Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work.

7.13.2015

[1] SINGAPORE TRIP: Merlioonn..dimana kamuu?

Trip ini merupakan rangkaian perjalanan ke Singapura - Malaysia - Filipina yang aku lakukan dari 30 Januari 2013 - 6 Februari 2013. Perjalanan ini merupakan pengalaman solo backpacker pertamaku. Part selanjutnya dari setiap postingan akan aku link di bagian paling bawah setiap cerita.

Akhirnya bisa berpose di Patung Merlion yang berada di pinggir Sungai Singapura.

30 Januari 2013

Dengan tiket pesawat Rp 0 yang aku dapat dari Air Asia kurang lebih enam bulan sebelumnya, akhirnya mendarat juga aku di Bandara Changi Singapura yang super besar, modern dan megah dengan outlet-outlet ternama mejeng disana-sini. Pemandangan ini membuang aku mlongo sana sini dan merasa sangat kere karena inilah pertama kalinya aku ke negara modern, hehehe. Brosur gratis yang banyak tersebar disana-sini nggak aku sia-siakan, aku raup semua yang berbau gratis, termasuk mengisi ulang tempat air minum dengan cold free waterfill yang banyak tersebar di sudut bandara. Ini harus dilakukan gan karena kalau beli air minum di 7-eleven itu sebotol 1 SGD-an. Tak lupa, sebelum meninggalkan bandara, aku update status dulu ‘sedang ada di Singapura" dengan tiket Rp 0’ dengan wifi gratis bandara. Hahaha.
Suasana Bandara Changi yang super mewah.
Sumber: http://www.thewanderingpalate.com/

Perjalanan aku lanjutin dengan menumpang free shuttle train untuk menuju terminal 2 dan kemudian naik MRT ke kota. Stasiun MRT Bandara Changi letaknya di basement Terminal 2 dan 3, bisa diakses dari terminal kedatangan/keberangkatan lewat lift/ekskalator. MRT paling awal berangkat pukul 05.26 am pada Senin-Sabtu, 5.54am pada Minggu dan hari libur, sementara paling akhir pukul 11.18 pm. Siapkan uang receh/uang kecil untuk membeli tiket gan, kecuali agan udah punya EZ Card tinggal isi pulsa.

Kesan pertama ane waktu itu tentang orang Singapore adalah, mereka sangat tertib dan rapi gan saat antri akan masuk tranportasi umum. Saat akan masuk free shuttle train, mereka akan dengan tertib membiarkan orang yang mau keluar dulu sebelum mereka sendiri masuk.
Free Shuttle Train yang menghubungkan Terminal 1,2 dan 3 di Bandara Changi.
Sumber: c2.staticflickr.com

Menurut aku, MRT di Singapura ini sangat nyaman, bersih, tepat waktu, tapi sayang mahal. Untuk ke kota dari bandara dikenakan tarif 3 SGD atau setara Rp 23.000,00. Saat itu aku sudah mengisi EZ Link Card  aku dengan pulsa 10 SGD sehingga proses pembelian tiket bisa berlangsung dengan cepat. Tinggal tap di mesin, gerbang terbuka, jalan sudaahh. Untuk beli pulsa MRT, bisa dilakukan di Stasiun MRT terdekat gan. Biasanya ada kantor kecil semacam Customer Service MRT, atau membeli lewat mesin.

Alternatif transportasi lain untuk menuju ke kota adalah bus. Tempat pemberhentian bus di Bandara Changi ada di basement terminal 1, 2 dan terminal 3. Untuk menuju ke kota bisa menggunakan Bus Umum Rute 36. Bus pertama tiba sekitar jam 6.00 am dan bus terakhir meninggalkan Bandara Changi sebelum jam 11.00 pm. Biaya sekali jalan kurang dari 2 SGD dengan lama perjalanan 1 jam. Siapkan uang pas karena tidak ada kembalian.
Suasana platform stasiun MRT

Orang-orang Singapura terkenal sangat disiplin gan termasuk antri untuk masuk MRT.

