Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

6.09.2015

Membuat Paspor Online di Kantor Imigrasi Surakarta

Hola gan, pada kesempatan ini ane mau share cara-cara membuat paspor online di Kantor Imigrasi Surakarta. Kebetulan Maret 2015 kemarin ane dimintain tolong temen ane untuk bantuin dia buat paspor. Tapi setelah kami datang ke Kantor Imigrasi Surakarta yang beralamat di Jalan Adi Sucipto No.8, Colomadu jam 1 siang, kami dibilang oleh tukang parkir disana bahwa untuk pendaftaran pengajuan paspor pasti sudah tutup. Katanya kalau ane mau mengajukan paspor dengan datang langsung ke kantor imigrasi, harus datang sekitar jam 5 pagi. Itupun kuotanya cuma dibatasi 50-100 orang pendaftar/hari. Kami diberikan solusi untuk mengajukan permohonan paspor secara online.

Pengajuan permohonan paspor secara online ternyata banyak banget kelebihannya gan:

1. Kita tidak harus antri dari pagi-pagi buta di kantor imigrasi, tinggal duduk manis aja di depan laptop
2. Kuotanya tidak dibatasi
3. Bisa langsung memilih jadwal wawancara
4. Tidak perlu upload-upload data diri seperti Scan KTP, Scan Akta, dan lain-lain. Ini nanti ditunjukkan sewaktu wawancara/pelengkapan berkas syarat.


Ini dia caranya untuk pengajuan permohonan paspor secara online:


PS: Mungkin gambarnya akan sedikit keluar batas, itu sengaja ane setting gambarnya besar supaya bisa dilihat dengan jelas gan. Silakan disimak gan.

1. Masuk ke situs imigrasi Indonesia disini.http://www.imigrasi.go.id/ ; kemudian klik link Layanan Paspor Online di kotak Online Services.



2. Klik Pra Permohonan personal

3. Isikan data diri pada setiap kotak dengan jelas, lengkap dan sesuai KTP

4. Isikan data keluarga dengan jelas, lengkap sesuai KK dan KTP masing-masing

5. Halaman konfirmasi. Silakan cek kembali semua data yang agan udah masukkan, kemudian pilih metode pembayaran lewat bank/teller BNI. Tidak bisa lewat ATM gan, harus lewat teller bank langsung. Oya sebelum pergi membayar di bank, agan cek email dulu, pasti sudah akan dikirimi tanda terima pra permohonan . Download tanda terima itu dan print. Surat itu harus dibawa ke teller BNI. Tanpa surat itu, tller BNI tidak akan menerima pembayaran agan. Total pembayarannya Rp 355.000,00

6. Setelah menerima slip pembayaran dari Bank BNI, langkah selanjutnya adalah konfirmasi kode pambayaran

7. Proses Verifikasi Data
Setelah keenam tahap diatas selesai dilakukan, maka agan harus datang ke kantor imigrasi RI sesuai imigrasi tempat dan waktu yang tertera pada Tanda Terima Pra Permohonan. Jangan sampai melewati hari yang tertera disitu karena artinya permohonan pembuatan paspor agan akan hangus dan harus submit ulang. Bawalah beberapa dokumen ini:

a. Berkas-berkas asli dan fotocopy (seperti KTP, Akta/Ijazah/Buku nikah, KK)

b. Datang lebih awal supaya memperoleh nomor antrian awal jadi tidak perlu mengantri lama. Nanti agan tidak perlu membeli formulir karena akan diberikan gratis oleh pihak imigrasi. Setelah dapat nomor antrian, tinggal menunggu operator memanggil agan. Nanti selanjutnya agan akan diarahkan harus verifikasi data ke loket berapa.

c. Selesai verifikasi, maka agan harus melakukan foto dan wawancara yang dilakukan di ruangan terpisah. Kalau bisa pakai kemeja yang rapih gan, biar fotonya di paspor cantik/guanteng donk. Tidak usah gugup sewaktu wawancara karena hanya ditanya info-info dasar. Selesai wawancara, biasanya dari pihak imigrasi akan menentukan paspor agan bisa diambil kapan. Jangan sampai terlambat walaupun batas waktu expried nya sampai 30 hari, karena jika lebih dari batas maka paspor anda akan digunting atau dimusnahkan.

