Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

11.10.2021

Surabaya, 4 November 2021 : Kepiting Asam Manis, UKL-UPL Ditolak (Lagi) n Kerja di Cafe

Hari ini masak spesial, makanan favorit ane, kepiting asam manis. Beli kepiting hidup sekilo Rp 130.000 di depo seafood deket rumah, kemudian dimasak sendiri. Mantaap.

Siangnya, ane n temen beranjak ke Galaxy Mall. Mau nongkrong di cafe sambil kerja disana. Kami berangkat agak sore ke Galaxy Mall, sebelum ke cafe sempatkan makan sore di Food Court Galaxy Mall. Ane makan mie pangsit, sedangkan temen ane sate ayam. Beli es teh 1. Lumayan juga habisnya 101rb 😁.

Selesai makan, kami nongkrong juga di cafe favorit yang biasanya buat kerja. Cafge Briosse. Seperti biasa, disana ane pesen es kopi Hazelnutt Latte. Favorit ane.

Pas lagi cek-cek email klien, ane lagi-lagi menelan kenyataan pahit karena pengajuan UKL-UPL ane lewat aplikasi PTSP KLHK ditolak lagi. Hhh ini berarti sudah kedua kalinya ditolak. Bener-bener bingung.

11.06.2021

Surabaya, 2 November 2021 : Bawa sampel Untuk Analisa Uji Geoteknik

Hari ini ane bangun seperti biasa, sekitar jam 09 pagi. Langsung mandi, dilanjut ngeteh n sarapan. Sekitar jam 13 siang, ane n asisten ane meluncur ke Lab. Mekanika Tanah di ITS untuk mengelabkan geoteknik 4 sampel batuan dari Trenggalek dan Tulungagung yang sudah kami ambil sebelumnya. 

Sampel andesit dari Trenggalek

Sampel andesit dari trenggalek

Surabaya, 13 Desember 2020 : Adopsi Momo dari Pasar Pabean, Surabaya

Pasar Pabean, Surabaya, 13 Desember 2020

"We never know when we will get a new family member. In fact, he still survives until now, being one of the cats I love the most, MOMO."

Malam itu ane n temen lagi jalan ke Pasar Pabean, salah satu sentra pasar ikan terbesar di Surabaya. Rencananya kami akan beli antara ikan kerapu/ikan kakap untuk dimasak ikan kuah kuning. Perjalanan naik Si Kia Rio kami awali dari daerah Sukolilo, beranjak menuju Kapasan dan parkir di dekat Jembatan Merah Plaza. Sekitar 40 menit mengemudi.

Belum ada yang spesial saat ane parkirkan mobil dan mulai berjalan sekitar 300 meter dari parkiran menuju ke pintu masuk Pasar Pabean. Sampai secara nggak sengaja temen ane lihat kucing kecil ini sedang meringkuk di bawah meja. Ane sendiri awalnya gak lihat karena saat itu kondisi gelap, dan kucing kecil ini benar-benar lagi meringkuk sendirian, ketakutan n kelaparan di bawah meja.

"Eh.. eh.. ada kucing kecil," seru temen ane sambil menunjuk sesuatu di bawah kolong meja.

Ane yang awalnya ga liat karena kolong meja agak gelap sedikit membantah,
"Mana sih....? Ga liat aku."

"Itu lagi meringkuk di bawah meja," Jawa temen ane lagi sembari mendekati kucing malang itu.

Setelah ane lihat seksama, ternyata emang beneeeer. Ada kucing kecil terlihat sedang meringkuk di bawah meja gelap, sendirian, terlihat kelaparan. Kebetulan karena kami bawa biskuit kucing Excel, langsung kami angkat kucing malang tersebut ke meja dan kami kasi makan.

Si kucing malang itu terlihat makan dengan begitu terburu-buru dan rakusnya. Duhhh...kasian kamu nak. Udah berapa hari coba nggak makan? Setelah ane lihat dengan seksama juga, ternyata kakinya juga bengkak.

Kami terus mengamati kucing kecil itu sembari dia makan dengan lahapnya. Namun karena hari sudah semakin malam dan kami harus segera membeli ikan, kami meninggalkan si kucing kecil sementara untuk masuk ke pasar dulu.

"Nanti kami kembali ya pus, kamu ikut ke rumah. Jangan kemana-mana ya.." kata ane sambil ngelus kepalanya.

Tidak butuh lama bagi kami untuk membeli ikan, dan segera kembali di meja si kucing kecil. Dia terlihat masih makan biskuit Excel dengan lahapnya di meja. Kami segera menggendongnya untuk dibawa masuk ke mobil. Oya 20 meter sebelum masuk mobil, si kucing kecil sempet lepas dari gendongan temen ane n berlari tunggang langgang. Untungnya temen ane sigap mengejarnya dan mendapatkannya kembali hehehe.