Suasana di dalam MRT, sangat nyaman, bersih dan tepat waktu

Karena ini pertama kalinya aku ke Singapore, aku sama sekali buta dan nggak tau tentang banyaknya peraturan yang ada di negara ini. Ketidaktahuan itu membuat aku dengan santainya minum di dalam MRT, sampai cewek India di sebelah ngeliatin aku. ‘Apa si mbak?’ batin aku. Mata aku tercengang saat akan keluar MRT karena di dekat pintu keluar terpampang jelas denda 500 SGD bagi yang makan/minum di dalam MRT. Alamaaaakk...Untung aku nggak didenda, padahal CCTV di dalam kereta itu on terus lo gan, sumpah ane lega banget hahaha.
Ini dia gan peraturan di dalam MRT, jangan sampai bawa durian

Untuk mengirit pulsa EZ Link Card , aku memutuskan nggak menuju hostel yang udah aku udah book melainkan langsung keliling kota. Stasiun MRT pertama yang aku kunjungi adalah Marina Bay Sands karena aku kira Patung Merlion ada di sekitar situ. Salah besar. Wkwk. Ternyata Stasiun Marina Bay Sands hanya dikelilingi oleh distrik perkotaan dengan gedung-gedung tinggi. Waktu aku lihat, Marina Bay sands aja masih cukup jauh jika jalan kaki, sehingga setelah mempelajari peta, aku pun balik lagi ke stasiun MRT di bawah untuk menuju Stasiun MRT Bayfront. Marina Bay Sand sendiri merupakan hotel mewah yang bentuknya unik dan arsitektur menarik gan.
Nyasar gan, untuk ke Marina Bay Sand di depan itu aja harus nyebrang jalan raya dan nggak ada jembatan penyeberangan di sekitar situ.

Sampai Stasiun MRT Bayfront, aku kembali kebingungan karena tidak mendapati keberadaan Patung Merlion baik melalui pandangan jauh maupun dekat, padahal Marina Bay Sands udah jelas-jelas berada di depan mata. Aduh, Merlion, mana si kamu? Karena sudah tidak sabar memulai petualangan, aku pun memutuskan akan berkeliling Bayfront.

Belum berhasil mendapati Si Merlion, aku pun melangkahkan kaki lebih jauh dan senang saat tiba-tiba menjumpai bentukan seperti pohon-pohon raksasa dengan lampu warna-warni. Ternyata itulah yang disebut ‘Gardens by the Bay”. Setelah puas berfoto-foto dengan Marina Bay Sands, akhirnya ane menghabiskan sesorean sampai malam di ‘Gardens by the Bay”Gardens by the Bay merupakan taman buatan indah yang dibuat menghadap Teluk Selatan. Karena ini pengalaman solo traveling pertamaku, aku sempat agak down gan sewaktu ditanyai orang yang motoin ane, “Are you just alone?” Hahaha.

Pemandangan Marina Bay Sands dengan gemerlap lampunya yang indah

Gardens by the Bay di malam hari

Selain pertunjukkan utamanya berupa “Pohon raksasa berlampu”, Gardens by the Bay ternyata mempunyai banyak taman-taman gan, yaiyalah namanya juga Gardens haha. Di Taman ini konon setiap jam 7.45 pm, 8.45 pm dan 9.30 pm ada pertunjukkan Garden Rhapsodi. Pertunjukkan ini berupa perpaduan cahaya yang indah merambat melalui taman vertikal disertai alunan musik. Pertunjukkan jam 9.30 hanya ada di hari Jumat, Sabtu dan hari libur. 




Suasana taman dan pemandangan di sekitar Gardens by the Bay.

Selesai dari ‘’Gardens by the Bay”, ane pun memutuskan akan ke Esplanade yang bentuk atapnya kayak durian itu gan. Esplanade adalah gedung teater tempat pentas pertunjukan seni yang terkenal di Singapura atau bahkan untuk kawasan Asia. Selain itu, di gedung durian itu juga dipamerkan berbagai jenis karya seni seperti lukisan, seni instalasi, miniatur Esplanade, dsb. Untuk melihat koleksi tersebut kita tidak perlu mengeluarkan biaya sepersenpun gan. Waktu itu kebetulan lagi ada sekelompok remaja yang sedang berlatih musik. Ane pun tidak sia-siakan untuk menonton sejenak dan setelahnya melihat-lihat koleksi Museum Esplanade.

Selesai mengelilingi Espalanade, sebenarnya ane bisa melanjutkan dengan menyusuri Jembatan Helix. Tapi niat itu sementara ane urungkan karena kondisi kaki yang sudah sangat capek. Jembatan Helix ini dibangun untuk menghubungkan Esplanade dengan Marina Centre di seberangnya. Bentuknya yang tergolong unik seperti anyaman pilar-pilar dari baja dengan warna chrome yang menarik. Di malam hari, sinar lampu dari berbagai warna akan silih berganti menyoroti pilar-pilar itu sehingga membentuk perpaduan yang menarik.

Pemandangan Esplanade di depan, atapnya seperti durian gan.


Museum di dalam Esplanade, gratis.