8. Pengambilan Paspor
Pengambilan paspor usahakan harus sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan oleh pihak imigrasi sebelumnya gan. Cukup serahkan saja bukti pembayaran atau tanda terima pengajuan paspor. Silakan menunggu sesaat maka agan akan dipanggil dengan paspor yang sudah jadi. Kalau tidak bisa mengambil sendiri, bisa diwakilkan oleh orang lain dengan memberi surat kuasa gan.
Sebelum meninggalkan kantor imigrasi, jangan lupa dicek dulu ya gan, jangan sampai ada data yang salah supaya tidak ada masalah ke depannya.

9. FINISH

6.07.2015

22 Hal tentang Atambua yang agan harus ketahui sebelum kesana

Tugu "Selamat datang di Atambua Kota Beriman"
sumber: http://3.bp.blogspot.com/

ATAMBUA 

Sebuah kota kecil di perbatasan negeri antara Indonesia dengan Timor Leste. Apa yang teman-teman pikirkan saat mendengar nama kota itu? Ane yakin bagi yang belum pernah kesana pasti akan membayangkan sebuah kota kecil di pelosok, dengan jalan tanah, tidak ada listrik, sekolah yang memprihatinkan? Apakah memang seperti itu? Simak tulisan saya ya gan. Saya akan menjelaskan dengan cukup detail tentang bagaimana kondisi di Atambua dengan sudut pandang seobjektif mungkin. Sebagai informasi tambahan, saya sudah pernah mengunjungi Atambua 4x, dengan total durasi waktu > 3 bulan baik untuk keperluan KKN, Travelling maupun mengunjungi saudara.

24 Hal tentang Kota Kupang menurut ane. Cekidot gaan yang mau kesini!!

Gong Perdamaian di dalam Taman Nostalgia Kupang

Aloha! Udah pada pernah mengunjungi Kota Kupang? Atau ada rencana mengunjungi Kota Kupang sehingga nyasar di blog ini? Hehehehe. Anda sudah berada di tempat yang tepat. Menjadi seorang traveler selama 4 tahun, Kota Kupang adalah kota favorit dari semua tempat yang ane kunjungi gan. Emang apanya yang difavoritkan? Gersangnya? Panasnya? Cari air susah? 

Jujur ane tidak pernah memandang kenyamanan sebuah tempat hanya dari enaknya aja gan, tapi ane menggabungkan semuanya: keramahan masyarakat, kebaikan masyarakat dan bagaimana cara mereka menerima turis lokal maupun mancanegara, wisata apa saja yang ada disana, apakah ada pantai, apakah ada gunung. Jika semuanya mendapat nilai lebih, ane akan memberinya gelar kota terfavorit. Ini dia gan review Kota Kupang dari sudut pandang ane:

6.02.2015

Pola Pikir Backpacker ~ Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Hidup backpacker!!! Hehehe

Tak terasa, sudah 4 tahun ane menyukai dan mencintai dunia backpacking. Dunia yang sangat menyenangkan, membuat ane mengerti arti hidup, membuat ane mempunyai tujuan serta mimpi-mimpi yang harus ane penuhi. Dari pelajaran di lapangan pas backpackeran ini, tanpa sadar ane mendapatkan pola pikir serta karakter di bawah ini gan. Pola pikir dan karakter yang ane tidak miliki sebelum kenal dunia backpacking. Bahkan di kehidupan sehari-hari, pas ane lagi nggak backpackeran, pola pikir dan karakter itu juga dengan sendiri teraplikasi. Ini dia gan:

