. Singkatnya setelah serangkaian proses aku mendapatkan E-paspor baru pada 22 Maret 2018.

UPDATE: 
12 April 2016

Tidak terasa, beberapa minggu lagi adalah keberangkatanku sama Fredo mewujudkan mimpi untuk melihat Himalaya. Sampai 12 April 2016, sudah cukup banyak kemajuan yang kita lakukan. Untuk rute fix-nya sendiri, akhirnya : Kochi - Mumbai - Jaipur - Agra - Gorakhpur - Kathmandu - Nagarkot - Kathmandu dengan jadwal yang sangat-sangat padat. Bahkan ada beberapa kota yang ane (pembuat itinerary) plot hanya dapat jatah waktu 1 hari aja buat eksplor. Saking pinginnya ngunjungin banyak tempat....hehe..

Tiket kereta sudah ane amankan semua, yaitu Kochi - Mumbai, Mumbai - Jaipur, Jaipur - Agra, Agra - Gorakhpur.

Tiket pesawat sudah semua, meliputi: Yogyakarta - Kuala Lumpur, Kuala Lumpur - Kochi, Kathmandu - Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur - Surabaya.

Untuk penginapan sudah booking di Kochi (sementara, bisa dibatalkan), Jaipur (Hotel Amer View ~ sudah dilunasi), serta Kathmandu (sementara, bisa dibatalkan). Hotel yang ane sangat incar itu Hotel Country Villa di Nagarkot karena kita bisa melihat Himalaya dari restoran outdoornya, tapi semalem sejutaan. haha. Masih mikir juga ya. Di bawah ini foto Hotel Amer View di Jaipur, yang akan aku inapi nanti.




Semua hal-hal dasar sudah ane persiapkan, tinggal berangkat dan berpetualang. Semoga semuanya berjalan dengan lancar, God Bless Us!!

------------------------------

UPDATE
21 April 2016

Well, pada 13 April 2016 lalu secara sah aku booking Hotel Country Villa yang ada di Nagarkot, Nepal. Aku pilih Country Villa Deluxe Room. Soalny aku mikir, kapan lagi kan? Realisasikan saja! Nggak sabar pengen cepet kesini. Bisa melihat langsung Himalaya dari hotel. Berikut foto-fotonya:



------------------------------

UPDATE
Surabaya, 20 Juni 2016
E-visa India

Kurang lebih seminggu lagi adalah keberangkatanku ke India untuk memulai petualangan. Hari ini aku membuat E-visa India yang bisa dilakukan secara online.

Pengalamanku membuat Evisa India sudah kutulis disini.

Singkatnya aku mendapatkan E-visa via email 4 hari kemudian. Dengan E-visa tersebut kita mendapatkan hak masuk satu kali/single di berbagai kota di India (termasuk Kochi - kota keberangkatan kami) dan mempunyai hak tinggal selama 60 hari. Bisa dibilang persiapan kami sudah 100%. Siap berangkat!!

UPDATE
Solo, 28 Juni 2016
Packing.. packing.. packing...
20.06

Persiapan barang 

Tidak terasa, besok adalah hari keberangkatanku ke India. Perjalanan akan kumulai dari Solo naik kereta lokal ke Jogja, kemudian dari Jogja terbang bersama-sama dengan Fredo ke Kuala Lumpur, selanjutnya sore harinya terbang dari KL ke Kochi, India.

Malam itu di rumah, kegiatanku adalah packing. 'Kagok' packing juga rasanya setelah 2 tahun lebih nggak traveling ke luar negeri (terakhir aku ke luar negeri Januari - Februari 2013 ke Singapura, Malaysia, Filipina). Aku sendiri sudah posting mengenai list barang-barang yang wajib kubawa saat traveling disini. Jadi daftar ini selalu kujadikan panduan supaya kalau packing terstruktur dan tidak ada barang yang ketinggalan.

Dari foto diatas terlihat bahwa aku membawa baju, celana, jaket, daleman, alat mandi, kipas, jam, kacamata, berbagai macam makanan dan minuman, kamera, powerbank. Semua barang ini harus bisa masuk tas ranselku. Baju cuma bawa 4, yg banyak makanan maklum perutku kaya karet gampang lapar hehehe.... Nggak bisa pisah dari micin, travelling dengan negara mayoritas makanan kari, nggak mau terjebak dengan itu-itu saja 2 minggu kedepan.

Setelah 3 tahun akhirnya bisa backpacking ke luar negeri kembali, hatiku kembali mempercayai A*r As*a setelah peristiwa itu (peristiwa tahun 2014 - red).

Perasaan takut? Pastilah ada. Aku hanya manusia biasa. Tapi aku mencoba berpikir positif. Pikirkan petualangan dan mimpi yang siap menunggu di luar sana. Jangan hanya berpikir tentang ketakutan. Karena sekali lagi, "Your fear got you nowhere."

Keep happy, keep backpacking. Walau tenggorokan hampir kena radang, gejala penyerta campak yang seminggu lalu sempat menyerang masih ada, semoga kebahagiaan di perjalanan bisa menyembuhkan. God bless.

Part Selanjutnya : DISINI

12.23.2015

[PART 8] Tinta Hindustan: Makam Akbar Agung

Cerita ini merupakan bagian dari perjalananku backpacking ke India dari 21 Agustus 2012 - 2 September 2012. Ini pertama kalinya aku ke India dan menjelajah mulai dari ujung barat ke timur (Jaisalmer - Delhi - Agra - Varanasi - Bodhgaya - Kolkata). Part selanjutnya dari setiap cerita akan aku beri link di bagian bawah.  

