Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

6.28.2024

Boyolali, 27 Juni 2024 : Ajak mama jalan ke Tlatar

Hari ini ane bangun jam 7, lumayan pagi lah ya hehe.. seperti biasa setelah bersih-bersih kamar, bersih-bersih badan, minum air putih dan kasi makan kucing, ane sarapan singkong rebus, kentang rebus dan pisang rebus. Ditemani segelas kopi hitam. Slurrppp.. nikmatnya kopi ini memang.

Setelah sarapan, ane kerja bentar finishing desain tambang untuk revisi dokumen lokasi Trenggalek. Siang kk ane dan anak-anaknya seperti biasa datang, karena rumah mereka lagi renovasi jadi banyak debu dan mengungsi disini. Sekitar jam 12.30, ane menepati janji untuk membawa ibu ane jalan-jalan keluar pertama kalinya sejak sakit dari Februari 2024. Jadi ceritanya sejak sakit di bulan Februari 2024 dan opnam di Maret 2024, ibu ane cuma dirumah aja. Dari yang sebelumnya hobi jalan-jalan, trus hanya dirumah aja 24 jam dikali beberapa bulan karena akses geraknya juga terbatas. Itu membuat ane sering kepikiran, apakah ibu ane bahagia atau tidak. Bahkan pas ane traveling di Rusia pun April 2024 kemarin, sewaktu ikut day trip ditarik Anjing Huskey, dan sewaktu melihat hamparan salju yang luas, ane sempet-sempetnya melow dan berpikir apa ibu ane bakalan pernah bisa lihat ini semua. Ane bayangin ibu ane pasti cuma habiskan waktu di kamar sama kasur depan TV aja. Itu membuat ane sangat sedih dan bertekad suatu saat harus ajak ibu ane jalan, meskipun yang deket-deket. Paling nggak supaya ibu ane pikirannya bisa fresh.

Akhirnya ane, ibu ane, bapak ane dan keponakan kecil ane sampai juga di Tlatar. Semacam Taman Air dan Warung Makan terapung. Disana kita pesan kakap bakar 1 kg, sayur asem sayur kangkung, nasi dan minum. 
Selesai makan, keponakan ane renang ditemani bapak ane. Ane nemenin ibu ane celup kaki di aliran mata air. Ane seneng liat ibu ane bisa kelihatan senang setelah sekian lama. Semoga ane bisa sering-sering ajak ibu ane jalan-jalan.
Kami pulang sekitar jam setengah 5 sore, setelah nemani keponakan ane makan pop mie Sampai rumah sekitar jam 5. Ane habiskan malam itu untuk tiktok-an, dimana ane lagi seneng belajar psikologi. Sekitar jam 12 ane tidur.

[2] Sawadee Thailand : Keliling Kota Bangkok sampai Lutut Geter

Trip ini merupakan rangkaian trip Thailand - Kamboja - Malaysia yang kulakukan dari 23 Januari 2012 - 2 Februari 2012. Part selanjutnya dari setiap cerita akan aku berikan linknya di bagian paling bawah postingan.

PART sebelumnya : DISINI

24 Januari 2012

Aku terbangun pagi-pagi dan menikmati udara segar Kota Bangkok lewat jendela kamar. Angin dingin menimpa wajahku. Aku bahagia dan bersemangat. Ini adalah hari yang kutunggu, akhirnya aku akan menjelajah Kota Bangkok sampai ke jantung pelosoknya! Beberapa tempat wisata eksotis sudah kutandai di peta (saat itu aku belum ngerti google map). Tidak boleh ada yang terlewat! wkwkwk.

Alfi yang masih tertidur pulas kubangunkan untuk bersiap-siap. Kami selesai mandi dan bersiap-siap, dan sewaktu menginjakkan kaki keluar penginapan, jam menunjukkan pukul 9. Sarapan tentulah tidak kami lewatkan, kebetulan aku memang sudah bawa pop mie dari Indonesia untuk menghemat. Air panas tinggal minta gratis di penginapan. Suasana pagi hari di sekitar Khaosan Road bisa dikatakan berbeda 1800 dengan suasana malamnya. Kalau pagi hari kita akan menjumpai sebuah jalan sepi di perkampungan yang nyaris tidak seperti Khaosan Road. Musik disko sunyi senyap, pintu-pintu rumah makan, rumah pijat, supermarket masih tertutup rapat. Jam disini seakan menyesuaikan dengan jam biologis bule, bangun siang-siang, tidur pagi-pagi.

Seperti Indonesia, di kawasan sekitar Khaosan Road ini juga banyak penjual yang menjual sarapan dengan menu lokal. Terdapat berbagai macam sayur, ikan panggang, goreng-gorengan yang dijual dengan harga yang tentunya terjangkau. Aktivitas para penjual sarapan pagi ini seakan tidak terpengaruh oleh aktivitas para backpacker malas yang kebanyakan masih meringkuk malas di balik selimut sampai tengah hari.