4.18.2015

[9] Catatan KKN Atambua 2013 : Libur Lebaran di Kefamenanu (Kolam Renang Oeluan, Kota Kefamenanu, Sonaf Maslete, Pantai Tanjung Bastian)


Tanjung Bastian Beach, Timor Tengah Utara, NTT

Libur lebaran di Atambua? Nggak boleh disia-siakan donk. Harus jalan!! Hehehe. Sebagai daerah dengan mayoritas Nasrani, perayaan lebaran disini tidaklah terlalu semeriah di Jawa. Perayaan tersebut hanya terpusat di kota, dan kebanyakan umat Muslim yang merayakannya merupakan pendatang dari Jawa, NTB maupun Sulawesi.
Karena kebetulan saya dan Dito tidak merayakan Idul Fitri, maka terbersitlah keinginan tiba-tiba untuk traveling. Menjelajah bagian lain dari Pulau Timor yang dari kedatangan pertama kali seakan dibiarkan tak tersentuh.

Ane: “Kemana nih, Soe aja ya? Kayaknya banyak tempat wisata alam bagus disana, secara kan pegunungan.”

Dito: “Boleh, yaudah siap-siap dulu ya.” Buset dah, abstrak banget dah rencananya ini. Ngomong langsung main berangkat hahaha.

Ane: “Ajak siapa gitu yo, daripada berdua aja. Rinel aja ya.”

Dito: “OK, ok. Rinel aja.”

Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang saat itu, tiba-tiba ane tersadar akankah efektif jika ke Soe sekarang? Karena perjalanan Atambua-Soe saja sudah akan menghabiskan 5-6 jam. Apakah mudah mencari penginapan saat sudah sampai Soe? Apakah yang akan kita lakukan saat sampai, cari penginapan dan langsung tidur, membuang satu hari dengan percuma? Maksud ane, yah kalau ke Soe harusnya berangkat pagi-pagi dari Atambua.

Akhirnya ane mengusulkan Kota Kefamenanu saja sebagai tujuan wisata kali ini terkait jaraknya hanya 2 jam dari Atambua, untungnya Dito setuju. Secara umum Kefa merupakan sebuah kecamatan yang juga merupakan pusat pemerintahan /ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara. Jadi ceritanya, Kefa ini merupakan kota yang didirikan Belanda dalam usahanya untuk menguasai Pulau Timor, tapi niatnya itu terhalang oleh Portugis yang udah berkuasa duluan terutama di dekat Distrik Oekusi. Parahnya, beberapa raja kecil disekitar saat itu udah cinta duluan ma Portugis, jadilah mereka dukung Portugis ngusir Belanda dari Kefa. Wkwkwk, kasian de lu! Tapi akhirnya hubungan Portugis dengan beberapa raja kecil tersebut retak dan mereka gantian memihak Belanda, meninggalkan Portugis yang patah hati, nah gimana sih? Semua sejarah perselingkuhan menarik ini telah mendorong ane dan dito untuk mengeksplor Kefa. Pertanyaan pun diajukan, apakah ada drama lain? Kita lihat saja nanti.

Kota Kefamenanu dapat dijelajah dalam sehari karena memang kota yang terletak di Lembah Bikomi ini tidak terlalu besar. Setelah makan di sebuah warung makan Jawa yang bentuk WC nya sangat aneh (posisi WC lebih tinggi daripada bak air, sehingga air cipratan dari WC berpotensi untuk masuk ke bak air bersih hehehe), kami memutuskan pergi ke Kolam Renang Oeluan, yang ‘konon’ kata tukang ojeknya bagus. “Bagus atuh neng, ada aer terjunnya. “ Kami yang nggak tahu apa-apa oke saja.

