Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

10.01.2024

[1] Privyet Russia - Aurora, Tiket dan Rencana Perjalanan

Ilustrasi AURORA


-Beberapa minggu sebelum 1 Januari 2024-

2023 sudah hampir usai tapi aku belum bisa memilih destinasi pasti untuk traveling di liburan lebaran 2024 yang akan jatuh pada 5-14 April 2024 (lebaran ditambah cuti bersama dan weekend). Btw itu memang rutinitas tahunanku sejak 2016, dimana saat libur Idul Fitri, aku sekalian traveling ke tempat yang jauh. Mumpung lagi ga dikejar-kejar klien dan kerjaan. Karena kerjaanku meskipun freelance, namun berhubungan dengan dinas, dimana dinas kalau weekend dan tanggal merah akan libur juga. 

Destinasi seperti Leh dan Ladakh (India Utara), Jepang, (kembali ke) Asia Tengah, Kenya, bahkan Bhutan berputar-putar di otakku. Seperti biasa, aku ingin tujuan yang nggak biasa. Aku ingin punya andrenalin "mengunjungi tempat tidak biasa" seperti yang kurasakan tahun 2023 kemarin sebelum berkunjung ke Asia Tengah. Dari semua list destinasi diatas, hanya Bhutan yang membuat andrenalinku naik. Tapi setelah membaca persyaratan untuk kesana, dimana kita diwajibkan membayar "Sustainable Development Fee" sebesar 100 USD/hari/orang membuat keinginanku meredup, karena itupun belum termasuk biaya akomodasi, transportasi, dan sebagainya. Aku rasa masih banyak destinasi menarik + jauh lainnya yang bisa kumanfaatkan dengan dengan 100 usd ++/orang/hari. 

Pada Februari 2023 kemarin, aku pernah buka IG temanku dan kulihat dia baru saja mengunjungi Rusia. Sewaktu pertama lihat postingannya aku merasa biasa aja, belum terlalu tertarik. Aku hanya seperti teringat aja, 'ohh iya.. ada Rusia..negara yang sampai sekarang belum pernah kukunjungi juga. Ternyata sekarang udah bisa dikunjungi yah biarpun lagi konflik sama Ukraina dan banyak mendapatkan sanksi internasional. Bolehlah kapan-kapan..Lagipula sekarang udah bisa E-Visa juga' 

Nah disaat bimbang-bimbangnya menentukan tujuan, aku teringat Rusia. Tapi segera mungkin aku bertanya dalam hati, 'Apa hal spesial yang membuatku ingin mengunjungi Rusia? Hal yang tidak bisa dijumpai di daerah lain?'

Langsung terpikirkan di otakku, "AURORA!"

Oh ya well, liat aurora di Kota Murmansk (kota di lingkar laut Artik, pada 69 derajat lintang utara). Bukankah sejak dari dulu aku pengen banget liat langsung aurora, hanya masih gatau dari negara mana? Kalau liat di Eropa (dari Norwegia, Finlandia, Swedia, Islandia) males bikin visanya, dan pasti biayanya mahal banget. Baiklah, kali ini aku ga bisa melawan kata hatiku, fix langsung aku menetapkan Russia-lah negara yang akan kukunjungi di 2024! Ibaratnya seperti mendapatkan jawaban atas pertanyaanku berbulan-bulan.

Saat itu aku ga merasakan keraguan lagi. Aurora, huskey, snow mobile, itulah hal-hal yang paling terpikirkan olehku. Hal-hal yang belum pernah kulakukan, dan akan jarang dijumpai di negara manapun kecuali yang berada di Lingkar Artik seperti Norwegia, Finlandia, Swedia dan Islandia. Dan kita sendiri tau berapa biaya yang dibutuhkan untuk ke negara-negara tersebut jika dibandingkan dengan Rusia. WOW, jauh!


Beberapa minggu setelahnya...
Setelah memutuskan Rusia-lah negara yang akan kukunjungi pada 2024, aku mulai memperdalam tentang persyaratan ke negara ini, dan hunting tiket pesawat termurah dan terbaik untuk landing di Moscow. Karena Russia sekarang sedang mendapatkan banyak sanksi internasional terkait invasinya ke Ukraina sejak 2022, maka ada banyak tantangan tentang persiapan perjalanan ini. Setelah browsing dari berbagai sumber, ada beberapa catatan tentang persiapanku antara lain:

1) Kita bisa membuat E-visa secara online dengan biaya Rp 800ribuan, wajib disertai dengan asuransi perjalanan selama disana. Harga asuransinya tergantung jumlah hari disana. Kalau aku 15 hari disana maka biaya asuransinya sekitar Rp 450.000 (tergantung jenis asuransi yang digunakan). Dengan E-visa kita mendapatkan hak untuk tinggal di Rusia selama 16 hari.

Website resmi pemerintah untuk membuat E-visa adalah evisa.kdmid.ru  

2) Tiket pesawat bisa dibeli di agen www.trip.com atau langsung di website maskapai (di skyscanner, traveloka, tiket, dll ga muncul tujuan Moscow karena sanksi/pembatasan)

3) Booking penginapan bisa dilakukan di hotelnya langsung, atau di aplikasi Ostrovok (buatan Russia)

4) Booking tiket kereta ke website www.russiantrain.com karena disitulah yang cukup terkenal dan bisa menerima pembayaran via visa/mastercard.

5) Russia sedang kena banyak sanksi jadi kita tidak bisa narik uang di ATM yang berlogo Visa/Mastercard. Jadi optionnya adalah membawa uang cash dalam bentuk USD/Euro kemudian ditukarkan Rubel sesampainya di Russia.

Setelah mempelajari semua itu dan aku merasa sanggup, aku segera hunting tiket. Dan setelah perjuangan beberapa lama, akhirnya di 1 Januari 2024 aku mendapatkan tiket di harga dan rute sesuai yang kumau yakni Kuala Lumpur - Guangzhou - Moscow menggunakan China Southern Airline. Yeyy!! Tiketnya baru sekali jalan (berangkat aja), karena pulangnya aku masih berencana mampir ke negara tetangganya Rusia dulu (seperti Azerbaijan, Georgia maupun Armenia cuma belum ane pastikan gimana skemanya). Untuk tiket KL - Guangzhou - Moscow ane dapat di harga Rp 4.250.000. 

Ane terbang tanggal 1 April 2024, dimana itu berarti masih 4 hari sebelum libur resmi lebaran dimulai. It's okey, aku harap situasi kerjaanku udah agak santai di H-1 minggu libur lebaran jadi aku bisa berangkat dengan tenang.

Yey! Aurora I'm coming!


Itinerary/Rencana Perjalanan 
Menentukan Kota-Kota yang Dikunjungi

Setelah mendapatkan tiket berangkat, fokus ane beralih ke hal selanjutnya, membuat itinerary/rencana perjalanan, terutama menentukan kota-kota mana saja yang akan dikunjungi. Ane sudah membaca detail, dengan E-visa Russia kita punya hak tinggal selama 16 hari, dimana cara menghitungnya bukan 16 hari * 24 jam, tapi hari pertama (landing) dan hari terakhir (mau departure) udah dihitung 2 hari. Karena ane males menghitung secara spesifik tanggal masuk dan keluar, takut ada salah hitung sehingga jatuhnya overstay, ane putuskan 15 hari saja cukup. Tapi jika mau menghitung secara spesifik bisa menggunakan Visa Calculator dari website Kedutaan Resmi Rusia (evisa.kdmid.ru)

Sesuai target ane diatas yakni tujuan utamanya ingin melihat aurora, maka Murmansk adalah kota pertama yang pasti ane kunjungi. Kedua St. Petersburg dan ketiga Moscow; sesuai rute umum wisatawan yang pertama kali ke Russia.