Suasana sekitar Khaosan Road di pagi hari. Beda banget kan gan...hehehe

Ini dia gan sarapan ala Bangkok, mirip-mirip dengan Indonesia ya..

Aku menggunakan buku panduan “Top 10 Bangkok” untuk menjelajah Kota Bangkok. Buku yang mendorongku dengan sangat kuat untuk bermimpi ke luar negeri pertama kali. Berjalan kaki perlahan meninggalkan penginapan, tempat pertama yang kami lewati adalah bangunan Galeri Nasional Thailand. Galeri Nasional terbesar di Thailand ini awalnya disebut Rong Kasap Sitthikan. Saat itu, Raja Rama V memerintahkan untuk membangun sebuah pabrik percetakan koin yang baru untuk menggantikan pabrik yang lama (berlokasi di dasar Grand Palace). Lokasi pabrik yang baru ini yang cikal bakalnya menjadi Galeri Nasional Thailand merupakan mantan istana keluarga Phraratchawang Bowonsathan Mongkhon. Disini aku hanya berfoto di bagian depannya saja. Maklum, masih norak tiap liat aksara Thailand hihihi.


Biasa kan baru keluar negeri pertama kali, asal ada tulisan aksara Thailand aja langsung foto disitu haha. Disini aku juga sadar kalau di sepanjang ruang publik dan jalan di Kota Bangkok banyak dipasang foto Raja Thailand yang saat itu sedang menjabat, Raja Bhumibol Adulyadej (Raja Rama IX). Setelah ku-browsing, ternyata alasannya adalah: 

1) Penghormatan: Raja dianggap sebagai simbol persatuan dan stabilitas bagi negara. Rakyat Thailand menunjukkan rasa hormat mereka dengan memasang foto Raja di tempat umum 

2)Warisan Budaya: Monarki memiliki peranan penting dalam sejarah dan budaya Thailand. Foto-foto Raja sering kali dipajang dalam konteks tradisi dan nilai-nilai yang dihargai oleh masyarakat.

3)Acara dan Perayaan: Pada hari-hari penting, seperti ulang tahun raja, foto-foto Raja dipajang secara luas dalam rangka merayakan pencapaian dan kontribusinya bagi negara.

4)Keamanan dan Keselamatan: Dalam budaya Thailand, menghormati Raja adalah bagian dari norma sosial. Menghina atau merendahkan citra Raja dianggap serius dan dapat mengakibatkan konsekuensi hukum.

Spot foto kedua kami adalah Gedung Teater Nasional Thailand yang berjarak cukup dekat dari Galeri Nasional. Aku memang orangnya cukup detil gan kalau masalah traveling, tempat/landmark sekecil apapun bakal kukunjungi kalau masih saling berdekatan hehehe. Gedung Teater Nasional ini merupakan  tempat yang sering menjadi tuan rumah pertunjukan seni tradisional Thailand, seperti lakon, wayang, dan tarian klasik, serta pertunjukan internasional.
 

Selesai dari sini, kami sempat berfoto di landmark berupa tugu dengan dominasi cat putih. Aku sendiri kurang tau itu tugu apa karena yang kuperhatikan, cuma ada penjelasan dalam aksara Thailand. Dari sini, sebenarnya sudah dekat sekali dengan salah satu tempat wisata utama yang akan kami kunjungi hari ini yaitu Wat Phra Kaeo / Grand Pallace. Inilah tempat wisata pertama yang akan kami kunjungi hari ini.


Saat itu Kota Bangkok cukup rame gan, karena memang waktu aku berkunjung kesana (Bulan Januari) adalah high season, dimana musimnya sejuk-sejuk manja gitu. Aku banyak menjumpai bus-bus wisata yang membawa wisatawan dari berbagai negara. Sebelum menuju Wat Phra Kaeo kami sempat mampir ke Lapangan Sanam Luang. Lapangan Sanam Luang Sanam Luang sejak abad ke-19 sering digunakan untuk acara-acara besar, seperti perayaan Hari Raja, upacara peringatan, dan festival lainnya.

Lapangan Sanam Luang 

Karena ane ini orang yang cukup detail dan tak mau terlewatkan spot foto sedikitpun, sebelum masuk Grand Palace ane ajak Alfi untuk berfoto di Musium Bangkok dulu yang berada di seberang Lapangan Sanam Luang. Kebetulan pas hari itu memang museumnya lagi tutup jadi kami hanya berfoto di depannya.


