Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

10.07.2013

[1] FILIPINA TRIP: Dari mendarat tengah malam, kakiku diraba-raba, sampai digandeng Nelson!

Trip ini merupakan rangkaian perjalanan ke Singapura - Malaysia - Filipina yang aku lakukan dari 30 Januari 2013 - 6 Februari 2013. Perjalanan ini merupakan pengalaman solo backpacker pertamaku. Part selanjutnya dari setiap postingan akan aku beri pada link di bagian paling bawah setiap cerita.

Part Sebelumnya : DISINI


Beberapa hari sebelum ke Filipina, aku sempat diberi tahu dua temanku untuk waspada dan hati-hati pas di sana, karena katanya banyak orang jahat (bahkan bawa pistol) dan kriminalitas cukup tinggi. Jujur, nasehat itu bikin aku agak keder, apalagi ini pertama kalinya aku ke Filipina dan aku pergi sendirian. Tapi aku berusaha berpikir positif atas semua itu dan menekadkan langkahku menuju negara bekas jajahan Spanyol ini.

Aku seorang backpacker dan aku harus berani!! Saat itu yang membuat keberanianku meningkat drastis adalah pikiran begini: “Gimana kalau nanti aku dapat kesempatan menjelajah Afrika, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan aku harus melakukannya sendirian? Masak yang masih di satu regional aja aku udah takut?”

Tanpa berpikir panjang, aku langsung bikin rencana perjalanan.

Diosdado Macapagal International Airport, setelah mendarat gan..
Sumber: dokumentasi pribadi

Seperti biasa, dihadang imigrasi dulu..
Sumber: dokumentasi pribadi

Tengah malam. Ya, jam dua belas lebih dikit waktu Filipina (setara WITA), akhirnya aku mendarat di Filipina tepatnya di Diosdado Macapagal International Airport, Angeles City. Btw, berdasarkan hasil browsing sebelum berangkat, bandara ini masih sejauh 85 km dari Manila. Jadi saat itu pilihannya ada dua: tidur di airport nunggu pagi, atau langsung naik bus malam itu juga ke Kota Manila.

Dengan dorongan temen baruku di pesawat asal Malaysia, Rusli, aku akhirnya memilih untuk langsung naik bus ke Manila. Harga tiket busnya 400 peso (sekitar 80 ribu rupiah, Februari 2013). Busnya cukup nyaman, kursinya lebar dan ber-AC.

Kenampakan bus Philtranco yang membawaku dari bandara ke Manila
Sumber: weekendhaven.com

Jujur aku sempat bertanya-tanya dalam hati: nanti aku bakal diturunin di mana? Apakah terminalnya masih sepi dan gelap? Gimana kalau aku ditodong? Diculik? Diperkosa? Hahaha, semua pikiran itu sempat berkelebat di benakku dan bikin aku merinding disko! Matilah aku!!

Untungnya Rusli mulai tanya-tanya ke supir, di mana aku bisa diturunkan. Supirnya balik nanya aku mau ke mana. Aku jawab mau ke Kota Vigan, dan akhirnya dia bilang bakal nurunin aku di pool bus yang menuju ke Vigan. Singkatnya begitulah obrolan kami.

Btw, si Rusli ini nggak berhenti ngoceh: “wah, seandainya saye nggak sudah janji sama temen saye buat nyelem di Batangas, saye bakal nemenin kamu selama di Filipin.” AJE GILEEEE... bukannya aku nggak mau travel bareng temen baru, tapi Rusli ini udah bapak-bapaaaakkk. Aduh, gimana nanti nasibku?? Bwahahahaha.

Loncat cerita, kebaikan orang Filipina aku rasain pertama kali waktu ngobrol sama supir bus ini. Sewaktu dia bilang bakal nurunin aku di pool bus yang mau ke Vigan, dia ngomong: “Wah harusnya nih ya neng 450 peso, tapi it’s oke lah. Nevermind. For you which so cute and sweet.” (Kalimat terakhir langsung aku tambahin sendiri #langsung_ngaca 🤭). Saat itu aku yang habis ditipu supir taksi fu*k di Kuala Lumpur langsung bersyukur banget. “Wuuuaahh… ternyata masih ada juga orang baik, nggak mata duitan.” Mungkin dia kasihan sama aku kali ya, kecil, kurus, sendirian bwahahaha. Senjata memelas ini bakal kepake lagi nanti waktu aku ditipu drastis kedua kalinya di Manila—itu ada bagiannya sendiri ntar.

Selama di bus, aku masih ngobrol basa-basi, tawa-tiwi sama Rusli. Seru sih denger cerita bapak-bapak udah ke mana-mana… sampai tiba-tiba dia NARUH TANGANNYA DI PAHA AKU!! Cetaaarrrrr!! Rasanya kayak disambar petir. Langsung ilfeel, pengen nendang, pengen nonjok. “WOY, LO PIKIR AKU SIAPEEE??” Aku buru-buru menyingkirkan tangannya, langsung diem seribu bahasa. Tas aku pangku buat nutupin kaki, pandangan lurus ke depan, nggak berani tidur. Bus makin lama makin sepi, mata udah berat banget tapi aku tahan setengah mati, takut Rusli kurang ajar lagi.