Dari Esplanade, ane berjalan nggak tentu arah gan. Masuk lewat sebuah mall superbesar dan megah, kemudian keluar di suatu tempat yang luas menghadap Sungai Singapore. Wah, indah dan tenang banget pemandangannya. Di sekitarnya banyak gedung-gedung tinggi dan megah dengan gemerlap lampu yang semakin menambah kesan Singapura sebagai negara modern. Sewaktu ane menyusuri bagian pinggir sungai, ane sempat minder gan karena kebanyakan yang kesitu membawa teman/pacar. Alhasil ane cuma duduk-duduk aja di pinggir sungai sambil nyemil roti pandan n air putih hahaha.

Awalnya ane nggak dong kalau Patung Merlion sudah di seberang sana, tinggal jarak jalan kaki aja. Wkwkwk, emang dasar eroran. Setelah sejenak baru ane sadar dan setelah berfoto-foto segera berjalan lewat pedestrian di depan Hotel Fullerton untuk menuju Patung Merlion. Patung Merlion ini bisa dikatakan merupakan landmark nomer 1 negara Singapura. Banyak traveler yang bilang, 'Lu belum bisa disebut udah ke Singapura jika belum foto sama Merlion' Hehehe. Untuk menuju Patung Merlion, agan cukup turun di Stasiun MRT Raffles Place. Kemudian keluar melewati United Overseas Bank (UOB) Plaza. Dari pertengahan plaza, akan terlihat Hotel Fullerton. Patung Merlion berada tepat di seberang hotel. Ane sarankan kesini pas malam hari karena gemerlap pemandangan lampu warna-warni sangat indah. 




Saat itu keadaan di sekitar patung cukup ramai gan, banyak sekali yang berfoto-foto di icon nomor satu Singapore ini. Kerlipan lampu hotel di belakangnya menambah semarak suasana malam itu. Malam ane kembali disempurnakan dengan sajian pertunjukkan laser gratis dari Marina Bay Sand. Pertunjukkan laser dimulai jam 8 pm dan 9.30 pm. Di Jumat dan Sabtu malam pertunjukkan paling malam dimulai pukul 11 pm. Pertunjukkan laser gratis ini bisa disaksikan di bangku-bangku sekitar Patung Merlion

Pertunjukkannya bagus banget gan. Meskipun sudah malam, ane masih berada beberapa saat disitu untuk menikmati pemandangan. Entah kenapa ane tidak merasa takut sama sekali karena Singapore memang mendapatkan predikat negara teraman di Asia Tenggara. Selain itu suasana juga masih sangat ramai.

Akhirnya ketemu Merlion juga....

Pertunjukan laser gratis dari Marina Bay Sand

Selesai menikmati pemandangan di Merlion dan sekitarnya, ane segera naik MRT lagi menuju MRT Aljunied untuk mencari hostel yang sudah ane booking sebelumnya gan. Hostel tersebut bernama Sky Orchids terletak di dekat Kawasan Geylang. Ane kebingungan banget gan awalnya sebelum akhirnya dibantu oleh seorang kakek keturunan China untuk menemukan hostel ane, Ternyata nama hostel ane berubah begitu di Singapura menjadi Hostel 98. Capedee pantes aja nggak ketemu haha. Saat itu ane mendapatkan kasur bunkbed posisi kasur atas, dan setelah mandi akhirnya ane tertidur lelap, bersiap untuk menjalani petualangan hari esok.
Bagian dalam Hostel 98 di Geylang, Singapore. Menurut ane hostel ini cukup recommended gan!

Kasur ane gan


Part Selanjutnya : DISINI

6.09.2015

Membuat Paspor Online di Kantor Imigrasi Surakarta

Hola gan, pada kesempatan ini ane mau share cara-cara membuat paspor online di Kantor Imigrasi Surakarta. Kebetulan Maret 2015 kemarin ane dimintain tolong temen ane untuk bantuin dia buat paspor. Tapi setelah kami datang ke Kantor Imigrasi Surakarta yang beralamat di Jalan Adi Sucipto No.8, Colomadu jam 1 siang, kami dibilang oleh tukang parkir disana bahwa untuk pendaftaran pengajuan paspor pasti sudah tutup. Katanya kalau ane mau mengajukan paspor dengan datang langsung ke kantor imigrasi, harus datang sekitar jam 5 pagi. Itupun kuotanya cuma dibatasi 50-100 orang pendaftar/hari. Kami diberikan solusi untuk mengajukan permohonan paspor secara online.