Ruteku adalah 1)Murmansk 2)St.Petersburg 3)Moscow

 Ane browsing, aurora di Murmansk bisa terlihat dari pertengahan September - pertengahan April, artinya karena ane landing Moscow tanggal 2 April, ane punya kesempatan sekitar 10 hari untuk hunting aurora di Kota Murmansk sebelum musimnya berakhir. Karena ane kuatir semakin menuju pertengahan April bakal semakin kecil peluangnya melihat aurora, ane harus menempatkan Murmansk di kota pertama yang dieksplor. Jarak Moscow ke Murmansk sendiri ga main-main, 1937 km. Pilihan transportasinya ada 2, kereta dan pesawat. Ane sama sekali ga ambil option naik kereta yang butuh waktu hampir 2 hari, bisa remuk badan meskipun kereta sleeper. Ane cek tiket pesawat dari Moscow ke Murmansk di www.trip.com di 3 April dengan pesawat S7 Airline dapat harga 1,3 juta rupiah (untuk base farenya) dan 700ribuan rupiah untuk tambahan bagasi. Oke fix kunci ane membeli tiket ini di tanggal 4 Januari 2024 untuk keberangkatan 3 April 2024.

Konfirmasi Tiket Penerbangan Moscow - Murmansk dengan S7 Airline seharga 1,3 juta (base fare) + 700ribu (add bagasi 20 kg). Penerbangan berlangsung 2 jam 40 menit.

Selanjutnya dari Murmansk ke St. Petersburg yang berjarak 1.337 km; pilihan transportasinya ada kereta dan pesawat. Kalau dengan kereta akan memakan waktu 24 jam, sementara dengan pesawat 1 jam 15 menit.  Ane cek tiket pesawat dari Murmansk ke St. Petersburg di www.trip.com di tanggal 8 April dengan pesawat Transavia, dapat harga 700ribu rupiah sudah termasuk bagasi. Oke fix kunci, ane naik pesawat aja. Bayangin naik kereta 24 jam udah bikin ane pusing, apalagi ane tipe orang yang susah tidur kalau di transportasi berjalan. Ane membeli tiket ini di tanggal 1 April 2024 untuk keberangkatan 8 April 2024.

Konfirmasi Tiket Penerbangan Murmansk - Pulkovo (St. Petersburg) dengan Transavia Airline seharga 700ribu rupiah sudah termasuk bagasi. Penerbangan berlangsung hampir 2 jam.

Terakhir, dari St. Petersburg ke Moscow yang berjarak 703 km; pilihan transportasinya ada beberapa, ada kereta cepat/Sapsan, kereta biasa yang lebih lambat, dan pesawat. Karena jaraknya ga terlalu jauh, ane juga pengen punya pengalaman naik kereta. Setelah browsing sana sini, ane mendapatkan 1 situs dimana kita bisa booking tiket kereta di Russia tanpa kena banned yaitu www.russiantrain.com. Sebenarnya ane pengen banget ambil kereta cepat/sapsan yang hanya membutuhkan waktu 4 jam dari St. Petersburg ke Moscow, namun harganya lumayan mahal, 40 USD/orang. Akhirnya dengan berat hati ane memilih kereta reguler yang lebih murah dengan harga tiket 17 USD/orang dengan waktu tempuh 11jam (overnight), dimana modelnya adalah sleeper, artinya kita bisa selonjor maksimal seperti posisi tiduran. Ah yasudahlah.. gpp. Toh sudah mau pulang. Oh ya yang jadi perhatian ane, meskipun ane booking jauh-jauh hari, tiket ini udah hampir habis lo! Ane udah ga dapat lagi tempat duduk sleeper dibawah, artinya dapat yang diatas dimana itu harus angkut-angkut barang keatas. Capede... Tapi yaudahlah.. disyukuri aja masih dapat tiket. Bakal pusing banget ane kalau tiketnya sold out. Ane booking tiket kereta ini di tanggal 1 April 2024 untuk keberangkatan tanggal 13 April 2024.

Konfirmasi Tiket Kereta Reguler dari St. Petersburg ke Moscow. Tiket ini ane beli seharga 17 USD/orang untuk 1 tempat duduk sleeper.

Ane sempat kepikiran mau nambah kota lagi yang dikunjungi, tapi setelah ane pikir-pikir itu bakal melelahkan banget. Semakin bertambah umur memang gaya traveling ane udah berubah menjadi lebih santai. Istilahnya pengen ada leyeh-leyeh dan menikamati suasananya, nggak nge-gas terus tiap hari.


Itinerary/Rencana Perjalanan 
Menentukan Destinasi yang Dikunjungi Tiap Kota

Oke tiket antar kota sudah diamankan, fokus ane selanjutnya adalah membuat rencana perjalanan detail/menentukan destinasi apa saja yang dikunjungi tiap kota? Day tour apa saja yang harus diikuti, bagaimana prosedur bookingnya disaat Visa dan Mastercard sedang banned Rusia?

1. MURMANSK
Karena tujuan utama ane adalah Murmansk dengan aurora, dan kemungkinan besar itu harus ikut day trip karena hunting aurora akan dilakukan di malam hari dan tempat yang sangat minim cahaya, artinya harus naik mobil di tepi kota. Ane mulai searching day trip apa saja yang harus diikuti dan setelah membanding-bandingkan inilah yang ane pilih:

Day Tour yang ane pilih dan ikutin selama di Kota Murmansk

Kenapa ane milih Far North Tours dari sekian banyak operator? Well alasannya karena setelah ane hubungin beberapa operator lewat Instagram dan WA, hampir semuanya minta DP. Tapi setelah ane menghubungi Far North Tours ini, dia satu-satunya yang bersedia kami booking tanpa DP setelah ane tunjukin konfirmasi tiket pesawat ke Murmansk. Memang awalnya dia nanya apa aku punya bitcoin untuk DP, namun setelah aku bilang aku nggak punya dia tidak terlalu mempermasalahkan. Sebenarnya kalau ga ada sanksi/banned dari Visa/Mastercar ini bisa-bisa aja ane DP, tapi kan sekarang lagi ga bisa..Ribet.

Untuk Huskey Safari, aku booking pas udah di Murmansk dan mereka juga bersedia aku bayar langsung cash.

