Sekilas singkapan ini mungkin hanya terlihat sebagai pertemuan antara batuan berwarna coklat dengan batuan kemerahan di atasnya. Namun sebenarnya batas tersebut merekam rangkaian peristiwa geologi yang berlangsung selama puluhan juta tahun.
Batuan bagian bawah terbentuk sekitar 435 juta tahun yang lalu
Batuan berwarna coklat pada bagian bawah Siccar Point merupakan greywacke sandstone dan mudstone berumur Silurian, yang terbentuk sekitar 435 juta tahun yang lalu. Pada saat batuan tersebut terbentuk, kondisi geografis Skotlandia sangat berbeda dengan sekarang. Sedimen yang nantinya menjadi batuan tersebut diendapkan di lingkungan laut dalam pada Samudra Iapetus, sebuah samudra purba yang pada masa Paleozoikum memisahkan beberapa massa benua yang kelak bergabung membentuk bagian dari Eropa dan Amerika Utara.
Sedimen berbutir halus berupa lumpur perlahan mengendap di dasar laut dan kemudian membentuk mudstone. Secara berkala terjadi aliran sedimen yang bergerak cepat menuruni lereng bawah laut atau turbidity current. Aliran tersebut membawa campuran pasir, lumpur dan fragmen batuan menuju dasar laut dan menghasilkan endapan yang kemudian mengalami litifikasi menjadi greywacke.
Bisa dikatakan, lapisan greywacke dan mudstone yang sekarang hampir berdiri tegak di Siccar Point sebenarnya awalnya diendapkan sebagai lapisan yang relatif horizontal di dasar laut sekitar 435 juta tahun yang lalu. Posisinya yang hampir vertikal sekarang merupakan hasil deformasi tektonik yang terjadi setelah pengendapan.
Penutupan Samudra Iapetus dan deformasi batuan
Setelah proses pengendapan tersebut, konfigurasi lempeng tektonik terus berubah. Samudra Iapetus secara bertahap menyempit akibat proses subduksi dan akhirnya menutup ketika massa-massa benua di kedua sisinya saling mendekat.
Sedimen laut yang sebelumnya relatif horizontal kemudian mengalami tekanan tektonik yang sangat besar. Lapisan tersebut terlipat, mengalami pensesaran, terangkat, dan akhirnya memiliki kemiringan yang sangat curam. Di Siccar Point, lapisan greywacke dan mudstone Silurian tersebut sekarang memiliki kemiringan hingga sekitar 90° atau hampir vertikal. Artinya, sebelum batuan merah yang sekarang berada di atasnya diendapkan, batuan Silurian telah mengalami sejarah geologi yang sangat panjang. Mulai dari pengendapan di laut dalam, litifikasi menjadi batuan, deformasi tektonik, pengangkatan, hingga akhirnya tersingkap di permukaan.
Setelah terangkat, batuan mengalami erosi selama puluhan juta tahun
Pengangkatan bukan merupakan akhir dari sejarah batuan tersebut. Setelah tersingkap di permukaan, lapisan Silurian yang sudah hampir vertikal mengalami pelapukan dan erosi dalam waktu yang sangat lama. Material pada bagian atas secara perlahan terkikis sehingga terbentuk permukaan erosi yang memotong lapisan-lapisan batuan yang sebelumnya telah mengalami deformasi.
Greywacke yang relatif lebih resisten terhadap erosi bertahan lebih baik dibandingkan lapisan mudstone yang lebih lunak. Akibatnya, terbentuk permukaan yang tidak rata sebelum akhirnya tertutup kembali oleh sedimen yang lebih muda.
Menurut Edinburgh Geological Society, interval antara pembentukan batuan tua tersebut dan pengendapan batuan yang lebih muda di atasnya mencakup sekitar 65 juta tahun sejarah geologi, yang di dalamnya berlangsung deformasi, pengangkatan dan erosi. Permukaan erosi purba inilah yang sekarang kita kenal sebagai bagian dari unconformity di Siccar Point.
Kemudian batuan Devonian diendapkan di atasnya
Setelah periode erosi yang sangat panjang tersebut, kondisi lingkungan kembali berubah. Di atas permukaan batuan Silurian yang telah tererosi kemudian diendapkan sedimen baru yang sekarang dikenal sebagai bagian dari Old Red Sandstone.
Batuan yang lebih muda ini berumur Devonian, yang secara keseluruhan berlangsung sekitar 419–359 juta tahun yang lalu. Batuan yang tersingkap tepat di atas unconformity Siccar Point termasuk Upper Old Red Sandstone, sehingga usianya jauh lebih muda daripada greywacke Silurian di bawahnya.
Berbeda dengan batuan Silurian yang terbentuk di laut dalam, batuan Devonian tersebut terbentuk dalam lingkungan kontinental atau daratan. Pada bagian paling bawah terdapat breksi atau konglomerat yang mengandung fragmen batuan tua, kemudian diikuti oleh batupasir berwarna kemerahan.
British Geological Survey mencatat bahwa lapisan Upper Old Red Sandstone di Siccar Point memiliki kemiringan relatif landai, sekitar 15°, sedangkan batuan Silurian di bawahnya hampir vertikal. Perbedaan kemiringan yang sangat besar inilah yang menghasilkan bentuk klasik angular unconformity.