Part sebelumnya : Disini

Gerbang masuk Makam Akbar Agung dengan lukisan panel inlay 

Dengan perundingan tarif yang cukup alot, petualangan kami berlanjut menuju Akbar Tomb. Akbar Tomb merupakan makam raja ketiga Kekaisaran Mughal yang berlokasi di Sikandra di pinggiran kota Agra yang berjarak sekitar 8 km dari pusat kota. Karena jaraknya dari Agra Fort yang lumayan jauh, kita harus naik auto rikcshaw melewati keramaian jalanan Kota Agra dengan deruan bunyi klakson kendaraan lain yang cukup memekakkan telinga. Hal itu masih ditambah dengan udara panas yang menyembur dari jalanand an polusi asap kendaraan. Semua hal itu mulai membuat semangat perjalanan dan jiwa petualanganku seakan sudah habis. Kepalaku pusing.

[PART 7] Tinta Hindustan : Agra Fort

Cerita ini merupakan bagian dari perjalananku backpacking ke India dari 21 Agustus 2012 - 2 September 2012. Ini pertama kalinya aku ke India dan menjelajah mulai dari ujung barat ke timur (Jaisalmer - Delhi - Agra - Varanasi - Bodhgaya - Kolkata). Part selanjutnya dari setiap cerita akan aku beri link di bagian bawah.  

Part sebelumnya : Disini


Agra, 26 September 2012

Amar Singh Gate, salah satu gerbang masuk ke Agra Fort

Selesai mengelilingi keseluruhan kompleks Taj Mahal, dengan berat hati kami melangkahkan kaki keluar dari bangunan spektakular tersebut menuju tujuan selanjutnya, Agra Fort. Dari gerbang sebelah barat Taj Mahal, kami naik auto rickshaw sampai tempat pembelian tiket Agra Fort. Jarak dari Taj Mahal ke Agra Fort sendiri sekitar 2,5 km. Aku sudah tidak mempunyai pikiran mau menyamar menjadi warga India lagi saat beli tiket. Disamping aku tahu itu hal salah untuk dilakukan, aku juga tidak mau terkena resiko harus diperiksa tentara lagi saat masuk Agra Fort. Harga tiket masuk Agra Fort 250 Rs/turis asing dan 20 Rs/warga India. Memang sangat timpang dan menjengkelkan. Tapi apa pilihan saya dan wisatawan asing lainnya?

Kesan pertamaku tentang Agra Fort, benteng ini sebenarnya sangat mirip dengan Red Fort yang ada di Delhi. Agra Fort dibangun menggunakan dominasi batupasir merah yang disusun sedemikian rupa dengan dinding-dinding benteng yang menjulang tinggi. Karena nilai sejarah serta keindahan tempatnya, Agra Fort ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Tak mengira, dari bangunannya yang gagah dan mempesona, benteng ini menyimpan banyak sejarah.

12.22.2015

Pengalaman Membuat E-Tourist Visa India (ETV INDIA)


UPDATE 2026: SEKARANG BIAYANYA GRATIS

Oke guys, berbekal pengalaman langsung mengurus E-Tourist Visa (ETV) India, saya akan membuat postingan cara membuat E-Tourist Visa (ETV) India. Seperti yang kita tahu, sejak 2011 India memang memberikan kemudahan bagi pemegang paspor Indonesia yang akan berlibur/mengunjungi saudara di negara mereka dengan memberikan layanan Visa on Arrival (VOA) yang merupakan perintis dari ETV.

Apa itu E-Tourist Visa (ETV)?
~Dalam bahasa mudahnya, ETV adalah versi onlinenya VOA. Jadi kita bisa memperoleh visa India secara online, tanpa harus apply dengan syarat seabrek di Kedutaan India di Jakarta.

Negara mana saja yang diberikan ETV oleh India?
~Banyak, salah satunya Indonesia.Tapi kalau pengen tahu, inilah daftar negara tersebut:

Siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendapatkan ETV?
~Wisatawan internasional/asing yang tujuannya ke India adalah untuk rekreasi, sight seeing (lihat-lihat), kunjungan santai untuk bertemu teman atau kerabat, perawatan medis dengan durasi pendek atau kunjungan bisnis kasual.

~Paspor harus memiliki validitas setidaknya enam bulan dari tanggal kedatangan di India. 

~Paspor harus memiliki minimal dua halaman kosong untuk stamping oleh Pejabat Imigrasi.

~Wisatawan Asing harus memiliki tiket pulang atau tiket untuk perjalanan selanjutnya, dengan uang yang cukup selama  tinggal di India.

~Wisatawan Asing yang memiliki Paspor Pakistan atau berasal dari Pakistan wajib mengajukan visa regular di India Mission.

~ ETV tidak tersedia untuk pemegang paspor Diplomatik / Official.

~Tidak tersedia untuk individu yang dikuasakan/disahkan oleh Paspor Orang Tua / Pasangan. Setiap individu harus memiliki paspor yang terpisah.

~Tidak tersedia untuk Pemegang Dokumen Perjalanan Internasional.

Apa saja petunjuk yang harus diperhatikan untuk membuat ETV?
~Pelamar dari negara-negara yang memenuhi syarat / wilayah bisa membuat permohonan visa online paling lambat 4 hari sebelum tanggal kedatangan dengan rentang waktu 30 hari. Contoh: Jika Anda membuat permohonan ETV pada 1 September, maka anda dapat memilih tanggal kedatangan dari 5 September - 4 Oktober.