Oke selesai masalah day tour, aku berlanjut ke tujuan yang bisa dikunjungi secara mandiri di Kota Murmansk. Browsing di google, aku mendapati beberapa tujuan antara lain:




2. ST. PETERSBURG
Setelah ane browsing, ternyata kota St. Petersburg ini kota besar dan banyak yang harus dieksplor. Namun semuanya bisa kita lakukan sendiri karena berada di jangkauan transportasi publik seperti bus, metro dan kereta. Untuk naik transportasi umum kita membutuhkan kartu namanya Podorozhnik Card yang bisa dibeli di loket manual stasiun metro. Harga kartunya 80 rubel, deposit kartu 100 rubel, dan bisa diisi nominal sesuai kehendak kita. Tarifnya sekali naik metro adalah 49 rubel, dan bis adalah 44 rubel. Browsing di google, aku mendapati beberapa tujuan menarik di Kota St. Petersburg antara lain:




3. MOSCOW
Moscow, yang sekaligus ibukota Rusia ini bisa dibilang merupakan kota terbesar di negara ini. Jadi bisa ditebak, ada begitu banyak tujuan wisata yang harus dieksplor. Namun semuanya bisa kita lakukan sendiri karena berada di jangkauan transportasi publik seperti bus, metro dan kereta. Untuk naik transportasi umum kita membutuhkan kartu namanya Troika Card yang bisa dibeli di loket manual stasiun metro. Harga kartunya 150 rubel, dimana ketika kartu dikembalikan bisa direfund uangnya. Kemudian kita bisa mengisi kartu tersebut dengan nominal sesuai kehendak kita. Tarifnya sekali naik metro/bis adalah 42 rubel. Troika Card bisa digunakan untuk naik Bus, Trolleybus, Tram, Metro, Monorail, Light-rail metro, Car parking, Bicycle rental, Water bus. Browsing di google, aku mendapati beberapa tujuan menarik di Kota Moscow antara lain:



Selanjutnya yang kulakukan adalah menandai tempat wisata yang menarik, unik dan wajib dikunjungi kemudian mengeplotkannya di google maps HP. Ane tidak membuat rencana detail harian jauh-jauh hari. Biasanya baru pas sampai disana membaca dan memahami sejenak jarak tempat tersebut dari pengipan, mode transportasi, butuh berapa lama sampai kesana, dan butuh berapa lama eksplornya. Disitu ane baru membuat keputusan hari itu mau kemana aja. Detail perharinya akan aku sampaikan di cerita tiap harinya.

Setelahnya kemana?
Setelah yakin dengan rencana perjalanan selama 15 hari di Russia, bahkan sudah membeli tiket antar kotanya, pikiran ane beranjak ke pertanyaan selanjutnya. Setelah dari Russia mau kemana? 

Biasanya ane mengalokasikan waktu 3 minggu untuk perjalanan jauh seperti ini, yang dimana artinya masih ada waktu 1 mingguan lagi. Beberapa nama negara muncul di kepala ane, seperti Azerbaijan, Georgia ataupun Armenia. Ane cek tiket dari Moscow ke negara-negara tersebut sekali berangkat bervariasi antara 2-3 juta/sekali jalan. Lumayan juga ya....

Ane sempet kepikiran apa balik ke Taskent, Uzbekistan ya? Tiket dari Moscow cuma 1 jutaan/sekali jalan. Ane bisa eksplore Samarkand sama Bukhara. Tapi ide ini ane simpan dulu karena lebih pengen mengunjungi negara baru yang sama sekali belum pernah ane kunjungi. Sementara Azerbaijan adalah pilihan nomor 1. 

Saat itu ane belum bisa mengambil keputusan, sehingga belum membeli tiket pulang dari Moscow ke negara lain atau Moscow ke Indonesia. Ane berfokus ke visa, day tour apa saja yang harus diikuti, tujuan-tujuan wisata apa saja yang harus dikunjungi, serta perlengkapan pakaian dingin.

Namun ane udah punya angan-angan. Semisal selesai trip Russia ane pengen langsung balik Indonesia, ane pengen naik Oman Air. Harganya nggak terlalu murah, bukan yang termurah, yakni di 5 jt/orang. Namun tujuan ane adalah pengen transit di Muscat (ibukota Oman) dan bisa masuk eksplor Kota Muscat sejenak. I don't know, we'll see later.


UPDATE, 30 Maret 2024
Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya ane putusin dari Rusia langsung pulang aja, karena ane udah hafal diri ane, pasti udah jenuh banget hehehe.. Akhirnya ane beli tiket Moscow - KL transit via Muscat dengan Oman Airline. Ane sengaja pilih ini airline supaya bisa transit dan eksplor Kota Muscat.
Konfirmasi tiket pesawat Moscow - KL via Muscat

Selesai semua, selanjutnya adalah membuat E-visa Rusia. Akan ane bahas di part selanjutnya. Ciao....

9.30.2024

[PART 2] Journey to Ende - Maumere : Perjuangan ke Danau Kelimutu !

PART Sebelumnya : Disini

Kota Ende, 2 Juni 2018

Jam menunjukkan pukul 02.30 WITA saat ane dibangunkan Fuad dan diminta segera bersiap-siap untuk melakukan perjalanan ke Danau Kelimutu. Huahhh... Ane masih ngantuk-ngantuknya padahal, kemudian membayangkan harus naik motor selama 3-4 jam menembus dinginnya Jalan Trans Flores. Jujur pas itu ane sempet mager banget dan malah pengen ngebatalin 😁🤣🤣. Tapi karena nggak enak sama Imam dan Fuad jadi ane teruskan aja dengan sangat malas😁.

Ane segera bersih-bersih di kamar mandi dan menyiapkan semua perbekalan ane. Tas ane bawa semua karena setelah berangkat ini ane ga akan balik ke rumah Fuad lagi. Dari Danau Kelimutu, ane akan langsung lanjut ke Kota Maumere karena pesawat ane balik Surabaya akan terbang dari sana. Sewaktu siap-siap inilah ternyata ane baru tau kalau Fuad sama sekali belum tidur dari malam. Buset nggak tidur dan mau langsung motoran ke Kelimutu. Moga aja dia kuat ya, eh tapi mungkin udah biasa juga. 

Selesai persiapan akhirnya kita mulai jalan jam 03.15 pagi. Ane lihat Fuad sempat membawa pisau kecil dan dimasukkan ke jok motor. Mungkin untuk alat pengamanan diri kali melintasi Jalan Trans Flores di pagi hari kali ya, secara jalannya pasti bakal sepi banget. Ane sendiri ga komentar apa-apa dan ngikut aja.

Eh baru 10 menit berjalan meninggalkan Kota Ende, tiba-tiba ban motor Fuad bocor wkwkw... Dengan segera dia langsung telfon Naff, temannya, untuk tukar motor. Untungnya meskipun di pagi buta, Naff merespon dengan cepat dengan ga menunggu lama membawa motornya ke lokasi kami untuk ditukar motornya. Sebenarnya ane trus kasian sama Naff, pagi-pagi buta kudu motoran balik dengan kondisi ban kempes. Dalam hati ane bener-bener salud dengan persahabatan mereka yang kompak banget dan bener-bener saling ada saat yang satu membutuhkan.

Perjalanan kita berlanjut, dan sialnya, Fuad cuma punya helm 1 aja. Jadilah ane memakai kerudung jaket untuk menutup kepala ane. Perjalanan awalnya berlangsung dengan aman, dimana cuaca belum terlalu dingin karena masih di area dataran rendah. Namun semakin ke timur dan semakin naik di area perbukitan, cuaca menjadi semakin dinginnn🥲🥲. Sebenarnya selain untuk faktor keamanan, ane berharap jika ada helm dengan cover akan sedikit mengurangi hempasan angin dingin yang langsung mengenai wajah ane.. brrrrr.... Jadilah di sepanjang jalan ane bener-bener merapatkan kerudung jaket ane dan memegangnya di area mulut. Ane bener-bener ga kuat meskipun hanya melepasnya sebentar aja karena benar-benar hempasan anginnya ke wajah sekencang dan sedingin itu.....🥶🥶🥶🥶.

