Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

9.27.2024

Dubai, 7 Mei 2023 : Finnaly visit Burj Khalifa and Surround!

Pesawat Air Astana yang ane tumpangi sedikit demi sedikit mulai menurunkan ketinggian. Ane mulai bisa melihat landscape Kota Dubai dari ketinggian. Padang pasir berwarna coklat keemasan tanpa batas; kanal-kanal buatan yang membelah padang pasir; rumah-rumah warga berwarna coklat keemasan. Ane berusaha mencari pohon, tapi susah. Ane udah membatin, negara ini kayaknya bakal panas banget. Seperti efek rumah kaca.

Pemandangan Kota Dubai dari pesawat Air Astana yang ane tumpangi

Beberapa orang berteriak saat pesawat mengalami turbulensi cukup kencang saat pesawat udah mau landing. Haha ane nikmatin aja sensasi roller coaster ini. Penerbangan selama 4 jam 40 menit dari Almaty ke Dubai akhirnya berakhir saat roda pesawat menyentuh landasan Bandara Internasional Dubai. Jam lokal menunjukkan pukul 1 siang, dimana ane mempunyai waktu transit 14 jam disini sebelum penerbangan lanjutan Dubai - Kuala Lumpur. Hal ini tentulah tidak ane sia-siakan, ane harus masuk negara ini dan liat Burj Khalifa! Burj Khalifa sendiri merupakan gedung pencakar langit tertinggi di dunia, dimana ketinggiannya mencapai 828 meter. Kapan lagi kan? Mumpung transit panjang. Ane juga udah merencanakan ini jauh-jauh hari sehingga udah bikin visa transit Uni Emirat Arab, dan sengaja memilih penerbangan yang landing Dubai siang dan layover diatas 12 jam.

Kenampakan bagian dalam Air Astana. Bisa naik pesawat ini adalah salah satu impian ane dan ane bersyukur banget.

Turun dari pesawat ane segera mengikuti tanda baggage claim/immigration, tapi disini ane langsung ke imigrasi karena koper-koper yang berat akan langsung dioper oleh maskapai dan diambil di tujuan akhir yaitu Kuala Lumpur. Ane tidak menjumpai masalah berarti saat di imigrasi dan E-visa yang telah kami print tidak diminta oleh mereka (mungkin ketika paspor kita discan udah muncul otomatis data Evisa kita di mereka). Dan sebagai welcome gift dari Pemerintah Dubai, kita malah dikasih free simcard dan paket internet 1 gb. Mantaap! Terimakasih Dubai. Tau aja kamu mahal jadi dikasih paket internet gratis buat eksplor sejenak.

Selanjutnya seperti biasa ketika memasuki negara baru, ane harus punya mata uang negara tersebut. Kebetulan sebelum terbang dari Almaty tadi pagi, ane udah nukar sisa uang Tenge Kazakhstan ke Dirham UEA. Uangnya masih sangat cukup jadi ane nggak tarik tunai lagi. Uang lokal dan paket internet sudah beres, target selanjutnya sebelum keluar bandara adalah menitipkan tas ransel ane yang superberat karena ada laptop didalamnya. Ane sama sekali nggak memilih option membawa tas laptop ini ikut jalan, adoohh...bisa bonyok nanti punggung ane dihajar gravitasi wkwkwk... Laptop ane dan chargernya aja beratnya udah 4-5 kg. Masih ditambah barang-barang lainnya di tas.

Browsing sejenak, Emirates ternyata ada layanan penitipan bagasi di bagian kedatangan/arrival di Terminal 3. Setelah mencarinya sejenak, ane menemukannya dan menitipkan 1 ransel daypack seharga 35 dirham atau setara kira-kira Rp 154.000. Legaaa... Akhirnya ane bisa segera jalan keluar bandara!

Ane udah browsing sebelum berangkat, dan cara paling hemat untuk keliling Kota Dubai adalah menggunakan transportasi umum yang mencakup metro serta bis. Untuk naik transportasi umum di Dubai kita membutuhkan kartu namanya Nol Card, dimana Nol Card bisa dibeli yang model day pass, artinya cukup beli satu kali bisa dipakai seharian seharga 20 dirham atau Rp 88.000. Belinya bisa dilakukan di stasiun metro yang berada di dalam Terminal 3 Bandara Internasional Dubai.

Ane membelinya dan segera menaiki metro red line untuk menuju ke tujuan pertama hari ini, Grand Souk - Bur Dubai. Jadi itu semacam kompleks pasar tradisional/bazaar yang berada di pesisir utara Kota Dubai, dimana keterangannya menjual hampir semua hal kebutuhan sehari-hari sampai jika ingin beli oleh-oleh murah. Tujuan utama ane kesana sebenarnya ingin beli tas dan makan siang. 

Haa? Beli tas?? Iyaaa.. jadi tas ransel ane sejak tadi pagi di Almaty, risletingnya rusak jadi sementara ane tutup pakai klip wkwkwk... Kenapa ga dibuang aja sejak dari Almaty? Well karena posisi ane tau itu risleting rusak pas udah di Bandara Almaty, udah posisi mau terbang ke Dubai, dan ane masih butuh itu tas untuk menyimpan banyak barang. Ane berharap bisa nemu tas yang agak murce di Grand Souk. Selain itu ane juga laper dan pengen cari makan siang.