~Foto terbaru menghadap depan dengan latar belakang putih dan scan halaman Paspor yang mengandung informasi pribadi seperti nama, tanggal lahir, kebangsaan, tanggal kadaluwarsa dll untuk di-upload oleh pemohon. Aplikasi ini bisa ditolak jika dokumen hasil upload dan foto tidak jelas / tidak sesuai spesifikasi.

~Biaya pembuatan ETV tergantung negara / wilayah masing-masing (min $ 00 dan max $ 60), untuk Indonesia sebesar $48. Biaya transaksi bank sebesar 2,5% akan dikenakan sebagai biaya tambahan pembuatan ETV. Biaya ETV harus dibayar paling lambat 4 hari sebelum  tanggal kedatangan ke India. Jika terlambat, aplikasi tidak akan diproses. 

~Ketika sudah diajukan, biaya ETV tidak dapat dikembalikan karena dialokasikan sebagai biaya untuk pengolahan aplikasi, dimana biaya ini tidak menjamin apakah permohonan visa anda diterima atau ditolak.

~Pemohon harus membawa print out ETV saat kedatangan di bandara-bandara India.

~Rincian biometrik dari pemohon akan diambil di Imigrasi pada saat kedatangan di India.

~Masa berlaku visa adalah 60 hari dari tanggal kedatangan di India dengan tipe Double Entry (bisa masuk 2x)

~ETV bisa digunakan untuk masuk negara India melalui 16 Bandara yaitu Ahmedabad, Amritsar, Bengaluru, Chennai, Cochin,Delhi, Gaya, Goa, Hyderabad, Jaipur, Kolkata, Lucknow, Mumbai, Tiruchirapalli, Trivandrum & Varanasi. Namun, wisatawan asing dapat  keluar dari imigrasi manapun di India.

~Fasilitas ini merupakan layanan tambahan untuk layanan Visa sebelumnya (VOA).

~ETV yang dikeluarkan oleh pemerintah India saat kedatangan adalah single entry, tidak bisa diperpanjang, tidak bisa konversi & tidak berlaku untuk kunjungan ke area yang dilindungi/dibatasi dan Cantonment Area.

~Pelamar dapat melacak status aplikasi mereka secara online dengan mengklik status visa.

~Harap berhati-hati saat melakukan pembayaran biaya ETV. Jika percobaan usaha membayar gagal lebih dari 3x, maka maka id aplikasi akan diblokir dan pemohon perlu untuk melakukan pendaftaran lagi dengan mengisi formulir aplikasi baru lagi dan membuat id aplikasi yang baru.

~Sebelum melakukan pendaftaran kembali, pelamar diminta untuk menunggu selama 4 jam untuk pembaharuan status pembayaran, setelah penyerahan akhir formulir aplikasi dan pembayaran biaya. Pembaharuan status pembayaran  bisa memakan waktu hingga 4 jam.

~Warga negara dari negara-negara yang terkena dampak Yellow Fever harus membawa YELLOW FEVER VAKSINASI CARD pada saat kedatangan di India, jika tidak mereka mungkin dikarantina selama 6 hari saat tiba di India. 

~Untuk pusat bantuan  24/7 hubungi pusat bantuan Visa di + 91-11-24300666 atau kirim email ke indiatvoa@gov.in (sepengalaman saya dibalasnya 1-2 hari kerja)

Apa saja dokumen yang diperlukan untuk membuat ETV?
~Scan halaman pertama dari paspor yang memuat informasi pribadi seperti nama, tanggal lahir, kebangsaan, tanggal kadaluwarsa dll untuk di-upload oleh pemohon. Aplikasi ini bisa ditolak jika dokumen hasil upload dan foto tidak jelas / tidak sesuai spesifikasi. Format PDF, ukuran minimal 10 KB, maksimal 300 KB.

~Foto digital yang diupload bersamaan dengan aplikasi visa harus memenuhi ketentuan berikut:

1. Format JPEG
2. Ukuran minimal 10 KB, maksimal 1 MB.
3. Tinggi dan lebar foto harus equal (min dimensi 350 px x 350 px)
4. Foto harus menampilkan wajah penuh, tampilan menghadap kedepan, mata terbuka.
5. Posisi wajah terpusat pada bagian tengah frame, dan menampilan wajah utuh dari bagian teratas rambut sampai bawah dagu
6. Latar belakang putih
7. Tidak ada bayangan pada wajah/latar belakang
9. Tanpa garis batas

Bagaimana caranya  apply ETV?
~Meluncur ke situs pembuatan ETV pemerintah India disini.

~Klik pada bagian E-Tourist Visa Application (di kotak merah)


~Isi data dengan lengkap seperti contoh di bawah ini, kemudian klik continue

~Setelah klik continue, maka akan muncul form berikut. Isi dan lengkapi. Catat 'ID aplikasi sementara' berupa kombinasi angka dan huruf berwarna merah di kanan atas: 40212255ESI**** (ID aplikasi saya). Kemudian klik save dan continue.


~Setelah klik continue, maka isi data selanjutnya sebagai berikut. Isi dan lengkapi dengan benar. Bagian yang diberi tanda bintang merah wajib diisi.