Kelak-kelok jalur Kota Ende - Danau Kelimutu. Kalau tidak hujan dan sedang tidak ada perbaikan jalan, hanya dibutuhkan 1,5 jam perjalanan.

Fuad beberapa kali memastikan apakah ane baik-baik aja di belakang, dan meminta ane untuk bilang kalau pengen istirahat. Ane bilang lanjut aja terus karena ane masih merasa sanggup. Sampai akhirnya sekitar jam 5 pagi tiba-tiba gerimis mulai datang.

"Wah kita neduh dulu aja ya," kata Fuad.

Ane mengiyakan karena ga mungkin kita jalan dengan kondisi hujan. Nggak hujan aja dingin ditambah hujan lagi. Malah sakit ntar yang ada. Akhirnya Fuad memberhentikan motor di depan sebuah rumah yang masih tertutup rapat. Hujan semakin bertambah deras. Saat itulah ane merasakan ngantuk yang amat sangat sehingga sempat menelungkupkan kepala diatas tangan dan mencoba tidur yang tidak sukses.

Hujan bulan Juni terus mengguyur di area tersebut - Wologai - dan tak terasa langit telah berubah menjadi terang. Rumah tempat kami berteduh ternyata berupa sebuah warung makan dan jajanan. Karena perut sudah keroncongan, kami sekalian sarapan dan minum teh panas disitu. Paling tidak sedikit memberi energi bagi tubuh yang kedinginan sejak pagi ini.

Selesai sarapan, menunggu sejenak, langit akhirnya berbaik hati menghentikan hujan. Fuad segera mengajak ane untuk tancap gas lagi. Well sebenarnya tujuan berangkat jam 3 pagi itu untuk mengejar sunrise di Danau Kelimutu. Tapi yaa beginilah realitanya, alam memang kadang tidak bisa diajak berkompromi. 

Jalan yang kami tempuh semakin tinggi dan berkelak-kelok. Itu hal yang wajar karena Danau Kelimutu itu sejatinya merupakan puncak gunung. Jalanan yang kami lewati sebagian besar masih ada perbaikan/pelebaran jalan, sehingga ditambah guyuran hujan tadi pagi menjadi sangat becek dan licin. Sekitar jam 8 pagi, di tengah deru motor Fuad menaiki jalan curam, tiba-tiba gerimis dan hujan datang lagi. Oh my Lordddd.....😪😪😪😪.

Karena ane posisi membawa laptop, Fuad mengusulkan untuk menepi dan berteduh dulu di gubuk tempat istirahat para pekerja perbaikan jalan. Kebetulan disitu ada beberapa pekerja yang sedang berteduh juga. Jadi disitu kita bercerita-cerita sampai akhirnya ane ketiduran lagi.

Hujan akhirnya berhenti dan Fuad segera mengajak ane melanjutkan perjalanan lagi. Tapi karena takut tiba-tiba deras lagi, Fuad ngusulin supaya ane nitipkan laptop di salah satu tenaga kerja perbaikan jalan yang katanya dia kenal. Oh ya ane tidak masalah karena ane percaya sama Fuad. Toh ane jadi nggak bawa beban berat juga karena katanya sampai area parkiran Danau Kelimutu, kita masih harus jalan/trakking sekitar setengah jam untuk sampai puncak.

Menempuh sekitar 45 menit perjalanan, akhirnyaaaaa sampailah kita di area parkiran wisata Danau Kelimutu jam 9 pagi. Oh My Lorddd...setelah perjuangan selama total 6 jam! Disitu ane sama Fuad sempat istirahat beli kopi/teh di warung dekat tiket masuk, kemudian ane membeli tiket masuk Rp 25.000/orang untuk kita berdua.

Gerbang selamat datang Danau Kelimutu (sumber: google foto)

Akhirnya sampai juga di area parkir Danau Kelimutu

Untuk melihat keindahan Danau Kelimutu, dari loket masuk kita harus trecking kurang lebih 30 menit. Akses trackingnya sudah dipaving dan menurut ane tidak terlalu melelahkan. Sesaat kemudian ane dan Fuad telah sampai di danau pertama yang paling dekat dengan akses jalan masuk, dinamakan Tiwu Ata Polo. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Tiwu Ata Polo merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Juni 2018, airnya berwarna biru tosca. 

Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (didepanku persis) dan Tiwu Ata Polo (danau yang agak lebih jauh). Juni 2018 keduanya berwarna biru tosca.

Wuahhh pemandangannya menurut ane bener-bener memang luar biasa. Apalagi ane diberi bonus cuaca yang cerah. Birunya air danau, dipercantik dengan tumbuhan hijau di sekitarnya... Yuhhh pemandangan yang ane ga liat tiap hari! Ane bersyukur banget bisa kesini setelah sekian lama.

Puas berfoto, ane sama Fuad geser ke danau selanjutnya di sebelah utaranya yakni Tiwu Nuwa Muri Koo Fai", yang oleh masyarakat sekitar dipercaya merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Juni 2018, airnya juga berwarna biru tosca hanya sedikit lebih terang dari Tiwu Ata Polo.
Bersyukur bisa sampai kesini. Udaranya sangat segar.

Kemudian jalan sedikit ke arah barat kita sampai di danau ketiga, yaitu Tiwu Ata Mbupu", yang oleh masyarakat sekitar dipercaya merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal. Juni 2018, airnya berwarna juga berwarna biru. 

. Fuad juga sempet ngajak ane trekking lebih jauh ke sisi danau yang lain, dimana itu seharusnya ga boleh karena melanggar batas. Tapi ya sekut aja hehehe..  sebenarnya masih ada sisi danau yang lebih tinggi lagi, jadi bisa dapat sudut pandang yang lebih luas. Tapi karena ane udah mager trekking lagi keatas, akhirnya ane bilang Fuad cukup aja😁😁.
Nuwamuri Ko'ofai Point (1598 mdpl)

Setelahnya kita turun ke bawah, dan ane sempet mampir ke tempat pesinggarahan Belanda. Ini hanya sisa-sisa bangunan gitu sih, mungkin dulu tempat para tentara/orang Belanda singgah/istirahat.

Pesinggrahan Belanda (sumber: google foto)

Akhirnya berakhilah petualangan ane menjelajah Danau Kelimutu. Dalam hati ane bener-bener bahagia salah satu tempat yang menjadi bucket list ane ini akhirnya bisa ane kunjungi juga. Udah lama banget ane pengen kesini, tepatnya sejak 2013, dan tercapai di 2018. Terimakasih Sriwijaya Air, dan Terimakasih Fuad udah ngantarin ane kesini!

PART Setelahnya : Disini

9.29.2024

[PART 2] Cam on Vietnam, 1 Februari 2023: Transit Singapura, Eksplor Marina Bay dan Sekitarnya di Malam Hari!

Trip ini merupakan rangkaian perjalanan ke Singapura - Vietnam yang aku lakukan dari 30 Januari 2023 - 18 Februari 2023. Part selanjutnya dari setiap postingan akan aku beri pada link di bagian paling bawah setiap cerita.

