Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

11.06.2010

Gedung Putih (The White House) : Sejarah, Arsitektur, dan Fakta Menarik di Balik Rumah Presiden Amerika Serikat

Selama lebih dari dua ratus tahun, Gedung Putih (The White House) telah berdiri sebagai simbol Kepresidenan Amerika Serikat, pemerintah federal, sekaligus salah satu simbol Amerika Serikat yang paling dikenal di seluruh dunia. Bangunan yang beralamat di 1600 Pennsylvania Avenue NW, Washington, D.C. ini memiliki fungsi yang cukup unik karena bukan hanya menjadi tempat Presiden Amerika Serikat menjalankan tugas-tugas resminya, tetapi juga menjadi rumah pribadi presiden dan keluarganya selama menjabat.

Gedung Putih dilihat dari sisi utara. Bangunan ini beralamat di 1600 Pennsylvania Avenue NW, Washington, D.C. (Sumber Gambar : Disini)

Gedung Putih juga menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan penting kepresidenan, mulai dari rapat pemerintahan, penerimaan kepala negara asing, jamuan kenegaraan, konferensi pers, penandatanganan undang-undang, hingga berbagai acara seremonial. Namun di balik tampilannya yang sekarang terlihat megah dan tenang, bangunan ini telah mengalami perjalanan sejarah yang sangat panjang. Gedung Putih pernah dibakar oleh pasukan Inggris, dibangun kembali, mengalami kebakaran lagi, diperluas berkali-kali, bahkan pernah mengalami kerusakan struktur yang begitu serius sehingga hampir seluruh bagian dalamnya harus dibongkar dan dibangun kembali.

Lalu bagaimana awalnya sebuah rumah presiden bisa berdiri di tempat ini?

a. Awal Mula Pembangunan Gedung Putih

Sejarah Gedung Putih tidak dapat dipisahkan dari sejarah pembentukan Washington, D.C. sebagai ibu kota Amerika Serikat. Pada 16 Juli 1790, Kongres Amerika Serikat mengesahkan Residence Act, yang menjadi dasar pembentukan sebuah distrik federal permanen sebagai pusat pemerintahan Amerika Serikat. Presiden pertama Amerika Serikat, George Washington, kemudian memiliki peran sangat besar dalam menentukan lokasi ibu kota baru tersebut di kawasan Sungai Potomac. "Luasnya tidak melebihi sepuluh mil persegi ... di sungai Potomac." 

George Washington bersama perencana kota kelahiran Prancis, Pierre Charles L'Enfant, kemudian menentukan lokasi bangunan-bangunan utama pemerintahan. L'Enfant merancang Washington sebagai kota monumental dengan jalan-jalan lebar dan bangunan pemerintahan yang ditempatkan pada titik-titik penting. Dua bangunan terpenting dalam rencana tersebut adalah Capitol sebagai pusat legislatif dan kediaman presiden sebagai pusat eksekutif. Menariknya, L'Enfant awalnya membayangkan kediaman presiden dalam skala yang jauh lebih besar dan lebih megah daripada Gedung Putih yang akhirnya dibangun.

Setelah lokasi ditentukan, pemerintah kemudian mengadakan kompetisi desain untuk President's House. Sejumlah rancangan diajukan dalam kompetisi tersebut. Dari berbagai proposal itu, rancangan seorang arsitek kelahiran Irlandia bernama James Hoban akhirnya dipilih pada 1792.

James Hoban, arsitek kelahiran Irlandia yang merancang Gedung Putih
Sumber Gambar : Disini

James Hoban lahir di Irlandia sekitar pertengahan abad ke-18 dan memperoleh pendidikan arsitektur di Dublin sebelum kemudian pindah ke Amerika Serikat. Desainnya untuk kediaman presiden sangat dipengaruhi gaya Georgian dan neoklasik, gaya arsitektur yang saat itu banyak berkembang di Eropa. Salah satu bangunan yang sering dikaitkan dengan inspirasi rancangan Hoban adalah Leinster House di Dublin, Irlandia, yang sekarang menjadi tempat parlemen Irlandia.

Leinster House di Dublin, Irlandia
Sumber Gambar : Disini

Rancangan Hoban dianggap cukup monumental untuk merepresentasikan kepala negara, tetapi pada saat yang sama tidak terlalu menyerupai istana kerajaan Eropa. Inilah salah satu alasan desain tersebut cocok dengan identitas republik Amerika yang ketika itu masih sangat muda.