Kewaspadaanku makin terusik ketika Rusli tiba-tiba minta minjem setengah jaketku (maksudnya jaket kupakai setengah, dia setengah—karena aku waktu itu make jaket model depan). Dia kedinginan, nggak bawa jaket. Ke-ilfeel-anku makin nambah. Aku kasih aja jaket biar dia pakai sendiri—mending aku kedinginan daripada harus pakai berdua #jiaaahhh. Tapi dia nolak, akhirnya aku tetap pakai sendiri. Wuaaaaah, kapan bus ini nyampe Manila???

03.30 am
Dua jam penuh kewaspadaan dan penderitaan itu akhirnya berakhir juga saat Rusli turun di pool bus menuju Batangas. Wuuuaahh, aku mendesah lega dan mencoba tidur, tapi rasa ngantuk keburu hilang. Akhirnya aku ngobrol banyak sama supir bus. Kebetulan aku duduk di kursi paling depan.

“Neng, sebenarnya saya nggak lewat pool bus ke Vigan. Tapi nggak papa saya bakal turunin neng di sana.”
#Wuaaahh, Bapak baik beneeer. Udah kasih diskon, sekarang malah mau nganterin. #mulaiNgefansOrangFilipina #kebaikanOrangFilipinaNomor1

Sepanjang sisa perjalanan, aku ngobrol sama pak supir ini. Dia bilang namanya, tapi aku lupa. Pokoknya namanya Indonesia banget deh. Eh tunggu… kayaknya Andy! Iya, Andy! Deal, namanya Andy! #superpenting 🤣. Andy yang baik hati ini banyak nanya: aku ke Filipina ngapain, kuliah apa, kasih rekomendasi kota-kota yang wajib dikunjungi, pokoknya kepo banget. Singkat cerita aku pun nyampe di pool bus dan mengucapkan selamat tinggal buat Andy. Hikz, Andy, have a good life always.

Saat itu masih pagi buta tapi pool sudah ramai dengan orang-orang yang nunggu bus. Setelah gosok gigi dan makan pop mi lokal (rasanya persis Pop Mie Indonesia), aku bertanya di tiket booth kapan bus ke Vigan berangkat. “Jam 5 pagi sama 5 sore, neng.” Yaudah aku bilang beli yang jam 5 pagi, eh ternyata harus minimal 1 jam sebelum berangkat baru bisa beli. Owalah, yaudah aku nunggu.

Sambil nunggu aku iseng cek berapa peso yang aku bawa—soalnya lupa. Setelah memastikan nggak ada yang kepo, aku keluarin dompet rahasia dan mulai menghitung.

2000… 2500… 3000 peso.

What the… aku cuma bawa 3000 peso!! Itu setara cuma 750 ribu rupiah buat 4 hari. Padahal tiket bus Vigan–Manila PP aja udah 300 ribu, belum nginep, makan, transport lokal. Pikiran awalku aku bawa 1,3 juta rupiah. Langsung lemas tak berdaya. Aku pun menata ulang itinerary. Pilihan hanya dua: tetap ke Vigan tapi duit terancam kurang, atau habiskan 4 hari ini di Manila. Aku akhirnya pilih opsi kedua. Itinerary penuh kota-kota aku sobek, buang, nggak mau dipikirin lagi. #HiksSomedayVigan

Menunggu itu membosankan, ungkapan itu sangat benar. Pool bus ini nggak ada yang bisa dilakukan selain gosok gigi, makan pop mie, beli tiket. Aku pun coba tidur selonjoran di kursi panjang. Satu jam kemudian si abang tiket bangunin aku:

“Neng, itu bus yang ke Vigan. Jadi beli nggak?”

Waduuuh abang, pengeeenn… tapi duit aku kuraaanggg. Dengan mantap aku bilang: “I’ll take evening bus, bang.”

“Oke lah neng, tidur lagi aja.”

Wuaaaahh, kenapa abang ini baik banget sampai bangunin aku buat beli tiket?? Baru kali ini aku ngalamin hal kayak gini #airMataAnakKucingMulaiKeluar. Aku coba bayangin di negara lain, mana ada yang peduli kayak gini??
#KebaikanOrangFilipinaNomor2

 
Pool bus yang takkan terlupakan...
Sumber: dokumentasi pribadi

Singkat cerita, saat si abang tiket bangunin aku ini, ternyata ada seorang abang di depan kursi yang kepo. Kekepoannya karena kami tadi ngobrol pakai bahasa Inggris patah-patah, jadi jelaslah aku ini orang asing. Dia pun mulai memperkenalkan diri: namanya Nelson Carrera (#oke ini nama Filipina dari Spanyol, sekarang aku yakin#). Nelson cukup hangat dan supel, kami pun langsung nyambung ngobrol. Aku jadi nyaman ngobrol-ngobrol sama teman baru ini.

Setelah ngobrol panjang, barulah aku tahu kalau dia sudah menikah dan sedang menunggu istrinya mendarat dari Hong Kong—pool bus ini memang dekat bandara Ninoy Aquino—JAM 1 SIANG. Badalah bang brudul-brudul, ngapain dari pagi buta udah nongkrong di pool bus coba??? Padahal rumahnya aja di Manila. Ah, aku pikir dia agak aneh aja, jadi aku berusaha menghilangkan rasa curiga.