Naik ojek cukup pegel karena ternyata Kolam Renang Oeluan ini jauh juga yaitu sekitar 20 km dari Kota Kefamenanu dengan tarif ojek per orang Rp 20.000/sekali jalan. Jika ingin lebih murah, alternatif transportasi lainnya adalah naik bus jurusan Kefa-Atambua dan minta turun di Kolam Renang Oeluan. Biayanya mungkin sekitar Rp 5000 sd Rp 10000.

Sepanjang jalan, ane disuguhi oleh pemandangan alam yang sangat memanjakan mata yaitu perbukitan dengan latar padang savana, benar-benar sesuatu yang jarang ane lihat di Jawa gan. Setelah kurang lebih setengah jam berkendara, sampailah ane di Kolam Renang Oeluan. Awalnya ane udah ngarep bakal mendapatkan sebuah kolam renang alami dengan air terjun gitu gan, sesuai penuturan tukang ojek, tapi ternyata........

hanya ada sebuah kolam renang buatan yang airnya penuh dedaunan serta terlihat sangat kurang perawatan.  Sebagai seseorang yang peduli dengan wisata, sebenarnya kawasan wisata oeluan ini sangat berpotensi jika pemerintah daerah mau memberikan perhatian. Lokasinya sangat strategis untuk tempat peristirahatan pengemudi jarak jauh (di pinggir jalan trans-timor Kefa-Soe), udaranya sejuk karena banyak pepohonan tinggi serta rindang di sekitarnya, terdapat sumber air dan konon katanya memang ada air terjun meskipun kami tidak menjumpainya. Fasilitas yang tersedia disini hanya sebuah rumah panggung dan tempat duduk seadanya. Seharusnya kawasan ini bisa dikembangkan dengan pembersihan dan penggantian air kolam secara berkala, pembuatan jalan buatan setapak, pemberian mainan anak-anak seperti ayunan, pembuatan tempat duduk-tempat duduk sederhana berbentuk lopo yang lebih nyaman, dan lain-lain. Kalau kesini ane sarankan membawa tikar dan bekal makanan/minuman gan.
Ini dia gan kenampakan Kolam Renang Oeluan

Melihat seperti ini, kami pun cepat bosan dan memutuskan kembali ke Kota Kefa menuju destinasi selanjutnya yaitu Sonaf Maslete (Istana Maslete). Sonaf Maslete ini cukup dekat gan, hanya berjarak 4 km dari pusat kota. Sonaf Maslete ini merupakan bangunan warisan para leluhur Kerajaan Sanak dan keturunannya gan. Konon katanya Suku Sanak ini dahulunya merupakan suku mayoritas yang berkuasa di wilayah ini. Suku ini bahkan duduk sebagai raja, menguasai semua Kafetoran.


Kenampakan Sonaf Maslete. Bangunannya bukan seperti kerajaan 
megah gan, kenampakannya mirip seperti rumah adat.

Nah, bisa dikatakan Sonaf Maslete ini tuh pusat pemerintahannya gan di zaman dahulu. Sonaf ini menjadi istana tempat tinggal raja Kafetoran Bikomi yang berada di bawah pemerintahan Miomafo. Daerah ini terbagi atas delapan kafetoran. Yang meliputi Aplal dijabat oleh suku Thall, Oeltoko oleh Fam Kune, Naktimun oleh Uis Ulin, Oemuti oleh Lake, Tunbaba oleh Sakunab, dan Manamas oleh Meko. Semua suku yang berada di bawah kekuasaan Maslete ini harus tunduk kepada raja gan, karena mereka percaya, raja adalah manusia setengah dewa! Raja mempunyai kekuatan supranatural, sehingga bisa menciptakan entah kesejahteraan ataupun bencana alam. Seorang raja dianggap sebagai tokoh sentral dalam berhubungan dengan Yang Kuasa. Yang Kuasa disini maksudnya Uis Neno (Tuhan di atas sana) yang secara phisik dikenali sebagai matahari. Uis Oel (Tuhan Penjaga Air) atau kubangan air yang mengalir. Dan Uis Pah (Tuhan Penjaga Bumi) atau tanah dimana tanaman tumbuh.
Bagian luar Sonaf Maslete gan. Meja dan kursi di bagian tengah itu untuk 
tempat duduk raja, kursi di sebelah kanan pojok dan kiri pojok untuk penasehat
raja.