Rencana awal James Hoban untuk Gedung Putih. Menariknya rancangan awal memperlihatkan gagasan bangunan yang lebih besar daripada yang akhirnya diwujudkan
Sumber Gambar : Disini


Salah satu rancangan James Hoban untuk President's House. Desain Hoban memenangkan kompetisi pembangunan kediaman Presiden Amerika Serikat pada 1792 (Sumber gambar kiri disini, gambar kanan disini)

b. Siapa yang Membangun Gedung Putih?

Pembangunan kemudian dimulai ketika batu pertama (cornerstone) diletakkan pada 13 Oktober 1792. Pembangunan Gedung Putih berlangsung selama kurang lebih delapan tahun. Material bangunannya didatangkan dari berbagai tempat. Batu pasir (sandstone) untuk dinding luarnya, misalnya, berasal dari kawasan Aquia Creek di Virginia. Tenaga kerjanya juga sangat beragam. Para pekerja terdiri dari pengrajin dan buruh keturunan Eropa, imigran, dan orang Afrika-Amerika.Lukisan Peter Waddell yang merekonstruksi kira-kira bagaimana pembangunan terlihat pada 1796 berdasarkan dokumen dan catatan konstruksi (Sumber Gambar: Disini)

Pembangunan White House (Sumber Gambar : Disini)

Meskipun Presiden Washington menangani pembangunan gedung itu, ia tidak pernah tinggal di dalamnya. Masa kepresidenan Washington berakhir pada 1797, sementara pembangunan kediaman presiden baru selesai beberapa tahun kemudian. Barulah pada 1 November 1800, Presiden kedua Amerika Serikat John Adams dan istrinya, Abigail Adams, pindah ke President's House. Mereka menjadi keluarga presiden pertama yang tinggal di bangunan tersebut.

Abigail dan John Adams, Presiden kedua Amerika Serikat 
(Sumber Gambar: Disini)

Ketika keluarga Adams pindah, bangunannya bahkan belum sepenuhnya selesai. Abigail Adams diketahui menggunakan East Room yang saat itu masih belum selesai sebagai tempat menjemur cucian. Bayangkan saja, ruangan yang sekarang menjadi salah satu ruang seremoni terbesar dan termegah di Gedung Putih pernah digunakan First Lady untuk menggantung pakaian! Sejak John Adams, setiap Presiden Amerika Serikat menggunakan Gedung Putih sebagai kediaman resmi selama masa jabatannya. Namun hampir setiap presiden juga meninggalkan perubahan tertentu pada bangunan tersebut, baik dalam bentuk dekorasi interior, renovasi, perluasan bangunan maupun pembangunan fasilitas baru. Dengan demikian, Gedung Putih yang kita lihat sekarang bukan persis bangunan yang ditempati John Adams pada 1800, melainkan hasil perubahan selama lebih dari dua abad.

c. Thomas Jefferson dan Tradisi Membuka Gedung Putih kepada Masyarakat

Setelah John Adams, Gedung Putih ditempati oleh Presiden ketiga Amerika Serikat, Thomas Jefferson. Jefferson sendiri mempunyai minat yang sangat besar terhadap arsitektur. Selama pemerintahannya, ia melakukan berbagai perubahan dan pengembangan terhadap kawasan President's House, termasuk bekerja bersama arsitek Benjamin Henry Latrobe.

Pada pelantikan keduanya pada 1805, Jefferson berjalan dari Capitol menuju President's House setelah pengambilan sumpah jabatan. Banyak orang kemudian mengikuti perjalanan tersebut dan bergabung dalam resepsi di kediaman presiden. Jefferson juga melanjutkan tradisi penerimaan publik dan membuka President's House kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan.

Tradisi semacam ini berkembang pada abad ke-19. Gedung Putih bahkan pernah menjadi tempat penyelenggaraan resepsi terbuka pada Hari Tahun Baru dan Fourth of July atau Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Bayangkan perbedaannya dengan sekarang. Pada masa tertentu di abad ke-19, masyarakat bisa mempunyai akses yang jauh lebih langsung terhadap kediaman presiden daripada standar keamanan modern memungkinkan. Meskipun demikian, gagasan bahwa Gedung Putih adalah "people's house" tetap bertahan hingga sekarang.

d. White House dibakar Pasukan Inggris

Baru sekitar 14 tahun digunakan sebagai kediaman presiden, Gedung Putih mengalami salah satu peristiwa paling dramatis sepanjang sejarahnya. Amerika Serikat dan Inggris sedang terlibat dalam War of 1812. Pada Agustus 1814, pasukan Inggris bergerak menuju Washington.