Wuaaaah, akhirnya ketidaksabaranku terbayar juga ketika matahari perlahan naik dan mulai menerangi cakrawala kota Manila. Nelson tanya aku mau ke mana, aku jawab mau ke penginapan namanya Friendly Backpacker Guest House. Dia pun langsung nanya ke pool taksi pakai bahasa Tagalog—sambil dengan bangganya bilang kalau aku ini mining engineer! Dia bahkan ngomong ke setiap orang yang dia temui kalau aku mining engineer, sampai aku malu sendiri. Padahal aku jelasin kuliahku geologi, dan contoh kerjaannya ya bisa di mining atau petroleum. Eh, dia ngomong seakan-akan aku udah engineer beneran, padahal muka masih kusut, ngantuk, lecek… mana ada engineer model gini hahaha.

Btw, taksi itu sempat nawarin 300 peso buat ke hostel, tapi karena keuanganku agak krisis aku nolak. Nelson dengan setia pun mencarikan alternatif transportasi lain. Kami berjalan membelah kota Manila yang mulai sibuk. Aku baru sadar ternyata wajah orang Filipina itu persis banget kayak orang Indonesia. Jadi ya wajahku nggak kelihatan asing, alias nggak ada yang ngeliatin aku macam artis di sini bwahahaha.

Nelson sempat ngajak aku ngecek hotel (namanya lupa) buat jaga-jaga kalau aku mau nginep di sana. Lagi-lagi dia ngomong ke resepsionis kalau aku mining engineer 🤦‍♀️. Tapi ternyata hotel itu full dan tarifnya semalam 1300 peso (sekitar Rp280 ribu). Aje gileee, untung full! Kalau enggak, tidur doang nggak makan aku! Aku sempat nggak enak hati merepotkan Nelson, tapi dari wajahnya sama sekali nggak kelihatan kesal. Jadi aku pikir dia memang ikhlas bantuin aku. Baik banget abang ini.

Setelah aku bilang kalau aku pengen nginep di hostel murah (300–400 peso semalam) di Friendly Backpacker Guest House, Nelson lalu mencarikan alternatif transportasi: kereta LRT. Lucunya, di jalan menuju stasiun karena dia khawatir aku ketinggalan—dia jalannya cepet banget—dia sempat gandeng tanganku. Aku sih berusaha berpikir positif dan nggak merasakan hawa aneh, jadi cuek aja meski awalnya kaget. Tapi orang-orang di sekitar jelas nggak cuek: mereka pada mandangin, yaelah sumpah aku malu hahaha.

Ternyata setelah ditanya ke petugas LRT, hostelku itu memang terletak di distrik Makati. Naik LRT cuma 12 peso (sekitar Rp3 ribu). Di setiap stasiun LRT tas kita diperiksa manual dengan detail, tapi karena aku orang asing, tasku nggak diperiksa ketat. Nelson bahkan sempat nawarin mau nganterin sampai ketemu hostel, tapi aku menolak dengan halus. Aku mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas bantuannya, lalu berpisah.

Huft, good bye Nelson.
#KebaikanOrangFilipinaNomor3

Stasiun LRT EDSA, Manila. Secara umum mirip BST Bangkok hanya jalannya lebih lambat..
Sumber: tripadvisor.com 

Singkat cerita, aku pun sampai di Stasiun Querreno (Distrik Makati) dan lanjut naik cycle rickshaw ke hostelku. Aku beruntung banget karena bisa dapat kamar mix dorm AC (padahal aku nggak prebook, jadi kemungkinan besar bisa nggak dapat kalau penuh) dengan harga per malam 395 peso (sekitar Rp80.000) untuk 3 hari ke depan.

Aku kebagian bunk bed posisi kasur atas. Setelah saling say hello singkat dengan bule cowok di kasur bawah, aku langsung selimutan dan tidur, karena kelelahan fisik maupun mental hari ini bener-bener luar biasa.

See u this afternoon, Manila!


Part Selanjutnya : DISINI

Perlengkapan Backpacker Standar Ala Galuh Van Bemmelen

Okey guys, kali ini ane mau coba berbagi tips tentang perlengkapan standar untuk backpackeran ke luar negeri. Semuanya berdasar pengalaman ane sendiri (di Asia, Eropa, Amerika), dan ane merasa nggak pernah kekurangan/ketinggalan apapun jika sudah bawa barang-barang ini. Tapi tentu saja itu disesuaikan dengan gaya traveling dan musim di negara yang agan aganwati sekalian kunjungi. Kebetulan ane selalu berkunjung pas musim panas gan, jadi kalau agan berkunjung pas musim dingin harap disesuaikan sendiri terutama masalah pakaian. Cekidot!