Tidak pakai menunggu lama, ane segera menaiki metro (red line) yang udah standby di Stasion Metro Bandara Internasional Dubai, dimana tujuan ane adalah Stasiun Metro Burjuman - stasiun metro terdekat dengan Grand Souk. Dan sewaktu ane masuk gerbong, bujubuneng, penuh banget dan hampir sebagian besar penumpang laki-laki wkwkwk... Ane melihat hampir sebagian besar penumpang didominasi oleh orang-orang Asia Selatan seperti orang India dan sekitarnya. Perjalanan penuh sesak dan penuh aroma ketek itu berlangsung selama 20 menit sampai akhirnya ane turun di Stasiun Metro Burjuman. Dari Stasiun Metro Burjuman, ane sambung naik bus F70 untuk mendekat ke area Grand Souk. Busnya sendiri ga terlalu besar dan cukup nyaman.


Sumber Foto : Disini

Turun dari bus, sampailah kami dikawasan Grand Souk. Grand Souk Dubai sendiri adalah salah satu pasar tradisional yang terkenal di Dubai, yang terdiri dari dua bagian utama: Grand Souk Deira dan Grand Souk Bur Dubai, dimana keduanya dipisahkan oleh Dubai Creek (teluk air alami yang membelah kota Dubai, membentang dari Teluk Persia ke daratan sejauh sekitar 14 km). Dubai Creek, atau Khor Dubai dalam bahasa Arab, memiliki peran historis yang sangat penting dalam perkembangan Dubai sebagai kota perdagangan. Dulunya, creek ini menjadi pelabuhan bagi kapal-kapal dagang tradisional (dhow) yang membawa barang-barang seperti emas, rempah-rempah, tekstil, dan mutiara dari India, Afrika, dan Timur Tengah.

Kenampakan seperti sungai berwarna biru itulah Dubai Creek (sumber : google maps)

Dubai Creek membagi kota menjadi dua wilayah utama:
1. Deira di sisi utara, yang merupakan pusat perdagangan tradisional dan rumah bagi souk-souk terkenal seperti Gold Souk dan Spice Souk.
2. Bur Dubai di sisi selatan, yang mencakup area bersejarah seperti Al Fahidi Historical District dan tempat-tempat budaya seperti Dubai Museum dan Al Bastakiya.

Pasar ini sekarang berfungsi sebagai pusat perdagangan dan tempat perbelanjaan, menawarkan berbagai barang mulai dari rempah-rempah, kain, emas, parfum, hingga barang-barang kerajinan tradisional. Grand Souk mencerminkan budaya dan sejarah Dubai sebagai kota perdagangan, dan menjadi destinasi wisata yang populer bagi mereka yang ingin merasakan atmosfer pasar Arab klasik serta membeli barang-barang unik. 

Berjalan sejenak, ane melihat satu toko besar bernama 'Bollywood' dengan cukup banyak pembeli. Disitu ane juga melihat mereka menjual tas-tas souvenir, dan ane lihat harga tas-nya sangat murah sekitar 20 Dirham atau 50 ribu rupiah aja. Langsung aja ane masuk membelinya dan beberapa minuman dingin. Ane pindahkan barang-barang dari tas ransel ane yang risleting-nya rusak ke tas baru, dan langsung membuang tas rusak tersebut ke tempat sampah. Hhhh... beban berkurang juga!

Kami melanjutkan jalan kaki dan akhirnya menemukan satu tempat menarik untuk makan siang, semacam nasi briyani dengan ayam gitu sih..Lumayan untuk mengisi perut yang udah mulai keroncongan hehe..Harganya sekitar 60ribuan rupiah seporsi.

Makan nasi briyani porsi besar...

Selesai mengelilingi Grand Souk, kami kembali ke stasiun metro lagi untuk menuju halte terdekat dengan Burj Khalifa yaitu Halte Dubai Mall. Perjalanan berlangsung singkat selama 20 menit, dan karena keretanya kali ini ga terlalu ramai, ane bener-bener bisa melihat pemandangan sekilas Kota Dubai. Gedung-gedung modern pencakar langit, jalan-jalan yang lebar, mobil-mobil mahal berseliweran adalah pemandangan yang mendominasi. 

Pemandangan Kota Dubai dari dalam metro. Metro ini driverless a.k.a tanpa pengemudi.

Gedung-gedung tinggi yang mengelilingi jalur metro

Turun dari Stasiun Metro Dubai Mall, pada awalnya kita jalan dengan santai melewati bagian dalam Dubai Mall. Beberapa kali ane bertanya kepada satpam arah ke Burj Khalifa dan diarahkan terus luruss aja. Ane terus mengikuti arahan, mengikuti rombongan orang-orang yang 'sepertinya' mau ke Burj Khalifa juga, serta beberapa kali cek google map,  dan perasaan kok nggak sampe-sampe ya?! Jadilah ane jalannn... Jalan.... Dan jalan... Menyusuri mall selama kurang lebih 2 km sampai akhirnya menemukan jalan keluar mall yang mengarah ke Burj Khalifa.. ya ampunnnn... Semploh kakinya rek! 2 km!