~Selanjutnya isi dan lengkapi formulir berikut. Siapkan pas foto dengan background putih juga karena pada bagian bawah akan disuruh upload foto. Pada bagian pertanyaan, "Apakah anda pernah mengunjungi India sebelumnya?", jika anda jawab ya maka akan ditanya kapan dan rincian nomor visanya sebelumnya. Karena paspor lamaku hilang dan aku sama sekali tidak ingat nomor visaku, aku jawab "no remember" di bagian pertanyaan nomor visa.

Ini contoh proses sewaktu upload foto. FYI ini hanya contoh jadi saya menggunakan bacground warna biru, seharusnya background warna putih (aku belum sempat edit warna putih sewaktu membuat postingan). Harap hati-hati di langkah ini, karena jika foto tidak jelas ataupun tidak memenuhi syarat, maka aplikasi visa bisa ditolak.

~Langkah selanjutnya setelah upload foto adalah klik save dan continue. Selanjutnya anda harus upload scan paspor halaman depan yang mengandung informasi pribadi seperti nama, tanggal lahir, kebangsaan, tanggal kadaluwarsa dll untuk di-upload oleh pemohon. Aplikasi ini bisa ditolak jika dokumen hasil upload dan foto tidak jelas / tidak sesuai spesifikasi.
~Karena saya belum perbaharui paspor, langkah pembuatan ETV saya stop disini. Selanjutnya hanya tinggal mengisi data dengan benar dan melakukan pembayaran. Setelah melakukan pembayaran, ETV akan diemailkan ke email yang anda daftarkan disini.

Bagaimana cara mengedit data yang sudah dimasukkan di aplikasi ETV?
~jika karena satu dan lain hal sewaktu mengisi data aplikasi tadi anda save dan exit, maka jika sudah ada waktu kembali anda bisa melanjutkan mengisi data dengan mengklik "complete partially filled form", yaitu kotak kedua berwarna ungu di bawah ini:

~Masukkan nomor aplikasi ID yang sudah dicatat sebelumnya di kolom ini (kombinasi angka huruf berwarna merah)

~Maka data akan terbuka kembali dari halaman pertama

Bagaimana cara melakukan pembayaran aplikasi ETV?
~Setelah melengkapi data diri pada "complete partially filled form", maka anda bisa melakukan pembayaran ETV dengan mengklik kolom "pay visa fees" pada kotak ketiga berwarna coklat.

~Masukkan nomor aplikasi ID yang sudah dicatat sebelumnya di kolom ini (kombinasi angka huruf berwarna merah), selain itu masukkan data tanggal lahir.

~Lakukan pembayaran senilai 48 USD dengan kartu kredit

Bagaimana cara mencetak Aplikasi ETV?
~Jika karena satu dan lain hal anda ingin mencetak/menyimpan aplikasi ETV silahkan klik "print visa application", pada kotak keempat berwarna hijau.

~Maka akan muncul kolom di bawah ini, lengkapi data sesuai dengan permohonan pada aplikasi kemudian klik reprint. Jika belum mempunyai print bisa disimpan dalam bentuk PDF menggunakan software ms. one note.

Bagaimana cara mengecek kemajuan Aplikasi ETV?
~Visa anda diterima atau ditolak? Silahkan cek pada kolom visa status, kotak kelima berwarna biru.

~ Maka akan muncul kolom seperti di bawah ini, isi data sesuai dengan data yang sudah ada pada aplikasi sebelumnya.
~ Maka bisa dilihat apakah aplikasi ETV anda sudah dikeluarkan atau masih diproses. Selama foto dan scan paspor memenuhi ketentuan, serta mengisi data dengan lengkap dan jujur, saya yakin aplikasi ETV anda akan diterima. 

Contoh cetakan ETV yang statusnya diterima (granted):


FAQ tentang E-Tourist Visa India:
1. Apakah untuk masuk India menggunakan E-Tourist Visa harus menggunakan e-paspor?
Jawab: Masuk ke India menggunakan ETV bisa menggunakan E-paspor maupun paspor biasa (2016). Ini sudah saya pastikan dengan mengemail ETV Support Team.


2. Saya pernah membaca ada turis asal Indonesia yang dipersulit di imigrasi Malaysia saat menggunakan ETV untuk terbang ke India. Apa yang harus saya lakukan/persiapkan?
Jawab: Untuk jaga-jaga, bawa cetakan (print out) dari situs resmi pemerintah India disini (https://indianvisaonline.gov.in/visa/tvoa.html). Cetak bagian pengumuman yang mengatakan bahwa untuk pemegang paspor WNI bisa menggunakan ETV untuk mengunjungi India.

Pengalaman saya : 29 Juni 2016
Saya naik pesawat Air Asia KL-Kochi. Sebelumnya saya sudah pernah beberapa kali mengunjungi Malaysia (terakhir 2013). Tidak ada masalah sedikitpun saat melewati imigrasi Malaysia. ETV saya malah diperiksa petugas Air Asia sewaktu mau boarding (masuk pesawat). Setelah membaca status visa "granted", dia langsung mengizinkan saya naik pesawat.

3. Apa yang harus saya lakukan terkait ETV ini ketika sudah mendarat di India? Apakah langsung antri di imigrasi seperti biasanya?
Pengalaman saya : 29 Juni 2016
Bandara Internasional Kochi
Saya mendarat sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Setelah mengisi kartu kedatangan, saya segera menuju ke konter khusus yang memang ditujukan untuk pemegang ETV (jadi tidak antri langsung di imigrasi seperti biasanya). Di dalam konter tersebut sudah ada petugas yang dengan sigap langsung meminta paspor, ETV dan bukti penginapan malam pertama saya di India (saya booking lewat www.booking.com). Petugas itu melakukan verifikasi data lewat komputernya selama 20 menit, setelah itu meminta cap kesepuluh jari dan foto wajah sebelum memberikan cap masuk selama 30 hari di India ke saya.