Peralatan Standar Traveling ke Luar Negeri & Persiapan

UTAMA
  1. Paspor = difotokopi 2x, masukkan di tas yang berbeda. Discan juga, masukkan ke FD dan Google Drive.
  2. KTP & ATM & SIM & KTM (kadang masuk tempat wisata tertentu bisa dapat diskon jika menunjukkan kartu mahasiswa)
  3. Uang secukupnya sesuai lama perjalanan
  4. Boarding pass PP. Print 2 lembar, masukkan di tas yang berbeda. Discan juga, masukkan ke FD dan Google Drive.
  5. Konfirmasi booking hotel . 
  6. Dompet rahasia= bisa yang dipinggang/digantung ke leher dimasukkan ke dalam baju. Paspor dan uang utama yang banyak, kartu2 ATM, KTP, SIM, KTM masukkan sini, uang pecah2 atau yang sering dipakai transaksi masukkan dompet yang di tas slempang. Khusus paspor bungkus dengan plastik ziplock untuk mencegah supaya tidak basah. Tas ini harus selalu dipakai dan jangan pernah dilepas, even ke kamar mandi (terutama jika nginap di dorm & kondisi solo traveling).
  7. Rencana perjalanan, peta-peta penting

PAKAIAN
  1. Untuk baju, bawa sedikit saja terutama yang katun & mudah kering (bisa dicuci sewaktu di penginapan), sesuaikan dengan musim pada negara yang dikunjungi.
  2. Celana = enak dan praktis celana pendek, kalau celana panjang, jangan bawa jeans semua karena berat. Bawa celana yang ringan dan mudah kering.
  3. Jaket (perjalanan malam dengan bus/di gunung pasti lumayan dingin). Untuk jenis dan tipikal jaket sesuaikan dengan musim di negara yang dikunjungi. Bisa browsing untuk perkiraan cuaca dan suhu di negara yang agan kunjungi
  4. Pakaian dalam yang cepat kering secukupnya (bisa dicuci di penginapan)
  5. Jas hujan (kalau kebetulan negara yang agan kunjungi pas musim hujan)

PERALATAN
  1. Kamera (sedia baterai cadangan dari Indonesia jika pakai baterai luar) & charger.
  2. Adaptor colokan universal dan extension supaya bisa charge beberapa hal sekaligus
  3. Tripod = buat narsis bareng / kalau solo traveling
  4. Jam tangan, topi, kacamata, dsb (pilihan)
  5. HP dan Powerbank
  6. Peralatan mandi
  7. Handuk kecil yang cepat menyerap 
  8. Jika mengunjungi wisata bahari dan mau snorkeling: kacamata renang, pelampung (bagi yang belum bisa renang), dan fins (kaki katak). Kalau bawa sendiri dijamin lebih murah gan daripada sewa di tempat.
  9. Sepatu = untuk jalan-jalan di kota lebih nyaman
  10. Sandal
  11. Make up
  12. Sisir
Untuk alat mandi: usahakan pakai alat mandi yang ukuran kecil karena tidak diperbolehkan membawa cairan melebihi 100 ml di pesawat (1 alat mandi tidak boleh melebihi 100 ml, bukan total semuanya setelah dijumlah). Sabun dan odol dihitung cairan. 

LAIN-LAIN:
  1. Tisu basah & kering
  2. Sunblock
  3. Kantong plastik = untuk pakaian basah/kotor
  4. Sabun cuci bubuk dipastik = pas nginap bisa nyuci di wastafel
  5. Obat-obatan= Obat pusing, flu, diare, mual, dsb
  6. Buku kecil & pulpen= untuk menulis diari perjalanan & mengisi kartu imigrasi
  7. Botol air minum = untuk mengisi ulang, biasanya di penginapan disediakan air minum gratis, lumayan daripada beli.
  8. Bekal makanan yang simple i.e. abon, sambel pecel, energen, kopi, susu, pop mie, roti,koko krunk dsb. Bawa cangkir plastik kecil 1 juga untuk buat susu/kopi/energen, mangkok kecil +sendok 1. Biasanya penginapan menyediakan air panas gratis.  

[2] Catatan KKN Atambua 2013: Rinbesi Hat, Kurasa Aku Menyukai Desa Ini!

8 Juli 2013
Selamat Datang Rinbesi Hat :-)

Setelah 2 hari di Desa Bakustulama, hari ini adalah kepindahan kami ke rumah kami yang sebenarnya selama 2 bulan ke depan yaitu Desa Rinbesi Hat. Kepindahan kami ini bersamaan dengan acara penerimaan mahasiswa/i KKN PPM UGM oleh Bapeda Belu, Kecamatan Tasifeto Barat dan Kepala Desa Rinbesi Hat sendiri yang kami belum pernah bertemu sebelumnya. Acara penerimaan ini berlangsung di Kantor Desa Rinbesi Hat.

Akhirnya truk Bapak Camat yang mengangkut kami bertiga puluh sampai juga di Kantor Desa Rinbesi Hat, balai desa yang akan dialihfungsikan menjadi pondokan kami. Dari pertama aku lihat desa ini, aku sudah punya perasaan bahwa 'aku menyukai desa ini!' 

 Ini dia gan kenampakan padang savananya, membuat siapapun yang memandangnya tentram...
Sumber: dokumentasi pribadi Ari Wijaya (tim KKN)

Bagaimana aku tidak menyukainya? Di Desa Rinbesi Hat ini, aku bisa melihat bahwa savana berwarna hijau segar membentang sejauh mata memandang dikelilingi perbukitan kecoklatan yang menjulang indah. Memandangnya saja sudah membuat hatiku tentram. Saat kami pertama datang, Pulau Timor memang masih sering diguyur hujan sehingga savana masih berwarna kehijauan. Dan perbedaan dengan Desa Bakustulama adalah, jika disana kami harus berjalan sekitar 200 meter untuk menikmati padang savana, disini kami sudah akan bisa menikmatinya jika keluar dari pondokan.