Mungkin karena  muka kami lugu atau apa, saat kami berfoto ada seorang Bapak yang tiba-tiba mendekati kami dan bertanya dengan ramahnya darimana kami berasal dan apakah ini pertama kalinya kami ke Thailand. Kami yang tidak tahu apa-apa senang aja diajak ngomong sama orang lokal. Bapak ini terlihat sangat ahli banget gan, menjelaskan tentang wisata di Kota Bangkok, selain itu juga meminjam peta ane untuk menunjukkan lokasi-lokasi wisata yang dia maksudkan. Disitu dia juga bilang kalau Grand Palace hari ini tutup karena ada acara kerajaan dan alih-alih malah menyuruh kami ke tempat lain. Sama sekali tidak ada rasa curiga di benak ane, tanpa kami sadar bahwa kami sedang terkena scam. Bapak itu menyuruh kami jalan-jalan ke Wat Indrawihan, Happy dan Lucky Budha, kemudian mengunjungi toko gemstone yang katanya kualitas terbaik dengan harga murah. Untuk menuju ketiga tempat ini kami hanya perlu membayar tuk-tuk 20 bath. Kami yang tergoda dengan harga murah itu langsung saja mengiyakan dan diantarkan menuju tempat wisata utama Wat Indrawihan.


Di dalam Wat Indrawihan ini highlight utamanya adalah patung Buddha berdiri setinggi 32 meter yang dikenal sebagai Luang Pho To atau "Phra Si Ariyamettrai." Patung ini didirikan sebagai penghormatan kepada biksu terkenal Somdej Toh, yang masih sangat dihormati hingga saat ini. Patung Buddha berwarna emas tersebut terlihat memakai jubah dengan pandangan mata mengarah ke bawah. Selain itu disini juga terdapat beberapa tempat peribadatan, terlihat beberapa orang sedang berdoa kepada Buddha sambil membawa bunga teratai. Di beberapa tempat juga terdapat lemari kotak-kotak yang berisi abu orang yang sudah meninggal. Setelah ane browsing, penggunaan bunga dalam berdoa melambangkan kesucian dan penghormatan. Masyarakat Thailand percaya bahwa bunga dapat mendatangkan berkah dan kebaikan. Selesai mengelilingi Kuil yang cukup fotogenik ini, kami diantarkan ke tujuan selanjutnya, Happy dan Lucky Budha.
Luang Pho To atau "Phra Si Ariyamettrai"

Ane dan Alfi hanya menghabiskan waktu sesaat disini karena tidak ada yang bisa dilihat lagi disini gan. Happy dan Lucky Budha hanya berisi Kuil dan sebuah sekolah untuk anak-anak yang mau mendalami agama Buddha gan. Setelah berbincang sejenak dengan penjaga kuil, ane pun kembali ke supir tuk-tuk.

Selesai dari situ, tiba-tiba supir tuk-tuk ini menurunkan kami di sebuah toko gemstone kecil. Ane dan Alfi hanya bisa saling berpandang-pandangan, dan dengan kompak mengatakan ke supir tuk-tuk kami nggak mau masuk. Tapi supir tuk-tuk ini maksa banget gan, katanya kami disuruh masuk aja. Nggak usah beli gak apa-apa, supaya dia dapat kupon bensin katanya. Woalaaah, kami baru sadar kalau daritadi ternyata kami kena scam aja. Dengan berat hati dan malas, kami pun masuk ke toko itu. Para pegawainya terlihat malas-malasan melayani kami karena mereka sudah tahu dengan jelas, kami hanya anak muda korban scam. Nggak ada yang murah gan disini, kalung yang paling murah aja harganya 15.000 bath. Capede. Nggak sampai 5 menit kami disini, akhirnya kami minta diantarkan supir tuk-tuk ke Grand Palace langsung.

Ternyata Grand Palace itu luas banget gan, dan untuk menemukan pintu masuk tempat pembelian tiket bukan perkara mudah. Karena merasa capek dan lapar, akhirnya ane memutuskan makan siang Pad Thai Ayam di pinggir jalan. Rupanya rasa Toum Yam Soup kemarin nggak membuat ane kapok haha, tapi Pad Thai ini rasanya enak banget gan. Agak manis dan mirip kwetiaw goreng. 1 piring Pad Thai yang super mantap ini dihargai 40 bath.


Mendapatkan pencerahan dari Pad Thai, akhirnya kami berhasil menemukan pintu masuk Grand Palace. Saat itu Januari 2012, tiket masuk per orangnya seharga 120 Bath. Bahkan kalau kita bisa berbahasa Thailand, bisa menyamar jadi orang Thailand pas beli tiket, cuma bayar 20 bath. Grand Palace sendiri merupakan kompleks bangunan yang didirikan pada tahun 1782, dimana selama periode tahun 1782 hingga tahun 1925 dijadikan tempat kediaman resmi Raja Thailand dan pusat pemerintahan. Sejak tahun 1925, Raja Prajadhipok (Raja Rama VII) pindah ke Chitralada Palace, yang kemudian menjadi kediaman resmi raja setelahnya. Tapi meskipun sudah tidak menjadi tempat kediaman resmi raja, Grand Palace masih digunakan untuk berbagai upacara resmi dan acara kerajaan, sehingga tetap memiliki makna penting dalam kehidupan monarki Thailand.