Part Sebelumnya : DISINI


Good morning...

Syukurlah, tidur ane semalam di Spazzio Bali Hotel cukup nyenyak. Hari ini kegiatan ane adalah akan terbang dari Denpasar ke Singapura jam 14.50 WITA naik Scoot Airlines. Pagi itu setelah mandi dan packing-packing barang ke tas dan koper, ane putuskan makan nasi iga bakar di warung nasi tempong yang berada di seberang penginapan. Rasanya maknyuss...apalagi sambel tempongnya duhhhh...

Nasi Tempong Iga Bakar di Nasi Tempong & Pecel Hatty, Kuta, Bali

Selesai makan, sekitar jam 11 siang ane segera pesan grab dan meluncur ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Check in tiket, imigrasi dan pemeriksaan barang berjalan dengan lancar. Ane cuma sempet ditanya tiket pulang oleh mbak konter check-in, dan karena ane bisa nunjukkan semua berkas, jadinya lancar jaya. Penerbangan Denpasar-Singapura berlangsung selama hampir 4 jam dimana ane mendarat sudah hampir jam 6 sore.

Pemandangan Singapura dari pesawat Scoot Airline

Sampai Singapura, setelah lancar melewati imigrasi, kurang afdol rasanya kalau nggak mampir ke Jewel Changi Singapore, tidak lain tidak bukan menikmati segarnya Air Terjun Dalam Ruangan tertinggi di dunia, yang disebut Rain Vortex, dikelilingi oleh taman dalam ruangan yang disebut Forest Valley. 

Cantiknya Rain Fortex

Spot fotogenik yang hampir ga pernah ane lewatkan kalau mampir Singapore meskipun cuma duduk-duduk dan foto-foto. Gimana nggak seger, hanya dengan duduk aja kita udah dapat hempasan titik-titik air dari Rain Vortex yang bikin suasana jadi sejuk. Sembari menikmati hempasan titik-titik air, ane juga menikmati segarnya Forest Valley, yaitu ruang taman indoor di sekeliling Rain Vortex yang desainnya merupakan gabungan dari alam dan modern. Disini ada hutan tropis rimbun dengan berbagai jenis tanaman dimana kita bisa naik sampai tingkatan atas. Namun karena masih bawa tas dan koper berat, ane urungkan naik dan hanya menikmati dari bawah.

Segarnya Forrest Valley

Jangan lupa berfoto...

Puas menikmati Jewel, ane segera meluncur ke basement T2 untuk membeli Singapore Tourist Pass (STP). Singapore Tourist Pass sendiri adalah kartu transportasi yang dirancang khusus untuk wisatawan yang ingin menjelajahi Singapura dengan mudah dan hemat. Dengan pass ini, kita bisa menggunakan transportasi umum seperti MRT (kereta) dan bus secara tak terbatas selama periode waktu tertentu, biasanya 1, 2, atau 3 hari. Karena ane hanya disini sampai besok sore, ane beli yang paket 1 hari seharga 10 SGD dengan tambahan deposit 10 SGD. Ane sengaja milih STP supaya ga mikir-mikir lagi kalau naik transport umum, a.k.a ga mikir sisa saldo. 

Setelahnya ane langsung meluncur menggunakan MRT ke daerah Lavender untuk menuju hotel ane, Spacepod@Lavender. Karena transit di Singapore ini hampir 24 jam, dan ane masih berniat untuk jalan-jalan singkat, tujuan utama ane ke penginapan adalah meletakkan tas-tas berat dan mandi terlebih dahulu biar segeran.. Perjalanan dari Bandara Changi ke Lavender berlangsung cukup lancar dan cepat, dan sampai Stasiun Metro Lavender, ternyata banyak banget jajanan disitu. Mulai dari makanan berat sampai ringan. Wah cacing di perut mulai berontak nih hehe.. melihat-lihat sejenak, ane tertarik dengan salah satu stand yang menjual nasi dengan lauk pauk chinese food seperti capcai, sayur jamur dan segala macam tumis-tumisan daging. Seporsi piring dengan 1 tumis daging dan 2 sayur dihargai 4.25 sgd. Ane juga ke stand minuman untuk membeli Es Chai (es teh susu) seharga 2 SGD, salah satu minuman favorit ane kalau ke Singapura - Malaysia.

Makan di Food Court Stasiun MRT Lavender

Selesai makan ane segera jalan kaki menuju ke penginapan. Penginapan ane kali ini berbentuk kapsul, dan sedihnya sejak selesai pandemi harga penginapan di Singapore benar-benar melonjak tajam, dimana untuk 1 kapsul double ini ane membayar hampir 700ribu rupiah permalam hikz....tapi ane ga punya pilihan lain, dengan transit panjang (melewati waktu malam) seperti ini, ane mau bisa tidur maksimal, ga mau tiduran ga jelas di lantai bandara yang malah bikin badan sakit semua besoknya.

Hotel kapsul di Spacepod@Lavender

Hotel kapsul di Spacepod@Lavender

Selesai meletakkan barang-barang dan mandi air panas, sekitar jam 20.45 ane segera bersiap untuk jalan malam menikmati Kota Singapore. Tujuan ane adalah Patung Merlion, dimana kalau dipikir-pikir udah lama banget ya sejak aku terakhir kesini, yaitu tahun 2019. Ane naik MRT lagi dari Stasiun Lavender turun di Stasiun Raffles Place. Dari Stasiun Raffles Place sebenarnya ane bisa langsung jalan ke Taman Patung Merlion lewat Battery Rd, tapi karena ingin melihat suasana Sungai Singapura dan Cavenagh Bridge dulu, ane sengaja memilih rute agak memutar. Tujuan ane eksplor Singapura kali ini emang cenderung ingin mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah ane sambangi, dan seinget ane Cavenagh Bridge ini belum pernah.

Cavenagh Bridge

Jalan-jalan di sekitar Cavenagh Bridge dan The Fullerton Hotel

Ane sampai dan foto-foto dengan latar lampu warna warni Cavenagh Bridge dan Hotel Fullerton. Singapura ini memang sangat jago dalam membuat negaranya cantik, karena kontras lampu warna warni membuat suasana bagus untuk berfoto. Cavenagh Bridge sendiri adalah salah satu jembatan ikonik di Singapura yang menghubungkan Clarke Quay dengan Fort Canning. Jembatan ini dibangun pada tahun 1869 dan merupakan jembatan tertua yang masih digunakan di Singapura. Cavenagh Bridge terkenal dengan desainnya yang elegan, terbuat dari besi cor, dan memiliki lengkungan yang khas. Jembatan ini awalnya dibangun untuk memudahkan transportasi barang dan orang antara dua sisi sungai.

Dari situ, kami berjalan ke arah selatan melewati samping Hotel Fullerton menuju Fullerton Square, sebuah area publik yang terletak di depan The Fullerton Hotel di Singapura. Area ini dikenal dengan keindahan arsitektur kolonialnya

Bagian samping The Fullerton Hotel

Fullerton Square

Setelahnya ane menyeberang Jalan Raya Fullerton, melewati kolong One Fullerton untuk mendekat ke Marina Bay. Dari situ kami langsung disambut dengan pemandangan Marina Bay yang begitu mempesona dengan gedung-gedung dan lampu warna warni yang menyala. Dari ane foto bisa terlihat salah satu hotel termewah di Singapore, Marina Bay Sands; di sebelah kirinya ada Art Science Museum yang desainnya seperti kelopak bunga; kemudian di sebelah kirinya lagi dengan kerlipan lampu biru ada Jembatan Helix; dan di belakangnya yang seperti bianglala ada Singapore Flyer. Pemandangan yang disempurnakan dengan keadaan Marina Bay yang benar-benar bersih. Suasana malam itu terlihat cukup ramai dengan para wisatawan yang ingin berfoto maupun membuat video. Ane benar-benar bersyukur dan bahagia bisa kesini lagi setelah sekian lama..