Setelah ane googling, alamak, ternyata Dubai Mall itu adalah salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan termewah di dunia  luas total sekitar 1,1 juta meter persegi (11 juta kaki persegi). Dari luas tersebut, sekitar 502.000 meter persegi digunakan sebagai area ritel dengan lebih dari 1.200 toko. Selain area perbelanjaan, Dubai Mall juga mencakup berbagai fasilitas hiburan seperti Dubai Aquarium, Ice Rink, dan KidZania. Owalah... pantesan kaki ane semploh!!

Bagian dalam Dubai Mall yang luasnyaa minta ampun

Bagian dalam Dubai Mall yang luasnyaa minta ampun

Berjalan semakin ke arah ujung dari Dubai Mall, kita sempat melihat patung yang cukup menarik. Setelah ane browsing, ternyata patung ini disebut The Diver atau The Human Waterfall Sculpture. Patung ini menggambarkan sekelompok atlet loncat indah yang terbuat dari perak mengkilap, seolah-olah sedang terjun dari atas air terjun buatan. Patung ini terletak di area air terjun indoor yang menjulang setinggi empat lantai dan merupakan salah satu pemandangan paling ikonik di Dubai Mall.

The Human Waterfall Sculpture

The Human Waterfall Sculpture

Desain patung ini menciptakan kesan gerak yang dinamis, dengan para penyelam terlihat seperti sedang meluncur ke dalam air. Air terjun buatan yang mengalir di belakang mereka menambah efek dramatis dan artistik, menjadikan patung ini sebagai salah satu spot foto populer di mall tersebut. Patung ini tidak hanya memperindah ruang, tetapi juga mencerminkan perpaduan antara seni modern dan alam yang sering dijumpai di Dubai. Tidak boleh terlewat dong, ane harus berfoto! Hehehe.. Biar kenangan di Dubai nggak hanya dengan Burj Khalifa.

Berpose di The Human Waterfall Sculpture. So happy....

Akhirnyaaa.... kita menemukan juga jalan keluar dari Dubai Mall dan sudah menjumpai Burj Khalifa di depan mata. Matahari yang masih bersinar terik membuat ane cukup kesulitan untuk berfoto dengan Burj Khalifa. Ane akhirnya muter-muter area di sekitar Burj Lake yang dipenuhi dengan mall, restoran, hotel, cafe, sambil menunggu sengatan sinar matahari sedikit mereda.

Burj Khalifa dengan background matahari sore yang menyengat

Pukul 4 sore sementara sedang jalan santai di sekitaran Burj Lake, kita sempat secara tidak sengaja melewati area Dubai Fountain yang sedang memberikan pertunjukkan air mancur menari diiringi oleh lagu India yang meriah. Dubai Fountain sendiri adalah air mancur menari terbesar di dunia, terletak di dasar Burj Khalifa, tepat di sebelah Dubai Mall. Air mancur ini membentang sepanjang 275 meter (902 kaki) dan mampu menyemprotkan air hingga setinggi 152 meter (500 kaki), atau setara dengan gedung setinggi 50 lantai. Ohhh... pantes aja orang-orang pada semangat nonton dan rekam. Air mancurnya benar-benar bisa meliuk-liuk mengikuti irama lagu Indianya . Hahaha.. Lucu banget.

Burj Lake yang berada di sebelah selatan Burj Khalifa

Dan satu fakta yang ane tau memang, sebagian besar orang yang ane lihat itu di sekitaran Dubai itu memang look-nya seperti orang India. Dan setelah ane baca, memang Dubai itu 80% berisi expat dari India. Orang lokal UEA sendiri malah hanya 10%, sisanya 10% dari negara lain-lain. Pantes aja....

Berpose dengan Burj Khalifa. So grateful for the chance...

Selesai melihat pertunjukkan air mancur, ane masih sempet jalan-jalan di sisi lain Burj Khalifa. Sore itu suasana begitu ramai, banyak orang yang datang khusus untuk berfoto-foto. Suasana panas membuat ane cepet laper, tapi ga berani jajan karena setangkup es krim aja 25 AED atau setara 100ribuan 😁😁. Hemat duit dulu deh...

Suasana ramai di sekitar Burj Khalifa

Suasana ramai di sekitar Burj Khalifa

Another one..

Setelah puas berkeliling, ane masih punya tujuan 1 lagi yaitu Burj Al Arab, yaitu gedung pencakar langit di tepi pantai. Jam sebenarnya sudah cukup sore, dan matahari sudah hampir terbenam. Cuma ane merasa nanggung aja kalau nggak kesana sekalian. Akhirnya berbekal google maps, kita berjalan ke arah jalan raya dan menunggu bis di bus stop yang bentuknya sama sekali tidak meyakinkan karena berada di tepi jalan raya yang ramai banget.

