Apa itu Tinta Hindustan?
Tinta Hindustan adalah kumpulan cerita perjalanan pertamaku menjelajahi India pada 21 Agustus – 2 September 2012. Selama hampir dua minggu, aku bersama dua teman seperjalanan, Mbak Piksan dan Sony, berkeliling ke berbagai kota di India, mulai dari New Delhi, Jaisalmer, Agra, Varanasi, Bodh Gaya, hingga Kolkata.
Kenapa namanya Tinta Hindustan?
Sederhana saja. Tinta adalah simbol dari tulisan, catatan, dan kenangan yang kuabadikan melalui blog ini. Sementara Hindustan merupakan salah satu sebutan historis untuk wilayah India, yang juga masih digunakan dalam konteks tertentu hingga sekarang. Jadi, Tinta Hindustan bisa dimaknai sebagai goresan cerita dan kenangan dari perjalananku menjelajahi India.
Dan percayalah, India punya banyak sekali cerita untuk dituliskan! Hahaha. Ada pengalaman menyenangkan, kejutan budaya, pertemuan dengan orang-orang asing, perjalanan panjang yang melelahkan, sampai kejadian-kejadian absurd yang kalau diingat sekarang justru bikin tertawa sendiri.
India bukanlah destinasi yang selalu mudah untuk dijelajahi, apalagi bagi kami yang waktu itu masih muda dan mencoba memahami negeri yang begitu luas, ramai, dan penuh kejutan. Tetapi justru itulah yang membuat perjalanan ini begitu membekas.
Sebuah Kenangan dari Perjalanan Tahun 2012
Ketika menuliskan kisah-kisah ini, mungkin aku tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti aku akan kembali membacanya dengan perasaan yang berbeda. Perjalanan yang dulu terasa begitu melelahkan, penuh kebingungan, bahkan sesekali membuat frustrasi, sekarang justru menjadi kenangan yang sangat berharga.
Ada banyak hal yang mungkin sudah terlupakan seandainya tidak pernah kutuliskan. Nama orang-orang yang kutemui, tempat-tempat kecil yang kulewati, percakapan sederhana, hingga kejadian sepele yang ternyata menjadi bagian dari cerita besar perjalanan ini.
Itulah salah satu alasan kenapa aku suka menulis blog perjalanan. Bukan semata-mata untuk dibaca orang lain, tetapi juga sebagai mesin waktu kecil yang suatu saat bisa membawaku kembali ke tempat-tempat yang pernah kukunjungi. Dan Tinta Hindustan adalah salah satu mesin waktu itu.
Dan ternyata, menyimpan kenangan dalam bentuk digital saja rasanya belum cukup. Aku juga berencana mencetak seluruh tulisan Tinta Hindustan ini, dari Part 1 sampai Part 19, lalu menjilidnya menjadi sebuah buku yang nantinya akan kusimpan di perpustakaan pribadiku di rumah. Bukan untuk diterbitkan atau diperjualbelikan, tentu saja. Hehehe. Buku ini hanya akan menjadi bagian dari koleksi pribadiku, berdampingan dengan buku-buku lain di rak. Bedanya, kali ini aku bukan sekadar pembaca, tetapi juga penulis sekaligus tokoh utama dalam cerita tersebut. Wkwkwk.
Aku membayangkan suatu hari nanti, entah lima, sepuluh, atau bahkan dua puluh tahun lagi, aku bisa mengambil buku itu dari rak, duduk santai, lalu membolak-balik halamannya. Membaca kembali cerita tentang diriku yang masih muda, penuh rasa penasaran, dan nekat menjelajahi India dengan segala keterbatasan serta kejutan yang menyertainya. Mungkin saat itu aku akan tertawa membaca kekonyolan-kekonyolan kami, atau justru terharu mengingat betapa banyak hal yang sudah berubah sejak perjalanan tersebut.
Dan supaya terasa semakin seperti buku sungguhan, aku bahkan sudah menyiapkan desain sampulnya! Ini dia calon cover buku Tinta Hindustan yang nantinya akan menghiasi rak perpustakaan kecilku di rumah.
Aku membagi kisah perjalanan tersebut menjadi 19 bagian. Mulai dari persiapan dan hari-hari pertama menginjakkan kaki di India, hingga perjalanan pulang yang ternyata masih menyimpan drama tersendiri. Bayangkan, sudah mau pulang saja masih hampir dilarang boarding! Wkwkwk.
Karena jumlah ceritanya lumayan banyak, aku sengaja membuat halaman ini sebagai daftar isi agar siapa pun yang ingin membaca Tinta Hindustan bisa mengikutinya secara berurutan tanpa harus repot membuka halaman blog satu per satu.
Daftar Isi Tinta Hindustan
Part 0: Tinta Hindustan: Perjuangan ke India (DELHI)
Part 1: Tinta Hindustan: Ributnya New Delhi !! (DELHI)
Part 2: Tinta Hindustan: Chandni Chowk (DELHI)
Part 3: Tinta Hindustan : Pertama Kali Naik Kereta Api Ekonomi Sleeper India! (DELHI - JAISALMER)
Part 4: Tinta Hindustan : Merenung di Gurun Pasir Thar (JAISALMER)
Part 5: Tinta Hindustan : Jainisme (JAISALMER)
Part 6: Tinta Hindustan : Taj Mahal (AGRA)
Part 7: Tinta Hindustan : Agra Fort (AGRA)
Part 8: Tinta Hindustan : Makam Akbar Agung (AGRA)
Part 9: Tinta Hindustan : Mahtab Bagh (AGRA)
Part 10: Tinta Hindustan : Pembakaran Mayat di Sungai Gangga (VARANASI)
Part 11: Tinta Hindustan : Ritual Ganga Aarti (VARANASI)
Part 12: Tinta Hindustan : Varanasi Kota Religius (VARANASI)
Part 13: Tinta Hindustan : Kami Mau dibawa Kemana? (GAYA)
Part 14: Tinta Hindustan : Hewan-Hewan yang Kutemui di Jalanan India
Part 15: Tinta Hindustan : Gua Dungeshwari (GAYA)
Part 16: Tinta Hindustan : Sujata, Perempuan Penolong Sang Buddha (GAYA)
Part 17: Tinta Hindustan : Mengunjungi Mahabodhi Temple, tempat Sang Buddha Mendapatkan Pencerahan di bawah Pohon Bodhi (GAYA)
Part 18: Riuhnya Kolkata! (KOLKATA)
Part 19: Hari Kepulangan, Hampir Dilarang Boarding! (Finished) (KOLKATA)



0 comments:
Posting Komentar