Marina Bay dengan latar gedung-gedung dan lampu-lampu yang sangat cantik

Berjalan lagi 150 meter ke utara, akhirnya ane menemukan salah satu ikon paling terkenal di Singapura, Patung Merlion. Patung yang memiliki tubuh ikan dan kepala singa setinggi total 8,6 meter dan dibuat pertama pada 1964 ini melambangkan sejarah maritim dan asal-usul Singapura yang berarti 'Kota Singa'. Singa sendiri melambangkan keberanian dan kekuatan, sedangkan ikan merepresentasikan hubungan Singapura dengan laut dan perannya sebagai pelabuhan. Ane bersyukur banget malam itu bisa melihat lagi Patung Merlion dengan kondisi sempurna, artinya sedang tidak dalam proses renovasi yang akan menutup sebagian besar badan patung. Malam itu suasana terlihat semakin ramai oleh para wisatawan, beberapa duduk-duduk dan bercerita di tangga-tangga yang berjajar dekat patung. Malam yang menyenangkan... Ane tidak sia-siakan dong, pasti harus berfoto! Hehe.. meskipun setelah pulang kok merasa fotonya fail banget ya. Masa malam-malam pakai kacamata hitam duh... wkwkwk

Patung Merlion dengan background Marina Bay dan Esplanade

Foto dengan Patung Merlion. Malam-malam kok pakai kacamata hitam ya wkwkwk

Mengobrol sejenak dan menikmati suasana, ane bergerak melewati Jembatan Jubilee untuk berfoto disitu dengan latar belakang Esplanade, atau sering disebut Theatres on the Bay, yang dimana adalah pusat seni pertunjukan yang terletak di tepi Marina Bay, Singapura. Bangunan ini dikenal dengan desain arsitekturnya yang unik, menyerupai durian, yang menjadikannya salah satu landmark ikonik di kota ini. Ane sempet menikmati suasana tanpa HP dan mensyukuri ane masih diberi kesehatan untuk kembali kesini dan eksplor dengan cukup detail. Ane sangat puas!

Berfoto di Jembatan Jubilee dengan background Esplanade (Gedung Durian)

Sekitar jam 22.30 akhirnya ane putuskan harus segera kembali ke penginapan. Ane jalan kaki kembali ke stasiun metro untuk kembali ke area Lavender dan selanjutnya jalan kaki ke hotel. Hari yang memorable dan menyenangkan! Thank you Singapore!


Part Selanjutnya : DISINI

9.27.2024

Dubai, 7 Mei 2023 : Finnaly visit Burj Khalifa and Surround!

Pesawat Air Astana yang ane tumpangi sedikit demi sedikit mulai menurunkan ketinggian. Ane mulai bisa melihat landscape Kota Dubai dari ketinggian. Padang pasir berwarna coklat keemasan tanpa batas; kanal-kanal buatan yang membelah padang pasir; rumah-rumah warga berwarna coklat keemasan. Ane berusaha mencari pohon, tapi susah. Ane udah membatin, negara ini kayaknya bakal panas banget. Seperti efek rumah kaca.

Pemandangan Kota Dubai dari pesawat Air Astana yang ane tumpangi

Beberapa orang berteriak saat pesawat mengalami turbulensi cukup kencang saat pesawat udah mau landing. Haha ane nikmatin aja sensasi roller coaster ini. Penerbangan selama 4 jam 40 menit dari Almaty ke Dubai akhirnya berakhir saat roda pesawat menyentuh landasan Bandara Internasional Dubai. Jam lokal menunjukkan pukul 1 siang, dimana ane mempunyai waktu transit 14 jam disini sebelum penerbangan lanjutan Dubai - Kuala Lumpur. Hal ini tentulah tidak ane sia-siakan, ane harus masuk negara ini dan liat Burj Khalifa! Burj Khalifa sendiri merupakan gedung pencakar langit tertinggi di dunia, dimana ketinggiannya mencapai 828 meter. Kapan lagi kan? Mumpung transit panjang. Ane juga udah merencanakan ini jauh-jauh hari sehingga udah bikin visa transit Uni Emirat Arab, dan sengaja memilih penerbangan yang landing Dubai siang dan layover diatas 12 jam.

Kenampakan bagian dalam Air Astana. Bisa naik pesawat ini adalah salah satu impian ane dan ane bersyukur banget.

Turun dari pesawat ane segera mengikuti tanda baggage claim/immigration, tapi disini ane langsung ke imigrasi karena koper-koper yang berat akan langsung dioper oleh maskapai dan diambil di tujuan akhir yaitu Kuala Lumpur. Ane tidak menjumpai masalah berarti saat di imigrasi dan E-visa yang telah kami print tidak diminta oleh mereka (mungkin ketika paspor kita discan udah muncul otomatis data Evisa kita di mereka). Dan sebagai welcome gift dari Pemerintah Dubai, kita malah dikasih free simcard dan paket internet 1 gb. Mantaap! Terimakasih Dubai. Tau aja kamu mahal jadi dikasih paket internet gratis buat eksplor sejenak.

Selanjutnya seperti biasa ketika memasuki negara baru, ane harus punya mata uang negara tersebut. Kebetulan sebelum terbang dari Almaty tadi pagi, ane udah nukar sisa uang Tenge Kazakhstan ke Dirham UEA. Uangnya masih sangat cukup jadi ane nggak tarik tunai lagi. Uang lokal dan paket internet sudah beres, target selanjutnya sebelum keluar bandara adalah menitipkan tas ransel ane yang superberat karena ada laptop didalamnya. Ane sama sekali nggak memilih option membawa tas laptop ini ikut jalan, adoohh...bisa bonyok nanti punggung ane dihajar gravitasi wkwkwk... Laptop ane dan chargernya aja beratnya udah 4-5 kg. Masih ditambah barang-barang lainnya di tas.

Browsing sejenak, Emirates ternyata ada layanan penitipan bagasi di bagian kedatangan/arrival di Terminal 3. Setelah mencarinya sejenak, ane menemukannya dan menitipkan 1 ransel daypack seharga 35 dirham atau setara kira-kira Rp 154.000. Legaaa... Akhirnya ane bisa segera jalan keluar bandara!

Ane udah browsing sebelum berangkat, dan cara paling hemat untuk keliling Kota Dubai adalah menggunakan transportasi umum yang mencakup metro serta bis. Untuk naik transportasi umum di Dubai kita membutuhkan kartu namanya Nol Card, dimana Nol Card bisa dibeli yang model day pass, artinya cukup beli satu kali bisa dipakai seharian seharga 20 dirham atau Rp 88.000. Belinya bisa dilakukan di stasiun metro yang berada di dalam Terminal 3 Bandara Internasional Dubai.