Kami menghabiskan waktu cukup lama disini karena asli Grand Palace ini luas banget gan. Highlight utamanya tentunya adalah Istana Raja. Disinilah kami berkenalan dengan seorang Solo Traveler asal Korea. Jadilah kami bertiga menyusuri Wat Phra Kaeo yang seakan tanpa habis ini hehehe.

Grand Palace dikenal dengan arsitektur yang indah dan detail yang rumit, menggabungkan gaya tradisional Thailand dengan pengaruh barat. Di dalam Grand Palace juga terdapat Wat Phra Kaew (Kuil Buddha Zamrud), yang merupakan kuil paling suci di Thailand. Di sini terdapat patung Buddha Zamrud yang sangat dihormati.



Puas mengelilingi Wat Phra Kaeo, kami pun beranjak ke tempat wisata selanjutnya yaitu Wat Pho. Wat Pho ini letaknya cukup dekat dengan Wat Phra Kaeo jadi kami kesana dengan berjalan kaki. Januari 2012, tiket masuk yang kami bayar adalah 50 bath.

Wat Pho, atau Wat Phra Chetuphon, adalah salah satu kuil Buddha tertua dan terbesar di Bangkok, Thailand. Kuil ini terkenal karena patung Buddha tidur (Phra Buddha Reclining) yang monumental, yang panjangnya mencapai 46 meter dan dilapisi dengan emas. Wat Pho didirikan pada abad ke-16, tepatnya selama pemerintahan Raja Rama I (1782-1809). Namun, kuil ini mengalami renovasi dan perluasan yang signifikan pada abad ke-19, terutama oleh Raja Rama III, yang memperkenalkan banyak elemen arsitektur dan seni yang sekarang dikenal di kuil ini. Kuil ini menampilkan arsitektur Thai yang khas, dengan stupa, pagoda, dan hiasan yang indah.



 
Perjalanan pun ane dan Alfi lanjutkan menuju Wat Arun. Mungkin agan belum bisa disebut sepenuhnya menikmati Kota Bangkok jika belum mengunjungi trio Wat paling terkenal ini, Wat Phra Kaeo – Wat Pho – Wat Arun. Untuk menuju Wat Arun, kita harus menyeberang Sungai Chao Phraya dulu gan dengan tarif 3 bath/orang karena Wat Arun terletak di sisi barat sungai. Penyeberangan hanya berlangsung 5 menit dan untuk masuk ke Wat Arun dikenai tarif 50 bath (Januari 2012).



Untuk menikmati Wat Arun secara maksimal, kita diharuskan mendaki beberapa anak tangga sampai ke tingkat 2 gan. Mendakinya butuh sedikit perjuangan karena tangganya sempit dan curam. Dari tingkat 2 inilah kita bisa memandang Sungai Chao Phraya yang mengalir membelah Kota Bangkok. Pemandangannya cukup indah dan memanjakan mata.

Selesai berfoto-foto dan puas memandangi Kota Bangkok dari ketinggian, perjalanan kita lanjutkan ke pasar-pasar tradisional Thailand. Karena ingin mencoba transportasi kapal, kami pun mencoba naik kapal dari Dermaga Wat Arun menuju Dermaga seberangnya (yang menuju pasar) dengan tarif per orang 20 bath. Menurut ane, transportasi menggunakan kapal ini sangat nyaman banget dan relatif cepat karena hampir tidak ada hambatan selain air itu sendiri.

Nggak usah ditanya rasa kaki ini gan, cuapeeknya setengah mati. Tapi kita berdua adalah backpacker yang tak mau rugi sedikitpun. Jadi tetap aja jalan seharian. Dari pasar ini, perjalanan kita lanjutkan ke Little India-nya Thailand. Well, sebenarnya ini ane yang maksa. Nggak tau rasanya seneng aja gitu gan kalau dengar kata India. Di sepanjang Little India ini banyak ane jumpai pedagang-pedagang mulai dari makanan, baju, perhiasan imitasi, perhiasan asli, de el el.

Rencananya, tujuan terakhir kami hari ini adalah mengunjungi MBK, salah satu mall terbesar di Bangkok yang konon katanya “mall semua kalangan” alias tidak mahal-mahal amit. Saat dirasa cukup mengelilingi Little India, kami pun menunggu bus di halte dengan beberapa penumpang yang lain. Saat itu Alfi dengan cekatan bertanya kepada remaja cewek Thailand di samping kami. Dengan sangat baik dia mengajak kami sama-sama naik bus karena tujuannya sama.