Menunggu dan menunggu, selama kurang lebih 10 menit, kok tidak ada tanda-tanda ada bus yang lewat yaa. Matahari juga menunjukkan tanda-tanda udah mau terbenam. Jalan raya didepan ane didominasi oleh mobil-mobil berkecepatan tinggi. Ane nggak melihat satupun bus yang melintas.

Tempat ane menunggu bus di tepi jalan raya. Tidak ada bus lewat dan hari sudah semakin sore..

Beberapa saat kemudian ane akhirnya menyerah, karena walaupun dapat bus ke arah Burj Al Arab, ane masih harus jalan kaki 1 km lagi. Belum nunggu bus pulangnya yang pasti bakal berasa horror kalau tempatnya sepi dan gelap. Ane akhirnya putuskan jalan pulang saja kembali ke bandara, karena kaki rasanya juga udah semploh banget jalan kaki berkilo-kilometer hari ini. Urat paha sama betis udah sakit semua🥲🥲.

Oh tapi tidak semudah itu ya.. wkwk.. untuk menuju ke stasiun metro terdekat, ane harus jalan kaki +- 2 km kembali. Tapi karena tidak mau lewat bagian dalam Dubai Mall lagi, ane putuskan jalan kaki menyisir jalan raya. Kebetulan keadaan masih ramai dan beberapa orang terlihat berjalan kaki juga jadi ane PD aja. 

Disepanjang jalan ane sempatkan foto-foto juga dengan gedung-gedung modern di Kota Dubai. Memang negara ini sangat fancy sih. Hidup disini bakal enak banget kalau punya banyak duit hehehe...Apalagi disini tidak ada Pajak Penghasilan Pribadi.


Ane sempet harus berhenti beberapa kali karena urat kaki rasanya bener-bener kayak mau putus. Berjalan kurang lebih 45 menit, sampailah kita di Stasiun Metro. Akhirnyaaa... Kami mengambil metro red line dan segera kembali ke Bandara.




Perjalanan ke bandara ditempuh selama kurang lebih 20 menit. Malam itu ane sempat mandi dan bersih-bersih untuk persiapan penerbangan Dubai - KL. Dan karena bener-bener kecapekan, ane tidur sangat enak di 6 jam penerbangan Dubai - KL. Hanya bangun pas makan.  Hihi.. thank you Dubai City untuk pengalamannya. Semoga nanti bisa transit disini lagi untuk eksplor tempat lainnya.


8.10.2024

Sadar Setiap Hari (SSH) 5: Semoga Semua Makhluk Bahagia

 


Semoga semua makhluk bahagia.....

...semoga semua makluk bahagia tanpa terkecuali..baik yang kecil maupun yang besar, baik yang gemuk maupun yang kurus, baik yang pendek maupun yang tinggi, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik yang dekat maupun yang jauh semoga semuanya berbahagia...

Perenunganku : Pada dasarnya, mengharap orang lain yang menyakiti kita celaka/terkena musibah akan membuat kita sendiri menderita. Karena ketika orang lain melakukan hal buruk kepada kita, sebenarnya mereka memiliki penderitaan yang belum selesai di dirinya. Kita harus berharap mereka menyembuhkan penderitaan dalam dirinya, dan berharap mereka bahagia.

Mengutip dari Tricycle : The Buddhist Review, Sang Buddha mengajarkan bahwa kebencian adalah suatu bentuk penderitaan. Beliau berkata bahwa menyimpan kebencian dalam pikiran dan hati bagaikan menggenggam erat bara api di tangan Anda - coba tebak siapa yang menderita? Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah kita sendiri. Orang yang kita benci belum tentu menderita, bahkan mungkin Ia tidak tau/tidak menyadarinya. Sikap bijaksana sangat diperlukan untuk memahami hakekat dari kebencian.

7.31.2024

Surabaya, 25-26 Juni 2022 : Nginap Gratis dan Kerjaan di Mojokerto

Seharian ini ane bener-bener cuma dirumah aja, di kontrakan ane di Perumahan W, Surabaya. Kesibukan ane pagi sampai sore itu adalah seperti biasa kerja freelance bikin dokumen. Sesekali ane bermain dengan kucing-kucing ane yang mulai beranjak remaja hehehe..

Sore hari bahkan ane sempet masak pecel sama telur ceplok, untuk makan sore dan makan malam. Kebetulan masih ada stok sayuran (bayam, taoge), sambel pecel dan telur di kulkas. Sebenarnya rencana awal ane malam itu cuma mau dirumah aja, karena besok ane ada kerjaan panggilan di Mojokerto. Pengukuran pencairan jaminan reklamasi dan pascatambang.
Tiba-tiba sementara makan, salah satu teman baik ane, F, bertanya apakah ane mau nginap gratis di Hotel Batiqa Darmo. Jadi ceritanya dia punya bookingan malam itu, tapi ga jadi dateng. Jadi daripada mubazir ditawarin ke ane yang tinggal di Surabaya. Tanpa berpikir panjang ane nge-iya-in aja. Lumayan lah tidur di hotel gretong! Hehe..