Akhirnya si kucing kecil berhasil dimasukin temen ane ke mobil. Ane masih tinggal sejenak untuk kembali membagi biskuit Excel ke kucing-kucing liar yang lain. Luar biasa.. begitu banyaknya kucing liar di Surabaya ini.

Di sepanjang perjalanan pulang, ane pikirin nama buat si kucing kecil ini. Nama yang lucu, apa ya.... Tiba-tiba ane kepikiran salah satu makanan khas Nepal namanya "chicken MOMO"

"Takkasih nama MOMO aja ya," kata ane ke temen ane. Dia setuju. Hehe. Dan si Momo ini pintar banget. Dia hanya terduduk di bagian belakang mobil dan setiap kami panggil "MOMO" dia pasti ngeong dengan cemprengnya 😁😁😁
Momo beberapa hari setelah diadopsi. Masih keciillll 😁🤣


UPDATE !

Momo, 2 November 2021 😁😁🤣 rakusnyaaa dia. Kucing kuning di sebelahnya namanya PICO. Ane akan critain proses adopsinya di postingan yang lain hihi. Love u.


Update Momo di 4 Desember 2023. Singkek... Nyebelin banget cerewetnya kalau minta makan! 😁😁🤣



28 Januari 2024 !

Beberapa waktu di 2024 ! Moga panjang umur ya Mo!



Oya Momo juga udah ane vaksin 1x tanggal 2 Februari 2024 lalu seharga 300ribuan. Vaksin tersebut untuk melindungi dari 4 macam penyakit yaitu Panleucopenia, Rhinotrachetis, Calicivirus dan Rabies.


11.04.2021

Surabaya, 6 Desember 2019 : Iseng Mengunjungi Hutan Bambu Surabaya

Sore itu, daripada gabut, setelah menyelesaikan beberapa urusan kerjaan, aku mengajak temanku, Nur, untuk main ke Hutan Bambu Surabaya. Soalnya aku udah sering lihat fotonya di Instagram dan kelihatan menarik, mirip-mirip dengan hutan bambu di Jepang. Yah, walaupun aku sadar sih, miripnya masih ala-ala aja. Setelah membaca beberapa review traveler di Google Maps (aku memang hobi baca review sebelum ke tempat wisata), akhirnya kami putuskan berangkat sekitar jam setengah lima sore dari daerah Dukuh Kupang.

Lokasi Hutan Bambu Surabaya ini ada di kawasan Sukolilo, Surabaya Timur. Tempatnya satu area dengan Taman Harmoni Surabaya, sebuah taman kota luas yang sering dipakai warga buat jalan-jalan sore atau olahraga ringan. Menariknya, Hutan Bambu ini dulunya adalah bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disulap oleh Pemerintah Kota Surabaya jadi ruang terbuka hijau. Dulu bisa kubayangin pasti kotor dan bau sampah, tapi sekarang diubah jadi deretan hutan bambu raksasa yang fotogenik. Salut juga dengan ide Pemkot yang bisa mengubah lahan bekas TPA jadi destinasi wisata alternatif.

Perjalanan menuju Sukolilo sore itu lumayan macet karena jam pulang kerja. Kami sampai sekitar pukul lima sore lebih sedikit, dan langit sudah mulai meredup. Saat tiba, suasananya cukup sepi—tidak ada penjaga maupun pengunjung lain. Kami pun segera memarkir motor dan langsung masuk ke area hutan bambu.


Sesaat setelah masuk, ane begitu apresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya untuk mengubah tempat yang awalnya "Tempat Pembuangan Akhir" atau TPA menjadi sebuah hutan bambu. Deretan rumpun bambu yang tinggi menjulang menciptakan lorong alami yang estetik. Kalau difoto dari sudut tertentu, memang sekilas terasa seperti sedang berada di Jepang. Walaupun secara skala tidak sebesar Arashiyama Bamboo Forest di Kyoto, tapi untuk ukuran taman kota di Surabaya, tempat ini sudah lebih dari cukup buat refreshing dan hunting foto.

Meski untuk dibilang spektakuler banget, aku rasa nggak juga ya. Tapi cukup bagus. Kami menghabiskan sekitar setengah jam disitu untuk foto-foto. Setelahnya kami langsung cuss balik ke arah Dukuh Kupang karena langit mulai menggelap, dan .... Nyamuk-nyamuk mulai berdatangan nyedot darah.. Ulala.. nyamuk di Surabaya ini emang luar biasa banyaknya.


P.S : Foto diedit dengan efek ya. Ditambahi saturasi. 