Pengajuan permohonan paspor secara online ternyata banyak banget kelebihannya gan:

1. Kita tidak harus antri dari pagi-pagi buta di kantor imigrasi, tinggal duduk manis aja di depan laptop
2. Kuotanya tidak dibatasi
3. Bisa langsung memilih jadwal wawancara
4. Tidak perlu upload-upload data diri seperti Scan KTP, Scan Akta, dan lain-lain. Ini nanti ditunjukkan sewaktu wawancara/pelengkapan berkas syarat.


Ini dia caranya untuk pengajuan permohonan paspor secara online:


PS: Mungkin gambarnya akan sedikit keluar batas, itu sengaja ane setting gambarnya besar supaya bisa dilihat dengan jelas gan. Silakan disimak gan.

1. Masuk ke situs imigrasi Indonesia disini.http://www.imigrasi.go.id/ ; kemudian klik link Layanan Paspor Online di kotak Online Services.



2. Klik Pra Permohonan personal

3. Isikan data diri pada setiap kotak dengan jelas, lengkap dan sesuai KTP

4. Isikan data keluarga dengan jelas, lengkap sesuai KK dan KTP masing-masing

5. Halaman konfirmasi. Silakan cek kembali semua data yang agan udah masukkan, kemudian pilih metode pembayaran lewat bank/teller BNI. Tidak bisa lewat ATM gan, harus lewat teller bank langsung. Oya sebelum pergi membayar di bank, agan cek email dulu, pasti sudah akan dikirimi tanda terima pra permohonan . Download tanda terima itu dan print. Surat itu harus dibawa ke teller BNI. Tanpa surat itu, tller BNI tidak akan menerima pembayaran agan. Total pembayarannya Rp 355.000,00

6. Setelah menerima slip pembayaran dari Bank BNI, langkah selanjutnya adalah konfirmasi kode pambayaran

7. Proses Verifikasi Data
Setelah keenam tahap diatas selesai dilakukan, maka agan harus datang ke kantor imigrasi RI sesuai imigrasi tempat dan waktu yang tertera pada Tanda Terima Pra Permohonan. Jangan sampai melewati hari yang tertera disitu karena artinya permohonan pembuatan paspor agan akan hangus dan harus submit ulang. Bawalah beberapa dokumen ini:

a. Berkas-berkas asli dan fotocopy (seperti KTP, Akta/Ijazah/Buku nikah, KK)

b. Datang lebih awal supaya memperoleh nomor antrian awal jadi tidak perlu mengantri lama. Nanti agan tidak perlu membeli formulir karena akan diberikan gratis oleh pihak imigrasi. Setelah dapat nomor antrian, tinggal menunggu operator memanggil agan. Nanti selanjutnya agan akan diarahkan harus verifikasi data ke loket berapa.

c. Selesai verifikasi, maka agan harus melakukan foto dan wawancara yang dilakukan di ruangan terpisah. Kalau bisa pakai kemeja yang rapih gan, biar fotonya di paspor cantik/guanteng donk. Tidak usah gugup sewaktu wawancara karena hanya ditanya info-info dasar. Selesai wawancara, biasanya dari pihak imigrasi akan menentukan paspor agan bisa diambil kapan. Jangan sampai terlambat walaupun batas waktu expried nya sampai 30 hari, karena jika lebih dari batas maka paspor anda akan digunting atau dimusnahkan.

8. Pengambilan Paspor
Pengambilan paspor usahakan harus sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan oleh pihak imigrasi sebelumnya gan. Cukup serahkan saja bukti pembayaran atau tanda terima pengajuan paspor. Silakan menunggu sesaat maka agan akan dipanggil dengan paspor yang sudah jadi. Kalau tidak bisa mengambil sendiri, bisa diwakilkan oleh orang lain dengan memberi surat kuasa gan.
Sebelum meninggalkan kantor imigrasi, jangan lupa dicek dulu ya gan, jangan sampai ada data yang salah supaya tidak ada masalah ke depannya.

9. FINISH

6.07.2015

22 Hal tentang Atambua yang agan harus ketahui sebelum kesana

Tugu "Selamat datang di Atambua Kota Beriman"
sumber: http://3.bp.blogspot.com/

ATAMBUA 

Sebuah kota kecil di perbatasan negeri antara Indonesia dengan Timor Leste. Apa yang teman-teman pikirkan saat mendengar nama kota itu? Ane yakin bagi yang belum pernah kesana pasti akan membayangkan sebuah kota kecil di pelosok, dengan jalan tanah, tidak ada listrik, sekolah yang memprihatinkan? Apakah memang seperti itu? Simak tulisan saya ya gan. Saya akan menjelaskan dengan cukup detail tentang bagaimana kondisi di Atambua dengan sudut pandang seobjektif mungkin. Sebagai informasi tambahan, saya sudah pernah mengunjungi Atambua 4x, dengan total durasi waktu > 3 bulan baik untuk keperluan KKN, Travelling maupun mengunjungi saudara.