Ane membelinya dan segera menaiki metro red line untuk menuju ke tujuan pertama hari ini, Grand Souk - Bur Dubai. Jadi itu semacam kompleks pasar tradisional/bazaar yang berada di pesisir utara Kota Dubai, dimana keterangannya menjual hampir semua hal kebutuhan sehari-hari sampai jika ingin beli oleh-oleh murah. Tujuan utama ane kesana sebenarnya ingin beli tas dan makan siang. 

Haa? Beli tas?? Iyaaa.. jadi tas ransel ane sejak tadi pagi di Almaty, risletingnya rusak jadi sementara ane tutup pakai klip wkwkwk... Kenapa ga dibuang aja sejak dari Almaty? Well karena posisi ane tau itu risleting rusak pas udah di Bandara Almaty, udah posisi mau terbang ke Dubai, dan ane masih butuh itu tas untuk menyimpan banyak barang. Ane berharap bisa nemu tas yang agak murce di Grand Souk. Selain itu ane juga laper dan pengen cari makan siang.

Tidak pakai menunggu lama, ane segera menaiki metro (red line) yang udah standby di Stasion Metro Bandara Internasional Dubai, dimana tujuan ane adalah Stasiun Metro Burjuman - stasiun metro terdekat dengan Grand Souk. Dan sewaktu ane masuk gerbong, bujubuneng, penuh banget dan hampir sebagian besar penumpang laki-laki wkwkwk... Ane melihat hampir sebagian besar penumpang didominasi oleh orang-orang Asia Selatan seperti orang India dan sekitarnya. Perjalanan penuh sesak dan penuh aroma ketek itu berlangsung selama 20 menit sampai akhirnya ane turun di Stasiun Metro Burjuman. Dari Stasiun Metro Burjuman, ane sambung naik bus F70 untuk mendekat ke area Grand Souk. Busnya sendiri ga terlalu besar dan cukup nyaman.


Sumber Foto : Disini

Turun dari bus, sampailah kami dikawasan Grand Souk. Grand Souk Dubai sendiri adalah salah satu pasar tradisional yang terkenal di Dubai, yang terdiri dari dua bagian utama: Grand Souk Deira dan Grand Souk Bur Dubai, dimana keduanya dipisahkan oleh Dubai Creek (teluk air alami yang membelah kota Dubai, membentang dari Teluk Persia ke daratan sejauh sekitar 14 km). Dubai Creek, atau Khor Dubai dalam bahasa Arab, memiliki peran historis yang sangat penting dalam perkembangan Dubai sebagai kota perdagangan. Dulunya, creek ini menjadi pelabuhan bagi kapal-kapal dagang tradisional (dhow) yang membawa barang-barang seperti emas, rempah-rempah, tekstil, dan mutiara dari India, Afrika, dan Timur Tengah.

Kenampakan seperti sungai berwarna biru itulah Dubai Creek (sumber : google maps)

Dubai Creek membagi kota menjadi dua wilayah utama:
1. Deira di sisi utara, yang merupakan pusat perdagangan tradisional dan rumah bagi souk-souk terkenal seperti Gold Souk dan Spice Souk.
2. Bur Dubai di sisi selatan, yang mencakup area bersejarah seperti Al Fahidi Historical District dan tempat-tempat budaya seperti Dubai Museum dan Al Bastakiya.

Pasar ini sekarang berfungsi sebagai pusat perdagangan dan tempat perbelanjaan, menawarkan berbagai barang mulai dari rempah-rempah, kain, emas, parfum, hingga barang-barang kerajinan tradisional. Grand Souk mencerminkan budaya dan sejarah Dubai sebagai kota perdagangan, dan menjadi destinasi wisata yang populer bagi mereka yang ingin merasakan atmosfer pasar Arab klasik serta membeli barang-barang unik. 

Berjalan sejenak, ane melihat satu toko besar bernama 'Bollywood' dengan cukup banyak pembeli. Disitu ane juga melihat mereka menjual tas-tas souvenir, dan ane lihat harga tas-nya sangat murah sekitar 20 Dirham atau 50 ribu rupiah aja. Langsung aja ane masuk membelinya dan beberapa minuman dingin. Ane pindahkan barang-barang dari tas ransel ane yang risleting-nya rusak ke tas baru, dan langsung membuang tas rusak tersebut ke tempat sampah. Hhhh... beban berkurang juga!

Kami melanjutkan jalan kaki dan akhirnya menemukan satu tempat menarik untuk makan siang, semacam nasi briyani dengan ayam gitu sih..Lumayan untuk mengisi perut yang udah mulai keroncongan hehe..Harganya sekitar 60ribuan rupiah seporsi.

Makan nasi briyani porsi besar...

Selesai mengelilingi Grand Souk, kami kembali ke stasiun metro lagi untuk menuju halte terdekat dengan Burj Khalifa yaitu Halte Dubai Mall. Perjalanan berlangsung singkat selama 20 menit, dan karena keretanya kali ini ga terlalu ramai, ane bener-bener bisa melihat pemandangan sekilas Kota Dubai. Gedung-gedung modern pencakar langit, jalan-jalan yang lebar, mobil-mobil mahal berseliweran adalah pemandangan yang mendominasi. 

Pemandangan Kota Dubai dari dalam metro. Metro ini driverless a.k.a tanpa pengemudi.

Gedung-gedung tinggi yang mengelilingi jalur metro

Turun dari Stasiun Metro Dubai Mall, pada awalnya kita jalan dengan santai melewati bagian dalam Dubai Mall. Beberapa kali ane bertanya kepada satpam arah ke Burj Khalifa dan diarahkan terus luruss aja. Ane terus mengikuti arahan, mengikuti rombongan orang-orang yang 'sepertinya' mau ke Burj Khalifa juga, serta beberapa kali cek google map,  dan perasaan kok nggak sampe-sampe ya?! Jadilah ane jalannn... Jalan.... Dan jalan... Menyusuri mall selama kurang lebih 2 km sampai akhirnya menemukan jalan keluar mall yang mengarah ke Burj Khalifa.. ya ampunnnn... Semploh kakinya rek! 2 km!

Setelah ane googling, alamak, ternyata Dubai Mall itu adalah salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan termewah di dunia  luas total sekitar 1,1 juta meter persegi (11 juta kaki persegi). Dari luas tersebut, sekitar 502.000 meter persegi digunakan sebagai area ritel dengan lebih dari 1.200 toko. Selain area perbelanjaan, Dubai Mall juga mencakup berbagai fasilitas hiburan seperti Dubai Aquarium, Ice Rink, dan KidZania. Owalah... pantesan kaki ane semploh!!

Bagian dalam Dubai Mall yang luasnyaa minta ampun

Bagian dalam Dubai Mall yang luasnyaa minta ampun

Berjalan semakin ke arah ujung dari Dubai Mall, kita sempat melihat patung yang cukup menarik. Setelah ane browsing, ternyata patung ini disebut The Diver atau The Human Waterfall Sculpture. Patung ini menggambarkan sekelompok atlet loncat indah yang terbuat dari perak mengkilap, seolah-olah sedang terjun dari atas air terjun buatan. Patung ini terletak di area air terjun indoor yang menjulang setinggi empat lantai dan merupakan salah satu pemandangan paling ikonik di Dubai Mall.