11.02.2021

Blitar, 18 Desember 2020 : Kerja ngukur IPR, malamnya pesta duren n ketiduran di rest area

Seakan tanpa capek, sehari setelah balik dari Banyuwangi, kami dipanggil kerjaan ke Blitar. Tepatnya ke Kecamatan Gandusari. Well, sebenarnya badan masih capek banget. Tapi berhubung ini hanya ngukur 1 lokasi aja, ane iyakan. Ane dan asisten ane, Nur, berangkat cukup pagi dari Surabaya naik mobil. Karena Blitar masih dalam jangkauan nyetir maksimal sehari ane (nggak lebih 5 jam perjalanan dari Surabaya), akhirnya kami pun nyetir sendiri. Kami berangkat dari Surabaya sekitar jam 8 pagi. Rencana jalurnya adalah Surabaya - Kertosono lewat tol, kemudian keluar ke selatan mengarah ke Kediri (ketemu sama klien di lokasi stockpilenya), baru kita sama-sama ke Blitar.



Sragen, 12 September 2021 : Kerja di Sragen, lanjut Camping di Jogja

12 September 2021, ane dapat panggilan kerjaan ngukur di Sragen.




Sekitar jam 16.00, kegiatan ngukur dan diskusi kita dan klien akhirnya selesai. Ane sempet makan sore di dekat lokasi sebelum akhirnya kami meluncur ke Jogja. Rencana mau camping malam ini di Camping Area dekat Tebing Breksi.

Surabaya, 30-31 Oktober 2021 : Ke Trenggalek Ambil Sampel

Morning.. hari ini ane n asisten ane ada jadwal ke Trenggalek. Rencananya kita akan mengambil sampel di beberapa lokasi tambang untuk dilabkan geoteknik.

Sebenarnya ini menindaklanjuti pengambilan sampel yang udah dilakukan asisten ane tanggal 23 Oktober lalu, dimana pas kita bawa ke lab ITS, ternyata untuk analisa geoteknik ukuran sampelnya salah. Kurang besar. Harusnya ukurannya minimal segini:
Awalnya ane udah mau minta tolong klien untuk ambilin kemudian dikirim via travel, tapi karena ane takut itu hasilnya salah, mau ga mau hari ini ane balik ke lapangan untuk memperbaiki ukuran sampel yang diambil.

Pagi ini HP sudah kualarm mulai pukul 5 pagi, dan beruntun sampai jam 7 pagi. Ehh tapi pas kebangun jam 7, tiba-tiba ane ketiduran lagi n baru kebangun jam 08.40 wkwkwk. Alhasil ane langsung mandi, siap-siap, sarapan nasi krawu, siapin makanan kucing, dan langsung berangkat ke Trenggalek. Karena hari ini acaranya cuma mengarahkan pengambilan sampel (bukan kami yang ngegali sampelnya), maka ane melakukan KIA Rio agak santai. Jauuuuh juga dari Surabaya ke Trenggalek ini. Kami tempuh sekitar 4.5 jam melewati ruas Surabaya - Kartosono (tol), Kertosono - Kediri - Tulungagung - Trenggalek. Kami sampai di Trenggalek sekitar jam 4 sore. Karena belum sempet makan siang, kami makan siang "nasi lodho" dulu di dekat lokasi pengambilan sampel.


Selesai makan nasi lodho yang begitu nikmatnya itu, kami meluncur ke kediaman anak buah salah satu penambang (Klian A). Infonya sampelnya udah diambil, tinggal ane bawa aja. Eh setelah kesana ternyata ukuran sampelnya kekecilan, akhirnya setelah berdiskusi sejenak, kami meminta mereka untuk mengambil sampel lagi esok pagi dengan ukuran minimal 40 cm * 30 cm. Esok pagi kami janjian ketemu langsung di lokasi jam 8.
Sampel yang diambil klien A awalnya ukuran segini. Masih terlalu kecil untuk analisa geoteknik.

Selesai dari Klien A, ane beranjak menuju rumah klien B yang berjarak 10 km perjalanan. Sampai rumah klien B sudah malam. Disana juga rupanya sampel yang sudah diambil juga salah ukuran. Lebarnya benar, tapi panjangnya terlalu lempeng. Gepeng istilahnya. Akhirnya ane minta juga untuk diperbaiki besok pagi, ambil sampel dengan ukuran lebih besar. Esok kami juga janjian kesini lagi jam 10 pagi. Setelahnya kami ngobrol-ngobrol sama klien B dan istrinya ssekitar 1 jam. Udah lama juga ga ketemu beliau.

Berpamitan dengan klien B, kami neranjak menuju penginapan. Malamnya, kami nginap di Hotel Jaas, Trenggalek. Ane lumayan capek nyetir jadi malam itu cuma kuhabiskan sambil HP-an dan istirahat. Pengambilan sampel perbaikan akan kami lanjutkan esok pagi, meliputi 3 lokasi Trenggalek dan 2 lokasi di Tulungagung.