24 Hal tentang Kota Kupang menurut ane. Cekidot gaan yang mau kesini!!

Gong Perdamaian di dalam Taman Nostalgia Kupang

Aloha! Udah pada pernah mengunjungi Kota Kupang? Atau ada rencana mengunjungi Kota Kupang sehingga nyasar di blog ini? Hehehehe. Anda sudah berada di tempat yang tepat. Menjadi seorang traveler selama 4 tahun, Kota Kupang adalah kota favorit dari semua tempat yang ane kunjungi gan. Emang apanya yang difavoritkan? Gersangnya? Panasnya? Cari air susah? 

Jujur ane tidak pernah memandang kenyamanan sebuah tempat hanya dari enaknya aja gan, tapi ane menggabungkan semuanya: keramahan masyarakat, kebaikan masyarakat dan bagaimana cara mereka menerima turis lokal maupun mancanegara, wisata apa saja yang ada disana, apakah ada pantai, apakah ada gunung. Jika semuanya mendapat nilai lebih, ane akan memberinya gelar kota terfavorit. Ini dia gan review Kota Kupang dari sudut pandang ane:

6.02.2015

Pola Pikir Backpacker ~ Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Hidup backpacker!!! Hehehe

Tak terasa, sudah 4 tahun ane menyukai dan mencintai dunia backpacking. Dunia yang sangat menyenangkan, membuat ane mengerti arti hidup, membuat ane mempunyai tujuan serta mimpi-mimpi yang harus ane penuhi. Dari pelajaran di lapangan pas backpackeran ini, tanpa sadar ane mendapatkan pola pikir serta karakter di bawah ini gan. Pola pikir dan karakter yang ane tidak miliki sebelum kenal dunia backpacking. Bahkan di kehidupan sehari-hari, pas ane lagi nggak backpackeran, pola pikir dan karakter itu juga dengan sendiri teraplikasi. Ini dia gan:

4.18.2015

[9] Catatan KKN Atambua 2013 : Libur Lebaran di Kefamenanu (Kolam Renang Oeluan, Kota Kefamenanu, Sonaf Maslete, Pantai Tanjung Bastian)


Tanjung Bastian Beach, Timor Tengah Utara, NTT

Libur lebaran di Atambua? Nggak boleh disia-siakan donk. Harus jalan!! Hehehe. Sebagai daerah dengan mayoritas Nasrani, perayaan lebaran disini tidaklah terlalu semeriah di Jawa. Perayaan tersebut hanya terpusat di kota, dan kebanyakan umat Muslim yang merayakannya merupakan pendatang dari Jawa, NTB maupun Sulawesi.
Karena kebetulan saya dan Dito tidak merayakan Idul Fitri, maka terbersitlah keinginan tiba-tiba untuk traveling. Menjelajah bagian lain dari Pulau Timor yang dari kedatangan pertama kali seakan dibiarkan tak tersentuh.

Ane: “Kemana nih, Soe aja ya? Kayaknya banyak tempat wisata alam bagus disana, secara kan pegunungan.”

Dito: “Boleh, yaudah siap-siap dulu ya.” Buset dah, abstrak banget dah rencananya ini. Ngomong langsung main berangkat hahaha.

Ane: “Ajak siapa gitu yo, daripada berdua aja. Rinel aja ya.”

Dito: “OK, ok. Rinel aja.”

Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang saat itu, tiba-tiba ane tersadar akankah efektif jika ke Soe sekarang? Karena perjalanan Atambua-Soe saja sudah akan menghabiskan 5-6 jam. Apakah mudah mencari penginapan saat sudah sampai Soe? Apakah yang akan kita lakukan saat sampai, cari penginapan dan langsung tidur, membuang satu hari dengan percuma? Maksud ane, yah kalau ke Soe harusnya berangkat pagi-pagi dari Atambua.