Ane sempet bingung pecel ane ini mau digimanain. Tapi akhirnya ane putuskan ane bawa aja ke hotel untuk makan malam ini, ane taruh di tempat makan dan memasukannya ke kresek. Termasuk nasi yang barusan ane nanak di rice cooker mini ane juga ane bawa. Selain itu ane juga nyiapin barang-barang yang besok bakal ane bawa ke Mojokerto, kayak GPS, baterai, alat tulis, alat mandi serta baju ganti. Setelah siap semua, sekitar jam 6 sore ane otw ke Hotel Batiqa Darmo yang berada di area Surabaya Pusat. Jaraknya dari kontrakan ane sekitar 11 km dan ane tempuh dalam waktu 30 menit.
Proses check in berjalan lancar meskipun hanya menggunakan foto KTP teman ane. Ane mendapatkan sebuah kamar dengan king size bed, dan jendela yang langsung mengarah ke kerlipan lampu Kota Surabaya. Wah ane bersyukur sih tiba-tiba dapat rejeki.
Ane sengaja nggak mandi dari rumah karena mau mandi air panas di hotel. Wkwkw norak ya! Setelah mandi ane lanjutkan dengan leyeh-leyeh di kasur sambil nonton TV. Setelahnya lanjut kerja sebentar serta menyiapkan berkas-berkas dan file untuk ke Mojokerto besok. Ane juga habiskan nasi pecel yang sempaf ane bawa dari rumah. Sekitar jam 11 malam ane terlelap tidur.

26 Juni 2022
Ane terbangun sekitar jam 6 pagi dengan segar. Huahhh emang enak ya rasanya badan ni kalau bisa tidur maksimal, dan ane memang percaya tidur (deep sleep) adalah obat capek paling manjur.
Leyeh-leyeh sejenak, ane segera melanjutkan aktivitas dengan mandi dan bersiap-siap sarapan. Karena sekitar jam 8, temen ane akan jemput ane untuk bersama-sama ke Mojokerto. Oya karena jatah sarapan ane adalah untuk 2 orang, sewaktu temen ane jemput ane ajak dia sekalian sarapan. Daripada mubazir kan wkwkwk.. dasar orang ga mau rugi ya!
Sekitar jam 08.45, ane dan temen ane akhirnya meluncur ke Mojokerto. Sampai sana sekitar jam 10.00 dan ane segera melakukan kerjaan, mengelilingi area bekas penambangan yang telah direklamasi, dimana ane wajib mencatat segala macam jenis reklamasi (penataan dan revegetasi) yang dilakukan untuk nanti dibuat dalam bentuk laporan. Ane mencatat setiap data dengan detail dan berhati-hati, dan setelah melakukan tanya jawab singkat dengan pemilik tambang, ane menyelesaikan kerjaan sekitar pukul 12.00.

Dari situ ane diajak temen ane untuk makan siang ke Alun-Alun Mojokerto, katanya ada sate buntel (kambing) super-enak disitu. Sekut aja lah ya.. dan ternyataa oh ya ampun.. enaknya itu bener-bener di luar nurul wkkwkwk. Seenak itu rasanya. Dan seinget ane, habis kami beli, itu sate tiba-tiba udah sold out aja. Bener-bener dapat sisa di menit terakhir.
Setelah makan, akhirnya kita kembali ke Surabaya dan ane kembali diturunkan teman ane di Hotel Batiqa Darmo karena motor Scoopy ane, ane tinggal disitu. Dari situ ane ambil motor dan kembali ke kontrakan sekitar jam 2 siang. Ane habiskan siang sampai sore itu untuk tidur dan beristirahat.

Sekitar jam 6 sore, karena jenuh, ane putuskan jalan ke cafe langganan, Kopi Lain Hati. Disana ane duduk dan kerja sampai jam 9 malam. Yahh kerjaan ane ini emang ga selesai-selesai, tapi ya begitulah kehidupan seorang freelance kerja dari rumah dan dari 1 cafe ke cafe yang lain. Jam 9 malam akhirnya ane balik ke kontrakan dan tidur. Yahh begitulah hari ini. Ane berterimakasih banget atas rejeki 2 hari ini, bisa nginap gratis dan dapat kerjaan di Mojokerto😊😊.

Surabaya, 5 Juni 2022 : Deadline and Americano

Setelah tanggal 2 Juni kemarin terakhir kerja di luar, tepatnya di cafe langgananku, Kopi Lain Hati, hari ini ane pengen kerja di luar lagi. Hari ini ane lagi ada deadline menyelesaikan dokumen klien ane, rencana penambangan pasir di sebuah sungai di Lumajang Karena seharian udah dirumah, sekitar jam 4 sore ane meluncur ke Starbucks Merr, Surabaya Timur. Oya karena ga mau terlalu boros, sebelum pergi ane udah browsing menu-menunya, dan sejak dari rumah udah memutuskan akan membeli Es Kopi Americano (yang paling murah 🤣🤣). 

