Pertanyaan 'mana yang duluan, ayam atau telur?' kelihatannya sederhana dan sudah sering ditanyakan. Namun bagaimana jawaban pastinya?
Masalahnya ada di cara kita membayangkan pertanyaannya. Kebanyakan orang langsung membayangkan ayam modern dan telur ayam modern, seolah dua-duanya muncul utuh dari ketiadaan. Padahal alam tidak bekerja seperti itu. Evolusi tidak pernah lompat. Ia selalu bertahap.
Kalau kita tarik garisnya jauh ke belakang, awal semua kehidupan di Bumi bukan ayam, bukan telur, bahkan bukan hewan. Awalnya adalah organisme bersel satu yang muncul 3,8 milyar - 3,5 milyar tahun yang lalu. Sangat sederhana. Tidak punya organ. Tidak punya otak. Bahkan belum punya inti sel yang rapi. Hanya membran, reaksi kimia, dan kemampuan membelah diri.
Organisme bersel satu ini berkembang biak lewat pembelahan. Saat membelah, kadang terjadi kesalahan kecil, sering disebut mutasi. Kebanyakan mutasi tidak berguna, sebagian berbahaya, tapi sedikit sekali yang kebetulan menguntungkan. Mutasi yang menguntungkan ini membuat organisme lebih mampu bertahan hidup dan bereproduksi. Dari sinilah seleksi alam bekerja.
Seiring waktu yang sangat, sangat panjang (jutaan hingga miliaran tahun) sebagian organisme bersel satu mulai bekerja sama, membentuk organisme multiseluler. Dari sini muncul bentuk kehidupan yang makin kompleks seperti ganggang, tumbuhan sederhana, hewan lunak, ikan, amfibi, reptil, mamalia, dan burung. Semua lewat perubahan kecil yang ditumpuk terus-menerus selama milyaran - jutaan tahun, bukan satu lompatan besar.
Sekarang kita fokus ke garis keturunan ayam. Ayam bukan makhluk unik yang muncul tiba-tiba. Ia bagian dari keluarga burung, dan burung sendiri berevolusi dari reptil purba. Jauh sebelum ada ayam, sudah ada hewan yang bertelur. Reptil bertelur. Dinosaurus bertelur. Burung awal bertelur. Jadi secara biologis, telur sudah ada jauh sebelum ayam ada.
Lalu dari mana ayam muncul?
Nenek moyang ayam modern adalah burung liar yang sangat mirip ayam, tapi belum sepenuhnya ayam seperti yang kita kenal sekarang. Populasi burung ini terus berkembang biak. Di setiap generasi, selalu ada variasi kecil akibat mutasi genetik. Bentuk paruh sedikit beda. Warna bulu sedikit beda. Ukuran tubuh sedikit beda. Tidak dramatis. Nyaris tak terlihat.
Sampai pada suatu titik, lahirlah satu individu yang secara genetik sudah bisa kita sebut 'ayam modern'. Tapi individu ini menetas dari telur, yang dihasilkan oleh induk yang hampir ayam, tapi belum sepenuhnya ayam. Telurnya? Sudah ada duluan.
Artinya secara ilmiah telur yang mengandung ayam pertama sudah ada dan ayam modern belum ada sebelum telur itu menetas. Jadi kesimpulannya...telur lebih dulu daripada ayam. Namun bukan telur ayam modern dari ayam modern, tapi telur dari makhluk pra-ayam yang membawa mutasi kecil dimana mutasi itu melahirkan ayam pertama.
Dan ini bukan pengecualian. Semua spesies muncul seperti ini. Tidak pernah ada 'makhluk pertama' yang muncul utuh tanpa leluhur. Setiap spesies adalah transisi yang dibekukan oleh waktu, lalu kita beri nama karena kebetulan kita hidup di titik tertentu dalam sejarah evolusi.
Jadi pertanyaan 'mana duluan, ayam atau telur?' sebenarnya bukan teka-teki. Ia hanya jebakan imajinasi kita yang ingin dunia serba instan. Alam tidak peduli definisi kita. Alam hanya peduli satu hal yaitu siapa yang bisa bertahan dan bereproduksi.
Tapi kalau masih ada pertanyaan, terus telur yang berasal dari induk pra-ayam, dan kemudian menetas jadi ayam modern itu dari mana lagi?
Well, semuanya ketika ditarik ke 0 lagi akan kembali ke organisme bersel satu , seperti yang sudah dijelaskan diatas.
Jadi, itulah jawabannya.



0 comments:
Posting Komentar