Ini dia gan tempat duduk Raja. Sangat sederhana.

ini untuk tempat persembahan gan

Nah, disinilah, di Sonaf Maslete inilah yang bisa dijadikan sebagai tempat memohon sesuatu. Sekarang ini, suku-suku yang masuk Sonaf Maslete ini terdiri atas dua puluh satu sub-keluarga yang tersebar di seluruh daratan Timor Tengah Utara. Beranggotakan 547 orang.

Kami sampai di Sonaf Maslete di waktu yang kurang tepat karena mama raja baru saja pergi dari Sonaf, dan kuncinya dibawa oleh beliau jadilah kami disana hanya berbincang sejenak dengan para tetua mengenai ritual serta pamali disini. Tapi ada yang serem gan, kata salah satu tetua, kalau pas jalan di dalam sonaf kakinya nggak sengaja tersandung n kita jatuh, itu artinya pamali n bakal MATI. Tapi jikalau bisa masuk pun sebenarnya gak masalah gan, karena sudah cukup banyak turis lokal/mancanegara yang berkunjung. Semuanya baik-baik saja asal tidak berbuat yang aneh-aneh. Yang bisa dilihat di dalam Sonaf nantinya adalah barang-barang antik peninggalan sejarah serta cerita tentang peran para Raja Timor kala perang.
Di salah satu atap sonaf, bisa dijumpai ini gan. Semacam patung-patung yang merefleksikan raja-raja yang memimpin Sonaf Maslete.

Menunggu Mama Raja cukup lama, ane pun mulai berbincang dengan para mama serta bapa disitu. Kebetulan saat itu kita belum dapat penginapan, dan ane ini suka sesuatu yang gratisan, jadilah ane berusaha memancing salah satu mama disitu supaya ditawari tinggal di rumahnya malem ini. Berhasil sih gan, salah satu dari mereka akhirnya menawari, tapi karena ada salah satu dari kami yang keberatan, akhirnya nginep di penginapan ‘Kasih’ di Kota. Buset dah, ane paling nggak suka sebenarnya kalau membuang tawaran menginap kayak gini hahaha.

Penginapan Kasih ini berada di Jalan El Tari nomor telepon (0388) 31093 dengan tarif Rp 100.000/malam (Agustus 2013). Menurut ane cukup rekomended kok gan, fasilitasnya ada 2 kasur, kamar mandi dalam, cermin dan meja. Selesai berbenah dan mandi, kami segera melanjutkan perjalanan untuk menjelajah Kota Kefa di malam hari. Rencananya esok kami akan mengunjungi Pantai Tanjung Bastian, yang menurut website adalah salah satu pantai terindah di NTT.
Tidak banyak yang bisa dilihat di Kota Kefa pada malam hari. Di sepanjang jalan terdapat banyak toko pakaian, toko kelontong, pedagang kaki lima seperti penjual gorengan, masakan Jawa, dan lain-lain. Kami sempat bertemu dengan rombongan konvoi yang merayakan Idul Fitri. Cukup seru pengalaman kami malam itu. Kami makan malam dengan gulai di warung makan Jawa. Setelah kurang lebih 2 jam berjalan, kami kembali ke penginapan untuk persiapan jalan esok pagi. 
Hotel kasih, recommended gan!