Garis yang memisahkan kedua kelompok batuan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari sejarah Bumi yang hilang dari rekaman sedimentasi. Tidak terdapat lapisan batuan yang merekam secara kontinu seluruh waktu di antara keduanya karena pada periode tersebut wilayah ini mengalami deformasi, pengangkatan dan erosi.
Mengapa Siccar Point sangat penting dalam sejarah Geologi?
Arti penting Siccar Point baru benar-benar dipahami setelah James Hutton mengunjunginya pada tahun 1788, bersama Sir James Hall dan John Playfair. Hutton sebenarnya telah menemukan ketidakselarasan di tempat lain sebelumnya, antara lain di Arran dan Jedburgh. Namun Siccar Point memberikan contoh yang sangat jelas mengenai hubungan antara batuan tua yang hampir vertikal dengan batuan muda yang jauh lebih landai di atasnya.
Hutton menyadari bahwa struktur seperti ini tidak mungkin terbentuk melalui satu proses geologi sederhana.
Lapisan bawah terlebih dahulu harus diendapkan sebagai sedimen. Sedimen tersebut kemudian harus terkubur dan berubah menjadi batuan. Setelah itu batuan harus mengalami deformasi hingga lapisannya hampir vertikal. Batuan kemudian harus terangkat ke permukaan dan terkikis oleh erosi. Setelah proses tersebut berlangsung cukup lama, sedimen baru kembali diendapkan di atas permukaan erosi tersebut dan akhirnya mengalami litifikasi menjadi batuan.
Dengan kata lain, satu singkapan saja memperlihatkan setidaknya dua episode pengendapan yang dipisahkan oleh episode deformasi, pengangkatan dan erosi yang sangat panjang.
Hutton menyadari bahwa seluruh rangkaian tersebut membutuhkan waktu yang jauh lebih lama daripada umur Bumi yang umumnya dibayangkan masyarakat Eropa pada masa itu. Inilah salah satu dasar berkembangnya konsep deep time yaitu gagasan bahwa sejarah Bumi berlangsung dalam skala waktu yang sangat besar, mencapai ratusan juta hingga miliaran tahun.
Dari Siccar Point lahir pemahaman tentang "Deep Time"
Pada akhir abad ke-18, gagasan bahwa Bumi memiliki sejarah yang sangat panjang masih merupakan pemikiran yang radikal. Salah satu kronologi yang sangat berpengaruh di Eropa ketika itu berasal dari interpretasi kronologi Alkitab, yang menempatkan penciptaan Bumi hanya beberapa ribu tahun sebelumnya.
Hutton menawarkan cara pandang yang berbeda. Ia berpendapat bahwa proses-proses yang dapat diamati sekarang—seperti erosi, transportasi sedimen, pengendapan, pembentukan batuan, pengangkatan dan deformasi—juga telah bekerja pada masa lalu dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Siccar Point menjadi salah satu bukti lapangan terkuat bagi pemikirannya. Hutton kemudian mengembangkan gagasannya dalam Theory of the Earth. Teorinya telah dipresentasikan kepada Royal Society of Edinburgh pada 1785, diterbitkan pada 1788, dan kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam dua volume pada 1795.
John Playfair, yang menemani Hutton ke Siccar Point pada 1788, kemudian menggambarkan betapa luar biasanya implikasi waktu yang mereka lihat pada singkapan tersebut. Dari pengamatan semacam inilah muncul pemahaman bahwa sejarah Bumi jauh lebih panjang daripada sejarah manusia.
Saat ini kita mengetahui bahwa Bumi berumur sekitar 4,54 miliar tahun. Batuan Silurian di Siccar Point yang bagi Hutton tampak sangat tua ternyata hanya berumur sekitar 435 juta tahun, atau kurang dari sepersepuluh umur planet Bumi. Namun pada akhir abad ke-18 belum tersedia metode penanggalan radiometrik untuk menentukan umur batuan dalam satuan juta tahun. Hutton tidak mengetahui angka 435 juta tahun tersebut. Yang dapat ia simpulkan dari bukti geologi adalah bahwa proses yang menghasilkan struktur tersebut pasti membutuhkan rentang waktu yang luar biasa panjang.
Itulah sebabnya Siccar Point mempunyai posisi istimewa dalam sejarah ilmu pengetahuan. Singkapan tersebut bukan hanya contoh angular unconformity yang sangat jelas, tetapi juga menjadi salah satu lokasi yang membantu manusia memahami konsep waktu geologi yang sangat dalam atau deep time.
James Hutton kemudian dikenal sebagai 'Father of Modern Geology', dan Siccar Point hingga sekarang menjadi salah satu lokasi geologi bersejarah paling terkenal.
Sumber: Edinburgh Geological Society – Siccar Point; British Geological Survey – Geology of Siccar Point and Pease Bay




ilmu nya bermanfaat sekali,
BalasHapusKosngosan
UKMSUMUT
SIBAKUA
Mobil Honda Pekanbaru
nice geotrivia!!
BalasHapus