Aku sendiri lupa gan nama teman baru kami asal Thailand ini, yang jelas didalam bus percakapan kami berlangsung cukup lancar walau bahasa inggrisnya terbata-bata. Disini kami belajar budaya baru Thailand yaitu saat kondektur mau menariki ongkos bis, dia akan mengeluarkan bunyi2an  dengan mengocok-ngocok kaleng besar yang berisi dengan uang logam. Saat sampai kami, kondektur ini mengatakan tarifnya dalam Bahasa Thailand. Kami pun kebingungan awalnya, nggak ngerti harus bayar berapa duit. Tetapi dengan bantuan teman baru kami tadi, akhirnya terjawab tarifnya 20 bath. Kami diberi sobekan kertas kecil sebagai tanda telah membayar.

Kami pun mengucapkan salam perpisahan singkat kepada teman baru kami dan segera masuk menjelajah MBK. 

Saat memutuskan berhenti makan di KFC dalam mall, kami kembali dipertemukan dengan warga Thailand yang baik banget gan. Cewek Thailand setengah baya ini menunjukkan kepada kami dengan cukup detail cara naik MRT kembali ke Khaosan Road. 

Saat sampai di Stasiun Ratchadamri, ane nggak sengaja lihat pasar malam dengan lampu warna warni di bawah sana. Seakan kaki kami ini nggak punya capek, kami pun langsung turun dan melihat-lihat puluhan kios yang menjajakan dagangan mereka. Seperti beberapa pasar dan mall yang sudah kami kunjungi hari ini, kebanyakan kios menjual baju, sepatu, aksesoris, kerajinan, makanan maupun minuman. Aku sendiri sempat membeli beberapa snack murah untuk bekal perjalanan ke Kemboja besoknya.


Pukul 23.00, akhirnya selesailah perjalanan kami menjelajah Kota Bangkok yang sangat cozy abis ini gan. Jika mau mengelilingi semua tempat wisata, setidaknya agan harus meluangkan 3 hari di Kota eksotis ini gan. Menembus keramaian Khaosan Road dengan tubuh lelah dan wajah berminyak, kami pun segera mandi dan merebahkan badan untuk melanjutkan perjalanan esok hari ke negara kedua kami, Kamboja.

Kesimpulan : Busettt dah, superb banget tenagaku dan Alfi hari ini untuk menjelajah Kota Bangkok! Pantesan lutut ane sampe geter-geter..Salut! Wkwkwk...


PART Selanjutnya : DISINI

6.27.2024

Solo, 8 September 2010 : Edit Foto ke Amerika🤣

 

Ane inget, tahun 2010 adalah saat-saat gilanya ane bener-bener pengen ke Amerika Serikat. Ane ngefans banget sama negara Paman Sam ini, bahkan ane inget sempet bikin klipping tentang profil dan sejarah negara ini 😁😁 (Oh I wish I can find that klipping). Impian ane adalah kerja dan tinggal disana, bahkan sempet pengen masuk Angkatan Lautnya AS (NAVY)😁😁. Hal itu dipengaruhi juga oleh beberapa film Hollywood yang ane tonton kayak Annapolis sama Forgetting Sarah Marshall. Bahkan salah satu sahabat ane saat itu sampe bilang ane ini 'pengkhianat' karena pengen tinggal dan jadi warga negara sana wkwkwk.





8 September 2010, ane saat itu posisi semester 1 kuliah di Fakultas Teknik. Dan gara-gara habis nonton film Annapolis - film tentang perjuangan seorang pemuda untuk masuk dan bertahan di Angkatan Laut Amerika Serikat / NAVY yang diperankan oleh James Franco, ane tetiba punya pikiran random mau edit foto ane berdiri di depan gerbang US Naval Academy. Bahkan saat itu ane langsung DM temen ospek jurusan ane, Ajeng, untuk ajarin ane Photoshop!  Buset dah! 🤣. Dan setelah beberapa saat utak utik, berhasil juga jadi foto diatas😁😁.

Saat itu ada beberapa temen fb yang komen menanyakan apa ane udah ke Amerika Serikat. Ane sengaja ga jawab supaya pada tambah penasaran😁.

PS: Akhirnya ane berhasil ngunjungin Amerika Serikat for the first time tanggal 18 September 2017 dengan menginjakkan kaki di Honolulu, negara bagian Hawai'i.

Dan kedua kalinya pada 25 Maret 2019 dengan menginjakkan kaki di Los Angeles, negara bagian California.

Untuk US Navy di Annapolis, ane emang belum pernah mengunjunginya, namun pangkalan US Navy yang pernah ane kunjungin adalah Pearl Harbor di Hawai'i pada 23 September 2017. Ini foto asli ya haha.. Minta tolong sesama solo traveler yang lewat.

Semuanya berawal dari sebuah editan iseng.😁😁

Oya salah satu yang terus memotivasi ane menggapai semua mimpi ane adalah quote ini yang ane dapatkan dari film Annapolis.