LAST, happy travelling in India!! 

11.16.2015

[3] FILIPINA TRIP: Akhirnya ketemu Fort Santiago!

Trip ini merupakan rangkaian perjalanan ke Singapura - Malaysia - Filipina yang aku lakukan dari 30 Januari 2013 - 6 Februari 2013. Perjalanan ini merupakan pengalaman solo backpacker pertamaku. Part selanjutnya dari setiap postingan akan aku link di bagian paling bawah setiap cerita.

Part Sebelumnya : DISINI


Keesokan harinya, ane bangun pagi dengan cukup semangat gan. Setelah mandi dan membereskan tempat tidur (maklum kamar dorm harus rapi jaim sama yang lain), ane pun segera melangkahkan kaki keluar penginapan. Pagi itu sempat diawali dengan ane kesasar saat mau menuju stasiun LRT, padahal hari sebelumnya udah hafal jalan. Haha, beginilah ane, selalu eror dan eror, makanya ane berjanji nggak akan solo traveling lagi. Kurang asyik gan menurut ane, nggak ada yang bisa diajak cerita, ngrasani, nggak ada yang dimintain tolong untuk jagain tas pas ke kamar mandi, nggak ada yang disuruh motoin, nggak ada yang disalah-salahin , nggak ada yang diajak ngakak bareng hahahaha.

Kenampakan Friendly Backpacker Guest House

Jollibee tempat makan favorit ane di Filipinna

Ane akhirnya berhenti di sebuah restoran fast food bernama Jollibee (khas Filipina) dan memutuskan untuk sarapan disitu. Diawal sudah ane bilang kalau orang Filipina itu wajahnya mirip banget gan sama orang Indonesia, sehingga kalau antri makanan fast food ane selalu diajak ngomong Tagalog. Tapi mereka sangat sopan dan menghargai aku banget gan setelah ane menjelaskan kalau ane tidak sepik Tagalog.

"Oh, Im sorry. I though you're Filipino."

Saat itu ane pesan nasi ayam, spageti dan cola, habis 120 peso tapi sangat enak dan mengenyangkan. Sebuah permulaan sempurna untuk hari yang panjang dan banyak target. Hari ini memang ane berencana mengunjungi beberapa tempat sekaligus, dan berjanji tidak akan sampai kena tipu atau scam lagi. Sudah cukup! Ketegasanku sebagai backpacker harus ditingkatkan.

Sesuai petunjuk peta, ane pun kembali naik LRT dari Stasiun Querreno ke Stasiun Carriedo untuk menuju Fort Santiago. Sampai di Stasiun Carriedo, ane kembali menyusuri rute seperti kemarin tetapi mengambil persimpangan yang lain. Jujur ane penasaran banget gan sama Fort Santiago. Akhirnya di persimpangan Rizal Park, ane pun tanya sama bapak-bapak jalan menuju Fort Santiago. Nama Bapak tersebut Carlito. Dia mengatakan tidak jauh dan akan mengantarkan ane ke perempatan terdekat. Katanya untuk menuju Fort Santiago ane harus menuju kawasan Intramuros dulu. Ane awalnya takut gan, karena muka Carlito itu serem, takut diseret ke tempat sepi terus….terus….huaa aku nggak mau solo traveling lagi.

Ternyata setelah sampai persimpangan jalan, Carlito  benar-benar menunjukkan jalan ke Intramuros, kemudian meninggalkan ane. Haha, merasa bersalah karena udah berpikiran buruk padahal Carlito itu baik bahkan malah sekarang jadi teman FB ane. Ane pun segera mengikuti arahan dari Carlito yang bahasa Inggrisnya agak belepotan, sehingga ane juga menggunakan feeling. Mengikuti petunjuk Carlito, kok ane nggak menjumpai kota tua Intramuros ya? Setau ane Intramuros itu dikelilingi sama tembok-tembok tinggi, tua dan tebal, kok ini malah bagian Kota Manila yang modern gitu? Kayaknya salah jalan ni.

Duh...kemana ini?

Saat sedang puter-puter nggak jelas, tiba-tiba entah keajaiban apa 1:1000 ane ketemu lagi sama Carlito. Carlito pun terlihat kaget sekaget ane juga. Tapi setelah berbasa-basi sejenak, ane pun kembali diantarkan Carlito ke Intramuros. Ternyata ane salah mengambil persimpangan. Hehehe, makasih ya Carlito.

Akhirnya dengan pertolongan 2x Carlito, ane pun sampai juga di gerbang Intramuros gan. Kata Intramuros itu sendiri berasal dari Bahasa Latin yang artinya “di dalam tembok” merupakan distrik tertua dan kawasan pusat sejarah Manila. Intramuros merupakan Kota Manila yang asli, yang berfungsi sebagai tempat kedudukan pemerintah saat Filipina masih dikuasai oleh Spanyol. Oleh karena itu, distrik di luar Intramuros sering disebut Extramuros yang artinya “Di Luar Tembok”.