Akhirnya ane mengusulkan Kota Kefamenanu saja sebagai tujuan wisata kali ini terkait jaraknya hanya 2 jam dari Atambua, untungnya Dito setuju. Secara umum Kefa merupakan sebuah kecamatan yang juga merupakan pusat pemerintahan /ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara. Jadi ceritanya, Kefa ini merupakan kota yang didirikan Belanda dalam usahanya untuk menguasai Pulau Timor, tapi niatnya itu terhalang oleh Portugis yang udah berkuasa duluan terutama di dekat Distrik Oekusi. Parahnya, beberapa raja kecil disekitar saat itu udah cinta duluan ma Portugis, jadilah mereka dukung Portugis ngusir Belanda dari Kefa. Wkwkwk, kasian de lu! Tapi akhirnya hubungan Portugis dengan beberapa raja kecil tersebut retak dan mereka gantian memihak Belanda, meninggalkan Portugis yang patah hati, nah gimana sih? Semua sejarah perselingkuhan menarik ini telah mendorong ane dan dito untuk mengeksplor Kefa. Pertanyaan pun diajukan, apakah ada drama lain? Kita lihat saja nanti.

Kota Kefamenanu dapat dijelajah dalam sehari karena memang kota yang terletak di Lembah Bikomi ini tidak terlalu besar. Setelah makan di sebuah warung makan Jawa yang bentuk WC nya sangat aneh (posisi WC lebih tinggi daripada bak air, sehingga air cipratan dari WC berpotensi untuk masuk ke bak air bersih hehehe), kami memutuskan pergi ke Kolam Renang Oeluan, yang ‘konon’ kata tukang ojeknya bagus. “Bagus atuh neng, ada aer terjunnya. “ Kami yang nggak tahu apa-apa oke saja.

Naik ojek cukup pegel karena ternyata Kolam Renang Oeluan ini jauh juga yaitu sekitar 20 km dari Kota Kefamenanu dengan tarif ojek per orang Rp 20.000/sekali jalan. Jika ingin lebih murah, alternatif transportasi lainnya adalah naik bus jurusan Kefa-Atambua dan minta turun di Kolam Renang Oeluan. Biayanya mungkin sekitar Rp 5000 sd Rp 10000.

Sepanjang jalan, ane disuguhi oleh pemandangan alam yang sangat memanjakan mata yaitu perbukitan dengan latar padang savana, benar-benar sesuatu yang jarang ane lihat di Jawa gan. Setelah kurang lebih setengah jam berkendara, sampailah ane di Kolam Renang Oeluan. Awalnya ane udah ngarep bakal mendapatkan sebuah kolam renang alami dengan air terjun gitu gan, sesuai penuturan tukang ojek, tapi ternyata........

hanya ada sebuah kolam renang buatan yang airnya penuh dedaunan serta terlihat sangat kurang perawatan.  Sebagai seseorang yang peduli dengan wisata, sebenarnya kawasan wisata oeluan ini sangat berpotensi jika pemerintah daerah mau memberikan perhatian. Lokasinya sangat strategis untuk tempat peristirahatan pengemudi jarak jauh (di pinggir jalan trans-timor Kefa-Soe), udaranya sejuk karena banyak pepohonan tinggi serta rindang di sekitarnya, terdapat sumber air dan konon katanya memang ada air terjun meskipun kami tidak menjumpainya. Fasilitas yang tersedia disini hanya sebuah rumah panggung dan tempat duduk seadanya. Seharusnya kawasan ini bisa dikembangkan dengan pembersihan dan penggantian air kolam secara berkala, pembuatan jalan buatan setapak, pemberian mainan anak-anak seperti ayunan, pembuatan tempat duduk-tempat duduk sederhana berbentuk lopo yang lebih nyaman, dan lain-lain. Kalau kesini ane sarankan membawa tikar dan bekal makanan/minuman gan.
Ini dia gan kenampakan Kolam Renang Oeluan

Melihat seperti ini, kami pun cepat bosan dan memutuskan kembali ke Kota Kefa menuju destinasi selanjutnya yaitu Sonaf Maslete (Istana Maslete). Sonaf Maslete ini cukup dekat gan, hanya berjarak 4 km dari pusat kota. Sonaf Maslete ini merupakan bangunan warisan para leluhur Kerajaan Sanak dan keturunannya gan. Konon katanya Suku Sanak ini dahulunya merupakan suku mayoritas yang berkuasa di wilayah ini. Suku ini bahkan duduk sebagai raja, menguasai semua Kafetoran.


Kenampakan Sonaf Maslete. Bangunannya bukan seperti kerajaan 
megah gan, kenampakannya mirip seperti rumah adat.