Pagi-pagi, kami sudah bersiap untuk ke Terminal Kefamenanu. Tujuan kami hari ini, Pantai Tanjung Bastian, dapat ditempuh dengan bus DAMRI yang stand by sejak jam 7 pagi di terminal namun baru benar-benar berangkat jam 9 sampai 9.30.
Perjalanan Kefa-Tanjung Bastian benar-benar memberikan pemandangan terindah selama pengalaman traveling ane. Perjalanan tersebut membelah pegunungan sehingga ane benar-benar bisa melihat Pulau Timor dari atas. Semakin menjauh dari kota, ane menjadi semakin mengerti kehidupan masyarakat NTT yang memang masih jauh dari kata standar. Jalanan rusak dan berlubang-lubang merupakan hal biasa bagi mereka. Air bersih? Jangan ditanya. Kadang mereka harus berjalan berkilo-kilo hanya untuk mendapatkan beberapa jerigen air bersih.
Sepanjang jalan dari Tanjung Bastian ke Kefamenanu, indah!

Dua setengah jam kemudian, sampai juga kami di Tanjung Bastian gan. Tiket masuknya seharga Rp 3000/orang (Agustus 2013-Januari 2014). Menurut ane sangat worth it karena memang pantainya biru dan bersih banget gan. Selain itu pantainya cukup dangkal sehingga aman saja untuk berenang sampai 50 meter dari bibir pantai. Suasana pantai cukup ramai karena memang saat itu sedang dilangsungkan final pacuan kuda. Ada arena pacuan kuda juga di pesisir pantai. How Fun!


Tanjung Bastian Beach!!

Kami yang sangat antusias pun segera saja nyebur ke laut. Teriknya panas matahari sudah tidak kami pedulikan lagi, saat itu yang terlintas di pikiran hanya segarnya air laut. Wkwkwk. Kebetulan ada batang pohon hanyut, segeralah kami gunakan sebagai pegangan dan papan seluncur dadakan wkwkwk. Cukup lama kami bermain sampai sekitar jam 3 sore.
Akhirnya karena hari semakin sore, kami pun segera ganti pakaian dan bersiap untuk pulang. Pertanyaannya, pulang PAKAI APA? Tidak ada bus umum yang bisa mengantarkan kami baik dari Tanjung Bastian ke Kefamenanu maupun Tanjung Bastian ke Atambua. Ladelah, piye iki? Wkwkwk. Kenyataan ini membuat kami berdiri cukup lama di pinggir jalan tanpa solusi apa-apa hahaha.

Tiba-tiba ane melihat ada satu keluarga yang bersiap-siap mau pulang......menggunakan MOBIL PICK UP!! Wah kesempatan nih, batin ane. Siapa tau bisa nebeng. Ane pun segera bertanya ke Bapak itu dan ternyata mereka akan menuju Kota Kefa, dan kita bisa nebeng gratis! Yeahhh!! Hahaha.

Menempuh perjalanan pulang ini bukan hal mudah gan, seperti ane bilang di awal bahwa perjalanan Kefa-Tanjung Bastian ini melewati pegunungan, bisa ditebak donk ya. DINGIiiiiIInn... Karena jaket ane pinjamkan Rinel, ane pun pakai sarung ibunya yang ada di bak mobil. Perjalanan ini sempat dihambat oleh pecahnya ban di kampung kecil yang ane nggak tau namanya. Akhirnya kami baru nyampe Kefa malem harinya, dan karena bapak ini terlalu baik, kami diantarkan ke pool bus dan akhirnya melanjutkan perjalanan dengan bus malam ke Atambua. Pengalaman yang tak terlupakan.



3.31.2015

Hari Keberangkatan ke Jakarta

Holaa...Setelah sekian lama hari ini akan menjadi hari keberangkatan ane ke Jakarta gan buat magang di CIMB Niaga. Semangat? ADA. Rasa malas? ADA. Tapi jujur lebih besar rasa semangatnya. Ane merasa ada sesuatu indah yang menanti ane disana. Sebaliknya, jika tetap ke Solo ane merasa tidak ada yang bisa diperjuangkan gan karena belum ada pekerjaan di Solo. Ditambah, ane selalu jadi sasaran kemarahan emak kalau di Solo. Jadi

Magang ini ane jadikan motivasi untuk menabung dan mendirikan usaha angkringan di Kota Kupang gan. Ane merasa kota itu yang ada orang menyebutnya 'kota mati' sangat potensial untuk dikembangkan. Ane optimis membawa budaya Jawa 'angkringan' ini kesana, ane bakal sukses. Ane harus yakin. Karena kalau ane sendiri nggak yakin, nggak akan pernah bisa terwujud gan.