Pertanyaan update, apakah aku masih ingin kerja dan tinggal di AS, bahkan jadi warga negaranya? Sekarang tanggal 27 Juni 2024, ane udah bertambah 14 tahun sejak foto editan dan status-status itu dibuat, dan jawabannya adalah 'NO'. Ane akan tetep tinggal di Indonesia dan jadi warga negara Indonesia yang baik heheheh..

6.26.2024

Boyolali, 26 Juni 2024 : Usual but not to Forget

Hari ini ane bangun jam 10 pagi. Arrgghh siang banget wkwk.. gara-gara semaleman asik tiktok-an ga sadar udah menunjukkan jam 2 lebih 😁. Sadar kesiangan ane segera bangun dan bersih-bersih, setelahnya seperti biasa kasi makan 3 kucing ane. Kelar kasi makan, ane masak tumis cumi udang sama goreng gurami untuk ane dan ortu ane makan. 

Kelar urusan domestik, setelahnya sekitar jam 2 siang ane beranjak ke cafe langganan tempat ane kerja di Kota Boyolali. Disitu pesen menu andalan ane, es kopi susu base (tanpa gula), nasi beef teriyaki dan kroket. Ane kerjain revisi dokumen pertambangan lokasi Trenggalek sampai jam 6 sore. Well, sebenarnya dokumen ini sudah mendapatkan persetujuan. Tapi ternyata karena di dalamnya ada kawasan perhutani, jadilah harus dipotong petanya dan memohonkan persetujuan ulang.. 

Setelahnya ane pergi ke Luwes. Niat awalnya mau beliin ibu ane fresh care besar, karena tangan ibu ane sering sakit, tapi ternyata ga ada. Jadi yaudah ane sekalian aja beli kebutuhan yang lagi habis di rumah. Ane juga beli 2 pax kertas minyak, untuk alas piring waktu camping nanti. Jadi supaya ga banyak cucian piring.




Sekitar jam 19 lebih ane pulang, disambut kucing-kucing ane yang minta makan. Ibu ane lagi terapi seperti biasanya. Setelah mandi, ane tiktok-an sebentar, habis itu lanjut kerja dikit dokumen izin baru di Magetan dan tidur. 

Thanks for today..It's usual day but I dont want to forget.

6.11.2024

[PART 1] Cảm ơn Vietnam, 31 Januari 2023 : Berangkat ke BALI!

Trip ini merupakan rangkaian perjalanan ke Singapura - Vietnam yang aku lakukan dari 30 Januari 2023 - 18 Februari 2023. Part selanjutnya dari setiap postingan akan aku beri pada link di bagian paling bawah setiap cerita.

 

Trip ini berawal dari keisenganku hunting tiket murah dari Indonesia ke beberapa negara Asia Tenggara. Entah kenapa, aku lagi pengen banget traveling ke negara yang “mudah”. Mudah di sini maksudnya, selama ini aku kan cenderung traveling ke negara-negara yang jauh, di mana tiket ke sananya (kalau mau dapat murah) harus mengandalkan promo dari Tiket, Traveloka, Agoda, dan sebagainya; harus bikin perencanaan perjalanan yang rumit; harus searching soal aktivitas yang harus dilakukan, booking-booking day trip; mikirin transportasi lokal maupun interlokal dari satu kota ke kota lain; dan seterusnya.

Nah, kali ini aku pengen ke negara yang nggak bikin aku terlalu ribet mikirin itu semua. Negara yang tiketnya murah, itinerary-nya gampang disusun, booking hotelnya simpel, dan biaya hidupnya juga ramah di kantong.

Dan tiba-tiba semua itu terwujud ketika aku mendapatkan tiket promo Denpasar – Ho Chi Minh City naik Scoot Airline, hanya 900 ribu rupiah sekali jalan! Bonusnya lagi, transit di Singapura sampai 24 jam juga gratis. Lumayan banget kan. Kalau dipikir-pikir, terakhir kali aku ke Vietnam itu tahun 2017. Waktu itu backpackeran singkat, cuma 3 hari di Ho Chi Minh City bareng dua teman kerjaku. Artinya sudah sekitar enam tahun yang lalu. Jadi, trip kali ini cukup bikin aku excited. Apalagi rencananya, aku ingin menelusuri Vietnam dari selatan ke utara, mulai dari Ho Chi Minh City sampai Hanoi. Aku juga nggak mempermasalahkan harus berangkat dari Denpasar. Toh sekalian saja liburan dulu di sana sebelum lanjut ke Vietnam. Mantap lah.


Untuk tiket kepulangan, aku dapatkan sekitar 2 bulan kemudian saat ada promo "pembayaran menggunakan peso Argentina menggunakan kartu visa" wkwkwk. Promo yang agak unik ya, dimana dengan promo ini juga aku mendapatkan tiket ke Asia Tengah. Untuk rute pulangnya adalah Hanoi - Denpasar, dengan transit Singapura, dimana harganya hanya 700ribuan karena promo diatas. Berarti total aku hanya membutuhkan 1,6 juta rupiah untuk tiket PP ke Vietnam dari Bali. Murah!