The Human Waterfall Sculpture

The Human Waterfall Sculpture

Desain patung ini menciptakan kesan gerak yang dinamis, dengan para penyelam terlihat seperti sedang meluncur ke dalam air. Air terjun buatan yang mengalir di belakang mereka menambah efek dramatis dan artistik, menjadikan patung ini sebagai salah satu spot foto populer di mall tersebut. Patung ini tidak hanya memperindah ruang, tetapi juga mencerminkan perpaduan antara seni modern dan alam yang sering dijumpai di Dubai. Tidak boleh terlewat dong, ane harus berfoto! Hehehe.. Biar kenangan di Dubai nggak hanya dengan Burj Khalifa.

Berpose di The Human Waterfall Sculpture. So happy....

Akhirnyaaa.... kita menemukan juga jalan keluar dari Dubai Mall dan sudah menjumpai Burj Khalifa di depan mata. Matahari yang masih bersinar terik membuat ane cukup kesulitan untuk berfoto dengan Burj Khalifa. Ane akhirnya muter-muter area di sekitar Burj Lake yang dipenuhi dengan mall, restoran, hotel, cafe, sambil menunggu sengatan sinar matahari sedikit mereda.

Burj Khalifa dengan background matahari sore yang menyengat

Pukul 4 sore sementara sedang jalan santai di sekitaran Burj Lake, kita sempat secara tidak sengaja melewati area Dubai Fountain yang sedang memberikan pertunjukkan air mancur menari diiringi oleh lagu India yang meriah. Dubai Fountain sendiri adalah air mancur menari terbesar di dunia, terletak di dasar Burj Khalifa, tepat di sebelah Dubai Mall. Air mancur ini membentang sepanjang 275 meter (902 kaki) dan mampu menyemprotkan air hingga setinggi 152 meter (500 kaki), atau setara dengan gedung setinggi 50 lantai. Ohhh... pantes aja orang-orang pada semangat nonton dan rekam. Air mancurnya benar-benar bisa meliuk-liuk mengikuti irama lagu Indianya . Hahaha.. Lucu banget.

Burj Lake yang berada di sebelah selatan Burj Khalifa

Dan satu fakta yang ane tau memang, sebagian besar orang yang ane lihat itu di sekitaran Dubai itu memang look-nya seperti orang India. Dan setelah ane baca, memang Dubai itu 80% berisi expat dari India. Orang lokal UEA sendiri malah hanya 10%, sisanya 10% dari negara lain-lain. Pantes aja....

Berpose dengan Burj Khalifa. So grateful for the chance...

Selesai melihat pertunjukkan air mancur, ane masih sempet jalan-jalan di sisi lain Burj Khalifa. Sore itu suasana begitu ramai, banyak orang yang datang khusus untuk berfoto-foto. Suasana panas membuat ane cepet laper, tapi ga berani jajan karena setangkup es krim aja 25 AED atau setara 100ribuan 😁😁. Hemat duit dulu deh...

Suasana ramai di sekitar Burj Khalifa

Suasana ramai di sekitar Burj Khalifa

Another one..

Setelah puas berkeliling, ane masih punya tujuan 1 lagi yaitu Burj Al Arab, yaitu gedung pencakar langit di tepi pantai. Jam sebenarnya sudah cukup sore, dan matahari sudah hampir terbenam. Cuma ane merasa nanggung aja kalau nggak kesana sekalian. Akhirnya berbekal google maps, kita berjalan ke arah jalan raya dan menunggu bis di bus stop yang bentuknya sama sekali tidak meyakinkan karena berada di tepi jalan raya yang ramai banget.

Menunggu dan menunggu, selama kurang lebih 10 menit, kok tidak ada tanda-tanda ada bus yang lewat yaa. Matahari juga menunjukkan tanda-tanda udah mau terbenam. Jalan raya didepan ane didominasi oleh mobil-mobil berkecepatan tinggi. Ane nggak melihat satupun bus yang melintas.

Tempat ane menunggu bus di tepi jalan raya. Tidak ada bus lewat dan hari sudah semakin sore..

Beberapa saat kemudian ane akhirnya menyerah, karena walaupun dapat bus ke arah Burj Al Arab, ane masih harus jalan kaki 1 km lagi. Belum nunggu bus pulangnya yang pasti bakal berasa horror kalau tempatnya sepi dan gelap. Ane akhirnya putuskan jalan pulang saja kembali ke bandara, karena kaki rasanya juga udah semploh banget jalan kaki berkilo-kilometer hari ini. Urat paha sama betis udah sakit semua🥲🥲.

Oh tapi tidak semudah itu ya.. wkwk.. untuk menuju ke stasiun metro terdekat, ane harus jalan kaki +- 2 km kembali. Tapi karena tidak mau lewat bagian dalam Dubai Mall lagi, ane putuskan jalan kaki menyisir jalan raya. Kebetulan keadaan masih ramai dan beberapa orang terlihat berjalan kaki juga jadi ane PD aja. 

Disepanjang jalan ane sempatkan foto-foto juga dengan gedung-gedung modern di Kota Dubai. Memang negara ini sangat fancy sih. Hidup disini bakal enak banget kalau punya banyak duit hehehe...Apalagi disini tidak ada Pajak Penghasilan Pribadi.


Ane sempet harus berhenti beberapa kali karena urat kaki rasanya bener-bener kayak mau putus. Berjalan kurang lebih 45 menit, sampailah kita di Stasiun Metro. Akhirnyaaa... Kami mengambil metro red line dan segera kembali ke Bandara.




Perjalanan ke bandara ditempuh selama kurang lebih 20 menit. Malam itu ane sempat mandi dan bersih-bersih untuk persiapan penerbangan Dubai - KL. Dan karena bener-bener kecapekan, ane tidur sangat enak di 6 jam penerbangan Dubai - KL. Hanya bangun pas makan.  Hihi.. thank you Dubai City untuk pengalamannya. Semoga nanti bisa transit disini lagi untuk eksplor tempat lainnya.


8.10.2024

Sadar Setiap Hari (SSH) 5: Semoga Semua Makhluk Bahagia

 


Semoga semua makhluk bahagia.....

...semoga semua makluk bahagia tanpa terkecuali..baik yang kecil maupun yang besar, baik yang gemuk maupun yang kurus, baik yang pendek maupun yang tinggi, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik yang dekat maupun yang jauh semoga semuanya berbahagia...

Perenunganku : Pada dasarnya, mengharap orang lain yang menyakiti kita celaka/terkena musibah akan membuat kita sendiri menderita. Karena ketika orang lain melakukan hal buruk kepada kita, sebenarnya mereka memiliki penderitaan yang belum selesai di dirinya. Kita harus berharap mereka menyembuhkan penderitaan dalam dirinya, dan berharap mereka bahagia.

Mengutip dari Tricycle : The Buddhist Review, Sang Buddha mengajarkan bahwa kebencian adalah suatu bentuk penderitaan. Beliau berkata bahwa menyimpan kebencian dalam pikiran dan hati bagaikan menggenggam erat bara api di tangan Anda - coba tebak siapa yang menderita? Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah kita sendiri. Orang yang kita benci belum tentu menderita, bahkan mungkin Ia tidak tau/tidak menyadarinya. Sikap bijaksana sangat diperlukan untuk memahami hakekat dari kebencian.