Ane di sampng pondokan dengan latar savana & perbukitan Belu..
Sumber: dokumentasi pribadi

Salah satu hal yang paling aku sukai lagi adalah karena desa ini terletak di pinggir jalan raya Trans Timor, sehingga memungkinkan untuk ada warung makan. Aku memang sering kelaparan nggak jelas sehingga jika ada warung itu akan membuatku tentram.
***

Rupanya kedatangan kami sudah disambut dengan banyak warga Desa Rinbesi Hat yang menebar senyum begitu kami turun dari truk. Aku memang sangat menyukai keramahan masyarakat Timor, dan hal inilah yang menyebabkan aku begitu sulit move on selepas KKN. Setelah bersalam-salaman singkat, kami pun mulai bersiap untuk acara penerimaan.

Acara penerimaan mahasiswa/i KKN PPM UGM berlangsung dengan lancar, saat itu aku bisa mengenal Wakil Bapeda yang bernama Bapak Valent, Bapak Camat Tasifeto Barat, Bapak Desa Rinbesi Hat yang super gaul, Bapak-Ibu dusun yang ada di Desa Rinbesi Hat, jajaran administrasi desa, dan lain-lain. Beberapa memberi kami wejangan singkat dan ucapan semoga KKN kali ini lancar dan sukses. Amiiin.

Seusai sambutan tersebut, acara dilanjutkan dengan makan. Ternyata disini kami dikenalkan dengan makanan khas Timor yaitu pisang goreng. Hmm, dari namanya memang sepertinya nggak asing yah. Tapi karena pisang goreng ini dimakannya menggunakan sambal masa bodoh! Sambal masa bodoh itu dibuat dari cabe rawit, teri, tomat dan bawang. Pisang goreng disini juga sebenarnya tidak digoreng tapi direbus, rasanya pun tawar. Aku baru tau cara makan pisang dengan sambal seperti itu disini, dan rasanya memang mantap disaat perut keroncongan.

Ini dia yang namanya pisang goreng dan sambel masa bodoh..
Sumber: dokumentasi pribadi 
***
Hari-hari awalku di Desa Rinbesi Hat bisa dikatakan berjalan dengan lancar, walau kebosanan masih sering melanda. Disini listrik beroperasi 24 jam walau yang menjadi permasalahan adalah air, karena kami harus menimba dan mengangkut air cukup jauh jika ingin mandi/buang air.

Hari-hari awal banyak kami isi dengan membicarakan program yang akan kami laksanakan dengan sesekali berdiskusi bersama Bapak Desa. Program yang kami laksanakan disini berasal dari kluster sains-teknologi, sosial-humaniora, kesehatan dan agronomi (terdiri dari pertanian, peternakan dan kedokteran hewan).

Di sela membicarakan program tersebut, kami juga mulai kenal dengan beberapa anak-anak yang sering main ke kantor desa dimana salah duanya termasuk Rinel dan Viga. Bersama mereka juga kami mengunjungi SD dan SMP yang ada di Rinbesi Hat. Jangan kira ada banyak ya sekolahnya, karena masing-masing hanya ada 1. Aku jadi berpikir, kalau di Jawa anak-anak SD aja berebutan untuk masuk satu SMP unggulan diantara puluhan SMP di kota mereka, disini bisa sekolah saja sudah bagus. Aku jadi sedih memikirkan hal ini.

Kenampakan SD Halibesin di Desa Riinbesi Hat
Sumber: dokumentasi pribadi

Kenampakan SMP Rinbesi Hat, cuma begini aja gan bangunannya..
Sumber: dokumentasi pribadi

Melihat kondisi SMP yang hanya bangunan sederhana dengan 3 ruangan itu sedikit membuatku terenyuh. Pikiranku langsung berkelana ke SMP-SMP yang ada di Jawa, dimana sudah dilengkapi dengan fasilitas laboratorium, lapangan basket, perpustakaan, ruang tata usaha, ruang musik, dan lain-lain. Begitu besar ketimpangan yang ada. Mungkin memang benar jika selama ini aku melihat di televisi tentang kondisi sekolah-sekolah yang ada di perbatasan, itu bukan hanya isapan jempol. Dalam hati aku mempunyai tekad, jika nanti Tuhan memberiku rejeki berlebih, ingin sekali aku bisa membantu melakukan pembangunan pada SD maupun SMP disini.

***
Selain Rinel dan Viga, aku mulai banyak kenal anak yang lain karena setiap sore mereka mulai berdatangan ke kantor desa untuk sekedar bermain. Aku biasa bermain bola dengan mereka, dan karena melihat sedikit kelihaianku, mereka mulai sering memanggilku 'kakak Ronaldo'  hihi, ada-ada aja.