Sampai Starbucks jam 16.30 ane segera membuka laptop dan memulai kerja. Udah cukup banyak yang ane kerjain, dan ane harus segera menyelesaikannya karena klien sudah beberapa kali nanyain. Ceritanya sebenarnya ini kerjaan lama, dari tahun 2018 tepatnya. Tapi saat itu sama klien ane ga dilanjut karena ada suatu permasalahan, dan akan dilanjutkan tahun 2022 ini. 
Ane kerja disini sampai jam 19. Cukup banyak yang udah bisa ane tambahkan ke dokumen sehingga ane cukup senang. Huaaah semoga cepat selesai.

Jam 19.30 ane udah sampai kontrakan kembali. Disambut kucing-kucing ane yang crewet minta makan. Hari yang biasa aja sebagai freelance😁. 
Kucing ane Si Gembrot Oki.

7.30.2024

Surabaya, 2 Juni 2022 : Bosenan

Kerja jadi freelance yang kebanyakan waktunya dihabiskan didepan laptop artinya..... tanpa diselingi aktivitas/kegiatan lain selain laptopan hidup kita benar-benar akan monoton wkwkwk...itulah yang ane sering alami. Apalagi ane orangnya introvert dan mageran lagi. Jadi klop tu!

Hal itu menyebabkan ane sering banget pindah-pindah tempat pas kerja. Bagi ane gpp aktivitasnya tetep sama, tapi setidaknya suasana di sekitarnya yang berubah. Sebenarnya kalau sehari dua hari betah-betah aja kerja dirumah.. tapi kalau ga diselingi dengan kerja di luar kayak di cafe, warkop, dan sebagainya, wihh... Otak bakal meletup jenuh liat yang itu-itu aja wkwkwk....

Hari ini, 2 Juni 2022, sebenarnya ane pengen banget nyobain kerja di Perpustakaan Kota Surabaya. Ane lagi pengen bisa duduk kerja di tempat publik yang dingin dan ane bisa duduk lama-lama. Kenapa bisa duduk lama? Ya karena ane kalau kerja itu lamaaa...karena terlalu banyak hal yang harus dikerjain. Jadilah setelah membereskan urusan domestik (mandi, kasi makan kucing, makan siang), sekitar jam 11.30 ane otw dari kontrakan ane di Perumahan WS menuju ke Perpustakaan Kota Surabaya di deket kantor walikota Surabaya. Perpustakaan itu sendiri jadi satu area dengan Alun-Alun Kota Surabaya. Perjalanan ane tempuh sekitar 30 menit.

Nah pas mau masuk kawasan Alun-Alun Kota Surabaya itulah ane kecewa banget karena satpamnya bilang Perpustakaann-nya tutup karena masih ada acara Pemkot, dan besok baru buka.. hmmm.. padahal ane udah bela-belain motoran panas-panas kesini. Dan udah niat banget pengen nyobain Perpustakaan setelah sekian lama pengen tapi masih mager. Hhh tapi yaudahlah.. realita harus diterima.

Ane sempet browsing nyari tempat-tempat altenatif lainnya untuk kerja, namun ga ada yang pas di hati karena kebanyakan berupa cafe yang menu-menunya agak mahal. Setelah berpikir sejenak ane akhirnya memutuskan kembali ke arah Surabaya Timur, ke arah kontrakan, menuju ke cafe langgananku (Kopi Lain Hati) dan laptopan disana.

Ane fokus kerja dari jam 1 siang sampai 4 sore. Pesen segelas lemon soda. Karena ini hanya cafe kecil, ane ga terlalu enak kalau duduk lebih dari 3 jam. Jadilah sekitar jam 4 sore ane mengarahkan motor kembali ke kontrakan.

Apakah besok ane jadi mau ke Perpustakaan ulang? Nggak mager? Tau deh😁😁😁

Sampai kontrakan ane santai-santai sambil buka Grup Backpacker di FB saat melihat ada seorang member yang melempar pertanyaan di grup. Pertanyaan tersebut adalah 'apakah cukup uang 1,2 jt rupiah digunakan untuk uang makan selama 8 hari di Turki?' 

Ane menyimak jawaban para member lain, beberapa positif, beberapa netral, beberapa... alamak.. nyelekitnya! Ada yang bilang kalo nggak punya uang ga usah traveling ke luar negeri nanti nyusahin orang, makan promag, makan jasjus, dll. Kenapa yak orang jahat-jahat banget gitu jawabnya? Yah mungkin maksudnya bercanda. Tapi gak lucu juga.

Ane yang kebetulan kurang dari 1 bulan yang lalu habis backpackeran di Turki merasa pantas untuk menjawab. Bagi ane yang suka ngirit dan bawa rice cooker mini pas traveling, pertanyaan ini sangat pas buat ane wkwkwk... Si Tukang Ngirit beraksi menjawab! Well, jawaban iseng ane ternyata disukai banyak banget sama member. Ane masih berjuang nyari postingannya untuk ane ketik tapi kira-kira seperti ini.
Prinsip ane, ane gamau sih meremehkan keinginan orang untuk traveling. Karena ANE PERNAH BERADA DI POSISI TERSEBUT. Posisi dimana ane pengen banget traveling, tapi uang bener-bener pas-pasan. Sampe ane kadang-kadang ngayal, 'kayak gini coba aja ada orang baik yang tiba-tiba mensponsori ane buat traveling wkwk... Kek tiba-tiba bayarin ane traveling, dengan syarat ane akan bikin cerita yang bagus buat dia.'