Nah, bisa dikatakan Sonaf Maslete ini tuh pusat pemerintahannya gan di zaman dahulu. Sonaf ini menjadi istana tempat tinggal raja Kafetoran Bikomi yang berada di bawah pemerintahan Miomafo. Daerah ini terbagi atas delapan kafetoran. Yang meliputi Aplal dijabat oleh suku Thall, Oeltoko oleh Fam Kune, Naktimun oleh Uis Ulin, Oemuti oleh Lake, Tunbaba oleh Sakunab, dan Manamas oleh Meko. Semua suku yang berada di bawah kekuasaan Maslete ini harus tunduk kepada raja gan, karena mereka percaya, raja adalah manusia setengah dewa! Raja mempunyai kekuatan supranatural, sehingga bisa menciptakan entah kesejahteraan ataupun bencana alam. Seorang raja dianggap sebagai tokoh sentral dalam berhubungan dengan Yang Kuasa. Yang Kuasa disini maksudnya Uis Neno (Tuhan di atas sana) yang secara phisik dikenali sebagai matahari. Uis Oel (Tuhan Penjaga Air) atau kubangan air yang mengalir. Dan Uis Pah (Tuhan Penjaga Bumi) atau tanah dimana tanaman tumbuh.
Bagian luar Sonaf Maslete gan. Meja dan kursi di bagian tengah itu untuk 
tempat duduk raja, kursi di sebelah kanan pojok dan kiri pojok untuk penasehat
raja.

Ini dia gan tempat duduk Raja. Sangat sederhana.

ini untuk tempat persembahan gan

Nah, disinilah, di Sonaf Maslete inilah yang bisa dijadikan sebagai tempat memohon sesuatu. Sekarang ini, suku-suku yang masuk Sonaf Maslete ini terdiri atas dua puluh satu sub-keluarga yang tersebar di seluruh daratan Timor Tengah Utara. Beranggotakan 547 orang.

Kami sampai di Sonaf Maslete di waktu yang kurang tepat karena mama raja baru saja pergi dari Sonaf, dan kuncinya dibawa oleh beliau jadilah kami disana hanya berbincang sejenak dengan para tetua mengenai ritual serta pamali disini. Tapi ada yang serem gan, kata salah satu tetua, kalau pas jalan di dalam sonaf kakinya nggak sengaja tersandung n kita jatuh, itu artinya pamali n bakal MATI. Tapi jikalau bisa masuk pun sebenarnya gak masalah gan, karena sudah cukup banyak turis lokal/mancanegara yang berkunjung. Semuanya baik-baik saja asal tidak berbuat yang aneh-aneh. Yang bisa dilihat di dalam Sonaf nantinya adalah barang-barang antik peninggalan sejarah serta cerita tentang peran para Raja Timor kala perang.
Di salah satu atap sonaf, bisa dijumpai ini gan. Semacam patung-patung yang merefleksikan raja-raja yang memimpin Sonaf Maslete.

Menunggu Mama Raja cukup lama, ane pun mulai berbincang dengan para mama serta bapa disitu. Kebetulan saat itu kita belum dapat penginapan, dan ane ini suka sesuatu yang gratisan, jadilah ane berusaha memancing salah satu mama disitu supaya ditawari tinggal di rumahnya malem ini. Berhasil sih gan, salah satu dari mereka akhirnya menawari, tapi karena ada salah satu dari kami yang keberatan, akhirnya nginep di penginapan ‘Kasih’ di Kota. Buset dah, ane paling nggak suka sebenarnya kalau membuang tawaran menginap kayak gini hahaha.

Penginapan Kasih ini berada di Jalan El Tari nomor telepon (0388) 31093 dengan tarif Rp 100.000/malam (Agustus 2013). Menurut ane cukup rekomended kok gan, fasilitasnya ada 2 kasur, kamar mandi dalam, cermin dan meja. Selesai berbenah dan mandi, kami segera melanjutkan perjalanan untuk menjelajah Kota Kefa di malam hari. Rencananya esok kami akan mengunjungi Pantai Tanjung Bastian, yang menurut website adalah salah satu pantai terindah di NTT.
Tidak banyak yang bisa dilihat di Kota Kefa pada malam hari. Di sepanjang jalan terdapat banyak toko pakaian, toko kelontong, pedagang kaki lima seperti penjual gorengan, masakan Jawa, dan lain-lain. Kami sempat bertemu dengan rombongan konvoi yang merayakan Idul Fitri. Cukup seru pengalaman kami malam itu. Kami makan malam dengan gulai di warung makan Jawa. Setelah kurang lebih 2 jam berjalan, kami kembali ke penginapan untuk persiapan jalan esok pagi. 
Hotel kasih, recommended gan!