Dengan gawang sederhana yang kami buat, setiap sore kami bermain sepakbola bersama. Sangat menyenangkan..
Sumber: dokumentasi pribadi

10.06.2013

[PART 4] Tinta Hindustan : Gurun Pasir Thar

Cerita ini merupakan bagian dari perjalananku backpacking ke India dari 21 Agustus 2012 - 2 September 2012. Ini pertama kalinya aku ke India dan menjelajah mulai dari ujung barat ke timur (Jaisalmer - Delhi - Agra - Varanasi - Bodhgaya - Kolkata). Part selanjutnya dari setiap cerita akan aku beri link di bagian bawah. 
 
Part sebelumnya : Disini


Jaisalmer, 24 September 2012

Kami di Gurun Pasir Thar

Setelah melalui perjalanan 921 km dari Delhi dengan kereta api ekonomi sleeper (tiket kereta kami jelas berlaku), sampailah aku di kota kedua yaitu Jaisalmer, kota di gerbang Gurun Pasir Thar, 80 kilometer dari Pakistan. Jujur ini adalah perjalananku dengan kereta yang paling tidak terlupakan karena beberapa jam sebelum sampai, kami berjalan melewati padang pasir yang luas dan sangat indah. Sekilas aku lihat kota Jaisalmer dari kereta sebelum turun, aku sudah merasakan suatu gairah yang menyala-nyala tentang suatu petualangan yang bakal kuhadapi di kota ini.Aku bisa melihat suasana Timur Tengah yang begitu kental di begitu memasuki kota ini. Sebagai orang yang pengeeenn banget bisa menjelajah Timur Tengah, ini merupakan step awal guehh..hahah..Semoga suatu saat bisa ke Qatar, Dubai, Armenia, Iran, Yaman, dll. Amin-amiiiinnn.

[PART 3] Tinta Hindustan : Naik Kereta Api Ekonomi India

Cerita ini merupakan bagian dari perjalananku backpacking ke India dari 21 Agustus 2012 - 2 September 2012. Ini pertama kalinya aku ke India dan menjelajah mulai dari ujung barat ke timur (Jaisalmer - Delhi - Agra - Varanasi - Bodhgaya - Kolkata). Part selanjutnya dari setiap cerita akan aku beri link di bagian bawah. 

Part sebelumnya : Disini


Delhi Cant Railway Station, 23 September 2012

Jreng...jreng...krepyar...
Lokasi: Delhi Cant Railway Station
Sumber: dokumentasi pribadi Pix San (my travelmate)

Sebenarnya judul diatas sangat muna, bahkan muna sekali *teleng kepala sendiri* buat gue karena sebenarnya gue takuuutt banget waktu pertama kali mau naik kereta ekonomi ‘sleeper’. Seharian keliling Delhi nunggu waktu berangkat muka gue murung dan tak bergairah sama sapi (biasanya gue suka cemal-cemol perutnya kalau ketemu), badan letih, lesu dan pegal linu, mata berkunang-kunang, hidung tersumbat,*lebay* hal itu dikarenakan kedua travelmate gue bakal duduk anyep di lokomotif AC, sedangkan gue yang miskin ini hanya mampu reservasi tempat duduk di sleeper ekonomi yang harganya 1/10 lebih murah. Huahaha.

10.05.2013

[4] Catatan KKN Atambua 2013: Mengenal Tari Tebe: Salah Satu Budaya Belu yang Khas

Bagi teman-teman yang berasal dari Pulau Timor khususnya Kabupaten Belu, atau yang pernah bekerja, studi, maupun KKN di Kabupaten Belu pastilah tidak asing dengan tarian khas daerah Belu yang disebut dengan TEBE. Di bawah ini, aku akan jelaskan sedikit tentang asal usul dan makna tarian ini.


 Video tari Tebe dengan lagu Bete Carolina
sumber: youtube.com

Lirik: Maxi Mali
Vocal: Maxi Mali & Marcel

A..dudu e....hei-hei hei
bete karoli..na
Hau nia domin ne
fo hotu ba..o

A..dudu e....hei-hei hei
bete karoli..na
O nia domin oh hau sei
rai metin oh....ho...ho
iha hau nia laran

A..dudu e....hei-hei hei
bete karoli..na
Tan deit o...o...o...
hau atu sai bula

A..dudu e....hei-hei hei
bete karoli..na
Kalan be la toba o...
loron tur lametin
o...ho...ho..ho..hanoin deit ba o..

O subar domin ne..
halo bau tur la metin
o...ho...ho...ho..hau atu sai bula

Sei o lakoi bau
katak sei mai hau hatene
o...ho...ho...ho keta halo
hau terus mune

Se O hakarak O
simu nelik ba
O...ho...ho...ho..hau nia domin ne...
 
Jadi gan, tari Tebe merupakan tarian yang berasal dari Kabupaten Belu, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Tebe sendiri artinya tandak. Tandak ini setelah aku cari di KBBI, artinya adalah tari ronggeng atau penari ronggeng.

Pada zaman dahulu gan, tarian ini biasa dilaksanakan saat para Meo pulang dari medan perang membawa kepala musuh, kemudian dipancangkan ditengah lalu mereka mengelilinginya semalam suntuk sampai 3 atau 4 hari lamanya. Bisa bayangin nggak gan? Ngeliat kepala orang yang dipancangkan dengan darah menetes-netes semalam suntuk, bahkan 3-4 hari? hehe. Kalau aku si ngeri-ngeri gitu gan. Tapi itulah sejarah suatu budaya.