Khayalan yang tidak pernah menjadi kenyataan! Wkwk. Mana ada kali.

Ane sadar.. memang hal seperti itu jarang sekali ada/bahkan tidak pernah ada. Kenapa bukan ane aja yang jadi 'orang magic' seperti itu? Jadilah ane berusaha membantu informasi terkait traveling apapun sebisa ane ke orang yang membutuhkan atau bahkan mengajak traveling beberapa sahabat ane. Yahhh...seperti kata pepatah, 

"Kalau kita nggak pernah menemukan orang baik, jadilah orang baik tersebut. "

7.29.2024

Solo, 29 Juli 2024 : Powerful Person


Can't agree more! Terjemahan,

"Seseorang yang merasa baik-baik saja ketika sendirian sesungguhnya adalah orang yang sangat kuat."

Orang yang tidak membutuhkan validasi dari orang lain untuk menjalani hidupnya, mandiri, kuat, tidak menggantungkan hidupnya/kebahagiaannya/harapannya kepada orang lain, berjuang untuk mimpi-mimpinya dengan sepenuh hati, tetap bertanggung jawab, dan tidak pernah membicarakan hal buruk ataupun memanfaatkan orang lain.

Baik-baik ketika sendirian ini bukan hanya perihal bisa pergi kemana-mana sendiri, tapi tentunya juga termasuk pola pikir. Bukan individualis atau anti sosial, dia tidak anti sosial, bisa berinteraksi dengan orang lain sewajarnya, tapi kembali lagi ke paragraf pertama diatas. 

Terkait pola pikir, dia mungkin sedikit kesepian, tapi tidak pernah benar-benar kesepian sampai depresi karena pikirannya selalu terjaga. Pikirannya selalu terlatih untuk memikirkan/melakukan hal-hal yang berguna jadi tidak membiarkan pikiran berkembang biak menjadi pikiran negatif dan overthingking.

Terkait perbuatan contohnya : Pergi ke mall sendiri, olahraga sendiri, makan sendiri, traveling sendiri, dan sebagainya. Dan he/she is fine with that. Tidak mempedulikan pendapat orang lain yang seakan-akan menghakimi dengan "Kok kasian banget ya dia sendirian terus, mungkin ga punya teman." Dia menikmati setiap aktivitas yang dia lakukan karena dia memang membutuhkannya.

Aku pengen menjadi pribadi yang seperti ini, kuat walaupun sendirian. Menggantungkan kebahagiaan/eksistensi/harapan kita ke orang lain bukankah sangat melelahkan ya? Menggantungkan kebahagiaan/eksistensi/harapan ke orang lain artinya, kita menggantungkan harapan, ekspetasi, akan apa yang mereka perbuat ke kita. Padahal hal itu sangatlah tidak pasti. Manusia lain, mereka mempunyai otak dan pemikiran sendiri, mereka mempunyai persepsi sendiri. Kita nggak bisa mengaturnya sesuai dengan ekspetasi kita. 

Biarpun apa yang mereka perbuat awalnya sesuai harapan dan ekspetasi kita, sehingga kita menjadi bahagia, namun hal itu tidaklah bisa dipastikan apakah akan bertahan lama atau tidak. Tentu saja sesuai dengan kondisi orang tersebut. Jadinya apa, hidup akan penuh dengan ketidakpastian. Kita melupakan bahwa didalam diri kita sendiri tersimpan potensi. Potensi untuk memunculkan kebahagiaan internal, kebahagiaan yang tidak bergantung kepada perlakuan orang lain.

Itulah kenapa aku suka kagum dengan orang yang apa-apa bisa sendiri. Orang yang sibuk mengejar mimpinya (bukan mengejarkan mimpi orang lain). I think they are the strongest person. Mereka tidak membiarkan orang lain mempengaruhi bagaimana mereka harus menjalani hidup. Mereka punya tujuan yang pasti, lurus, fokus. 

I wish i can be that kind of person! I'm on the way to practice everyday.

[Part 2] Journey to Bellitung : SD Laskar Pelangi

Hari ini ane bangun pagi dengan segar karena semalam tidur cukup enak. Hari ini ane mulai agak pagi karena berencana akan eksplor Kabupaten Belitung Timur, tepatnya kota Gantong dan Manggar, yang jaraknya sekitar 75 km sekali jalan dari Tanjung Pandan.