Bersamaan dengan beli tiket pulang, ane juga beli beberapa tiket pesawat domestik untuk berpindah kota selama di Vietnam. Setelah browsing singkat, ane berencana akan mengunjungi Kota Ho Chi Minh City (HCMC) - Kota Danang - Kota Hoi An - Kota Hue - Kota Hanoi - Kota Sapa - dan kembali ke Hanoi sebelum pulang. 


Sumber Peta : DISINI

Jadi selanjutnya ane melakukan pembelian tiket pesawat domestik HCMC - Danang, serta Danang - Hanoi. Selain itu ane juga memesan tiket sleeper bus Hanoi - Sapa PP. Ane merasa lega saat sudah mengamankan semua tiket pesawat, karena berarti tinggal booking penginapan dan membuat rencana harian ke tempat-tempat yang dikunjungi saja. Oiya FYI ane sama sekali ga mempertimbangkan naik bis dari HCMC ke Danang, dan Danang ke Hanoi karena jaraknya yang sangaaat jauh, naik bis bisa puluhan jam. Menurut ane sangat ga efektif, n ane takut malah kecapekan di jalan. Toh tiket pesawat domestiknya murah, hanya di 400ribuan/orang/sekali jalan naik Vietjet Airlines. Mantap lah.

Selanjutnya ane melakukan booking-booking penginapan untuk setiap kota yang ane kunjungi. Jujur ane seneng banget karena di Vietnam itu pilihan hotelnya banyak + murah! Dengan fasilitas yang cukup lengkap, ane mendapatkan di kisaran 100-200ribu/malam. Beres masalah penginapan, ane juga membuat rencana harian di setiap kota. Pokoknya ane benar-benar rencanakan dengan detail, supaya sampai sana udah tau harus melakukan apa, dan akan meminimalisir buang-buang waktu. Setelah semuanya siap akhirnya ane berangkat dari Surabaya ke Banyuwangi menggunakan kereta andalan sejuta backpacker - Probowangi 😁.

Saat itu ane masih ngontrak di Surabaya. Rumah kontrakan ane ini posisinya agak di pinggiran, dan deket area hutan bakau. Pengalaman ane kalau pesen ojek online pagi-pagi (dibawah jam 5) ga pernah ada yang mau ambil entah kenapa. Karena kereta Probowangi dari Surabaya ke Banyuwangi ini pagi (sekitar jam 05.30), ane terpaksa memilih option naik motor dari rumah ke stasiun. Rencana motor itu akan ane titipin di Stasiun Gubeng. Biayanya berapa parkir inap 18 hari ++? Tau ah pikir nanti aja wkwk.

Perjalanan berlangsung dengan lancar. Ane juga masih sempet ngerjain beberapa permohonan izin tambang klien ane meliputi ttd meterai, stempel dan scan berkas. Semuanya dilakukan di kereta berjalan, praktis!
Sekitar jam 1 siang akhirnya ane sampai di Stasiun Ketapang, Banyuwangi. Ane segera jalan kaki 500 meter sampai Pelabuhan Ketapang. Dan setelah makan siang singkat dengan nasi bungkus, ane putuskan naik bus Banyuwangi - Denpasar yang udah banyak standby di deket area pelabuhan dengan tarif 70rb/orang. Hitung-hitung hemat energi karena ane ga harus jalan kaki ke area pelabuhan.
Perjalanan Banyuwangi - Denpasar (termasuk nyebrang) ane tempuh dalam 6.5 jam.  Bis ane ternyata ga turun di Terminal Ubung, tapi sekitar 1 kilometer sebelum Terminal Ubung. Jadilah setelah turun ane makan ayam lalap sebentar dan jalan kaki ke Terminal Ubung. Rencana ane akan naik bus untuk menuju area Kuta. Disana ane udah reservasi Spazzio Hotel Denpasar selama 3 hari 2 malam.

Ane tidak menjumpai masalah berarti. Bis ke Kuta bisa langsung dapat, sangat nyaman dan bisa dibayar menggunakan QRIS. 
Sampai pemberhentian bis di Kuta ane jalan sebentar menggunakan google maps untuk sampai ke Spazzio Hotel dan akhirnya check in di jam 7 malam. Huahhh melelahkan juga ya perjalanan hari ini! Setelah mandi dan beristirahat sebentar, ane keluar ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan dasar seperti air, snack, bubur siap saji, dan abon. Beberapa untuk bekal selama di Denpasar ini, beberapa untuk di Vietnam nanti. Ane juga sempet jalan-jalan di sekitar penginapan dan berniat mau beli indomie goreng. Namun karena antrinya lama banget jadi ane urungkan dan kembali ke kamar. Disitu ane masak mie goreng sendiri pakai rice cooker mini hehe, malah ngirit ya!