Terus, apa makna tarian ini?
Jika sekelompok orang menarikan Tebe, hal itu merupakan tanda adanya suatu luapan kegembiraan atas keberhasilan/kemenangan dimana para pria dan wanita akan saling bergandengan tangan sambil bernyanyi bersahut-sahutan melantunkan syair dan pantun (kananuk) yang berisikan puji-pujian, kritikan atau permohonan, sambil menghentakan kaki sesuai irama lagunya. Biasanya kelompok penari wanita membentuk lingkaran luar dan kelompok penari pria membentuk lingkaran dalam, tapi ini tidak mutlak. Jika suasana semakin ramai, biasanya mereka akan semakin semangat menghentakkan dan melompat-lompatkan kakinya. 

 Terus kapan bisa tebe gan?
Keberhasilan atau kemenangan ini contohnya bisa pas adanya pesta perkawinan, acara gereja, pendinginan rumah adat (rumah pemali), acara injak padi bahkan waktu aku di Atambua kemarin dilaksanakan sewaktu habis upacara 17-san. Bayangin khan, di tengah lapangan upacara super panas kami melakukan tebe dengan membentuk banyak lingkaran. Meskipun begitu, hal itu tidak mengurangi keasyikan menari tebe. 
 
Tebe ini biasa dilakukan di malam hari, tapi tidak menutup kemungkinan juga siang hari. Tebe akan dihentikan ketika matahari sudah mulai nampak di ufuk timur. Pada saat itu, tarian tebe berakhir dan semua penari akan duduk bersama di tikar besar untuk bersama-sama mencicipi hidangan sebagai tanda perpisahan.

Jadi gan, kesimpulannya Tebe hanya akan dilakukan jika ada suasana bahagia. Kalau kebetulan kalian menghadiri acara kematian, peringatan kematian, dll jangan harap akan ada tebe karena itu tidak sesuai dengan filosofi atau makna tari tebe sendiri yaitu sebagai luapan kegembiraan. 

Bagaimana ane bisa tau tebe gan? 
 Kebetulan ane kemarin sempet KKN selama 2 bulan gan di Kabupaten Belu, tepatnya di Kecamatan Tasifeto Barat di Desa Rinbesi Hat. Setelah aku sedikit belajar Bahasa Tetun, aku jadi tahu kalau nama Rinbesi Hat itu ada artinya. Rinbesi = keramat dan Hat = empat. Jadi selama 2 bulan di Desa Rinbesi Hat kami beberapa kali diundang pesta nikahan gan, jadi saat itulah ane jadi tahu gimana tebe itu.

Ini pic waktu ane tebe di Desa Bakustulama gan
Sumber: dokumentasi pribadi

Ini pic waktu ane tebe di Desa Rinbesi Hat gan
Sumber: dokumentasi pribadi

Ternyata tebe itu asyik banget gan, apalagi kalau dilakukan berbanyak-banyak orang sambil meneriakkan kata-kata "aaaaa!" penuh semangat, wah ane jadi ketularan banget semangatnya. Dan kalau orang Timor sudah mengadakan pesta, jangan harap jam sembilan atau sepuluh malem udah selesai ya gan. Nggak seperti nikahan di Jawa yang setelah makan keluar maka acara sudah hampir selesai, maka di Timor ini acara sebenarnya baru akan dimulai gan. Hihihi.

Habis makan, acara akan dilanjutkan dengan menari tebe dan dansa. Kedua hal ini bisa dilakukan sampai semaleman dan percayalah, jika kalian capek tapi melihat semangat orang-orang Timor ini dalam ber-tebe ria ataupun dansa, pasti akan ketularan semangat juga. Hal itu juga ane rasain sendiri. 

Tebe ini juga nggak kenal usia, derajat ataupun kedudukan seseorang gan. Karena saat tebe, semua masyarakat baik yang masih anak-anak, remaja, dewasa, tua, yang miskin, kaya, dll semuanya akan berkumpul bergandengan tangan membentuk suatu lingkaran tanpa batas strata. Biasanya akan mudah kita jumpai wajah-wajah yang tersenyum bahagia saat tebe, karena saat itulah kita bisa mengekspresikan kegembiraan.

Gimana caranya tebe gan?
Well, sebenarnya tebe itu banyak sekali varian gerakannya gan. Kalau agan penasaran silakan lihat di video-video youtube. Ane juga baru menguasai 3 gerakan aja gan, satu-satu (satu langkah kanan satu langkah kiri), satu-tiga dan gerakan yang sama loncat-loncat itu. Pokoknya jika memakai gerakan dasar (satu-satu, satu-tiga), tebe ini mudah banget dilakuin gan, yang penting happy!
Untuk posisi tangan saat tebe, bisa dengan bergandengan tangan ataupun saling memeluk bahu.

Oiya ane coba mencari di gugel lagu-lagu yang bisa dibuat nari tebe tapi susah gan, oleh karena itu ane sudah upload beberapa lagu yang bisa digunakan buat tebe. Semuanya pakai Bahasa Tetun gan, tapi easy learning, enak didengarkan. Silakan disedot, kalau ada link yang mati mohon diinformasikan dengan memberi komentar di bawah.