Tepat jam 06.45, ane mulai gas si Scoopy mengarah ke Kota Gantong. Perjalanan awal masih melewati bagian timur Kota Tanjung Pandan jadi masih cukup ramai, namun semakin ke timur, jalan menjadi semakin sepi dan dikelilingi oleh perkebunan sawit. Satu hal yang ane kagum dari jalanan di Pulau Belitung ini adalah, aspalnya halusnya minta ampun! Ane hampir ga menjumpai lubang atau apapun di jalanan. Namun konsekuensinya memang kita harus nyetir dengan waspada karena pengendara lain biasa melajukan motor dengan kencang.

Tujuan pertama ane sesampainya si Kota Gantong tentu aja sarapan. Ane arahkan Si Scoopy ke Pasar Tradisional Gantong, dan secara nggak sengaja menemukan 
Mie Gantong Laskar Pelangi. Setelah makan Mie Atep di Tanjung Pandan kemarin ane emang  bener-bener ketagihan dengan rasa Mie Belitung. Campuran antara gurih dan manis yang pas, ditambah potongan udang, wuaah mantap!

Semangkok mie belitung panas terhidang di hadapan ane, dan tidak butuh waktu lama bagi ane untuk menghabiskannya. Seporsi mie ini dihargai cukup murah Rp 15.000. Puas makan dan minum es teh, ane segera melanjutkan perjalanan menuju ke spot selanjutnya, Museum Kata Andrea Hirata.

Museum Kata Andrea Hirata ini merupakan museum khusus yang koleksinya menampilkan karya sastra dan lukisan yang dibuat dan dimiliki oleh Andrea Hirata. Peresmian Museum Kata Andrea Hirata diadakan pada bulan November 2012. Museum Kata Andrea Hirata merupakan museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia. Saat itu tiket masuknya Rp 50.000 dan ane mendapatkan tiket dan buku saku Laskar Pelangi.

Puas berkeliling Museum Kata Andrea Hirata, ane arahkan si Scoopy ke spot selanjutnya, tidak lain tidak bukan Desa Wisata Replikasi Rumah Laskar Pelangi. Salah satu atraksi paling terkenal di desa wisata itu adalah Replika SD Muhammadiyah. Bangunan itu ialah replika SD Muhammadiyah yang merupakan representasi sekolah asli tempat penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata, menimba ilmu dan pengetahuan. Ane mengelilingi bagian dalam replika SD itu sambil mengambil beberapa foto. Tiang bendera dengan bendera merah putih terlihat gagah berkibar. Ane mengambil beberapa foto dan duduk-duduk sejenak karena udara yang semakin panas. Oh ya sialnua disini HP ane sempet jatuh trus kacanya pecah huhuhu...

Puas mengelilingi Desa Wisata Laskar Pelangi, ane mengarahkan motor 20 kilometer menuju Kota Manggar. Disini terkenal kopi bubuknya. Jadi aku nongkrong di warkop, beli es kopi manggar, beli beberapa bubuk kopi. Sambil baca buku saku laskar pelangi... Cukup lama ane duduk, sekitar 1 jam, sebelum memutuskan harus segera pulang kembali 75 kilometer menuju Tanjung Pandan.

Jalanan Belitung yang mulus membuat ane bisa dengan leluasa mengendarai motor ke ibukota kabupaten, Tanjung Pandan.. Sepi.. Sepi sekali jalannya. Hanya sesekali aku menjumpai pengendara motor lain yang terkadang mendahuluiku dari belakang dengan begitu kencangnya. Aku mengeluarkan headset, dan mulai mendengarkan lagu-lagu road traveling untuk mengusir kesunyian di jalan. Hatiku merasa begitu nyaman. Ane memang sangat menyukai berkendara dengan motor. Ane akhirnya sampai Kota Tanjung Pandan sekitar jam 3 sore, dan menyempatkan makan sore di KFC sebelum kembali ke bandara. Ane meminta motor diambil disitu. Oya sebelum berpisah dengan supir bus damri kemarin ane sempat dipeseni kalau mau balik ke bandara lagi, ane disuruh WA/sms mereka, nanti akan dijemput. Jadi kayak transport pribadi hehe..

Akhirnya ane 'dijemput Damri' sekitar jam 15.15 dan sampai bandara sekitar pukul 16.00. Penerbangan ane ke Jakarta sendiri adalah pukul 17.30. Tidak ada masalah berarti sampai Jakarta, cuma pesawat lanjutan  Jakarta-Surabaya ane sempat delay. Dari yang awalnya transit 1 jam, menjadi 3 jam-an, namun Sriwijaya Air cukup bertanggungjawab dengan memberikan kami nasi serta air.

Menunggu 1.5 jam, sekitar jam 20.30 akhirnya pesawat kami ke Surabaya ready juga. Penerbangan berlangsung dengan baik, dan sekitar jam 22.00 telah mendarat di Bandara Juanda, Surabaya. Ane ambil motor dan akhirnya sampai kos jam 23.00.

Traveling membuatku semakin semangat, dan semangat bekerja. Kalau lagi butek-buteknya, dengan pergi sehari dua hari aja, otak udah seger banget dan bisa mikir cepet. Pengalaman kilat di Pulau Belitung yang akan selalu terkenang😊

----- finished ----