Pemandangan sekitar Intramuros

Pembangunan Intramuros ini sendiri dimulai oleh pemerintah kolonial Spanyol pada akhir abad 16 untuk melindungi Kota Manila dari invasi negara luar. Kota seluas 0,67 kilometer persegi ini awalnya berlokasi di sepanjang pesisir Teluk Manila, sebelah selatan Sungai Pasig. Reklamasi lahan selama awal abad 20 ini obscured tembok dan benteng dari teluk. Intramuros sendiri mengalami kehancuran hebat selama pertempuran untuk memperebutkan kembali kota dari Kependudukan Tentara Jepang selama Perang Dunia II. Pembangunan kembali dinding-dinding yang hancur dimulai tahun 1951 ketika Intramuros dinobatkan sebagai Monumen Sejarah Nasional, yang masih berlangsung sampai saat ini oleh Intramuros Administration (IA).

Pemandangan kawasan sekitar Intramuros

Karena Intramuros itu cukup luas gan, lagi-lagi ane merasa kesulitan menemukan Fort Santiago. Sumpah, ane penasaran banget sama benteng ini kok susah banget nyarinya. Akhirnya ane mengunjungi destinasi wisata pertama dulu yang berupa benteng juga. Ane sendiri kurang tau benteng ini namanya apa, yang jelas lokasinya hanya beberapa saat setelah masuk gerbang Intramuros. Pada bagian pintu masuk terdapat penjaga dengan seragam biru. Tidak ada pemeriksaan apapun sehingga ane dapat langsung masuk. Untuk masuk kesini gratis.

Salah satu benteng di dalam Intramuros

Benteng ini terdiri dari 2 tingkat. Di bagian bawah terdapat taman-taman yang ditata dengan indah, ada juga penjara sempit (yang ane duga digunakan Spanyol untuk memenjarakan pemberontak Filipina yang menginginkan negara itu merdeka), serta lorong-lorong dengan batu yang disusun gaya busur melengkung khas bangunan Eropa.

Salah satu benteng di dalam Intramuros

Ane pun melanjutkan perjalanan ke tingkat atas. Di bagian atas hanya terdapat sebuah halaman dengan highlight pemandangan benteng dan pemandangan sebagian Intramuros . Kurasa fungsinya dibangun 2 tingkat adalah untuk mengawasi keadaan sekeliling gan, pas zaman penjajahan dulu. Karena lokasi benteng ini yang cukup dekat dengan Universitas Manila, ane banyak menjumpai mahasiswa/i yang lagi nongkrong asik disini. Sempet malu juga si waktu jalan di depan mereka hahaha. Ane juga sempat bersantai dulu sesaat karena kaki yang mulai sakit lagi, terlalu banyak berjalan sejak di Singapura, sampai benar-benar mau mati rasanya.

Menyerah mencari Fort Santiago dengan berjalan kaki, akhirnya ane pun memberanikan diri naik Cycle Rickshaw lagi. Tapi kali ini ane menyebutkan dengan jelas Fort Santiago dan meminta kejelasan harga tarif dari awal. Setuju dengan harga 30 peso, ane pun benar-benar diantarkan ke Fort Santiago. Ternyata lokasinya nyempil banget dan di pojokan, pantas aja susah ketemu. Tiket masuk ke Fort Santiago ini seharga 150 peso. Begitu masuk, ane langsung disuguhi dengan lagu klasik Spanyol yang mengalun merdu dengan deretan kereta kuda yang berjajar di sepanjang pinggir benteng menunggu penumpang. Suasana yang sangat klasik.

Hehehehe...Fort Santiago, I Got 'ya!

 Fort Santiago yang dalam Bahasa Spanyol disebut Fuerte de Santigo, dalam Bahasa Tagalog Moog ng Santiago merupakan benteng pertama yang dibangun oleh penakluk Spanyol bernama Miguel López de Legazpi untuk mendirikan kota baru Manila. Benteng pertahanan merupakan bagian dari struktur kota Manila yang disebut sebagai Intramuros ("di dalam dinding").

Benteng ini merupakan salah satu situs sejarah yang paling penting di Manila. Beberapa orang meninggal dalam penjara selama Masa Kolonial Spanyol dan Perang Dunia II. José Rizal, pahlawan nasional Filipina, dipenjarakan di sini sebelum eksekusi pada tahun 1896. Museum Rizal Shrine menampilkan memorabilia dari pahlawan dan fitur benteng, tertancap ke tanah perunggu, jejak kaki Jose Rizal mewakili jalan kaki terakhirnya dari selnya ke lokasi eksekusi yang sebenarnya di Rizal Park.
Bagian luar Fort Santiago

Pembangunan Benteng Santiago membutuhkan waktu selama 3 tahun dari 1590 sampai 1593, kemudian dilakukan renovasi tahun 1733. Benteng ini dinamai Saint James the Great (di Argentina disebut Santiago) yang merupakan Santo pelindung Spanyol. Benteng Santiago terletak di mulut Sungai Pasig dan merupakan benteng pertahanan utama Pemerintah Spanyol selama kolonialisme mereka. Benteng Santiago juga menjadi benteng utama untuk perdagangan rempah-rempah ke Amerika dan Eropa selama 333 tahun. Salah satu sumber yang tidak diketahui juga menyebutkan bahwa Perdagangan Manila Galleon ke Acapulco, Meksiko juga berawal dari Benteng Santiago.