Download lagu Tebe (Tarian khas Belu, Timor):
1. Tebe - Malik Ku'u Kebit

2. Tebe - Senamerry

3. Tebe - Saurama

4. Tebe Bot - Ama Afean Pah

5. Tebe - Lesse Luan

6. Tebe - Laole

7. Tebe - Bete Lala

8. Tebe - Ana Rita

9. Tebe - Alilia

10. Fafudi Group - Loiko

11. Bintaldays - Ama Mate Nakiak

12. Bintaldays - Bete Karolina

13. Bintaldays - Doko-Doko

14. Bintaldays - Fulan Naroma

15. BL - Natalia

16. Ina Laran Diak

17. Manek Babulu - Tebe Mata Dukur

18. Manu Kiak Group - Fila Mai Ba

Oke gan, itulah tulisan singkat ane tentang tarian khas Kabupaten Belu yaitu tebe. Menurut ane, tarian ini merupakan budaya Indonesia yang harus dilestarikan gan! I Love Indonesia!

Sumber:
www.sailkomodo2013.nttprov.co.id
duniatalerun.blogspot.com
pengalaman pribadi ane selama 2 bulan di Belu 

GEOLOGI Citra Penginderaan Jauh


Salah satu jenis citra non foto berjenis citra Landsat di daerah Philadelphia, Pennsylvania
Sumber: www.satimagingcorp.com


Postingan kali ini, aku akan membahas tentang salah satu ilmu yaitu penginderaan jauh. Dalam bidang geologi, citra penginderaan jauh biasanya digunakan untuk mengetahui keadaan medan dan membuat peta tentatif sebelum terjun ke lapangan secara langsung.

a. Definisi Geologi, Penginderaan Jauh, Citra Penginderaan Jauh dan Geologi Citra Penginderaan Jauh

1. Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet Bumi terutama mengenai materi penyusunnya, proses yang terjadi padanya, hasil proses tersebut, sejarah planet itu dan bentuk-bentuk kehidupan sejak Bumi terbentuk (Bates & Jackson, 1978)

2. Penginderaan Jauh adalah ilmu, seni dan teknik untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji (Lillesand & Kiefer, 1994; Bates & Jackson, 1987)

3. Citra Penginderaan jauh adalah data berupa gambar yang diperoleh dalam sistem penginderaan jauh (Sabins, 1987)

4. Geologi Citra Penginderaan Jauh adalah studi atau pembelajaran geologi dengan menggunakan citra penginderaan jauh. 


b. Mengapa kok citra penginderaan jauh semakin banyak digunakan?
Sutanto (1986) menyebutkan 6 alasan utama peningkatan penggunaan citra penginderaan jauh adalah:

1. Citra menggambarkan objek, daerah dan gejala di permukaan bumi dengan:
     - wujud dan letak objek yang mirip wujud dan letaknya di permukaan bumi
     - relatif lengkap
     - meliputi daerah yang luas
     - permanen

2. Dari jenis citra tertentu dapat ditimbulkan gambaran tiga dimensional apabila pengamatannya dilakukan dengan alat yang disebut stereoskop

3. Karateristik objek yang tidak tampak dapat diwujudkan dalam bentuk citra sehingga dimungkinkan pengenalan objeknya.

4. Citra dapat dibuat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara terestrial.

5. Merupakan satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.

6. Citra sering dibuat dengan periode ulang yang pendek, yaitu misalnya 16 hari bagi citra Landsat 4 dan 5, dua kali tiap hari bagi citra NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration). Dengan demikian maka citra merupakan alat yang baik untuk memantau perubahan yang cepat seperti pembukaan daerah hutan, pemekaran kota, perubahan kualitas lingkungan dan perluasan lahan garapan.


c. Informasi Geologi yang  Diperoleh dari Citra Penginderaan Jauh:

1. Peta topografi
2. Lokasi sumber daya geologi
3. Macam dan persebaran satuan batuan
4. Pola penyaluran, tekstur penyaluran dan densitas penyaluran
5. Pola erosi
6. Persebaran banjir
7. Lokasi lipatan, sesar dan kekar di permukaan bumi
8. Lokasi bencana geologi potensial seperti gerakan massa, banjir, gunung api dan gempa bumi




 
d. Informasi Permukaan Bumi dan Bawah Permukaan Bumi yang diperoleh dari Citra Penginderaan Jauh

 Informasi permukaan bumi yang diperoleh dari citra penginderaan jauh, antara lain:
1. Bentuk lahan dan penggunaan lahan
2. Perubahan penggunaan lahan
3. Keadaan geomorfologi dan geologi
4. Lokasi kebakaran hutan

 
 Informasi bawah permukaan bumi yang diperoleh dari citra penginderaan jauh, antara lain:
1. Lokasi benda-benda yang terpendam atau terkubur seperti candi, bekas bangunan kuno, mineral bijih
2. Lokasi timbunan air bawah tanah dangkal dan sungai bawah tanah dangkal
3. Lokasi kebakaran tambang batubara bawah tanah
4. Aliran uap air panas yang diinjeksikan dari sumur injeksi ke sumur produksi minyak bumi
5. Lokasi sumber panas bumi

Pembahasan selanjutnya mengenai sistem penginderaan jauh akan dibahas pada postingan selanjutnya, ciaoooo!