Pada 24 Agustus 1814, pasukan Inggris berhasil memasuki ibu kota dan membakar sejumlah bangunan pemerintahan, termasuk Capitol dan President's House. Presiden saat itu, James Madison, sedang tidak berada di Gedung Putih. First Lady Dolley Madison meninggalkan bangunan tersebut tidak lama sebelum pasukan Inggris tiba. Salah satu kisah paling terkenal dari peristiwa tersebut adalah penyelamatan potret George Washington karya Gilbert Stuart. Sebelum meninggalkan Gedung Putih, Dolley Madison memerintahkan agar potret tersebut diselamatkan sehingga tidak jatuh ke tangan pasukan Inggris.Ilustrasi pembakaran Washington oleh pasukan Inggris pada 1814. President's House menjadi salah satu bangunan pemerintahan yang dibakar (Sumber Gambar : Disini)

Api menghancurkan hampir seluruh bagian interior Gedung Putih. Dinding batu eksterior memang masih berdiri, tetapi bangunan mengalami kerusakan sangat berat. James Hoban kemudian kembali dipercaya untuk menangani rekonstruksinya. Pekerjaan pembangunan kembali dimulai pada 1815 dan pada 1817, Presiden James Monroe dapat kembali menempati President's House. Pada tahun-tahun berikutnya bangunan terus dikembangkan. South Portico diselesaikan pada 1824 pada masa James Monroe, sedangkan North Portico dibangun pada 1829–1830 pada masa Presiden Andrew Jackson. Dua portico inilah yang ikut menghasilkan bentuk Gedung Putih yang begitu mudah kita kenali sekarang.

Presiden dapat mengekspresikan gaya khas mereka dalam cara mereka menghias beberapa bagian rumah dan dalam cara mereka menerima tamu selama mereka tinggal. Thomas Jefferson mengadakan pelantikan pertama kali pada tahun 1805. Banyak tamu yang menghadiri pengambilan sumpah dalam upacara di Gedung Capitol AS lalu mengikuti dia pulang, di mana ia menyambut mereka di Blue Room. Presiden Jefferson juga membuka gedung untuk wisata umum, dan telah rutin dibuka, kecuali selama masa perang,. Selain itu, ia juga menyambut pengunjung untuk resepsi tahunan Tahun Baru dan Hari Empat Juli. 


                     Apa saja data dan fakta di Gedung Putih?

1.      Ada 132 kamar, 35 kamar mandi, dan 6 tingkat di kediaman. Ada juga 412 pintu, 147 jendela, 28 perapian, 8 tangga, dan 3 lift.

2.      Pada berbagai waktu dalam sejarah, Gedung Putih telah dikenal sebagai "Istana Presiden," "Rumah Presiden dan "Executive Mansion." Presiden Theodore Roosevelt secara resmi memberi nama Gedung Putih pada saat ini di 1901.

3.      Presiden pertama sementara bertempat tinggal di kantor .. Presiden James Polk (1845-1849) adalah Presiden pertama yang diambil fotonya disini... Presiden Theodore Roosevelt (1901-1909) tidak hanya Presiden pertama yang naik mobil, tetapi juga Presiden pertama bepergian ke luar negeri ketika ia mengunjungi Panama ... Presiden Franklin Roosevelt (1933-1945) adalah Presiden pertama naik pesawat terbang.

4.       Dengan lima koki penuh-waktu, dapur Gedung Putih mampu melayani makan malam sebanyak 140 tamu dan hors d'oeuvres lebih dari 1.000.

5.       Gedung Putih membutuhkan 570 galon cat untuk mengecat permukaan luarnya.

6.       Untuk rekreasi, Gedung Putih memiliki berbagai fasilitas yang tersedia untuk penghuninya, termasuk lapangan tenis, jogging track, kolam renang, gedung bioskop, dan jalur bowling.

Briefing room

Tempat main bowling
  

Sumber dan Bacaan Lebih Lanjut:

  • The White House — The White House Building

  • White House Historical Association — White House History

  • White House Historical Association — Building the President's House

  • White House Historical Association — Slavery and the White House

  • White House Historical Association — The Burning of Washington

  • White House Historical Association — The Truman Renovation

  • White House Historical Association — Sports & Recreation

  • National Park Service — The White House and President's Park

  • Library of Congress — koleksi foto dan dokumen sejarah Washington, D.C.

0 comments:

Posting Komentar