Pagi-pagi, kami sudah bersiap untuk ke Terminal Kefamenanu. Tujuan kami hari ini, Pantai Tanjung Bastian, dapat ditempuh dengan bus DAMRI yang stand by sejak jam 7 pagi di terminal namun baru benar-benar berangkat jam 9 sampai 9.30.
Perjalanan Kefa-Tanjung Bastian benar-benar memberikan pemandangan terindah selama pengalaman traveling ane. Perjalanan tersebut membelah pegunungan sehingga ane benar-benar bisa melihat Pulau Timor dari atas. Semakin menjauh dari kota, ane menjadi semakin mengerti kehidupan masyarakat NTT yang memang masih jauh dari kata standar. Jalanan rusak dan berlubang-lubang merupakan hal biasa bagi mereka. Air bersih? Jangan ditanya. Kadang mereka harus berjalan berkilo-kilo hanya untuk mendapatkan beberapa jerigen air bersih.
Sepanjang jalan dari Tanjung Bastian ke Kefamenanu, indah!

Dua setengah jam kemudian, sampai juga kami di Tanjung Bastian gan. Tiket masuknya seharga Rp 3000/orang (Agustus 2013-Januari 2014). Menurut ane sangat worth it karena memang pantainya biru dan bersih banget gan. Selain itu pantainya cukup dangkal sehingga aman saja untuk berenang sampai 50 meter dari bibir pantai. Suasana pantai cukup ramai karena memang saat itu sedang dilangsungkan final pacuan kuda. Ada arena pacuan kuda juga di pesisir pantai. How Fun!


Tanjung Bastian Beach!!

Kami yang sangat antusias pun segera saja nyebur ke laut. Teriknya panas matahari sudah tidak kami pedulikan lagi, saat itu yang terlintas di pikiran hanya segarnya air laut. Wkwkwk. Kebetulan ada batang pohon hanyut, segeralah kami gunakan sebagai pegangan dan papan seluncur dadakan wkwkwk. Cukup lama kami bermain sampai sekitar jam 3 sore.
Akhirnya karena hari semakin sore, kami pun segera ganti pakaian dan bersiap untuk pulang. Pertanyaannya, pulang PAKAI APA? Tidak ada bus umum yang bisa mengantarkan kami baik dari Tanjung Bastian ke Kefamenanu maupun Tanjung Bastian ke Atambua. Ladelah, piye iki? Wkwkwk. Kenyataan ini membuat kami berdiri cukup lama di pinggir jalan tanpa solusi apa-apa hahaha.

Tiba-tiba ane melihat ada satu keluarga yang bersiap-siap mau pulang......menggunakan MOBIL PICK UP!! Wah kesempatan nih, batin ane. Siapa tau bisa nebeng. Ane pun segera bertanya ke Bapak itu dan ternyata mereka akan menuju Kota Kefa, dan kita bisa nebeng gratis! Yeahhh!! Hahaha.

Menempuh perjalanan pulang ini bukan hal mudah gan, seperti ane bilang di awal bahwa perjalanan Kefa-Tanjung Bastian ini melewati pegunungan, bisa ditebak donk ya. DINGIiiiiIInn... Karena jaket ane pinjamkan Rinel, ane pun pakai sarung ibunya yang ada di bak mobil. Perjalanan ini sempat dihambat oleh pecahnya ban di kampung kecil yang ane nggak tau namanya. Akhirnya kami baru nyampe Kefa malem harinya, dan karena bapak ini terlalu baik, kami diantarkan ke pool bus dan akhirnya melanjutkan perjalanan dengan bus malam ke Atambua. Pengalaman yang tak terlupakan.



3.31.2015

Hari Keberangkatan ke Jakarta

Holaa...Setelah sekian lama hari ini akan menjadi hari keberangkatan ane ke Jakarta gan buat magang di CIMB Niaga. Semangat? ADA. Rasa malas? ADA. Tapi jujur lebih besar rasa semangatnya. Ane merasa ada sesuatu indah yang menanti ane disana. Sebaliknya, jika tetap ke Solo ane merasa tidak ada yang bisa diperjuangkan gan karena belum ada pekerjaan di Solo. Ditambah, ane selalu jadi sasaran kemarahan emak kalau di Solo. Jadi

Magang ini ane jadikan motivasi untuk menabung dan mendirikan usaha angkringan di Kota Kupang gan. Ane merasa kota itu yang ada orang menyebutnya 'kota mati' sangat potensial untuk dikembangkan. Ane optimis membawa budaya Jawa 'angkringan' ini kesana, ane bakal sukses. Ane harus yakin. Karena kalau ane sendiri nggak yakin, nggak akan pernah bisa terwujud gan.

SEMANGAT MERANTAU!