SEMANGAT MERANTAU!

3.26.2015

Solo, 26 Maret 2015 : Akhirnya punya HP baru juga


HP Oppo Joy R1001 ane

Haloo, akhirnya ane punya HP baru juga gan setelah sekian lama. Ane itu orangnya skeptis gan, mikirnya 'Napa sih harus punya HP bagus? HP apa aja ga masalah lah, yang penting bisa telfon, smsan sama facebookan.' Pemikiran itu mengendap di otak ane selama bertahun-tahun sampai akhirnya nggak pernah punya HP baru. HP yang ane pake paling cuma lungsuran dari kakak ane, atau teman yang sudah bosan dengan tabletnya terus dikasih ke ane. Alhamdullilah selalu gratisan.

Tapi keyakinan ane tentang HP itu mulai tergoyahkan saat secara nggak sengaja melihat iklan ASUS Zenfone 4 di fb. 'Kok apik ya? Kok keren ya?'. Ane pun langsung berandai-andai mau beli. 'Ah, tapi nanti dulu. Uangnya belum ada.' Terus ane lupa gan karena uang belum juga terkumpul-kumpul. Saat itu ane memang mempunyai bisnis jualan online tapi karena pemasukannya nggak stabil, pengeluaran juga masih banyak sehingga ane urungkan niat dulu.

Tapi rejeki memang nggak kemana, pemberi beasiswa ane (CIMB Niaga) yang dulu mempunyai kebijakan 'menghentikan pemberian beasiswa jika si penerima beasiswa sudah 4 tahun kuliah' tiba-tiba mengubah kebijakannya dengan 'tetap memberi living cost sampai penerima beasiswa wisuda'. Ane yang setelah tahun keempat sampai 5 bulan setelahnya nggak pernah cek rekening beasiswa, terkejut saat mendapati uang 5 juta bercokol disana. Wadoww, senangnya! Hahaha.

Tapi ane yang sekarang beda sama ane yang dulu. Kalau ane yang dulu dengan senang hati akan menghabiskan uang beasiswa untuk traveling atau senang-senang, sekarang ane berpikir keras menggunakan uang ini untuk modal bisnis. Zaman sekarang ini lagi marak namanya bisnis online, dimana penjual harus siaga setiap saat. Ane pikir dengan HP ane sekarang yang memori internalnya kecil banget (sehingga kalau instal whats app harus uninstal FB, instal BBM harus uninstal Whats app) ane nggak punya pilihan lain selain harus membeli HP baru yang memori internalnya cukup besar untuk instal beberapa aplikasi sekaligus. Akhirnya setelah menimbang, memilih dan membandingkan dengan ASUS Zenfone 4, ane memilih Oppo Joy R1001 seharga 1,3 juta.

Ternyata memang sangat efektif gan menggunakan HP yang canggih. Penjualan online ane meningkat drastis karena ane bisa posting dan ngecek dagangan setiap saat. Pembeli ane juga bisa dengan leluasa menghubungi ane baik lewat whats app, BBM, LINE maupun messenger. Menurut ane HP Oppo Joy R1001 ini cukup memuaskan kok gan, mungkin hanya RAM-nya yang kurang besar dan baterainya lumayan boros. Tapi over all, ane puas dan akan menggunakannya untuk beberapa waktu.Sepertinya ane membuat keputusan tepat dengan membeli HP baru.

Satu hal yang ane pelajari dari ini,
"Jangan terpaku dengan prinsip lama, bukalah hati dan pikiran untuk hal baru dan modern, selama itu baik."