Saat itu susasana Benteng cukup sepi sehingga ane bisa menikmati pemandangan dengan cukup leluasa. Begitu masuk ane disuguhi dengan jajaran kereta kuda bermotif kuno, taman-taman yang tersusun rapi, patung diorama Jose Rizal dan beberapa pejuang revolusi lainnya, serta hutan bambu. Selain itu juga ada meriam dan peluru sisa Perang Dunia II. Benar-benar tempat yang penuh sejarah.

Gerbang masuk Benteng Santiago

Berjalan lebih jauh ke dalam, ane akhirnya menjumpai gerbang masuk Benteng Santiago. Gerbang ini berupa benteng batu dengan ketinggian mencapai 15 m, di sekelilingnya berupa tembok batu yang tebal. Di depan gerbang terdapat kolam yang dipisahkan oleh jalan masuk ke arah benteng pada bagian tengahnya. Menurut keterangan dibawah gerbang, gerbang Benteng Santiago ini dibangun bersama dengan barak militer tahun 1741, kemudian hancur oleh Pertempuran Manila tahun 1945. Administrasi Intramuros kemudian memperbaiki gerbang ini pada Juli 1982.

Pemandangan di dalam Fort Santiago

Pemandangan di dalam Fort Santiago

Memasuki Gerbang Benteng Santiago ini, pemandangan pertama yang terlihat berupa tembok batu lagi yang terlihat sedikit hancur disana-sini. Setelahnya terdapat taman dengan patung Jose Rizal pada bagian tengahnya. Bisa dibilang, bagi masyarakat Filipina, Jose Rizal merupakan Bapak Negara mereka. Seperti Bapak Soekarno bagi masyarakat Indonesia. 

Bagian dalam Benteng Santiago ini terdiri dari dua tingkat gan, setelah melihat dari tingkat dua, bangunan tingkat 1 didominasi oleh ruangan kotak-kotak luas yang sepertinya merupakan ruang pertemuan. Selain itu juga terdapat ruangan kotak sempit yang bagi ane terlihat seperti penjara gan. Pada bagian lantai 1, terdapat jejak kaki Jose Rizal yang dibuat dari semacam kuningan. Jejak kaki tersebut dinamakan 'The Last Walk' yang menandakan rekam jejak kaki terakhir Jose Rizal dalam perjalanannya dari Benteng Santiago sebelum dieksekusi di Rizal Park.

Pemandangan di dalam Fort Santiago

Pada lantai 1 juga terdapat semacam museum yang dinamakan 'The Rizal Shrine', museum ini berisi barang-barang peninggalan Jose Rizal gan. Tapi karena pas ane kesana museum belum buka (baru buka jam 1 siang, sementara saat itu baru jam 12), ane urungkan niat dan berkeliling bagian lain dari Benteng Santiago.

Pada salah satu sudut dekat pintu keluar, ane jumpai juga meriam-meriam yang digunakan saat perang gan. Meriam itu terdiam dengan gagah, seakan tak mau lagi mengulang sejarah peperangan. Selain itu juga terdapat peluru sisa perang yang berukuran cukup besar (bayangkan, satu peluru bisa berukuran sampai 50 cm). Selain itu terdapat jangkar kapal yang terlihat sangat tua dan berkarat. Bisa dibayangkan bagaimana keadaan saat itu, penuh perang, ledakan, serta tangisan. 

Peluru, meriam dan Jangkar peninggalan perang

Selesai mengelilingi seluruh bagian Fort Santiago, ane keluar dan mampir ke 7-eleven. Di Filipinna, 7-eleven-nya nyaman banget gan buat nongkrong sambil makan siang. Setangkup donat dan segelas minuman ringan dingin dengan lancar masuk ke kerongkongan ane. Memang saat itu Filipinna sedang dilanda musim panas. Begitu terik dan membuat tubuh cepat kehilangan air.

Berjalan kaki kembali tanpa arah, ane tiba-tiba menemukan Manila Cathedral. Manila Cathedral ini bisa dibilang merupakan salah satu gereja tercantik di Manila gan. Gereja ini dibangun menggunakan batubata berwarna kuning kecoklatan dengan gaya bangunan Eropa yang semakin menambah kesan kuno. Pada bagian samping atas pintu kubah terdapat ukiran patung beberapa Santo sehingga menambah kesan cantik sekaligus misterius. Pada bagian paling atas, terdapat jam dan lonceng yang diselimuti oleh kubah.

Gagahnya Katedral Manila

Sepanjang sejarahnya, gereja ini diketahui hancur 7 kali baik oleh sebab alam (gempa bumi, angin tofan) maupun sebab buatan (Perang Manila dan Kebakaran). Katedral Manila yang sekarang ini berdiri merupakan bangunan kedelapan di situs ini gan. Gereja pertama yang terbuat dari nipa dan bambu dibangun pada tahun 1571, kemudian terbakar pada 1583. Katedral kedua dibangun dari batu dan semen pada 1591, kembali hancur oleh gempa bumi pada 1599 dan 1600. Katedral ketiga dibangun pada 1614, dihancurkan oleh gempa bumi pada tahun 1621 dan 1645. Katedral keempat dibangun pada tahun 1654-1681, dihancurkan oleh angin topan dan gempa bumi tahun 1751.
Katedral Manila

Katedral kelima diresmikan pada 1760, sempat direnovasi pada 1850 tetapi kembali dihancurkan oleh gempa bumi pada 1863. Katedral ketujuh diresmikan pada 1879, beberapa hancur karena gempa bumi tahun 1880 ketika bagian loncengnya runtuh, selanjutnya hancur total pada 1945 karena adanya Pertempuran Manila. Katedral yang sekarang ini dibangun pada 1953-1958. Dinaikkan kelasnya menjadi Basilika Minor oleh Pope John Paul II pada 1981 dan secara resmi dinamakan Basilica of the Immaculate Conseption. 