 Ane sempet nongkrong sebentar di kursi di bagian depan cafe untuk laptopan, sebelum jam 10 akhirnya kembali ke kamar dan tidur. Besok berangkat ke Singapore!



Part Selanjutnya : DISINI

6.08.2024

Boyolali, 2 Juni 2024 : Bengkel Kaki-Kaki, Moen-Moen, Starbucks

Hari ini ane bangun jam 07.30, tapi baru beranjak dari kasur jam 08.00. Tidur semalam cukup enak jadi hari ini ane berasa segar. Oya semalam ane sempet bangun jam 2 pagi untuk lihat final liga champions Dormunt vs Madrid, namun cuma liat 5 menit udah bablas tidur lagi wkwk.. ane ga jagoin siapapun, karena perasaan ane sama 2 club ini biasa aja. 

Bangun tidur ane langsung cek aplikasi Liga Champions dan ternyata Madrid menang 2-0. Dan menjadi trofi Liga Champions ke-15 mereka sepanjang sejarah! Hala Madrid! Bener-bener ini club adalah 'King of Europe'. Club terdekat yang bisa menyaingi dalam perolehan Liga Champions adalah AC Milan, itupun masih 7 gelar!

Bangun dari kasur seperti biasa ane rapikan kasur, mandi, kasi makan kucing dan makan. Kucing ane emang kebiasaan, ane bangun tidur pasti langsung dikejar minta makan! Ngeselin banget wkwk.

Beginilah manisnya kalau mode minta makan.

Setelah makan sekitar jam 11 siang, ane kepikiran mau langsung bawa mobil ane Si Kia Rio ke bengkel kaki-kaki. Jadi dari 2 bengkel sebelumnya (bengkel pertama ganti olie mesin dan matik dan bengkel kedua servis rutin) keduanya kompak mengatakan kaki-kaki mobil ane udah kocak. Artinya penghubung antara body mobil ke roda itu banyak yang udah error, sehingga beberapa bagian perlu diservis maupun diganti. Sesuai rekomendasi dari bengkel kedua (bengkel servis rutin), ane bawa mobil ane ke OJ Shock, bengkel di deket rumah ane yang khusus menangani kaki-kaki. Ane kesana sekitar jam 11 siang, berangkat berdua dengan bapak ane. 

Sampai di OJ Shock ane sampaikan catatan kerusakan kaki-kaki yang udah dilist sama Bengkel servis rutin kemarin. Lumayan panjang dan banyak. Tapi montir di OJ Shock bilang ini semua akan diliat dulu, kalau ada yang bisa diperbaiki akan diperbaiki dulu. Karena mereka butuh waktu lama untuk membongkarnya, ane tinggal Si Kia Rio dan pulang ke rumah.


Dirumah sebentar, akhirnya ane putuskan mau kerja di luar, ke Starbuck Solo Square. Ane sebelumnya meluncur dulu ke Steak Moen-Moen dulu karena ane laper. Selesai makan sekitar jam 15 ane meluncur di Starbuck dan kerja dari jam 15-18.30. Hari itu ane masih fokus mengerjakan dokumen perubahan (untuk revisi perpanjangan) yang jumlah halamannya >200. Meskipun ane masih nunggu keputusan dinas apakah dokumen perubahan itu jadi atau tidak, namun dengan membuatnya dulu ane harap bisa siap jika memang dibutuhkan.
Oya sorenya ane dikabari OJ Shock kalau perbaikan kaki-kaki mobil ane udah selesai. Buset cepet banget ya! Salut ane. Dia menjelaskan ada beberapa sparepart yang diservis, ada yang diganti. Dan habisnya 1,975 jt. Alamaakkk..😁. Tapi ane bersyukur karena itu justru dibawah estimasi ane yang 3 jt. 

Dari Starbuck ane pulang dan segera mengajak bapak ane untuk ambil mobil di bengkel. Dan setelah ane kendarai, emang jadi alus banget gan! Hehe.. suara "kruk kruk" yang biasanya muncul dari roda/pintu depan kanan udah hilang. Mobil senyap dan ketika digas halus banget. Mantap! Ane ga merasa nyesel ngeluarin duit kalau hasilnya maksimal gini.

Selesai urusan mobil ane pulang dan masih mengerjakan beberapa urusan domestik seperti kasi makan kucing, rebus ikan kucing, mandi, makan sate dengan lalapan daun selada. Oya sebelum pulang tadi ane juga sempet ambil duit tambahan untuk ngisi 'dompet kebutuhan bulanan' ane. Selesai skincare ane juga masih mengirimkan surat permohonan pengantar pencairan salah satu klien. Mendengarkan dhamma sebentar, akhirnya ane tidur jam 23.30.