Selesai mengelilingi dan menfoto Katedral Manila, ane sempat duduk mengistirahatkan kaki di salah satu sudut taman. Sungguh trip tiga negara ini telah membuat kaki ane kepayahan gan, hehehe, maklum sebelumnya nggak pernah jalan kaki jauh tiba-tiba langsung dipaksa begini.

Selesai beristirahat, ane beranjak naik cycle rickshaw seharga 30 peso untuk menuju tujuan terakhir hari ini yaitu Gereja San Agustin. Menurut keterangan yang ane baca, terdapat museum yang cukup bagus dan lengkap di dalam gereja. Ane pun segera masuk ke museum dan membayar 100 peso. Masuk ke dalam Gereja San Agustin boleh membawa kamera, tapi waktu di dalam museumnya dilarang gan.

Suasana di dalam Gereja Xt. Xavier

Waktu itu kebetulan di gereja lagi ada nikahan gan, suasananya terasa khidmat. Gereja ini sendiri seperti gereja yang ada di Eropa kebanyakan, mempunyai interior yang cantik dan kubah yang cukup tinggi.  Kubah tersebut disangga oleh beberapa pilar tinggi dengan hiasan yang cantik. Selain itu lampu gantung juga menambah suasana semakin cantik serta khidmat. Selain itu di bagian belakang terdapat patung beberapa santo seperti St. Thomas, St.Augustin  dan patung Tuhan Yesus di dalam sebuah box kaca. Kesemuanya ini boleh difoto gan.
Suasana di dalam Gereja Xt. Xavier

Suasana di dalam Gereja Xt. Xavier

Selesai menfoto interior gereja, ane segera menuju Museum yang merupakan spot wisata utama dari Gereja San Agustin. Untuk masuk ke museum ini membayar 100 peso. Museum ini sendiri berisi barang-barang gerejawi yang meskipun berusia kuno, tapi masih terlihat terawat dan bersih. Selain itu terdapat lukisan-lukisan, patung, juga makam yang di dalam tembok.  Saat itu suasana sepi banget gan, hanya ada beberapa turis yang ane jumpai. Bulu kuduk ane mulai merinding, apalagi kalau harus berjalan di tingkat dua yang sepi dan gelap. Akhirnya karena nggak tahan, ane nggak kelilingin seluruh koleksi tingkat dua. Huhuhu, butuh travelmate.

Puncak ketakutan ane muncul pas sampai di spot makam tembok. Sebenarnya sejak awal lihat dari jauh, ane sudah ragu karena saat itu tidak terlihat turis lain yang mau masuk kesitu juga. Tapi dengan tekad kuat untuk mengalahkan ketakutan, ane paksa untuk masuk ke ruangan makam tembok itu. Shhhhhh....sungguh mengerikan gan. Apalagi saat itu suasana sangat sepi, hanya sinar matahari yang masuk melalui celah-celah kecil jendela raksasa. Ane merasa sedang dikelilingi oleh mayat, karena bentuk makam tembok ini adalah kubus dengan pintu masuk kecil. Tidak sampai ane 5 menit disini sudah keluar lagi hahaha.
Secara keseluruhan, ane membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mengelilingi seluruh bagian Museum Gereja San Agustin ini gan. Museum ini sendiri cukup luas dan koleksinya cukup banyak. 90 % berisi barang-barang gerejawi.

Selesai menjelajah Gereja San Agustin, ane pun melangkahkan kaki ke stasiun LRT terdekat untuk kembali ke penginapan. Jujur hari ini puas sekali karena berhasil mengunjungi beberapa tempat wisata utama sekaligus. Tak lupa ane jajan makanan jalanan Manila yang rasanya seperti pempek berbentuk koin logam dan bundar dan beli makan malam fast food di lokasi makan pagi tadi. 

Jajanan Favorit :)

Ada sedikit cerita 'hampir celaka' gan, bahkan sampai sekarang kalau ane ingat masih kerasa merinding aja. Ceritanya sehabis jajan pempek Manila itu, ane memutuskan akan menikmatinya sembari duduk di pinggir jalan karena kaki yang kelalahan. Sewaktu selesai makan dan akan menyeberang jalan, ane benar-benar lupa kalau Filipinna itu nyetirnya di sebelah kanan jalan. Bisa ditebak, karena terbiasa dengan sistem nyetir di Indonesia yang di kiri jalan, ane nengok sebelah kanan jalan sebelum menyeberang. Karena melihat tidak ada kendaraan yang akan lewat, ane dengan santainya menyeberang. 

Kemudian, "TIIIIIIIINNNNNNNNN...................."

Jeepney berkecepatan sedang hampir aja nabrak ane gan dari kiri jalan. Huaahhhh, tak terhitung berapa kali ane bersyukur Tuhan masih menyelamatkan ane dari kecelakaan gan. Untung aja supir jeepney nggak marah sama ane, malah ketawa-ketawa. Hmmm, terimakasih Tuhan masih menyelamatkan ane..... Hari ini ane emang ga dapat kesialan, tapi bisa aja ane ketabrak.. Sumpah, ane ga mau solo traveling lagiiiii..... 

Day 2 MISSION COMPLETED!!


Part Selanjutnya : DISINI